GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
kewaspadaan Juna


__ADS_3

"Ganjar'


Rayna pun mendekati sosok pria yang ada di pojokan dekat dengan meja customer service.


" Hai Ray"sapa Ganjar


"Ganjar beneran ini kamu beda banget waktu jaman sekolah dulu"


"gimana tambah ganteng ya" ucap Ganjar sambil menaik turunkan alisnya


"narsis" cibir Rayna


"eh jangan di sini ngbrolnya ga enak sama yang lain


di kafetaria depan aja, udah mau masuk jam istirahat juga"ucap Ganjar sambil melirik jam di pergelangan tanganya.


akhirnya Rayna dan Ganjar pergi beranjak ke kafetaria yang berada persis di depan kantor tempat Rayna bekerja.


"kemarin aku ke rumah, kamunya lagi kerja bapak ga bilang?"


"enggak, kemarin ga bilang apa-apa lupa kali"


"beneran maneh pangling ih(kamu beda)"


"tambah ganteng ya.. ha.. ha.. "


"najis maneh, btw apal urang gawe didieu timana babeh ngomong(jijik kamu, bay the way tahu saya kerja disini darimana bapak bilang).


'huuh,.. "


Di kantor terlihat Juna beberapa kali menghubungi ponsel Rayna tapi tidak ada jawaban akhirnya ia menyuruh salah satu OB untuk memanggil Rayna.


"maaf pak mba Rayna ga ada di tempat dan sepertinya hapenya ketinggalan saya liat ada di atas meja mungkin dia lagi keluar sama tamunya yang tadi kesini"ujar OB


"tamu siapa?? "


"kurang tahu pa tadi saya cuma di suruh memanggil mba Rayna karna ada tamu"


"ya sudah kamu boleh keluar"


"baik pa, permisi"


Juna tampak mengetuk-ngetukan jarinya.


"tamu siapa?? "


Akhirnya Juna beranjak pergi keluar sekedar untuk mengusir rasa suntuknya karna menunggu Rayna yang tak kunjung datang ke ruanganya.


Dia pun pergi ke kafetaria di depan kantornya dari kejauhan ia melihat Rayna sedang duduk berhadapan dengan seorang pria sambil tertawa lepas dan tanpa banyak bicara ia pun menghampiri Rayna.


"ehm... disini rupanya"


Terlihat Rayna menengok ke arah asal suara ia seperti terkejut melihat kehadiran Juna.


"eh.. bang Juna"kilahnya


" siapa?"tanya Juna


"temen sekolah waktu SMA"


Ganjar lalu menyodorkan tanganya kepada Juna


"kenalkan saya Ganjar" ujarnya penuh dengan tatapan tajam


"ohh...saya Juna suami Rayna"


uhuhkkkk... uhuhkk... Rayna terbatuk ketika mendengar Juna memperkenalkan dirinya sebagai suaminya

__ADS_1


Rayna pun tampak meminum air mineral miliknya.


"ohh Rayna ternyata kamu sudah menikah"


'kenapa, apa dia tidak bilang kalo suaminya juga bekerja di tempat yang sama?


terlihat Ganjar melirik ke arah Rayna.


"bukan tidak bilang kan ga nanya hee.. hee.. "


"ya sudah waktu istirahat sudah hampir habis kami harus kembali ke kantor senang berjumpa dengan teman Rayna, ayo"


Terlihat Juna menarik tangan Rayna untuk ikut berdiri.


"Ganjar aku duluan".


***********


Di jalan Rayna tampak melepaskan pegangan tangan Juna.


" jangan gandengan begini nanti ada yang liat anak kantor berabe"


"kenapa berabe kita suami istri bebas lah mau ngapain juga, kamu ngaku sama si Ganjar masih gadis?"


"enggak,,, dia aja yang ga nanya"


"alesan.. udah pergi ga bilang-bilang kamu ketahuan jalan sama cowok lain lagi"


"eh dia temen aku bang"


"terserah mau temen atau apa ke hari ini kamu abang hukum,,"


Mereka pun masuk ke area kantor di awali Juna yang terlebih dahulu masuk kemudian di susul Rayna.


Ketika Juna masuk ke ruanganya Rayna langsung lari ke arah tangga naik ke lantai atas menuju meja kerjanya.


Baru juga ia duduk di kursi sambil mengipas-ngipaskan kertas pada wajahnya terlihat hapenya kembali berdering di lihatnya Juna.


Belum sempat Rayna mengucap salam dari ujung sana sudah terdengar perintah paduka yang mulia.


"keruangan saya sekarang"


Rayna pun bergegas turun kembali ke lantai bawah.


tokk... tokk.. tokkk...


