GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
selamat tinggal


__ADS_3

Satu minggu sudah Rayna tidak menampakan batang hidungnya di kantor bukan hanya Arya yang merasa kehilangan Rio pun merasakan hal yang sama.


"Arya,,di panggil pa Rio ke ruanganya"ujar pa yoga


"ya pa.. "


Arya pun menghampiri ruangan Rio


tok.. tokk.. tokk...


"siang pa,,"


"masuk Arya.. "


Arya pun berdiri di hadapan Rio


"duduk,,,ada yang ingin aku tanyakan?kamu tahu kemana Rayna? satu minggu ini dia ga masuk kerja?"


Arya menghela napas panjang


"saya tidak tahu pak kemana Rayna pergi setiap hari saya ke kosanya selepas pulang kerja tapi dia tidak ada di kosanya"


"kamu sahabatnya pasti tahu ada apa dengan Rayna akhir-akhir ini aku melihat Rayna sangat berbeda dia tidak seceria dulu,, apa ada masalah dengan suaminya"


Arya ragu untuk menjelaskan masalah Rayna tapi kalo ia cerita setidaknya bos nya ini akan membantu menemukan Rayna.


"Sebenarnya..... " Akhirnya Arya pun menceritakan semua masalah rumah tangga Rayna kepada Rio.


Rio tampak terkejut, tanganya mengepal keras sorot matanya menandakan kalo ia merasa marah dengan sikap Juna.


"kenapa selama ini kamu diam,, apa itu sikap seorang sahabat"


"saya bingung pa ini masalah rumah tangga dia,,,Rayna tidak suka jika ada orang yang ikut campur dalam rumah tangganya"


Rio menatap tajam ke arah Arya


"Apa Rayna punya temen dekat selain kamu? "


"setahu saya dia hanya punya sahabat dua saya dan Elma tapi kalo Rayna pergi ke rumah elma itu tidak mungkin karna dia adik Juna pak"


"kamu tuh sahabat ga ada gunanya ga tau kemana Rayna pergi" Rio merasa kesal tidak mendapat info keberadaan Rayna


"ya sudah kembali ke mejamu"


"iya,, pa" permisi...


"Ngapain dia marah-marah ga jelas kaya gitu bilang gw sahabat ga ada gunanya lagi dasar bos gila"


Rio benar-benar kalut tidak mendapatkan kabar Rayna dia pun segera menelphone seseorang untuk mencari tahu keberadaan Rayna.


Di lain tempat Juna sedang sibuk dengan jabatan barunya, ia terlalu fokus akan semua pekerjaanya.

__ADS_1


Karna kesibukanya menjadi direktur baru Juna melupakan keberadaan Rayna dia merasa telah menitipkan Rayna kepada Arya sehingga ia menjdi lengah.


Tidak lama kemudian HP Juna berdering ia melihat mama.


"assalamualikum ma.."


"Juna kamu dimana cepet pulang" terdengar suara mama yang panik


"mama tenang dulu coba bicara baik-baik ada apa?"


"Rayna.. cepet kamu pulang"


"Rayna kenapa ma...? "


"pokoknya cepat pulang" jerit mama


"iya ma,, sebentar lagi aku pulang mama tenang dulu jangan panik.


Juna tampak terkaget mengapa mamanya menyebutkan nama Rayna..Juna teringat jika selama seminggu ini ia tidak menghubungi Arya kesibukanya di kantor mengakibatkan ia melupakan Rayna.Beberapa detik kemudian ia mencoba menghubungi Arya tapi panggilan itu selalu di rijek.Berkali-kali ia menghubungi Arya tapi Arya selalu merijek no Juna. Akhirnya Juna pun keluar mininggalkan kantornya ia pergi ke rumah mama Rita.


1 jam kemudian Ia tiba di kediaman orangtuanya Juna melihat mamanya menangis di ruang tengah.


"mama,, ada apa kenapa menangis"


"Rayna.. rayna"


"ia Rayna kenapa ma?tanya Juna bingung


" tadi ada orang mengantarkan surat ini ke rumah"


tidak lama kemudian Juna langsung membaca isi surat itu..


to:abang Juna


"abang sebelumnya aku minta maaf sama abang jika selama aku jadi istri abang aku tidak bisa menjadi istri yang baik terlalu banyak kekurangan yang ada dalam diriku.Selama kita berpisah aku selalu merindukan abang,,menanti kehadiran abang yang datang untuk menjemput aku tapi harapan tinggal harapan sampai aku menulis surat ini abang tidak pernah datang menemui aku.


aku melihat abang sudah bahagia bisa kembali bersama Manda sampai abang lupa kalo aku masih menjadi istrimu.Abang aku tidak ingin menjadi duri dalam hubungan abang aku sudah memutuskan untuk pergi jauh meninggalkan abang dan segala kenangan indah bersama abang terimaksih atas semuanya.


