
Pagi hari Rayna merasa badanya sudah agak baikan pagi itu Rayna menyiapakan sarapan untuk suaminya bekerja ia juga menyiapakan pakaian kantor untuk Juna. Hari ini dia berencana untuk libur satu hari ingin istirahat saja di rumah.
Selesai sarapan Juna berpamitan kepada Rayna.
"sayang abang pergi dulu kamu istirahat aja di rumah jangan ngelakuin apa-apa kalo ada apa-apa cepet hubungi abang"
"ya abang... udah sana kerja ceramah mulu"
"sini dong morning kiss dulu" ucap Jjna sambil menarik tubuh Rayna ke pelukanya.
Juna pun mencium kening dan bibir Rayna.
"Hati-hati bang"
'iya sayang... "
Juna pun pergi berlalu meninggalakn kosanya.
******
Waktu sudah menunjukan pukul 10.30 siang Rayna merasa bete seharian di rumah tanpa kegiatan apapun dan tanpa Juna tentunya.Tiba-tiba Rayna punya ide untuk melakukan perawatan kulit juga memotong rambutnya yang sudah panjang sudah satu tahun ini dia tidak memotong rambutnya.Hal pertama yang di lakukan adalah meminta izin kepada suaminya.
Dia tidak mengatakan akan memotong rambut ke salon biar itu akan jadi kejutan buat suaminya nanti malam.
Setelah izin sudah di kantongi Rayna pun memesan ojeg online.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.00 ia pun sudah beres melakukan perawatan kecantikan dan potong rambut.Rayna lalu beranjak pulang.Sesampainya di kosan Rayna langsung mandi juga menyiapakan makan malam untuk suaminya pulang kerja.Sudah pukul enam sore Juna belum juga kembali akhirnya Rayna mengechat suaminya, ternyata Juna masih ada dalam perjalanan pulang.
Tidak lama kemudian Juna sampai di depan kosanya setelah memarkirkan mobilnya Juna beranjak masuk ke dalam kosan.
"assalamualaikum.. sayang"
"waalaikum salam... "
Juna terpana melihat wajah baru Rayna rambutnya yang panjang ia potong pendek menyerupai seorang polwan terlihat manis dan cantik.
Juna hanya menatap Rayna tanpa kedip secantik inikah istrinya kenapa baru tersingkap sekarang.
Rayna tersenyum melihat sikap Juna dia yakin Juna kaget melihat penampilan barunya.
Juna tersadar ketika Rayna mencubit tanganya.
"abang ihh aku tanya dari tadi malah bengong"
"maaf sayang,,, aku kaget pulang kerja di suguhin pemandangan seperti ini"
__ADS_1
"jelek ya.."ucap Rayna sambil memanyunkan bibirnya
Juna lalu meraih pinggang Rayna dan mendekapnya erat.
" siapa bilang kamu beda sayang,,cantik"
Satu kata dari Juna bisa membuat hatinya terbang melayang demi apa seumur pernikahannya baru kali ini Juna memuji dirinya cantik.
Rayna tersenyum malu.
"kalo jelek ya bilang jelek aja jangan muji tapi kenyataanya bohong aku tahu dari dulu juga abang ga pernah bilang aku cantik pastinya abang bohong kalo bilang aku cantik"
Tanpa banyak bicara Juna langsung mencium bibir Rayna.
"gimana rasanya? " tanya Juna
"ada manis-manisnya kaya udah makan perment"
"begitupun kamu sayang sederhana tapi ada manis-manisnya selalu enak kalo terus di rasakan"
"alah gombal,, udah mandi dulu aku udah siapin air hangatnya "
Juna tertawa melihat wajah menggemaskan istrinya Rayna memang wanita yang tidak pernah peka kalo di gombalin tapi di hatinya yang paling dalam ia mengakui kalo Rayna memang manis dan cantik.
