
Tiga minggu sudah Rayna berada di rumah orang tuanya di kota Tasikmalaya kota kelahiranya, sehari-hari Rayna hanya istirahat di kamar untuk memulihkan kembali kondisi badanya.Ibu Rayna dengan telaten selalu mengurusi keperluan Rayna.
"teh makan dulu udah siang nanti makan obatnya"
"udah jam berapa bu,,? tampak Rayna menggeliat menatap ibunya.
" jam 10 pagi, mau makan di kamar atau mau di luar sambil nonton tv?"
"di luar aja bu nanti teteh keluar"
Lima belas menit Rayna keluar dari kamarnya ia melihat suasana rumah tampak sepi.
"rayyan kemana bu??"
"Rayyan udah pergi ke kampus sama bapa, ini ibu udah siapin makananya makan yang banyak biar cepet sehat lagi"
"iya bu.. "
"teh... a Juna ga pernah hubungi teteh selama teteh disini?? tanya ibu
"ada sering,,tapi aku ga mau angkat telephone ata balas chatnya.., biarin aja toh teteh kan udah cerai sama bang Juna"
"teh,, kalo a Juna mengatakan kata talak satu dalam keadaan marah itu tidak termasuk dalam cerai sah kalian bisa kembali lagi tapi alangkah baiknya jika a Juna melakukan kembali ijab qobul"
"teteh ga mau kembali bu,, biarkan dia yang mengurus surat perceraian kita itu kemauanya.
"mungkin a Juna bilang seperti itu karna kesalah pahaman"
"teteh memilih untuk sendiri aja bu,, terlalu lelah hidup bersama laki-laki yang masih menyimpan perasaan pada mantan kekasihnya"
"tapi teteh masih muda"
"untuk saat ini teteh merasa lebih baik sendiri,, teteh ga tau kedepanya bagaimana do'ain aja yang terbaik buat teteh"
"iya... ya udah teteh makan dulu ibu mau beres-beres dulu"
Di ruang TV Rayna bersandar di sofa tanganya masih memegang piring entahlah bagaimana perasaanya saat ini,,campur aduk menjadi satu antar rindu benci kesal kecewa sakit hati tapi juga tidak di pungkiri perasaanya pada Juna tidak berubah ia masih mencintai laki-laki itu.
Di saat sedang melamun tiba-tiba ibu datang menghampirinya.
"teh ini hape teteh dari tadi berdering terus siapa tahu penting"
"ohh.. makasih bu"
__ADS_1
Rayna melihat siapa yang menghubunginya,, deg hati Rayna berdebar ternyata Juna,,baru juga ia memikirkan perasaanya kepada Juna tapi laki-laki ini sudah lebih dulu menghubunginya.
Kembali HP Rayna berdering tiga panggilan tetap tidak Rayna hiraukan, tidak lama kemudian ada chat Juna masuk.
"assalamualikum... sayang gimana kabarnya? bolehkah aku bicara tolong angkat telephonenya sebentar aku tahu kamu online"
Rayna tidak berniat membalas pesan Juna ia kembali menyimpan hapenya di atas meja, tidak lama hape Rayna berdering kembali.
"ibu,, ibu,, bisa tolong angkat telephone dari bang Juna katakan teteh tidur, teteh ga mau bicara sama dia"
"teteh ga boleh kaya gitu siapa tahu ada hal penting yang mau A Juna sampein" tegur ibu
"sekali ini aja bu,, ibu tolong tanyain ada apa??? "
"ya udah sekali ini aja ya,,
assalamualaikum nak Juna.. teteh nya lagi tidur"
lama ibu mendengar Juna bicara di sebrang sana
"iya nanti ibu sampaikan,, keadaan Rayna sekarang sudah mulai membaik nak Juna jangan khawatir, ngerepotin apa teteh kan anak ibu masa ngerepotin,,,
iya... iya nanti ibu sampaikan.... waalaikum salam"
"kenapa ga angkat sendiri tadi kalo masih kepo"canda ibu
" ishh ibu,,,teteh bukan kepo".
