GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
pertemuan kedua


__ADS_3

Di lain tempat terlihat Amanda sedang menunggu Juna di lobby kantor Juna, sambil bermain HP sesekali ia menatap ke arah orang-orang yang melihatnya.


"Ada apa ya pak dari tadi ko saya liat karyawan disini banyak yang melirik kesaya apa ada yang aneh dengan penampilan saya" tanya Amanda pada salah seorang satpam yang sedang berjaga di pintu masuk kantor


"mungkin mba nya ga sadar ya,, mbanya kan cantik pantas saja banyak yang ngelirik"


"tapi saya risih lo pak,"


"mbanya lagi nunggu siapa disini"


"saya lagi nunggu pak Arjuna"


"ohh pak Arjuna manager, kenapa ga nunggu di dalam aja biar lebih tenang"


"nanggung pa kita mau makan siang keluar, lagian ga enak kalo saya nunggu disana takutnya mengganggu pekerjaanya"


"itu mba pak Juna sudah turun"


"kalo gitu saya permisi ya pak"


"iya silahkan mba... '


Tidak lama kemudian Juna menghampiri Amanda yang sudah berdiri menunggu dirinya.


" maaf lama menunggu aku lagi banyak kerjaan"


"ya gapapa, untung tadi ada pak sacurity yang nemenin ngobrol"


Juna melirik ke arah satpam yang menundukan kepalanya.


"maaf pak tadi banyak karyawan yang iseng-iseng ngelirik ke arah mbanya mungkin karna cantik" ucap satpam


"ohh gitu,,tapi gapapa kan"


"enggak sayang cuma risih aja kaya ngeliat apa aja,ohh ya sayang aku punya info resto yang unik tempatnya baru yuk kita coba makan siang disana aku sudah reservasi tempatnya takutnya penuhh kalo jam makan siang seperti ini"


Akhirnya mereka pun pergi ke resto yang akan di tuju.


"sayang aku baru mulai kerja lagi minggu depan aku pengen liburan dulu bareng kamu bisa ga kamu ambil cuti kerja beberapa hari sebelum aku kembali masuk kerja"


"memangnya kita mau kemana"


"yang deket aja ke puncak dua atau tiga malam kita menginap disana gimana mau ya"


Juna bingung gimana ia menolak ajakan Amanda, mana mungkin ia tinggalkan Rayna sendiri di rumah.


"maaf Aku sedang banyak kerjaan sepertinya aku ga bisa"


"ahh kamu ga seru,,, kenapa sih kamu jadi berubah semenjak aku pulang dari Jerman jangan-jangan kamu selingkuh ya"


Juna terkaget mendengar Amanda bicara seperti.


"aku bukan hanya selingkuh tapi aku sudah beristri batin juna"


Terlihat wajah murung Amanda ia memalingkan wajahnya ke arah luar.Juna pun memegang tangan Manda.


"jangan marah dong,,, iya nanti aku usahain tapi aku ga janji"


"pokoknya aku ga mau tau kamu harus bisa cuti, aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan kamu sayang"


Juna benar-benar bingung alasan apa yang akan ia katakan pada Rayna.


Iya nanti aku usahain"


Setibanya di resto cafe Juna dan manda mencari tempat yang sudah di pesanya.Tidak lama kemudian mereka pun memesan makanan sambil menunggu pesanan datang Amanda menyenderkan kepalanya di bahu Juna,, di saat tangan Juna dan tangan Amanda saling menggenggam erat tiba-tiba Juna di kagetkan tepukan seseorang dari arah samping.

__ADS_1


"Hai bang makan disini juga"


Hati Juna berdetak kencang setelah melihat siapa yang datang menghampirinya.


"Kamu dengan siapa kesini" wajah Juna terlihat sangat pias.


"aku sama Ray.. eh mana dia" Arya menengok kebelakang ternyata Rayna sudah tidak ada di belakangnya.


"siapa dia sayang,,, tanya Manda"


"dia temen elma,,, "


"ohh kalo gitu suruh aja dia gabung sama kita tapi katanya dia sama temanya yang lain tapi mana"


Amanda melihat kekiri dan kekanan teman yang di maksud Arya.


Juna sudah tahu pasti Rayna yang Arya maksud,, hatinya berdebar tidak karuan.


"Aku ke toilet sebentar,,, ucap Juna"


Ia beranjak keluar lewat pintu samping mencari dimana Rayna dan Arya.Di lihatnya Rayna sedang berdiri bersama Arya.


"Gw balik duluan ke kantor kalo lu maksa gw makan disini lu ga liat di dalem siapa bentak Rayna"


"ya udah lu jangan marah-marah kaya gini,, sial banget sihh gw tiap mau makan enak ada aja gangguan ngapain juga laki lu makan disini trus itu cewek siapa laki lu kenapa pake senderan kaya gitu?"


Semakin Arya mengoceh semakin bikin Rayna panas hati..


"Rayna... terdengar suara Juna memanggil"


Rayna melihat Juna semakin mendekati dirinya


"ayo cepet kita pergi dari sini Arya... '


" tapi itu laki lu manggil"


belum sempet Rayna pergi Juna sudah sampai menghampiri mereka.


"Sayang,,, aku bisa jelasin semuanya kamu jangan pergi ayu kita masuk" ucap Juna.