Setelah selesai makan malam Rayna dan Juna duduk bersandar di sofa ruang TV terlihat Juna sedang memangku laptopnya wajah seriusnya sungguh bikin Rayna terpesona.
" abang emang ganteng dari lahir sayang"Ujarnya tanpa menoleh ke arah Rayna, tampak muka Rayna mendelik sebal.
"ohh ya abang gimana tadi kantor lancar-lancar aja kan"
"alhmdlh lancar,,"
"Manda masih disini? tanya Rayna pelan"
"mau dia disini ataupun sudah pulang abang ga peduli sayang hubungan kita sudah berakhir"
Syukur deh kalo abang udah insyaf inget istri yang dirumah"
"ohh ya besok ke acara pernikahan Nisa abang mau pake baju apa abang ga bawa baju batik aku cariin ga ada gimana kalo beli dulu"
"ga usah ribet sayang abang pake baju yang ada aja"
"terus besok aku gimana? "
"gimana apanya..?kamu mau beli baju baru"
__ADS_1
"ish bukan itu besok aku datang sendiri atau bareng-bareng sama abang"
Juna melirik ke arah Rayna,, "apa maksudnya datang sendiri mau di kira masih gadis hem" Juna mecubit pipi Rayna.
"jadi besok aku bareng abang kesana,,, memang orang-orang ga akan curiga"
"biarin aja toh waktu kita disini ga akan lama lagi mau mereka tahu juga abang ga peduli, udah jangan banyak mikir besok pergi pulang bareng ujar Juna sambil menutup laptopnya.
" yukk.. malam ini kita kerja lagi"ujar Juna sambil menarik tangan Rayna.
"kerja apa kemana?? "
"kerja membuat Rayna dan Juna junior"
Rayna lalu mencubit perut Juna dengan keras.
"awww... ishhh KDRT ini namanya dikit-dikit kena cubit terus"
"biarin biar tau rasa otaknya biar ga mesum terus pusing aku tuh dikit-dikit kesana mulu jalan pikiranya"
Haa. haa. haaa.. Juna tertawa melihat raut wajah Rayna yang memerah.Akhirnya dengan seribu satu cara Juna bisa mendapatkan keinginanya sudah berapa kali ia meminta Rayna melakukanya lagi dan lagi tubuh Rayna bagai candu buat Juna,setiap Juna mengingkanya dan melakukanya ia tidak pernah puas hanya dengan sekali saja.
"abang udah ya aku capek"
"iya sayang,,, "Juna lalu mencium kening Rayna lama ia pun mendekap tubuh Rayna agar tidak kedinginan karna saat ini tubuh mereka polos tanpa benang sehelai pun.. 🥴
*bukan spesialis menulis hal begituan jadi di tulis garis besarnya aja ya,, silahkan selebihnya menghalu masing-masing aja😎😎
Keesokan harinya setelah membuat kesepakatan akhirnya Rayna dan Juna pergi bersama.
Juna sudah terlihat tampan dengan kemeja batik panjang yang baru Rayna belikan untuknya tidak kalah cantik Rayna pun memakai dres pendek warna navy berlengan panjang rambutnya ia blow dengan polesan makeup yang terkesan natural tidak terlihat menor.
"istri siapa sihhh manis banget"
"apa sihh abang ga ada rayu-rayu karna aku tahu kalo udah ngerayu gini ujung-ujungnya pasti minta ngamar"
Haaa.... haaa.. haa... Juna tertawa terbahak.
"ga lah sayang masa udah dandan begini mau ngamar nanti ngamar ada waktunya malam, mau berapa ronde satu tiga empat bahkan lima kali semalam abang sanggup"
"maunya kamu yang terus nambah ga pernah puas"
"wajar dong sayang dulu abang sering kamu tinggalin beuhh kamu ga tau gimana merananya si junior"
"cukup sayang mari kita pergi bulu kuduk udah ga bisa sinkron ngedengerin abang cerita yang begituan mulu"
__ADS_1
Rayna pun menarik lengan Juna untuk segera pergi.