GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
kritis


__ADS_3

Segera Elma memerintahkan anak buahnya untuk memesan tiket pesawat ke Surabaya ia melihat kakaknya seperti orang gila meraung-raung menyesali perbuantanya.


"kenapa kamu selalu seperti ini kak,, kenapa kamu tidak bisa berkaca dari pengalaman,,Rayna bisa seperti ini karna kamu kak kamu yang tidak bisa moveon dari mantan kekasihmu, Rayna selalu menderita semenjak dia menjadi istrimu,kamu memang tidak pantas untuk menjadi suami Rayna"


Amarah Elma kepada kakaknya sudah tidak bisa di tahan lagi selama ini dia sudah menahan perasaanya kali ini Elma merasa kakaknya sudah sangat di luar batas.


"sudah sayang sudah,,kasihan kakakmu semua ini bukan sepenuhnya salah dia andai kamu tidak merahasiakan semua ini mungkin ini tidak terjadi"ucap mama Rita


" aku sengaja ma,, aku pengen tahu seberapa besar dia bisa mencintai Rayna aku lihat selama ini yang dia lakukan sibuk dengan wanita itu,,, asal kakak tahu aku menyesal mengenalkan kalian berdua aku menyesal,,,andai Rayna tidak menikah dengan kamu mungkin hidupnya tidak akan menderita seperti ini aku benar-benar menyesal"


Elma berteriak memaki-maki kakaknya terlihat Juna hanya diam tanpa bisa membalas semua perkataan Elma,, apa yang Elma katakan memang benar adanya. Tidak lama kemudian papa Reza pulang..


"ada apa ribut-ribut seperti ini??? "


"Rayna pa.. Rayna kecelakaan" ucap mama Rita


"Rayna menantu kita ma..??"


"iya pah.. "


"kenapa kalian masih disini kita harus cepat menyusulnya ke rumah sakit,, rumah sakit mana??"


Tampak wajah tua pa Reza penuh dengan kekhawatiran


"dia di Surabaya pa,, kami sedang menunggu tiket pesawat anak buahku sedang mengurus semuanya" ujar Elma


"lama,,,kita sewa jetpri yang biasa papa gunakan".


Tidak lama kemudian papa menghubungi anak buahnya untuk mengurus semuanya.


" batalkan pemesanan tiket pesawat kita berangkat sekarang'


"iya pah"


"Juna jangan terus kamu tangisi semua yang sudah terjadi bangkit tunjukan kalo kamu adalah suami yang bisa di andalakan ayo cepat kita harus segera sampai"


Juna hanya mengikuti semua perintah papanya pikiranya benar-benar kosong tidak tau apa yang harus di lakukan, kekalutanya menjadikan dia seperti laki-laki yang tidak ada artinya.


Tidak lama kemudian mereka pun berangkat menuju Surabaya,tidak memakan waktu lama akhirnya mereka sampai di bandara setelah itu rombongan Juna langsung bertolak ke rumah sakit tempat Rayna di rawat,


Terlihat Elma yang sibuk wara wiri menghubungi anak buahnya yang ada di Surabaya, begitu juga wajah cemas mama sepnajang jalan ia hanya mendoakan keselamatan Rayna beserta cucunya.Papa Reza terlihat lebih banyak diam sesekali ia mengusap punggung istrinya seakan memberi semangat kalo tidak akan terjadi apa-apa kepada Rayna dan cucunya.


Di sisi lain Juna tampak menahan gejolak perasaanya entah apa yang dia rasakan kepalanya hanya berputar memikirkan Rayna dan bayinya..penyesalan dan penyesalan yang selalu ia rasakan.


ingin rasanya Juna menghukum dirinya sendiri atas semua yang telah ia lakukan kepada Rayna.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di depan rumah sakit terlihat anak buah Elma sudah menunggu kedatangan keluarga Juna.


"Dimana dia sekarang??"


"Beliau di lantai tiga di ruang oprasi bu.. mari saya antar"


Langkah Elma setengah berlari ia sudah tidak sabar melihat kondisi sahabatnya,Elma banyak bertanya kepada anak buahnya tentang kejadian yang menimpa Rayna.


"Kamu cek CCTV yang ada di sekitar jalan itu cari penabraknya cepat kamu laporkan semuanya padaku kita usut semua ini sampai tuntas"


Juna menatap adiknya ia merasa malu bagaimana mungkin Elma bisa sedetail itu menjaga Rayna sedangkan ia suaminya tidak pernah tau apa-apa.


"Elma terimaksih... kamu sudah mau menjaga Rayna" ucap Juna lirih.


"Aku lakukan ini bukan untuk kamu kak tapi demi Rayna dan calon keponakan aku,, aku bersumpah jika terjadi sesuatu kepada Rayna aku tidak akan memaafkan kamu kak camkan itu"


Dari kejauhan Juna sudah melihat Rio ia sedang berdiri persis di depan pintu kamar oprasi.Ia merasa malu telah menuduh Rio sebagai kekasih gelap istrinya.