"sudahlah bang aku... " belum selesai Rayna bicara Amanda sudah datang menghampiri mereka


"sayang kamu ngapain disini, aku nunggu kamu di dalam"


Amanda terlihat memegang lengan Juna, Rayna mengalihkan perhatianya ke arah lain ia sudah benar-benar panas melihat kemesraan Amanda dan Juna. Matanya terasa basah ingin rasanya ia segera pergi.


"ini kan yang tadi di dalem ya teman Elma kan?tanya Manda"


"iya,, jawab Arya terbata"


seakan ia bingung harus ngapain,ia malah sibuk menggaruk kepala yang tidak gatal.


"ohh ya kenalin saya Arya dan ini teman saya yang tadi ngilang hee.. hee.. "


"kenalkan saya Rayna,,, " senyum Rayna sambil menjabat tangan Amanda.


"Hai,,, kalian teman Elma ya adiknya Juna, ayo kita masuk ke dalem kita makan bareng"


"maaf tapi kami harus kembali ke kantor, ucap Rayna"


"ayolah sebentar saja,,,please,ucap Manda"


Arya melirik ke arah Rayna akhirnya mau tidak mau Rayna dan Arya ikut masuk ke dalam resto.


Manda berjalan terlebih dahulu sambil memegang lengan Juna, di iringi Rayna dan Arya.

__ADS_1


"Rayy,,, apa karna ini rumah tangga lu kaya rumah duka?" tanya Arya


Rayna tidak menjawab pertanyaan Arya, hatinya benar-benar seperti terbakar bara api yang susah padam, tapi sebisa mungkin ia bersikap baik-baik saja.


"kalian mau pesan apa,, biar nanti sekalian kita yang bayar jangan malu-malu anggap aja kita kaya kakak kalian,, Elma adik Juna berati sahabat Elma kita anggap adik juga"


Juna menatap ke arah Rayna,,, ia benar-benar tidak tega melihat istrinya bersikap so baik-baik saja.


"Rayy.. lu mau pesen apa mumpung gratis nihh"


Rayna melirik ke arah Arya ingin rasanya ia menyumpal mulut sahabatnya di situasi seperti ini bisa-bisanya dia malah mikirin gratisan.


"minum aja,,,"


Akhirnya mereka pun makan berikut dengan Arya yang memesan sup iga dan lemon tea.


"Bener mpo lu ga makan tanya Arya"


"enggak,,, cepetan makanya kita harus balik ke kantor"


Terlihat sesekali Amanda menyuapi Juna, canda tawa Amanda benar-benar membuat Rayna muak, ingin rasanya ia cepat-cepat pergi dari tempat itu.


"Sayang bisa ga kalo hari ini kamu ga usah balik kantor,,, aku ingin jalan-jalan ke mall temenin ya"


"Tapi aku lagi banyak kerjaan manda"


"pokoknya aku ga mau tau kamu harus anter aku jalan,, sehari ini sayang ya"


Amanda terus saja bersikap mesra kepada Juna di hadapan Rayna dan Arya sesekali Rayna menundukan kepalanya atau memalingkan wajahnya ia tidak ingin melihat kemesraan Juna dan Manda.


Juna terlihat risih dengan sikap manda, tidak henti-henti Juna melirik ke arah Rayna.


"Maaf ya kalo aku kurang sopan depan kalian,,, kami baru saja bertemu setelah 2 tahun LDR makanya sekarang kita kaya lagi hangat-hangatnya"


Rayna hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Aku bagi wanita bodoh duduk melihat kemesraan suami sendiri,, lihat dia Rayna dia cantik kaya berkelas wanita punya masa depan cemerlang lalu bagaimana dengan kamu,, kamu hanya orang kampung yang datang ke ibu kita hanya untuk mencari nasib cobalah untuk mengalah buang egomu biarkan Juna pergi meraih kebahagianya" Rayna bermonolog sendiri di dalam hatinya.


Setelah merasa cukup akhirnya Rayna dan Arya berpamitan.


"Terimaksih atas traktiran ya,,, kami pamit dulu sampai jumpa lagi ucap Rayna"


"Senang berkenalan dengan kamu Rayna Arya kapan-kapan kita bisa ketemu lagi jawab Manda".


Juna menatap ke arah Rayna dan Arya yang sudah pergi berlalu, Tiba-tiba ia beranjak mengejarnya.


" sayang kamu mau kemana kita masih ada waktu disini cekal Manda"


"Sebentar ada yang ingin aku tanyakan pada Arya, ucap Juna bohong"


Juna pun segera menyusul Rayna keluar area parkir.


"Sayang... tunggu"


Tapi Rayna serasa enggan untuk menanggapi panggilan Juna, ia terus saja berjalan.


"Sayang,,, Juna menarik tangan Rayna"


"Lepas.... nanti Manda melihat ayo Arya kita pergi"


Rayna serasa tidak punya tenaga,, ia serasa lemas tubuhnya gontai tenaganya habis terkuras emosi karna menahan rasa cemburu.


"Duluan bang" ucap Arya


Akhirnya Rayna dan Arya pun pergi berlalu meninggalkan Juna sendiri. Juna menatap iba ke arah punggung Rayna. Hatinya benar-benat sakit melihat Rayna tersenyum penuh kepalsuan demi menutupi luka hatinya, ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Manda terus saja merayu dan bermanja-manja kepadaku.

__ADS_1


"maafkan aku sayang".


__ADS_2