GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
kembali ke rumah


__ADS_3

Malam ini Rayna dan Juna menghabiskan malam bersama di rumah orangtua Rayna, mereka berencana mengajukan resign bersama,setelah Juna tahu kabar kehamilan Rayna ia akan membawa Rayna ke Jakarta. ini adalah kesempatan Juna untuk membahagiakan istrinya yang sedang hamil setelah 2 kali harus kehilangan anaknya yang belum lahir. Juna tidak ingin kejadian terdahulu kembali terulang.


"abang jadi besok kita ke kantor langsung pamitan"


"iya,, abang ga bisa lama-lama disini banyak kerjaan di Jakarta, setelah beres urusan di sini kita kembali dulu ke kosan membereskan barang-barang setelah itu langsung pulang ke Jakarta, kalau kamu cape bilang ya"


"iya,, eumm sedih banget ninggalin kota ini"


"ya nanti kalau abang ga sibuk kita bisa sering-sering kesini menemui ibu bapak, abang yakin mama pasti seneng mendengar kabar kalau kamu hamil"


"iya bang aku juga sudah kangen sama mereka semua apalagi mama dan Elma"


"ya udah sekarang tidur ya sudah malam"


Keesokan harinya Rayna dan Juna berpamitan kepada orang tua Rayna.


"jaga diri kamu disana teh jangan terlalu banyak pikiran inget kandungan kamu no satu jangan lupa makan minum susu hamil vitamin" dan masih banyak lagi pesan ibu bapak kepada Rayna.


"a Juna bapak titip tolong jaga teteh disana jangan sampai terjadi lagi seperti dulu"


Juna paham apa yang di maksud mertuanya itu.


"insha Allah pak Juna akan menjaga Rayna dan anak kami, kalau begitu kami pamit dulu Assalamu'alaikum"


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan rumah orang tua Rayna, saat Juna melewati pohon mangga yang kemarin Rayna mau tiba-tiba Juna menberhentikan mobil nya tepat di depan halaman itu Juna lalu keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam halaman itu.


Rayna terlihat bingung mau ngapain suaminya itu masuk ke rumah tetangganya tidak lama kemudian Rayna melihat Juna dan pemilik pohon mangga keluar setelah itu mereka mengambil beberapa buah mangga itu setelah pamitan Juna segera kembali ke dalam mobil.


"ini abang udah bawain mangga yang kemarin kamu mau, barusan abang mau nuker beli beberapa biji tapi yang punya pohon baik banget malah ngasih"


"makasih ya bang.. " Rayna tersenyum melihat buah mangga yang ada di pangkuanya.


Juna tersenyum melihat wajah bahagia Rayna, hanya sekedar mangga tapi bisa membuat wajah istrinya kembali ceria.Tanpa menunggu lama Juna melajukan mobilnya ke arah kantor, setelah sampai Juna lalu berpamitan kepada semua karyawan di kantor tidak terkecuali Rayna,Terlihat Rayna nemeluk sahabatnya Sopi walau baru beberapa Bulan bekerja di sana tapi mereka sudah terlihat akrab.


"jangan lupain kita-kita ya kalau ada waktu main kesini"


"iya aku juga minta maaf bila selama bekerja disini ada salah kata dan perbuatan"


Tampak Juna menyalami semua keryawan yang sedang berkumpul di lantai bawah ketika Juna menyalami Maya tiba-tiba Maya memeluk Juna dengan erat ia menangis tersedu sambil memeluk Juna, terlihat Juna sedikit mendorong Tubuh Maya.


"untuk yang pertama dan terakhir kalinya izinkan saya memeluk bapak"


Rayna menatap ke arah mereka ada rasa tidak suka melihat Maya memeluk suaminya.


"si ulet gatel gatau malu banget meluk-meluk suami orang" ujar Sopi


"kapan lagi mumpung ada kesempatan meluk orang ganteng ujar temen Maya"


"tapi itu laki orang"


"eh kenapa kamu yang sewot istrinya aja baik-baik aja ga ngelarang"


"terserah deh lu berdua kan sebelas duabelas doyan laki orang"


Setelah acara perpisahan selesai Juna dan Rayna berpamitan tampak Juna merangkul bahu Rayna mereka tampak sangat romantis sejak Rayna dinyatakan hamil perhatian Juna semakin lebih overprotektif.


"ga usah di pandang terus udah moveon aja cari yang baru walau kamu cantik tapi tetep kalah saing sama Rayna, dia sederhana tapi Pak Juna tetep milih dia Hi.. Hi... "


ucap Sopi meledek Maya, ia melihat Maya seperti bucin berat sama Juna padahal ia tahu Juna sudah beristri


*********


waktu sudah menunjukan pukul 21.45 menit akhirnya Rayna dan Juna sampai di rumah yang mereka tempati di awal pernikahan. Tampak raut wajah Rayna yang sendu ia mengingat kembali masa-masa sulit bersama Juna.