"tapi penasaran kan.. tadi a Juna tanya kabar teteh gimana kondisinya udah sehat belum terus kalo butuh apa-apa jangan sungkan hubungi nak Juna dan ini yang paling penting nak Juna tidak jadi mengajukan gugatan cerai,, dia ingin kembali sama teteh"
"siapa yang mau balikan sama dia,, ngarep banget"
"ya udah ini hapenya teteh ngomong sendiri aja sama a Juna jangan nyuruh ibu lagi,, selesaikan masalah rumah tangga kalian ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik buat teteh"ujar ibu sambil berlalu pergi
Seharian ini Rayna hanya menghabiskan waktu di tempat tidur,, iseng-iseng ia buka laptop miliknya yang dulu dia gunakan semasa kuliah Rayna mencari lowongan kerja yang ada di tempat tinggalnya, setelah lama mencari akhirnya ia menemukan lowongan kerja di salah satu bank swasta, Rayna tampak semangat ia mencoba menghubungi contact person yang tertera di laman sosmed itu.
Setelah bertanya-tanya ia memutuskan untuk kembali melamar pekerjaan di hari senin, ia merasa kondisi badanya sudah lebih baik, ia pun menyiapakan berkas -berkas lamaran yang akan di bawanya pada hari senin..
Pukul 22.00 malam Rayna gelisah tidak bisa tidur entah kenapa ia merasa sulit untuk memejamkan matanya apa karna siangnya dia terlalu banyak istirahat tidur siang atau karna hatinya selalu teringat akan Juna.
tiga minggu ini Rayna tidak bertemu dengan Juna bukan Juna yang tidak ingin menemui Rayna tapi karna Rayna yang selalu menolak untuk bertemu Juna tapi malam ini hatinya begitu merindukan suaminya itu.
Disaat Rayna sedang memikirkan Juna tiba -tiba ada chat Vidio masuk dari Arya,, ya Arya sahabat baik Rayna yang sudah lama tidak bertemu, Rayna dan Arya saling berkirim kabar hanya melalui telephone atau Chat WA.
__ADS_1
"Rayy.. lu harus liat ini sumpehhhh keren banget"
isi pesan dari Arya.
Rayna pun segera memutar vidio yang dikirim sahabatnya, ia melihat Juna ada di atas panggung kecil di sebuah caffe dia sedang bersiap seperti akan menyanyi. Sejak kapan bang Juna bisa menyanyi??
******
Malam minggu ini Juna memutuskan untuk pergi ke sebuah caffe Juna pergi seorang diri,sejak kepulanganya ke Jakarta Juna sperti manusia yang hilang arah pikiranya hanya tertuju pada Rayna tiada hari ia selalu memikirkan Rayna berbagai cara sudah Juna coba untuk kembali meminta maaf kepada Rayna tapi mungkin hati Rayna sudah tertutup untuknya.
Jujur Juna tidak bisa melupakan Rayna apalagi berpisah kembali dengan Rayna untuk itu ia membatalkan gugatan cerai kedapa Rayna apapun yang terjadi ia akan berusaha mendapatkan kembali Rayna.
Malam ini hati Juna terasa sendu sedih rindu bercampur menjadi satu.
Di caffe Juna memilih duduk sendiri ia seolah tenggelam dengan suasana riuh pengungjung kemana pun di manapun hatinya selalu sepi tanpa Rayna, Juna melihat salah satu penyanyi cafe bernyanyi dengan sangat mendayu-dayu seolah menggambarkan tentang perasaanya ia pun tergerak ingin mengungkap perasaanya melalui lagu.
"ayo siapa yang mau tampil disini siapa tahu ada yang mau ungkapin perasaanya tapi malu bisa melalui lagu"
ucap penyanyi caffe dan tanpa tunggu lama Juna mengacungkan tanganya.
"ahh ya mas yang di belakang sana yang memakai topi hitam bisa langsung maju kedepan"
Juna pun dengan percaya diri maju ke depan riuh sorak penonton bertepuk tangan suara-suara genit manja wanita membahana di dalam caffe.
"wahh.. masnya udah banyak fansnya tuh belum apa-apa udah ramai teriakan histeris pengunjung disini"
Juna hanya tersenyum.
"mau bawain lagu apa nih mas??apa buat seseorang atau buat salah satu pengunjung disini?? ujar penyanyi caffe
" buat seseorang"
Riuh pengunjung pun kembali terdengar
"jangan salah paham dulu siapa tahu maksud masnya seseorang itu bisa ibunya adiknya kakaknya temanya ya kan mas..."
kembali Juna hanya tersenyum
"baiklah tanpa menunggu lama lagi kita dengarkan persembahan lagu yang akan di bawakan oleh mas..
siapa mas namanya jadi lupa nanya namanya? "
"saya Juna"
__ADS_1
"ya kita dengarkan persembahan lagu dari mas Juna untuk seseorang"..