Aku bahagia walaupun aku tidak bisa hidup bersama abang tapi setidaknya aku punya sesuatu yang akan terus mengingatkan pada abang.


aku doakan semoga abang bahagia bersama Manda bisa menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah


Sampaikan salam sayang aku buat elma mama dan papa selamat tinggal abang semua kenangan indah tentang kita akan aku bawa seumur hidupku...


Juna meremas surat itu ia berteriak sekeras-kerasnya.


Mama Rita menangis sambil memeluk anaknya ia merasakan bagaimana hancurnya hidup Juna.


'Juna kamu cari Rayna... mama ingin Rayna kembali"


Juna memeluk mamanya ia pun sama ingin Rayna kembali ke hidupnya.

__ADS_1


Juna beranjak pergi meninggalkan mama Rita ia harus mencari Arya dia satu-satunya orang yang tahu keberadaan Rayna.


Dengan langkah cepat Juna memasuki kantor Arya.


disaat ia sedang menayakn keberadaan Arya tidak sengaja ia melihat Arya melintasi dirinya.


"Arya.. teriak Juna"


Arya melirik ke arah Juna,,


"ada apa bang? "


Ikut aku,, Juna menyeret Arya keluar gedung kantor, mereka masuk ke dalam mobil 15 menit kemudian Juna membelokan mobilnya ke sebuah resto.


"turun ada yang ingin aku bicarakan ucap Juna dengan wajah menyeramkan"


Arya pun beranjak turun mengikuti Juna, setelah mereka duduk berhadapan Arya melihat tatapan tajam dan marah di mata Juna.


"katakan padaku dimana Rayna"


"kenapa abang baru tanya sekarang kemana kemarin-kemarin?"


"kamu jangan banyak bicara bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mengikuti Rayna pergi menemaninya kemanapun dia pergi,,,sekarang jawab dimana Rayna"


Terlihat Arya tersenyum sinis


"yang jadi suaminya disini siapa aku atau abang? atau abang menyesal sekarang setelah Rayna pergi asal abang tahu aku bahagia Rayna bisa lepas dari suami labil dan egois macam abang"


"tutup mulutmu brengsek cepat katakan dimana Rayna"


"kenapa harus mencari Rayna bukankah abang sudah bahagia akan menikah dengan mantan tersayang abang sampe melupakan istri sendiri"


"apa maksud kamu, siapa yang mau menikah"


"jangan pura-pura bodoh bang semua orang tau abang calon suami Manda mantan kekasih abang.


tatapan mata Juna menujukan rasa keheranan siapa yang mengatakan dia calon suami Manda.


" tolong kamu jelaskan ada apa ini"


Arya pun menceritakan semua yang terjadi selama ini pada Juna, penderitaan Rayna segala curahan hati Rayna hingga pertemuan terkahir di malam perayaan Juna terlihat wajah Juna yang menegang mencerna semua kata-kata Arya.Tanganya sampai menggebrak meja.


"Sialan.. siapa yang mengatakan kalo aku akan menikah lagi??"


"semua anak buah abang yang ada disana mengatakanya dan sialnya lagi Rayna pun mendengar itu semua"


ingin rasanya Juna berteriak keras membanting semua yang ada di hadapannya.


Setelah itu ia pergi meninggalkan Arya sendiri di cafe itu.Di dalam mobil Juna berteriak memanggil Rayna, dia menyesal tidak memperjuangakn Rayna.


Hatinya terlalu rapuh benar yang dikatakan Arya kalo ia laki-laki labil dan egois dia laki-laki yang tidak punya pendirian di saat masih berstatus suami Rayna tapi ia masih memikirkan Manda mantan kekasihnya.

__ADS_1


"Rayna abang mohon kembalilah...abang bisa jelaskan semuanya" terlihat Juna meukul-mukul stir mobilnya Juna tampak terpukul dengan kepergian Rayna ia benar-benar kehilangan separuh jiwanya.


__ADS_2