"ayo sayang kita turun udah malam"


Rayna lalu beranjak turun dari mobil wajahnya antara sedih dan bahagia bercampur menjadi satu.


Juna lalu membawa barang-barang Rayna masuk ke kamar mereka, ketika Rayna masuk ke dalam kamar ia melihat semuanya tidak berubah sama sekali.


"kenapa berdiri terus sini duduk"


"semuanya tidak berubah bang,, saat aku pergi dari rumah ini masih tetep seperti ini"


"abang sengaja tidak merubah sedikitpun posisi kamar kita, ketika kamu pergi abang bagai orang yang hilang arah tujuan setiap kali abang rindu abang akan memeluk bantal ini dan menghirup sisa bau tubuh kamu setidaknya bisa mengobati rindu abang sama kamu"


Rayna pun mendekat dan duduk di atas pangkuan Juna.


"maafkan sikap aku yang dulu inhsa Allah mulai sekarang aku akan belajar lebih dewasa lagi,menjadi istri yang baik"


Juna pun lalu memeluk pinggang Rayna ia menatap intens ke arah wajah Rayna.

__ADS_1


"kita akan mulai dari awal lagi sayang,, buang semua kenangan buruk yang pernah terjadi dalam rumah tangga kita,aku ingin kita selalu bersama sampai tua suka duka pahit manis mengarungi bahtera rumah tangga ini"


Rayna tersenyum manis mendengar ucapan Juna ia pun merebahkan kepalanya ke bahu suaminya.


"iya,,, "


"sholat dulu gih setelah itu kita istirahat perjalanan hari ini benar-benar membuat abang lelah"


"bilang aja berat pangku aku"


"bukan gitu sayang"


Rayna lalu beranjak pergi menuju kamar mandi tidak lama kemudian ia melaksanakan sholat bersama Juna.Setelah selesai melaksanakan ibadah sholat Rayna dan Juna beranjak naik ke atas kasur.


"abang besok sudah mulai kerja lagi?


"iya,, kenapa?"


"boleh aku izin ke rumah mama Rita"


"mama lagi ga ada di Jakarta sayang pergi bersama papa ke Bandung, Elma sudah dua hari pergi tugas ke luar kota, minggu depan aja pas weekend kita kesana bareng-bareng"


"hmmm,,, ya udah"


Rayna pun merebahkan dirinya ia menutup matanya rasa kantuk sudah ia rasa dari tadi.


"sayang udah tidur"


Juna melirik ke arah istrinya.lalu ia pun tersenyum melihat wajah tenang Rayna ketika tidur wanita yang selama ini telah banyak mengalami penderitaan selama hidup bersamanya.


Juna lalu membelai wajah Rayna, ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan menyakiti hati Rayna lagi,, biarlah masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk dirinya dan Rayna.Tidak lama kemudian Juna pun ikut tertidur di samping Rayna.


Keesokan harinya tampak Rayna sibuk menyiapkan sarapan dan pakaian Juna.


"kamu jagan cape-cape biar aja ada bi ipah yang menyiapakan sarapan"


"ga apa-apa sekarang kan aku pengangguran ga punya kerjaan jadi kalo cuma nyiapain sarapan sih ga akan keluar tenaga banyak"


Setelah sarapan Juna berpamitan kepada Rayna.


"abang kerja dulu ya baik-baik di rumah jika mau apa-apa kasih tau abang nanti abang belikan"


"baik-baik ya nak,, jangan bikin mama kesusahan papa pergi kerja dulu"


Juna lalu memeluk dan mencium kening dan bibir Rayna.


"abang pergi dulu"


"iya hati-hati di jalan"


Sepeninggal Juna, Rayna melihat bi ipah sibuk di dapur membereskan bekas makan majikanya itu.


"bi ipah kalau mau belanja ke pasar aku ikut ya"


"jangan atuh neng panas biar bibi aja sendiri neng mau pesen apa? "


"aku ingin ikut bi,, biar nanti aku pilih sendiri di sana"


"ya udah atuh kalau maunya begitu"


"ohh ya.." ragu-ragu Rayna ingin bertanya.


"bi ipah aku mau tanya selama aku ga disini apa suka ada yang main kesini"


"ada neng, ada ibu bapak sam elma trus satu lagi siapa ya lupa neng namanya"


"siapa bi laki-laki atau perempuan"


"perempuan neng, temen mas Juna kayanya"


Degg... hati Rayna berdetak kencang


"siapa bi,,, cantik?


