GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
akibat mangga muda


__ADS_3

Setelah mendengar kabar Rayna jatuh dari tangga Juna merasa tidak tenang, baru saja ia sampai di Surabaya sudah mendengar kabar buruk tentang istrinya, tapi ia bersyukur karena Rayna ada bersama orangtuanya.


Juna memerintahkan stafnya untuk mengejar waktu di Surabaya ia ingin segera menyelesaikan semua pekerjaanya dan segera pulang untuk menemui istrinya. Setelah ia menyelesaikan pekerjaanya di Surabaya Juna langsung terbang ke Jakarta sebelum ia menemui Rayna ia harus menyelesaikan dulu semua pekerjaanya di perusahaanya, beberapa hari ini Juna di buat sibuk dengan semua agenda yang harus di jalaninya.


Hingga akhirnya ia bisa menyempatkan waktu untuk menemui Rayna di kampung halaman istrinya itu.


******


"di tempat seperti inipun kamu bisa nyaman tidur seperti ini, Juna memandang wajah Rayna yang tertidur lelap ia lalu membelai pipi Rayna. Juna lalu melirik bibir Rayna yang sedikit terbuka ia merasa ingin sekali mencium bibir Rayna. Sekejap Juna melihat ke sekeliling sawah ia melihat ibu dan para pekerja lainya jaraknya lumayan jauh dari saung.Dengan cepat Juna mengecup bibir Rayna melihat istrinya yang tidak bangun-bangun akhirnya Juna kembali mencium bibir merah Rayna ia mencium dengan durasi cukup lama Juna sangat menikmati ciumanya itu hingga Rayna terlonjak kaget ia mendorong tubuh Juna sampai terpental ke tanah.


"astagfirullah... kamu siapa berani-beraninya berbuat mesum sama istri orang" ucap Rayna sengit


Juna menahan senyum ternyata Rayna tidak tahu kalau ia adalah suaminya karna posisi Juna yang membelakanginya akibat terjengkal ke tanah.


Juna pun segera membalikan tubuhnya ke arah Rayna.


"abang.. " seru Rayna ia merasa bahagia suami yang di rindukanya ada di hadapan ya.


"sakit aduh "ucap Juna pura-pura kesakitan sambil mengusap arah pinggangnya


" maaf aku tidak tahu aku kira orang lain,, makanya aku dorong, abang kenapa ga kasih tau kalau mau kesini jadi aku ga akan ke mana-mana"


"sengaja abang ingin kasih kejutan sama kamu,gimana keadaan kamu sayang abang dengar kamu jatuh dari tangga"


"iya waktu itu aku sakit cuma ga aku rasa aku maksa kerja karna di kosan pun mau apa eh saat di kantor tiba-tiba kepala pusing banget setelah itu aku ga inget gimana lagi tau-tau udah ada di rumah sakit"


"kata abang gimana,, kamun harus bisa jaga diri selama ga ada abang, kamu baru di tinggal berapa hari kerjaanya nangis terus"


"abang ko gitu ngomongnya sih,, " Rayna merasa kalau Juna sedang menyalahkanya, tiba-tiba Rayna memalingkan wajahnya ke arah lain ia yakin sebentar lagi air matanya pasti keluar semenjak hamil perasaan Rayna begitu sensitif.


Juna yang melihat perubahan sikap Rayna segera menarik Rayna ke dalam pelukanya.


"kenapa sih sekarang sensitif banget abang ajak bercanda bawaanya marah-marah terus ga seneng abang pulang"


"bukan gitu, aku seneng banget ketemu abang jujur aku ga mau di tinggal jauh sama abang tapi aku juga ga boleh egois abang lagi banyak pekerjaan"


"iya,, maaf kalau abang kurang perhatian sama kamu waktu abang habis untuk menyelesaikan masalah di kantor, abang harap kamu mengerti ya"


Tampak Rayna memeluk erat tubuh Juna sekaan ia tidak ingin berpisah lagi dengan Juna.


"rindu banget ya sama abang sampe meluknya erat banget kaya gini abang jadi sesak napas nih" canda Juna.


Rayna pun segera melepas pelukanya..


"maaf" ucap Rayna sendu.


Juna menangkup wajah Rayna setelah itu ia mencium kening Rayna.


"becanda sayang kenapa sih jadi sensitif begini, biasanya kalau abang ajak becanda kamu suka balik ngegoda abang udah beberapa hari ini bawaanya marah terus sama abang, apa karna abang tinggalin kamu marah sama abang"


Rayna hanya terdiam sebenarnya ia ingin Juna mengerti kalau ia ingin selalu bersama Juna kemanapun dan di manapun tapi ia tahu Juna seorang pria yang sibuk tidak mungkin ia akan selalu bersamanya setiap waktu.


"aku tidak apa-apa,,"


Rayna lalu berdiri ia mengajak suaminya pulang.


"ayo bang pulang panas disini"


Akhirnya Rayna berjalan mendahului ia menelphone ibunya kalau ia pulang duluan ada Juna datang.


Juna menatap heran kepada Rayna.


