GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
jangan diamkan aku


__ADS_3

POV RAYNA....


Sudah satu minggu ini bang Juna selalu pulang malam aku tahu kesibukanya di kantor memang tidak bisa di abaikan sebagai istri aku hanya bisa mendoakan kesehatan dan kelancaran buat suamiku.


Hari ini jadwal aku periksa kandungan sebenarnya aku bimbang mau memberitahukan bang Juna aku takut aku mengganggu pekerjaanya tapi kalaupun aku pergi sendiri setidaknya harus izin kepada suami.


Siang itu aku menghubungi bang Juna menayakan kesibukanya di kantor setelah tahu kalau dia tidak bisa meninggalkan pekerjaanya maka aku berinisiatif untuk pergi sendiri.Setelah mendapatkan izin akhirnya siang itu aku pergi ke rumah sakit setelah selesai memeriksa kondisi kehamilan aku beranjak pergi ke mall yang tidak jauh dari rumah sakit karna kebetulan aku mau membeli beberapa barang kebutuhan rumah tangga juga susu hamil yang sudah habis, tadinya aku mau mengajak bi ipah pergi tapi berhubung suaminya sakit jadi aku terpaksa pergi sendiri.


Setelah selesai berbelanja akupun masuk ke salah satu caffe yang ada di sudut mall aku beristirahat sejenak sambil menikmati segelas jus alpukat dan chiken steak tiba-tiba dari arah samping ada seseorang yang menepuk pundaku saat aku melirik ternyata pak Rio mantan bosku dulu. Kami pun akhirnya ngobrol lama sampai tidak terasa waktu sudah menujukan pukul 18.00 akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah, sebelum pulang Pak Rio melihat ada saus di area dekat bibir aku dan dengan repleks dia mengusap saus yang ada di dekat bibir dengan jari-jarinya jujur aku kaget tapi aku tidak mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Sampai akhirnya aku tiba di rumah seperti biasa aku menunggu bang Juna pulang aku sudah menghangatkan lauk untuk makan malam kami berdua tidak lama kemudian aku mendengar suara mobil bang Juna tumben pulang masih sore tapi itu justru membuat aku senang saat ku buka pintu tampak wajah kusut bang Juna aku berpikir mungkin di kantor sedang banyak kerjaan dan bang Juna mungkin kelelahan. Saat aku menyambutnya dengan senyuman dia tidak membalasnya begituoun ketika aku akan mencium tanganya ia berlalu pergi tidak hanya sampai disitu ketika dia selesai mandi tiba-tiba ia menutup pintu kamar mandi dengan keras sampai aku terkaget, aku masih memaklumi sikapnya mungkin ada masalah di kantor sampai akhirnya ketika dia memesan makanan lewat kurir aku merasa ada yang aneh pdahal aku sudah memasak tadi siang tapi dia malah memilih makanan dari luar jujur hatiku sakit melihatnya aku berusaha untuk tidak mempermaslahakan semua itu. Aku kira sikap bang Juna seperti itu karna ia merasa lelah di kantor atau karna ada masalah di kantor.


Sampai pada akhirnya selama 3 hari bang Juna tidak pernah menyapa aku dia selalu mengabaikan aku tidak pernah lagi bersikap hangat kepadaku aku tidak tahu apa salahku, apa bang Juna sudah mulai bosan denganku atau apa entahlah semua pertanyaan itu tak pernah aku tahu jawabanya. Sampai pagi itu aku sudah bersusah payah membuatkan bekal makan untuknya karna dengan harus menahan mual dan muntah-muntah aku harus menyiapkan bekal untuk bang Juna tapi apa yang terjadi bekal yang sudah aku siapakan di tas kecil tidak ia sentuh sama sekali jujur melihat itu hatiku benar-benar sakit sebenci itukah dia kepadaku apa salahku. Akupun beranjak masuk kamar di sana aku menumpahkan rasa sakit hanya dengan menangis setiap kali aku menayakan kenapa sikapnya berubah ia tidak pernah menjawabnya sampai aku merasa kesal sendiri.Aku merasa tidak ada yang bisa akun jadikan tempat sandaran aku benar-benar sendiri tidak ada lagi yang memperhatikan aku menawarkan makanan yang aku ingin semuanya harus serba sendiri.Siang itu tiba-tiba aku ingin makan rujak bebek ketika aku akan mengetik bang Juna aku tersadar jika bang Juna sedang tidak care sama aku akhirnya aku memutuskan untuk membeli sendiri pergi ke dekat pasar menggunakan motor matic milik bang Juna yang ada di halaman rumah.Di temani bibi aku belanja makanan yang aku mau biarpun harus panas-panasan dan mengantri di kondisi aku yang tengah hamil aku merasa gampang sekali capek.Jujur hatiku terasa sakit hanya karna ingin makanan seperti ini aku harus mengantri berdesakan dengan pembeli yang lain. Tidak ada lagi tangan bang Juna yang selalu siap membelikan semua yang aku mau.