"ba-bagaimna keadaanya?? tanya Juna gugup


Rio melirik ke arah suara yang menyapanya,seketika matanya merah ia menatap Juna dengan tatapan seperti ingin membunuh. Rio tidak menjawab pertanyaan Juna.


" kak Rio bagaimana keadaan Rayna?"


Elma seakan mengerti dengan tatapan Rio kepada Juna.


Tidak lama kemudian ada sorang suster keluar dari kamar oprasi.


"dengan keluarga Rayna"


"saya Sus... " Juna menghampiri suster yang memanggilnya


"Silakan dokter menunggu anda di ruangan"


Juna pun berjalan ke ruangan dokter yang tidak jauh dari kamar operasi ditemani suster.


"silahkan masuk pak"


"apa anda keluarga ibu Rayna? " tanya dokter


"iya betul pa,, saya suaminya"


"oh kebetulan sekali,,jadi begini pak akibat kerasnya benturan yang terjadi pada ibu Rayna menyebabkan pendarahan yang sangat hebat sehingga bayi yang ada dalam kandungan ibu Rayna tidak bisa di selamatkan,,kami terpaksa harus segera mengangkat bayi dalam kandungan ibu Rayna,,,begitu juga dengan kedaan Ibu Rayna sendiri benturan keras pada kepalanya mengakibatkan cedera kepala berat sehingga ia mengalami gangguaan keseimbangan dan koordinasi tubuh.Kita tim dokter akan berusaha semaksimal mungkin mohon doanya dari keluarga semoga operasi ini berjalan lancar.


Otak Juna tidak bisa mencerna semua perkataan dokter,yang ada di depanya, ia seperti orang linglung, dokter pun memberi kode kepada suster yang ada di sampingnya suster pun keluar memanggik kekuarha Rayna yang lain.

__ADS_1


tidak lama kemudian Elma pun datang menghampiri Juna dan dokter.


Kembali dokter memberikan keterangan kondisi Rayna dan bayi yang ada dalam kandunganya.


Elma sangat terkejut ia menatap ke arah Juna di lihatnya Juna seperti diam tidak memberi reaksi apa-apa matanya menatap kosong.


"terimaksih banyak dok,, saya mohon berikan pengobatan yang terbaik pada kakak ipar saya berapapun biayanya jangan khawatir kami akan menanggungnya kalo begitu kami permisi keluar"


Elma pun memapah kakaknya keluar dari ruangan ia bingung dengan sikap Juna.


"ma... " Elma memanggil mama Rita


"kenapa sayang.. "


Elma memberi kode kepada mama Rita dengan lirikan matanya. Mama Rita langsung memeluk Juna.


"sayang Juna kamu kenapa nak" Mama Rita mengoyang-goyangkan tubuh Juna,, ia seperti mati berdiri matanya menatap kosong.


Setelah mendengar penjelasan dokter Juna merasa tubuhnya seperti di hantam palu godam yang besar otaknya seperti mati rasa ia tidak bisa berteriak hanya menatap tidak percaya dengan kenyataan kalo ia harus kembali kehilangan buah hatinya di tambah kondisi Rayna yang mengalami cedera otak berat.Juna seakan ingin membunuh dirinya sendiri semua terjadi karna kesalahanya.


Lama mama Rita menepuk-nepuk wajah Juna tidak lama kemudian kesadaran Juna kembali.


"ma.. Rayna ma... anaku.. ma.. semua salahku ma... anaku meninggal karna aku ma.. tolong aku ma... "


Juna menangias memeluk mamanya hatinya seakan tidak bisa Terima dengan semua kenyataan ini.


"sabar sayang... Rayna pasti sembuh mama yakin kamu harus kuat"


Lama Juna memeluk mama Rita ia terus menangisi kebodohanya.Mama Rita terus memberi pengertian kalo semua ini sudah kehendak yang maha Kuasa.


"kamu yang sabar Juna.. "


"anaku ma.. anaku... betapa jahatnya aku kepada Rayna aku bukan ayah dan suami yang baik... "


"sabar sayang.. sabar"


Waktu seakan berjalan dengan lambat papa Reza segera menghubungi keadaan Rayna kepada keluarga Rayna di kampung..papa Reza memerintahkan bawahanya untuk menjemput keluarga Rayna dari tempat tinggalnya.


Setelah sekian lama menunggu tim dokter akhirnya keluar salah satu dokter menghampiri keluarga Juna.


"alhmdlh operasinya berjalan lancar hanya saja keadaan Ibu Rayna masih dalam keadaan kritis kita harus menunggu satu sampai dua hari semoga ibu Rayna dapat melewati masa kritisnya,, jenazah bayi ibu Rayna bisa di bawa untuk segera di makamkan .


Sekarang ibu Rayna akan kami pindahkan ke ruang ICU di mohon untuk tidak dulu menjenguknya sebelum keadaanya benar-benar baik. Kalo begitu saya permisi dulu.


Brugggg... Tiba-tiba tubuh Juna ambruk ia pingsan.

__ADS_1


Rio yang ada di sekitar mereka langsung mengangkat tubuh juna.


__ADS_2