
Di salah satu cafe terlihat Juna dan Manda yang sedang duduk berhadapan.Tampak muka tidak bersahabat dari Juna.
"Apa yang kamu lakukan disini Manda?"
"Aku nyusul kamu sayang,,aku kangen sama kamu"
"Manda stop aku laki-laki yang sudah beristri"
"tapi kan kamu bilang kamu mau bercerai sama Rayna, kamu janji mau menikahi aku"
"maafkan aku Manda,,, aku gak bisa menepati janji aku aku sangat mencintai Rayna, kemarin aku berjanji karna aku emosi"
"kamu ga bisa gitu Juna,, lalu aku gimana 6 tahun kita bersama bukan waktu sebentar kamu gak bisa lupain aku begitu saja"
"Manda tolong aku sudah punya istri tidak mungkin aku menduakan dia, aku mohon kamu mengerti"
Tampak wajah Manda yang berurai air mata.
"kamu jahat Juna apa seperti ini balasan kesetiaan aku selama ini sama kamu, kamu berjanji akan menikahi aku tapi mana buktinya, kamu malah menikah dengan oranglain apa aku tidak berarti lagi di hidupmu kurang apa aku Juna apa yang dia miliki sampai kamu seperti ini, aku tidak Terima kamu perlakukan aku seperti ini, aku akan menemui Rayna wanita macam apa yang bisa merebut kekasih orang lain"
"kamu jangan gila Manda,,,Rayna tidak tau apa-apa ini sudah jadi takdir kita aku mohon Terima kenyataan ini"
*******
Di lain tempat tampak wajah murung Rayna.
"kemana bang Juna,jam istirahat sudah habis tapi Juna belum juga kembali ke kantornya pergi kemana mereka"
Rayna pun mencoba menghubungi kembali ponsel Juna lagi-lagi ponsel Juna ada dalam keadaan tidak aktif. Rayna pun membanting ponselnya ke atas meja.
Rasa marah benci dan takut menjadi satu.
"aku harus menyusul kemana,, kemana mereka pergi"
Dengan perasaan kesal Rayna membereskan semua pekerjaanya. Tepat pukul 17.00 Rayna membereskan berkas-berkas di atas meja dia pun bersiap untuk pulang.Ketika ia berjalan persis di depan ruangan Juna ia mengetuk pintu Juna tapi tidak ada jawaban.
"ngapain kamu ketuk-ketuk pintu ruangan pak Juna dia gak ada di dalam tadi sudah titip pesan sama aku katanya dia gak akan kembali ke kantor" ucap Maya dengan sinis.
"kasian banget ya kamu udah berharap lebih ehh ga taunya pak Juna udah punya calon istri cantik lagi jauh banget sama kamu"
Rayna tampak geram mendengar ocehan Maya.
"sudah bicaranya mba.. ohh ya saya tidak perlu menarik perhatian pak Juna karna dia sendiri yang mencintai saya" ujar Rayna
"haaa.haaa.... mimpi kamu awas ngehalu jangan tinggi-tinggi nanti jadi gila,, udah ah gw pulang duluan daripada ngedengerin ocehan manusia gila kaya kamu"
Maya pun berlalu pergi meninggalkan Rayna sendiri.
Rayna benar-benar kesal pada Juna ia pun berlalu pergi pulang sendiri.
__ADS_1
Setibanya di depan kosan ia tidak melihat mobil Juna berarti dia belum pulang, Rayna pun masuk ke dalam kosan ingin rasanya ia menangis menjerit mengeluarkan segala kekesalanya.Setelah menyimpan tas dan laptopnya ia beranjak pergi ke dapur menyiapkan makan malam.
Terdengar suara adzan magrib berkumandang Rayna pun segera membersihkan diri dan melaksanakan sholat maghrib.Setelah itu ia beranjak naik ke atas kasur hatinya sudah bisa di tahan lagi rasa kesal sudah memuncak di ubun2 kepalanya.
Tidak lama kemudian Rayna merasa badanya meriang kepalanya sakit ia benar-benar menggigil kedinginan ia pun menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.
Pukul 19.20 Juna sampai di depan kosanya ia melihat lampu Kosanya menyala itu berarti Rayna ada sudah pulang.
"assalamualikum.. sayang abang pulang"Juna tidak mendengar ada jawaban ia pun masuk ke dalam kamar Juna melihat Rayna sedang tertidur berselimut.
" sayang tumben jam segini udah tidur,, abang bawa makanan kesukaan kamu maaf tadi abang ga sempet bilang sama kamu abang keluar kantor ada urusan, sayang bangun dong"
Juna pun duduk di samping tubuh Rayna ia mencolek-colek tubuh Rayna.
