
Hari ini Rayna benar-benar di buat terkejut bagaimana tidak ternyata Juna bekerja di tempat yang sama.
Bagaimana mungkin dia bisa bekerja disini bukankah dia seorang direktur lalu kenapa berubah jadi kepala cabang disini apa dia resign atau apa..
Terlalu banyak yang ingin dia tanyakan kepada Juna.
Jujur dia merasa bahagia Juna berada di dekatnya tidak akan ada lagi rasa rindu karna setiap hari bisa bertemu.
"ngapain kamu senyum-senyum?"
Rayna terlonjak kaget melihat Sopi ada di depanya.
"ngagetin aja" timpal Rayna
"ngelamunin atasan baru ya? goda Sopi sambil menaik turunkan alisnya.
" buat apa ngelamunin dia"
"siapa tau kamu juga kaya yang lain"
"maksudnya? "
"tau ga Ray si maya anak teller naudzubilah so perhatian tuh sama pak Juna"
"emang dia ngapain? tanya Rayna penasaran
" tadi aku liat dia pesen makanan soalna ada gofood nganter pesanan dia trus dia masuk ke ruangan pak Juna sambil bawa makanan kalo bukan so perhatian mau ngapain lagi"
"ya bagus dong biar atasan kita ga kelaparan ada yang perhatian"
"alah berapa sih harga makanan pasti pak Juna juga bisa beli itu mah si maya aja yang so perhatian pengen di lirik kayanya"
"trus kamu sendiri gimana?emang kamu ga suka sama pak Juna goda Rayna"
"aku.. ya aku sih su-ka cuma ga harus caper juga kali"
Rayna tersenyum melihat tingkah Sopi.
"Baru juga kamu masuk bang udah bisa jadi most wanted di kantor ini" batin Rayna
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.00 ketika karyawan yang lain sudah pulang tinggal Rayna sendiri yang masih mengerjakan beberapa kerjaan yang belum selesai.
Setelah selesai Rayna segera membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas meja serta mematikan layar komputernya ia pun beranjak turun dari lantai dua di saat dia menuruni tangga matanya mengarah ke arah pintu ruangan Juna.
"apa dia sudah pulang tapi lampu nya terlihat menyala apa aku harus menghampirinya atau jangan ya"
Di saat Rayna berdiri di atas tangga tiba-tiba Juna keluar bersama Maya.
"terimaksih Maya sudah membantu saya"
"iya Pak, Sama-sama senang bisa membantu bapak kalo bapak butuh bantuan jangan sungkan panggil saya" ucap Maya dengan suara manjanya
"iya terimaksih"
"eh Pak maaf bapak pulang kemana?? bisa ikut numpang sampai lampu merah ga soalnya udah sore begini jarang ada angkutan umum di daerah sini"
"ehm ya udah"
__ADS_1
Setelah mendengar percakapan antara Juna dan Maya Rayna pun turun dari tangga melewati Juna dan Maya.
"aku kira kamu sudah pulang" sapa Maya terkejut
"aku lembur biasa banyak kerjaan,permisi"
Rayna pun pergi tanpa menyapa Juna wajahnya di tekuk masam, belum sempat Rayna membuka pintu kantor tiba-tiba Juna memanggilnya.
"Rayna kita bisa pulang bersama"ujar Juna
" maaf saya sudah pesan gojek" tanpa menoleh lagi Rayna berlalu pergi hatinya benar-benar dongkol melihat Maya keluar dari ruangan Juna di saat karyawan yang lain sudah pulang trus mereka berdua ngapain di dalam.
Ingin rasanya Juna mengejar Rayna tapi disisi lain ada Maya di depanya.
"ayo Pak"
Juna dan Maya tampak keluar bersama
Juna pun segera masuk ke dalam mobil di ikuti Maya duduk di samping Juna.
Di depan pintu gerbang Juna melihat Rayna sedang berdiri pinggir jalan menunggu jemputan gojek.
"Rayna masuk" ucap Juna
Rayna hanya melirik tanpa mau membalas ajakan Juna.
"belagu banget di ajakin gak mau, udah pak biarin aja dia anak baru ga tau sopan santun di ajakin sama atasan malah nolak" ucap Maya kesal
Di saat Juna akan turun tiba-tiba jemputan gojeknya tiba Rayna pun berlalu pergi meninggalkan mobil Juna.
"kenapa malah jadi gini, pasti dia marah" batin Juna
"maaf saya masih ada urusan ga apa-apa kan sampai sini saja"
"iya pak, terimakasih tumpanganya" ujar Maya sambil tersenyum manis kepada Juna, seperti biasa Juna hanya menganggukan kepalanya.
