
Rayna menatap gelapnya malam dari balik tirai jendela ia menghela napas kecewa,, pikiranya melayang memikirkan rumah tangganya bersama juna.Semakin kesini semakin seperti ombak pasang surut kadang bahagia kadang kecewa ada saja pertikaian yang terjadi dan semuanya hanya karna masa lalu Juna yang belum selesai dengan mantan kekasihnya.
"jika benar Juna mempertahankan rumah tangga ini karna dasar balas budi lebih baik aku akhiri saja pernikahan ini percuma kalo tidak ada rasa cinta"
Saat ini rayna benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan, ia tahu pergi dari rumah tanpa izin suaminya adalah dosa besar tapi Rayna benar-benar ingin menyendiri ia tidak ingin bertemu Juna. Tidak mungkin ia mempertanyakan semuanya karna itu adalah sebuah kepastian Manda mengetahui semuanya sudah pasti Juna yang mengatakanya.
"hatiku benar-benar sakit... haruskah aku pergi dari hidupmu supaya kita sama-sama bisa bahagia kamu bahagia dengan pilihanmu dan aku bahagia dengan hidupku,,, jujur aku sudah sangat lelah menghadapi semuanya".
Malam semakin larut Rayna memutuskan besok ia akan menemui Juna ia ingin mengakhiri semua ini.
Terdengar HP Rayna bedering di lihatnya Juna yang menelphone ia biarkan begitu saja, beberapa kali Juna menghubunginya tapi Rayna seakan enggan untuk bicara dengan suaminya.
Akhirnya Rayna memutuskan untuk mengirim pesan kepad Juna.
"Jangan cari aku,, aku sedang ingin sendiri besok temui aku di rumah mama Rita" pesan singkat yang ia kirim kepada Juna. Setelah itu ia matikn handphonenya.
Juna termenung, kenapa Rayna ingin menemuinya di rumah mama apa ia tidak bisa menyelesaikan masalah ini berdua atau dia akan mengadu semua masalah ini kepada mama.
Keesokan harinya Rayna sekali lagi minta izin kepda atasanya untuk mengambil cuti sehari lagi,, dan pak yoga pun mengizinkanya.
"elu ya katanya mau masuk sekarang buktinya mana gw tiap hari lembur mulu capeww gw"
Rayna tersenyum melihat pesan singkat dari Arya. sebenarnya bukan masalah lembur yang ia keluhkan hanya saja ia merasa kesepian tidak ada teman curhat di kantor Rayna tahu Arya tidak semudah itu bisa dekat dengan orang.
pukul 11.00 siang Rayna tiba di rumah mertuanya ia melihat mobil Juna yang sudah terpakir di halaman ia menarik napas panjang ini sudah menjadi keputusanya.
"assalamulaikum.. "
"waalaikum salam,, Rayna sayang masuk nak tumben kalian datang enggak bareng sapa mama Rita"
"gimana kabar mama...?"
__ADS_1
"mama sehat sayang,,, apa kalian tidak apa-apa mama kaget kalian datang berdua tapi enggak bareng"
Rayna tersenyum sedih melihat mertuanya sangat menyayanginya.
"Juna ada di kamarnya kamu bisa menemuinya disana"
"tidak mama aku ingin bicara disini saja, papa ada ma??"
mama rita menatap Rayna dengaan penuh tanda tanya
"papa kerja sayang,, sebenarnya ada apa ini"
Rayna terdiam air matanya sudah merembes melalui celah-celah sudut matanya.
"bi panggil Juna di kamarnya"
Tidak lama kemudian Juna pun keluar ia menatap Rayna masih dengan pakaian yang semalam ia pakai wajahnya tampak sembab.
juna segera menghampiri Rayna ia duduk persis di depan Rayna karna ada mama yang duduk di sebelah Rayna.
Sebelum bicara ia menghela napas lebih dalam seakan ingin terlebih dahulu mengisi oksigen ke dalam tubuhnya.
"ma,, aku minta maaf sebelumnya sepertinya aku ga bisa meneruskan pernikahan aku dengan bang Juna"
"sayang... " Juna tampak kaget mendengar ucapan Rayna.
"ada apa sayang,, kenapa kamu mau mengakhiri pernikahan kamu??"tanya mama Rita dengan ringkih.
" Aku benar-benar minta maaf sama mama sama bang Juna maaf jika selama ini aku ga bisa menjadi istri dan menantu yang baik"
"apa yang kamu katakan sayang,, kamu menantu juga anak mama jika kalian ada masalah bicarakan baik-baik jangan seperti ini"
__ADS_1
"Rayna,, abang mohon jangan seperti ini"
Rayna sekilas melirik ke arah Juna hatinya benar-benar sakit setiap melihat Juna, Laki-laki yang ia cintai sepenuh hati.
"Abang,, aku tahu dari awal abang terpaksa menikah sama aku abang terpaksa meninggalkan manda demi aku,, aku tidak ingin abang merasa berhutang budi karna aku sudah mendonorkan ginjal buat mama aku ga berharap apapun dari abang aku ikhlas karna aku sayang sama mama,, jangan abang merasa harus membayar segala pengorbanan aku jika abang memang tidak bahagia abang tidak perlu memaksakan hati abang, aku tahu abang tidak pernah mencintai aku abang hanya menganggap pernikahan ini sebagai balas budi abang aku tidak ingin abang menderita hidup bersama aku maka dari itu aku memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kita di hadapan mama aku minta maaf"
JEDERRRRRRR.....
Bagai di hantam petir kali ini Rayna benar-benar ingin meninggalkanya. Juna langsung tersadar
"aku ga mau berpisah Rayna aku gak mau teriak Juna"
"tenangkan diri kamu Juna" ucap mama
"bagaimana aku bisa tenang ma Rayna ingin meninggalkan aku,, apa karna Manda?? apa yang dia katakan Rayna" ucap Juna geram
"semua rahasia keluarga kita dia tahu soal abang yang terpaksa menikahi aku masalah donor buat mama sampai hal yang seharusnya dia tidak tahu tapi dia tahu,, semenyakitkan itukah abang hidup dengan aku sampai semuanya abang ceritakan kepada dia??"
"cerita apa abang ga pernah cerita apa-apa sama dia"
"mana mungkin dia tahu semuanya kalo abang ga cerita,, sudahlah bang akun hanya ingin hidup tenang terlalu banyak masalah dalam rumah tangga kita aku sudah lelah benar-benar lelah biarkan aku pergi lepaskan aku"
"sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu" setelah itu Juna berlalu pergi meninggalkan Rayna dan mama.
Terlihat mama sangat shok melihat rumah tangga Juna dan Rayna.
"mama minta maaf Rayna,, semua ini salah mama"
"ini bukan salah mama hanya keadaan yang tidak memihak sama Rayna"
"sayang sebaiknya kamu memikirkan lagi tentang masalah ini,, mama tahu Juna sangat mencintaimu tapi entah apa yang dia perbuat sampai dia bisa mengatakan semuanya pada orang lain,mama harap kamu lebih bijak lagi menyikapi masalh ini.
__ADS_1