
🍂Haii teman-teman semua maaf ya kalo bab 69 banyak kosakata yg absurd typo dan ga jelas saya yakin kalian pasti bisa ngerti kemana alur ceritanya,, efek pengen update malam-malam mata udah sepet jadi ga di kroscek lagi malah kepencet langsung terbang dehhh.. 😂😂baru nyadar sekarang pas udah eling... 🤦♀️jangan lupa dukungannya ya✌oke ga pake panjang x lebar kita lanjut ke bab selanjutnya cusss.... happy reading💜
************
Juna menarik tangan Rayna ia memilih untuk segera pulang dari acara kondangan Nisa, setelah berpamitan dengan Nisa dan keluarga Juna dan Rayna bergegas meninggalkan tempat tersebut.
"di dalam mobil Rayna dan Juna sama-sama diam membisu sesekali Rayna melirik ke arah Juna, wajah lelaki itu tidak bisa ia gambarkan seperti apa, apakah sedang marah kesal dingin entahlah.
Rayna tidak ingin memulai berbicara dengan Juna ia takut salah bicara.Tapi lama-lama Rayna merasa tidak enak berdiam diri terus seperti ini.
"Abang..." aku minta maaf jika aku salah aku ga bermaksud menyanyi untuk menyindir siapa-siapa aku juga terpaksa mau menemani Panji nyanyi karna dia yang minta"
Juna hanya diam membisu tatapanya lurus kedepan. Kalo sudah begini Rayna lebih memilih diam berbicara pun percuma kalo hanya di anggap angin lalu.
Tanpa Rayna sadari Juna membawa Rayna ke salah satu objek wisata pantai di Jawa Barat.
Karna perjalanan yang memakan waktu lama akhirnya Rayna tertidur di dalam mobil.
Samar-samar Rayna mendengar suara deburan ombak di pantai saat ia membuka mata betapa ia sangat terkejut Juna membawanya ke sebuah pantai di pangandaran.
Seketika ia repleks melirik ke arah Juna ia melihat Juna yang sedang menatap dirinya.
"abang... kita kesini" ujarnya penuh dengan pancaran kebahagiaan.
Juna tersenyum sebaliknya ia tidak banyak berkata-kata Juna langsung menarik tangan Rayna ia memeluk Rayna dengan penuh kasih sayang.
"kamu suka...?"tanya Juna
" aku suka,, sudah lama aku tidak kesini terakhir kesini beberapa tahun yang lalu ketika di skolah bapak ada acara family gathering aku ikut"
Juna menatap mata Rayna dengan intens tanganya terulur membelai pipi Rayna.
"apa kamu bahagia hidup bersama abang?"
Dahi Rayna berkerut mendengar pertanyaan Juna.
"maksud abang apa, kenapa bertanya seperti itu?selama ini abang tahu bagaimana perasaan aku sama abang sebelum kita menikah sampai sekarang perasaan aku tetap sama walau aku tahu tidak mudah mendapatkan hati abang banyak cobaan dan ujian yang harus aku lalui".
__ADS_1
" maka dari itu abang bertanya apakah kamu benar-benar bahagia bisa hidup sama abang"
"aku bahagia.. aku akan selalu bahagia walau aku tidak tahu bagaimana perasaan abang yang sebenarnya kepada aku walau beribu kali abang mengatakan kalau abang menyayangi aku mencintai aku jujur di hati aku yang paling dalam aku meragukan hal itu, tapi aku akan berusaha akan menjadi istri terbaik untuk abang selebihnya biar Tuhan yang mengatur segala sesuatunya kita hanya bisa menjalaninya"
"apa yang membuat kamu ragu akan perasaan abang? "
"entahlah.. mungkin karna luka yang abang beri terlalu dalam jadi membuat hatiku begitu rapuh sampai-sampai aku selalu menafsirkan kalo yang abang lakukan hanya untuk menebus kesalahan abang"
Terlihat Rayna tersenyum getir matanya tampak berkaca-kaca pandanganya lurus kedepan seperti sedang mengenang masa lalunya yang penuh dengan air mata.Dengan cepat Juna menarik tubuh Rayna ia memeluknya dengan erat ada air mata yang jatuh membasahi pipi Juna.