"ada apa dengan Rayna kenapa sikapnya aneh seperti ini sebentar-sebentar menangis apa karna jauh dari aku dia menjadi sensitif begini di ajak bercanda bawaanya sensi terus ga ada manis-manisnya gitu, suami baru pulang malah menangis"


Juna merasa bingung dengan sikap Rayna.


Saat dalam perjalanan pulang dari sawah dari dalam mobil Rayna melihat ada buah mangga yang menggantung di halaman rumah orang,jiwa ngidamnya mulai meronta ia menginginkan mangga itu.


"abang aku pengen mangga itu tolong mintain dong sama yang punya"

__ADS_1


"malu sayang kalau minta nanti aja kita beli di tempat lain"


"tapi aku mau yang itu bang satu aja ga apa-apa"rengek Rayna


"sayang,, kamu kenapa sih abang bilang nanti kita beli abang kan malu kalau harus minta" ujar Juna dengan agak keras ia merasa kesal sikap Rayna seperti anak kecil yang menginginkan mainan harus dapat hari itu juga. Rayna pun akhirnya terdiam hatinya sakit di bentak Juna seperti ini baru juga ketemu tapi Juna sudah membentaknya.


"maaf sayang bukan maksud aku seperti itu abang hanya malu jika meminta abang tidak terbiasa meminta pada orang lain apalagi cuma sekedar buah mangga nanti kita beli ya"


Rayna masih terdiam ia sudah berselara.


Juna pun mengehela napas dalam ia merasa kesal melihat sikap Rayna yang kekanak-kanakan.


"Rayna ada apa sih dengan kamu akhir-akhir ini sikap kamu berubah tidak seperti biasanya aku pergi jauh salah aku pulang salah mau kamu apa sih sebenarnya"


Juna sudah tidak bisa menahan rasa sabarnya menghadapi sikap Rayna yang menurutnya sangat childish.


"maaf.. " ucap Rayna


"abang ga butuh kata maaf kamu tapi penjelasan kenapa sikap kamu akhir-akhir ini seperti ini abang cape Rayna di kantor abang lagi banyak masalah yang harus abang selesaikan di tambah sikap kamu yang seperti ini abang sedang tidak ada waktu untuk melayani drama kamu yang seperti ini jadi please tolong untuk kali ini abang harap kamu bisa mengerti kondisi abang"


Sakit rasanya Rayna mendengar ucapan Juna baru saja ia bertemu dengan dengan Juna rasa rindu pun masih sangat membuncah di dadanya tapi ia harus di kecewakan dengan pernyataan dari suaminya bahwa ia merasa cape dengan sikapnya.Ingin rasanya Rayna menangis tapi ia takut Juna bertambah marah kepadanya, akhirnya ia tahan air mata yang sudah ada di ujung matanya.


Setibanya di rumah Rayna segera masuk ke dalam rumah ia melihat bapak sudah pulang ngajar.


"assalamualaikum... "


"waalaikum salam.. kamu dari mana teh bapak pulang ga ada siapa-siapa"


"teteh dari sawah pak sama ibu nganter makanan buat yang kerja di sawah"


"ohh.. ya udah kamu udah makan belum ingat kandungan kamu harus dijaga jangan terlalu cape" ucap bapak.


Dari ruang tengah Juna mendengar percakapan bapak dan Rayna.


"mengandung,, siapa yang mengandung" pikir Juna


"waalikum salam..ehhh a Juna sudah pulang gimana kabarnya"


"alhmdlh baik Pak.. ia Juna sengaja pulang ingin melihat keadaan Rayna terimaksih bapak sama ibu udah menjaga Rayna"


"teteh juga anak bapak sudah seharusnya bapak menjaga anak bapak sendiri apalagi sebentar lagi bapak mau punya cucu harus dijaga dengan baik"


"maksudnya" tanya Juna kaget


"teteh belum bilang sama aa"


"bilang apa pak?? tanya Juna tidak sabar


"iya teteh lagi hamil sudah 9 minggu selamat ya a sebentar lagi aa jadi calon bapak, kali ini bapak pesan jaga teteh baik-baik jangan sampai hal-hal yang seperti dulu berulang lagi"


Juna diam membisu ia kembali terngiang ucapan mertuanya kalau Rayna sedang hamil 9 minggu.


"mungkinkah karna ini sikapnya akhir-akhir ini berubah menjadi sensitif mudah menangis mudah tersinggung lalu tadi saat dia meminta buah mangga yang ada di depan halaman orang lain apakah ini bagian dari ngidamnya dan aku malah memarahinya menyakitinya"


Air mata Juna menetes di pipinya perasaan bersalah membuncah di hatinya ia segera menyusul Rayna ke kamarnya Juna tidak melihat Rayna ada di kamarnya samar ia mendengar tangisan dari dalam kamar mandi yang ada di kamar Rayna, kamar mandi yang sengaja baru di bangun bapak Rayna karna merasa akan di perlukan Rayna ketika pulang ke rumahnya.