"selamat siang pa"


"masuk" ucap Juna jutek


"idih jutek banget itu muka"


"kenapa ga langsung masuk ke ruangan malah kabur ke lantai atas saya belum kasih kamu hukuman"


"maaf pa bapak mau menghukum aku seperti apa ya? "


"duduk makan makanan yang sudah saya pesan, enak aja suami udah repot-repot pesen malah makan sama oranglain" wajah Juna tampak kesal pada Rayna


"baik pak saya akan menghabiskan makanan ini dengan jiwa raga saya terimaksih atas perhatian bapak, lalu apa ada yang bisa saya bawa buat oleh-oleh mertua bapak di rumah" ucapnya penuh dengan penjiwaan


Juna melirik ke arah Rayna


"kamu kenapa? berasa heran dengan sikap Rayna yang seperti ini berbicara dengan bahasa formal membuat telinganya terasa geli.


" saya tidak apa-apa cuma nanya aja siapa tahu bapak mau nitip oleh-oleh buat mertua bapak"


"cepat habiskan setelah itu kamu bantuin saya di sini biar kerjaan kamu di handle yang lain"

__ADS_1


Rayna tampak menelan ludahnya


"kerja satu ruangan sama dia pasti akan banyak saltingnya mana barusan udah ngegoda habis-habisan"


"kenapa malah bengong habiskan makananya, jangan khawatir nanti saya belikan oleh-oleh buat mertua tercinta di rumah'


Juna tampak senang melihat raut wajah Rayna yang terlihat merah merona karna gugup.


" Dari tadi menggoda terus sekarang aku skak matt langsung ga bisa keluar dari ruangan sampe sore"batin Juna.


Terlihat Juna memperhatikan Rayna yang sedang bekerja hatinya merasa senang bisa lebih dekat lagi dengan Rayna ia tidak boleh menyia-nyiakan waktu selama disini.


Baru kali ini ia melihat Rayna bekerja dengan wajah serius tampak silau layar laptop mengarah ke Wajah Rayna semakin menambah kecantikan Rayna versi Juna.


Ia pun mengambil beberapa foto candid Rayna tanpa sepengetahuan Rayna.


Tidak lama ada yang mengetuk pintu dari arah luar


"masuk"


Terlihat maya membawa berkas-berkas laporan ia melihat ke arah Rayna yang sedang bekerja di sofa


"kenapa kamu kerja di ruangan ini tanyanya?


" tanya saja pada pak Juna saya pun tidak tau kenapa saya harus bekerja di ruangan ini"


"ada apa" tanya Juna karna merasa berisik sama ocehan dua wanita di depanya


"itu Rayna pak kenapa kerja di ruangan bapak? "


"saya yang suruh kenapa kamu keberatan?


Wajah dingin dan judes Juna kembali ia tunjukan ia tidak suka urusan pribadinya di campuri orang lain.


Rayna tertunduk sambil tersenyum melihat Maya yang seperti malu di skak matt Juna.


" baru tahu dia gimana pedesnya omongan Juna, lebih pedas dari cabe bubuk level 100 tau gak, aku aja sampe minggat berkali-kali gara-gara omonganya yang pedes, muka aja ganteng bibirnya beuhh sadisss"


batin Rayna


"maaf Pak" ucap maya sambil tertunduk


"Maya saya suka kinerja kamu disini bagus tapi alangkah lebih bagus kamu tidak perlu banyak bertanya pada hal-hal yang tidak seharuanya kamu tau"


" iya Pak,, kalo begitu saya permisi dulu"


"sadis amat bapak kepala cabang" sindir Rayna


"saya paling tidak suka orang lain mencampuri urusan saya"


"begitu ya..."ujar Rayna sambil mengangguk-anggukan kepala


Juna melirik tajam ke arah Rayna


" pak izin ke toilet sebentar"


Rayna beranjak pergi ke toilet ia menyimpan ponselnya di atas meja, Tiba-tiba ponselnya berdering Juna melirik ke arah ponsel Rayna karna tidak juga di angkat akhirnya sebuah chat masuk Juna segera melihat siapa yang mengirim pesan kepada Rayna.


*Rayy... ada yang mau aku omongin nanti malam aku telphone ya jangan dulu tidur*


Pesan dari Ganjar membuat darah Juna mendidih ia pun segera menghapus pesan dari Ganjar setelah itu ia memasang aplikasi yang terhubung ke ponsel Juna


Ia tidak ingin kecolongan seperti yang sudah-sudah Rayna pergi menghilang dan juga ia harus mengawasi segala gerak gerik Rayna.


Ia memang wanita sederhana yang memiliki kecantikan biasa saja tapi bila kita berjumpa dan bertegur sapa denganya ia seperti memiliki magnet tersendiri yang setiap orang akan merasa nyaman bersama dia.


Tidak lama Rayna pun kembali duduk mengerjakan tugas-tugas kantornya.

__ADS_1


Juna berpura-pura seperti sibuk di depan layar laptopnya padahal hatinya begitu berdebar ia takut aksinya ketahuan Rayna.


NB:terimaksih buat yg sudah mendukung karya dari seorang amatir seperti saya bantu like dan komenya dong kakak biar tambah semangat nulisnya🤗🤗🤗


__ADS_2