"maaf jika luka yang abang toreh di hatimu begitu dalam, berjuta kata maaf pun takan bisa menebus semua kesalahan abang, tapi kamu harus yakin dengan cinta dan kasih sayang abang hanya kamu wanita yang ada di hati abang satu dan selamanya"
Juna menyusut air mata Rayna dengan jari-jari tanganya.
"hari ini kita akan menghabiskan waktu disini menikmati kebersaam kita berdua anggap saja kita sedang bulan madu"
"tapi aku ga bawa apa-apa baju juga keperluan yang lain"
"tenang kita bisa membeli keperluan kita disini, ayo kita keluar".
"aku ingin seperti ini terus selamanya" ujar Juna.
Rayna tersenyum ia membalikan wajahnya ke arah Juna tanpa Juna duga Rayna mencium bibir Juna terlebih dahulu. Hati Juna senang tidak kepalang baru kali ini Rayna bersikap agresif seperti ini.Biasanya harus dulu Juna yang memancing.
Ciuman semakin lama semakin dalam Rayna melingkarkan tanganya di leher Juna. Begitupun Juna ia memeluk pinggang Rayna dengan erat.
Tanpa mereka sadari di ujung jalan ada sepasang mata yang menyaksikan pemandangan romantis antara Juna dan Rayna hatinya begitu panas menyesakan dada tanganya terkepal.
"seharusnya aku yang disana bukan dia,Juna miliku selamanya miliku"...
********
Malam itu Juna dan Rayna menginap di salah satu hotel yang letaknya ada di pinggir pantai mereka akan menghabiskan waktu untuk beberapa hari kedepan.
" sayang malam ini aku ingin main di kampung turis di sana ada cafe tempatnya cozy banget pas buat pasangan-pasangan seperti kita"
"boleh abang akan antar kamu kemana saja yang kamu mau tapi setelah itu abang mau minta sesuatu sama kamu"
__ADS_1
"apa... ?" melihat wajah Juna yang seperti itu sudah bisa Rayna tebak kemana alur maunya suaminya itu.
"jatah.. " ucap Juna sambil mengecup bibir Rayna.
"ga jauh kan pasti kesana... pasti sudah di duga, ya udah tapi aku mau jalan-jalan ke kampung turis dulu oke... "
"oke sayang.... "
Rayna dan Juna akhirnya pergi ke tempat yang di inginkan Rayna.Suasana romantis pinggir pantai dengan lampu-lampu warna warni dan deburan ombak membuat Rayna betah berlama-lama disana.
"sayang udah malam dingin lagi ayu pulang Nanti kamu masuk angin"
"iya bang.. "
Akhirnya mereka kembali pulang ke hotel di dalam hotel Rayna sedang duduk di sofa sambil bermain ponsel sengaja ia memposting foto-fotonya yang barusan ia jepret kan bersama Juna.
"ishh ganteng banget sihh suami aku" ucap Rayna lirih ia tersenyum sendiri melihat foto hasil jepretan mereka berdua. Juna yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi tersenyum melihat sikap menggemaskan istrinya, Juna pun beranjak menghampiri Rayna duduk di sebelahnya ia merangkul bahu sang istri.
"bersih-bersih dulu habis dari luar"
"iya.. " Rayna lalu meletakan ponselnya di atas meja
Juna lalu meraih ponsel milik Rayna, ia melihat postingan istrinya ia lalu merubah postingan Rayna dengan mengetag namanya.
"biar mereka tahu siapa suami Rayna,,, aku tidak mau ada lagi orang-orang yang meremehkan Rayna"
Tidak lama kemudian Rayna keluar dari kamar mandi memakai baju pantai yang ia beli bahan tipis nan menerawang membuat sesuatu di tubuh Juna ikut berdiri.Juna terkesima melihat penampakan Rayna sungguh seksi.
"sayang.. " ucapnya penuh dengan dambaan.
"abang... " belum sempat Rayna bicara Juna sudah menarik tubuh Rayna ke dalam pelukanya.
Akhirnya Rayna dan Juna sama-sama menikmati suasana romantis di kamar hotel, banyak jejak marka jalan yang di tinggalkan Juna di tubuh istrinya.
Seperti biasa Juna tidak puas kalau hanya melakukan sekali ia pun melakukanya berkali-kali lagi dan lagi entah sampai jam berapa mereka melakukanya.
Memang kalau yang halal itu lebih nikmat.... 🤗🤗🤗
__ADS_1