"sayang,, kamu marah sama abang? maaf ya nanti abang mandi dulu setelah itu abang akan cerita semua sama kamu"
Akhirnya Juna membuka semua baju dan beranjak pergi ke kamar mandi 15 menit kemudian Juna keluar harum sabun mandi dan shampo menguar di ruang kamar.
"sayang bener nih kamu ga mau bangun"
Juna memakai baju sambil matanya tidak lepas memandang ke arah Rayna. Setelah selesai memakai baju Juna pun kembali menghampiri Rayna.
"sayang abang lapar nih.. makan bareng yu ayolah jangan marah terus dong, sayang... sayang... "
Merasa tidak ada pergerakan sama sekali dari Rayna akhirnya Juna membuka selimut di tubuh Rayna.
Juna kaget melihat wajah pucat Rayna keringat yang membasahi wajah dan rambut Rayna ketika tanganya memegang kening Rayna terasa panas.
Rayna membuka matanya sedikit tapi karna rasa pusing yang teramat sangat akhirnya ia memejamkan matanya kembali Rayna tidak ada tenaga sama sekali jangankan untuk sekedar bangun dan bicara sekedar untuk membuka matapun rasanya sangat berat.
Juna sangat panik ia bergegas keluar menyiapkan mobil dengan hati-hati Juna membuka selimut Rayna dan membopong tubuh Rayna ke dalam mobil.
Setelah itu Juna membawa Rayna ke rumah sakit terdekat.
"dokter tolong istri saya"
Juna lalu merebahkan tubuh istrinya di atas blankar.
"bapak tunggu sebentar di luar saya akan memeriksanya"
Setengah jam kemudian dokter pun keluar.
"bagaimana istri saya dok" tanya Juna dengan wajah panik
"istri bapak hanya demam biasa dia kelelahan di jaga pola makanya ya saya liat asam lambungnya juga naik terus ini saya kasih resep obat bisa di tebus di apotik, istri bapak bisa di bawa pulang kalo ada apa-apa bisa bawa kembali kesini"
"ya,, terimakasih dokter"
Juna pun akhirnya bisa bernapas dengan lega.
__ADS_1
Setelah selesai membayar administrasinya Juna beranjak masuk ke ruangan.Terlihat mata Rayna menatap ke arahnya.
"sayang kamu tidak apa-apa gimana sudah agak baikan?"
"aku tidak apa-apa ayo pulang bang"
"iya,, "
Tidak lama kemudian Juna dan Rayna pun pulang ke kosanya, tampak Juna menggendong Rayna dari mobil dan merebahkan di atas kasur.
"kamu belum makan ya,, sebelum minum obat makan dulu abang siapin dulu tunggu sebentar ya"
"Rayna pun mengangguk..."
Dengan telaten Juna menyuapi Rayna makan dan makan obat.
"kamu tidur lagi aja kalo masih pusing abang beresin bekas makan kamu dulu"
"maaf merepotkan"
"udah kewajiban abang sayang mengurus kamu"
15 menit kemudian Juna masuk ke dalam kamar
"kenapa kamu belum tidur sayang sudah malam"
"aku belum ngantuk bang"
Juna duduk di pinggir ranjang tanganya menjulur membelai rambut Rayna yang basah oleh keringat.Rayna menepis tangan Juna.
" jangan belai-belai aku marah sama abang"
"yang sakit masih ada tenaga buat marah" goda Juna
"aku serius abang" Rayna mendelik kesal pada Juna yang terus menggodanya.
"sebelum kamu marah abang akan menjelaskan sesuatu sama kamu,, setelah itu bebas kamu mau marah mau mukul atau mau apapun itu abang Terima tapi dengerin dulu abang bicara"
Juna pun menceritakan tentang kedatangan Manda hingga pertengakaranya di kafe dengan manda.
"maaf hape abang tadi lowbat ga sempet cas seharian ini abang keluar karna kerjaan bukan karna terus bersama Manda"
"apa manda masih ada di kota ini"
"abang ga tahu,, setelah pertengkaran di kafe abang pergi dulu yakin dia ga akan kesasar di negara lain aja dia bisa mandiri apalagi cuma di kota ini"
"yakin ga ngapa-ngapain sama Manda"
"yakin sayang" ucap Juna sambil mencium bibir Rayna
__ADS_1
"ya udah jangan banyak mikirn hal-hal yang ga penting sekarang waktunya tidur udah malam besok jangan masuk kantor"
Akhirnya Juna Dan Rayna pun tidur dengan saling berpelukan.