Di saat mau pulang tiba-tiba perut aku kram aku merasa jika segitiga aku juga basah khawatir ada apa-apa aku pergi ke toilet dan ternyata hanya ada cairan bening di segitiga aku.Ketika aku sedang beristirahat di teras toko dari jauh aku melihat Bang Juna yang sedang berlari ke arahku untuk pertama kali setelah 3 hri tidak menyap akhirnya ia menyapaku dengan kata "sayang" antara senang sedih aku mendengarnya aku hanya menunduk yidak ingin memperlihatkan air mata yang sudah menggunung di sudut mataku.Akupun akhirnya pulang denganya di dalam mobil aku maupun dia sama-sama tidak saling menyapa aku benar-benar bingung apa salahku sampai dia mengabaikan aku seperti ini.Aku benar-benar sakit hati dengan sikapnya yang seperti ini


AUTHOR POV


Juna memeluk tubuh Rayna dengan erat ia merasakan guncangan di tubuh Rayna.Juna tahu Rayna sedang menangis

__ADS_1


"apa alasan abang mendiamkan aku seperti ini apa salah aku? apa abang sudah mulai jenuh bosan hidup sama aku tolong abang bicara jangan abang diamkan aku seperti ini" Rayna mengeluarkan semua rasa sakit di hatinya


"aku tidak tahu apa kesalahan aku, aku benar-benar bingung tiba-tiba sikap abang berubah seperti membenci aku, aku salah apa katakan apa salahku?"


Semakin Rayna bicara semakin erat Juna memeluk Rayna ia tidak bisa menyembunyikan kecemburuan ya terhadap Rio ia tidak bisa mengungkapkan alasan dia mengabaikan Rayna.


Rayna berusahan melepaskan pelukan Juna ia tapi karna tenaga Juna yang kuat Rayna tidak mampu melepaskan akhirnya ia membiarkan Juna memeluk dirinya.


"maafkan abang sayang" akhirnya Juna pun berbicara.


Rayna sudah tidak ingin mendengar apapun dari Juna dirinya benar-benar lelah.


Juna sudah tidak tahan mendengat semua ucapan Rayna ia lalu menutup bibir Rayna dengan bibirnya.


Matanya berkaca-kaca menatap wajah Rayna.


"hentikan sayang,, hentikan,,, semua yang kamu ucapkan itu tidak benar abang sangat mencintai kamu, ga ada niatan sedikitpun abang menyakiti kamu abang hanya tidak tahu cara melampiaskan amarah abang karna cemburu melihat kamu dengan dia"

__ADS_1


"cemburu kepada siapa? "


"abang cemburu melihat kalian berdua sewaktu di mall kalian tertawa bersama sampai si Rio memegang bibir kamu"


Rayna mengerutkan dahi sambil menatap Juna.


"abang liat sendiri atau ada orang yang melapor?jika abang yang melihat sendiri pasti abang akan tahu yang sebenarnya terjadi Rio bukan mengusap bibir aku tapi dagu karna dia melihat ada saus yang menempel di dagu dan itupun repleks dia lakukan di saat aku akan pulang aku tidak sengaja bertemu dia di caffe mall aku tidak berbuat macam-macam,sumpah"


"abang dapet kiriman video dari seseorang"


"siapa??"


Juna tidak memberitahukan siapa yang mengirim vidio itu, Rayna melihat handphone Juna tergeletak di atas kasur dengan sigap ia segera menyambar ponsel Juna dan membuka siapa pengirim pesan yang melaporkan dirinya. Ketika membuka ia merasa terkejut ternyata Manda yang mengirim vidio ini.Tubuh Rayna lunglai ia terduduk di kasur matanya nampak menahan air mata.


"ohh... jadi ini alasan abang mendiamkan aku selama ini hebat sekali hanya karna sebuah vidio langsung menuduh aku yang tidak-tidak,makasih bang ternyata abang lebih percaya pada orang lain daripada istri abang sendiri'


Rayna pun lalu berdiri sambil keluar dari kamarnya.

__ADS_1


'Sayang...... "teriak Juna memanggil Rayna


🍂jarang up karna ada kesibukan di dunia nyata kalau ada waktu senggang aku usahain untuk up😊jangan lupa dukunganya biar aku lebih semangat lagi dalam menulis karna sejatinya menulis itu harus dalam keadaan perasaan dan suasana hati yang bahagia🤗🤗happy reading semua...


__ADS_2