Juna pun segera menyusul gojek yang di tumpangi Rayna, setelah lama berkendara dan tidak menemukan Rayna akhirnya Juna memutuskan untuk pergi ke rumah Rayna. Di jalan ia mampir dulu di sebuah toko kue membeli buah tangan untuk orangtua Rayna.
Pukul 19.30 Juna sampai di depan rumah Rayna ia pun turun dari mobil sambil membawa berbagai macam makanan.
"assalamualaikum"
"waalikum salam" ucap bapa dari dalam rumah.
"pak" Juna pun mencium tangan ayah mertuanya
"nak juna,, ayo masuk-masuk bu ada nak Juna" teriak bapak memanggil ibunya, dari dalam Juna melihat ibu Rayna sedang memakai mukena datang menghampirinya.
"a Juna sehat? sapa ibu""
"alhmdlh sehat bapak ibu gimana sehat"
"alhmdlh sehat,, ya udah ibu siapin makan kita makan bareng-bareng sebentar ibu panggil Rayna dulu"
Ibu pun berlalu menuju kamar Rayna
"teh,, ada a Juna di depan"
__ADS_1
"bilangin aku udah tidur bu" ucap Rayna
"eh samperin dulu atuh kasian jauh-jaih dari jakarta malah di anggurin"
"dari jakarta apaan dia malah sekantor sama Rayna, paling mau minta maaf bosen minta maaf terus tapi ga ngerti-ngerti" batin Rayna
15 menit Rayna belum juga menunjukan batang hidungnya,
"tuh anak kemana ga keluar-keluar udah nak Juna susul aja ke kamar samperin"
"ga apa-apa pak"
"nak Juna kan suami Rayna masa ga boleh"
Akhirnya dengan izin bapak Juna masuk menuju kamar Rayna, Juna pun mengetuk pintu kamar Rayna tidak ada jawaban sama sekali
"apa Rayna jam segini Rayna udah tidur"
akhirnya Juna membuka pintu kamar ia melihat Rayna sedang tengkurap di atas kasur kondisinya masih memakai mukena.
Juna duduk di samping ranjang Rayna.
"ibu kalo bang Juna tanya bilang aja aku udah tidur aku lagi gak mau ketemu dia bu,,"
Samat Terdengar suara isak tangis Rayna dibawah bantalnya.
'Aku capek bu bener-bener cape bang Juna ga pernah ngerti perasaan aku buat apa dia pindah kesini kalo hanya buat aku tambah sakit hati coba ibu bayangin di saat jam pulang kerja dia berduaan sama temen sekantor aku ngapain coba didalam disaat orang lain udah pada pulang ini malah berduaan mungkin dia ga tau kalo aku masih di lantai atas karna harus lembur, aku bener-bener cape bu dari dulu begini terus mungkin salah Aku juga punya suami kelewat tampan jadi banyak yang mau menurut ibu aku harus bagaimana??
percuma bu aku kasih bang Juna kesempatan kalo kenyataanya akan selalu begini merasakan sakit hati mending ibu cariin aku jodoh orang biasa aja biar hidup aku bahagia ga banyak makan hati.
hiks.. hikss.. kembali Rayna menangis
karna merasa tidak ada jawaban Rayna pun bangun dan melihat ke belakang ia terkaget melihat siapa yang ada di belakangnua jadi dari tadi yang dia ajak ngomong itu bukan ibu tapi Juna.
"abang... ngapain abang disini?'
Tanpa banyak basa basi Juna memeluk tubuh Rayna tubuh yang selalu ia rindukan selama ini.
" maafin abang,, abang ga bermaksud menyakiti hati kamu tadi dia masuk ke ruangan abang mengantar makanan dan karna ada beberapa kerjaan sama dia"
Rayna melepas pelukan Juna.
"ngapain peluk-peluk bukan muhrim"
"siapa bilang bukan muhrim kamu masih istri abang jangankan meluk kita tidur bareng pun tidak akan ada yang melarang"
"idih maunya situ.. "
"tolong maafin abang ya,, yaudah mulai besok abang umumin kalo kamu istri abang di kantor"
"ga usah ngapain juga harus bikin pengumuman kaya gitu"
"biar kamu gak selalu merasa sakit hati liat abang di deketin cewek-cewek"
"bukan masalah itu... ohh ya abang kenapa bisa jadi kepala cabang disini abang resign kerja di tempat yang dulu?? "
"menurut kamu"
__ADS_1
"tau ahh ditanya malah gitu jawabanya"