Juna sengaja mendekatkan telinganya ke pintu kamar mandi ia mendengar Rayna yang terisak-isak menangis


hati Juna begitu sakit mendengar Rayna menangis karna dirinya, dirinya yang tidak sabar menghadapi sikap Rayna yang sedang dalam fase mengidam.


Perlahan Juna membuka pintu kamar mandi tapi terkunci dari dalam.


"sayang,,,, "ucap Juna


Sesaat suara tangis Rayna berhenti tidak lama kemudian terdengar suara keran air menyala.


10 menit Juna menunggu Rayna keluar dari kamar mandi ketika Rayna keluar terlihat Rayna sudah mandi dengan rambut basah tapi ia tidak bisa menutupi mata yang meyipit karna menangis.


Rayna terkaget melihat Juna ada di depan pintu kamar mandi.Rayna pun segera melewati Juna ia pura-pura sibuk mencari baju di lemari bajunya Rayna tidak ingin Juna melihat wajah sebabnya.

__ADS_1


Juna segera memeluk Rayna dari belakang tubuh Rayna yang masih terbungkus handuk. Dengan cepat Rayna memegang ujung handuk karna takut melorot.


Juna membalikan tubuh Rayna ia melihat wajah sembab Rayna.


"maafka abang yang selalu menyakiti hati kamu, maafkan atas ketidak sabaran abang, maafkan atas semua yang sudah abang lakukan sikap abang ucapan abang kenapa kamu selalu seperti ini menyembunyikan sesuatu yang penting dari abang,kamu selalu diam bila abang menyakiti hati kamu,kenapa kamu tidak pernah membalas semua ucapan abang yang menyakiti kamu, kenapa di saat kamu terluka kamu selalu memendamnya sendiri"


"aku hanya takut abang akan membenci aku bila aku selalu mengeluh ini itu kepada abang"


'sayang... "Juna pun memeluk Rayna denga erat air matanya jatuh membasahi pipinya.


" darimana kamu mendapatkan pemikiran seperti itu, abang sayang sama kamu sampai kapanpun abang akan selalu bersamamu mana mungkin abang benci istri abang sendiri"


"bukankah abang tadi bilang abang cape menghadapi sikap aku, makanya aku hanya bisa diam aku takut kehilangan abang, maafin aku abang aku akan berubah tidak akan bersikap kekananak-kanakan lagi aku janji aku akan berubah"


Semakin Juna menumpahkan air mata mendengar Rayna mengatakan hal itu.


"maafkan abang sayang, maaf seharusnya abang yang mengerti keadaan kamu"


Lama Juna memeluk Rayna ia menangkup wajah Rayna lalu Juna mencium seluruh wajah Rayna. Lalu ia pun berjongkok mencium perut Rayna yang rata.


"maafkan papa nak, papa sudah menyakiti kalian berdua"


Rayna hanya bisa menangis melihat sikap Juna ia merasa terharu melihat Juna yang sangat menyayangi calon buah hatinya.


Juna lalu mengajak Rayna duduk di pinggir kasur lalu ia pun berjongkok di hadapan Rayna.


"sayang,, kenapa kamu tidak memberitahukan abang jika kamu sedang mengandung"


"tadinya aku ingin membuat kejutan kepada abang di saat abang pulang ehh malah abang yang ngasih kejutan datang tiba-tiba aku sangat bahagia sampe aku lupa"


Ucap Rayna sambil tersenyum dengan berurai air mata.


"apa meminta mangga milik orang termasuk salah satu keinginan anak kita"


Rayna mengangguk,,


"apalagi yang dia mau selain buah mangga"


"Dia hanya ingin selalu berada dekat dengan papanya ia tidak ingin berpisah jauh dengan papanya saat tidur selalu ada dalam dekapan papanya mengusapnya hee.. hee. maaf kebanyakan permintaanya"


Juna tersenyum manis lalu dia mencium tangan Rayna.


"baiklah abang akan lakukan semua yang dia minta lalu mamanya mau apa?"


"hah.."


"abang tanya mamanya mau apa?? apa ada keinginan yang harus papanya lakukan untuk mamanya"


Rayna hanya menggelengkan kepalanya.


"jadi yang ga mau berpisah jauh sama papanya itu mamanya atau anaknya trus yang maunya selalu berada di dekat papanya itu mamanya atau anakanya yang selaku ingin di belai tiap malam itu mamanya atau anaknya"


Goda Juna. Terlihat Rayna mengulum senyum ia merasa malu di goda Juna seperti itu.


"abang ihh... "


"trus kalau abang ingin menengok anak kita bisa kan, tidak akan kenapa-napa??


" maksudnya.. "


Juna lalu duduk di samping Rayna sambil membisikan kata.


"kalau abang ingin menengok calon buah hati kita ga apa-apa kan saat ini penampilan kamu sudah sangat membuat jiwa dan pikiran abang traveling ke mana-mana"


Tanpa menunggu lama akhirnya Juna pun menengok calon buah hatinya..


🍂2 bab aku jadiin satu biar puas bacanya😁


happy reading untuk semua jangan lupa dukungannya ya kakak-kakak sayang...❤❤

__ADS_1


__ADS_2