" cantik neng dulu ia sering main kesini, tapi bibi ga suka soalnya dia agresif banget sama mas Juna duduk aja pengen deket-deketan sama mas Juna... ehh neng naha jadi keceplosan maaf neng maksud bibi.. "


"ga apa-apa bi jujur aja sama aku anggap aku ini anak bibi, jadi jangan sungkan sama aku"


"iya tapi jangan bilang sama mas Juna bibi yang bilang ya neng"


"iya bi,, lagian aku kan udah memaafkan semua kesalahan bang Juna di masa lalu sekarang aku ingin menjalani semua ini dari awal bi,, "

__ADS_1


"iya atuh syukur neng kalau begitu, kasian mas Juna dulu kerjanya mengurung diri di kamar pulang kerja langsung masuk kamar paling kalau ngomong ke bibi seperlunya aja"


"terus wanita yang sering main kesini ini bukan,, Rayna menujukan foto Manda di ponselnya"


"bukan neng... "


Tampak Rayna mengerutkan dahinya kalau bukan Manda lalu siapa?? apa bang Juna punya hubungan lain selain dengan Manda... 🤔


Tidak terasa waktu sudah beranjak sore ketika Rayna sedang menonton TV tiba-tiba ponsel Rayna berdering ia melihat panggilan dari Juna.


"assalamualaikum.. "


"waalaikum salam... sayang lagi ngapain?


" nonton TV emang kenapa bang?"


" abang mau bilang nanti abang pulang agak malam ga apa-apa kan abang di undang makan malam bersama klien ga enak kalau menolak"


"ohh ya udah ga apa-apa"


"apa ada makanan yang kamu mau nanti abang bawain"


"ga ada bang"


"ohh,, ya udah abang tutup dulu ya love you"


"hemm.. "


"sayang.. "


"iya,, love you too"


Ada sedikit rasa kecewa di hati Rayna tadinya ia sudah menyiapkan menu makan malam kesukaan Juna sampai ia bela-belain ikut ke pasar sama bi Ipah.


"bi,, ikannya sudah jadi?"


"udah neng tinggal di bakar aja pas mau di makan supaya tambah harum"


"bang Juna ga jadi makan di rumah dia ada acara makan malam sama klienya,," ucap Rayna sendu


"lah ini jadi gimana ya udah simpen aja di kulkas neng ga akan basi juga besok tinggal di angetin aja"


"bi ipah bawa aja separuh sayang kalau ga ada yang makan sisain aja dua buat nanti aku makan"


Tiba-tiba Rayna merasa perutnya bergejolak ia segera menuju wastapel yang ada di dapurnya lalu Ryna mengeluarkan semua makanan yang ada di dalam perutnya keringat dingin mengucur di dahinya wajahnya kembali pucat.Dengan sigap bi ipah membantu Rayna membawa air putih hangat dan kayu putih.


"bi aku lemes banget"


"iya sabar neng,, namanya lagi ngidam"


Bi ipah lalu menuntun Rayna ke kamarnya ia mengusap seluruh badan Rayna dengan kayu putih.


"apa bibi hubungi mas Juna neng kayanya neng pucet banget"


"ga usah bi,, kasian lagi kerja aku ga apa-apa bentar juga baikan"


Setelah beberapa saat bi ipah keluar ia melihat Rayna yang sudah tertidur pulas.


Pukul 22.00 terlihat mobil Juna memasuki halaman rumahnya, dengan cepat binioah membuka pintu untuk Juna.


"lohh bi ipah belum pulang? tanya Juna kaget


" bibi sengaja nginep mas Juna kasian neng Rayna dari tadi muntah-muntah terus"


"kenapa bibi ga hubungi aku"tampak wajah panik Juna


" sama neng Rayna ga boleh,, takut ganggu mas Juna lagi kerja"


Tanpa banyak bicara Juna segera masuk ke dalam kamarnya ia melihat Rayna sedang tertidur nampak wajah pucat Rayna, Juna lalu duduk di samping tubuh Rayna ia memegang dahi Rayna terasa dingin di tangan Juna.


Tidak lama kemudian Juna keluar dari kamarnya.


"bi apa aja yang Rayna kerjakan hari ini?"


"neng Rayna tadi ikut bibi ke pasar belanja bahan makanan di kira mas Juna mau makan malam di rumah neng Rayna tadi sudah masak banyak eh ga taunya ga jadi itu makananya sudah bibi panasin kalau mas Juna mau makan"


"iya bi siapin aja nanti aku makan"


Ada raut rasa bersalah dari wajah Juna, ia tidak berfikir sampai kesana istrinya sudah susah-susah menyiapkan makan malam untuk dirinya tapi ia malah memilih makan di luar bersama orang lain , demi menyenangkan hati orang lain ia malah membuat sedih istrinya di rumah.


"maafin abang sayang... "

__ADS_1


__ADS_2