
'Hati-hati dijalan sayang,, ingat pesan mama kamu boleh kerumah mama sesuka hati kamu jangan pernah menganggap mama orang lain, kamu adalah anak mama, mama izinkan kamu berpisah sementara dari Juna jangan khawatir mama sendiri yang akan menjaga Juna,, kalo hatimu sudah lebih baik pulanglah pintu rumah kami terbuka lebar untuk kamu sayang"
Amanat itu selalu terngiang di telinga Rayna betapa baiknya mama Rita terhadapnya.Rayna menghela napas panjang hari ini dia memutuskan untuk tidak kembali ke rumah Junab ia harus mencari kosan baru. Niatnya sudah bulat ia ingin berpisah dengan Juna sudah cukup dia memperjuangkan cintanya, Rayna merelakan andai Juna memilih wanita lain sebagai penggantinya. Akhirnya setelah berputar-putar mencari Rayna menemukan kosan yang di inginkanya,,,,tempatnya nyaman walau tidak besar tapi cukup untuk dirinya sendiri.Di dalam kosan sudah tersedia kasur lemari TV dan kulkas. Setelah membayar kepada pemilik kosan tersebut Rayna beranjak masuk ke dalam kamarnya untuk beres-beres.Ia ingat ia belum mengganti bajunya dari semalam akhirnya Rayna memutuskan menghubungi elma untuk meminjam beberapa stel baju.
'yakin cuma baju aja kalo kamu butuh yang lain aku bawa sekalian"
chat dari sahabat baiknya elma..
"cukup baju saja biar yang lain nanti aku bawa dari rumah bang Juna"
"kenapa harus ngekost segala kan apartemen aku kosong kamu bisa pakai Ray.. "
"gapapa Elma aku ga mau selalu merepotkan kamu"
"lu tuh kaya sama siapa aja,, ya udah nanti gw kesana sekalian gw mau liat kosan baru lu"ucap Elma
Setelah selesai beres-beres Rayna merebahkan dirinya di atas kasur matanya menatap langit-langit kamarnya pikiranya melayang memikirkan masa depan nasibnya.
Di lain tempat Juna terlihat melemparkan segala barang-barang yang ada di kamarnya ia tidak habis pikir kenapa Rayna selalu dengan mudah mengucapkan kata perpisahan.
"Apa dia tidak pernah merasakan cinta dan kasih sayang yang aku berikan selama ini,,?apa masih kurang pengorbanan aku selama ini aku harus seperti apa lagi kenapa dia selalu menyebut kalo aku tidak pernah mencintainya harus bagaimana lagi aku membuktikanya"
Juna meremat rambutnya hatinya benar-benar kacau dia tidak ingin berpisah dengan Rayna.
Keesokan harinya Rayna pergi bekerja seperti biasa,,barang-barangnya seperti laptop dan bajunya ia minta bi ipah di titip lewat ojek online. Rayna benar-benar menghindari pertemuan dengan Juna.
Selama pisah ranjang ini Rayna ingin memantapkan hatinya apa benar-benar ia bisa hidup tanpa Juna.
Rayna ke kantor menggunakan ojeg online, setelah sampai di depan kantor ia segera masuk menuju ruanganya di lantai atas.
Saat dia masuk belum ada siapa-siapa di dalam ruangan ia pun beranjak duduk di meja kerjanya 10 menit kemudian datanglah Arya dengan tas gendong yang selalu ia bawa.
"Rayy,,, lu udah masuk" teriak Arya
"iya,,, "
"asikkkk... asikkkk akhirnya partner gw kembali lagi..lu tau ga gw merana ga ada elu,, makanya lu jangan banyak cuti romlah kerjaan numpuk gw lembur tiap hari"ucap Juna sambil jingkrak-jingkrak.
" ga usah lebayy deh,,"
"bukan lebay romlah lu ga tau sih gimana rungsingnya(marah-marah ga jelas) itu bapak direktur kaga ada lu.
" oke karna sekarang gw udah kembali mari kita bekerja dengan giat"
"semangat... " teriak Arya
Rayna tersenyum melihat tingkah sahabatnya walaupun hatinya sedang tidak baik-baik saja setidaknya ia punya teman yang menghibur.
Hari ini ia lebih fokus pada pekerjaan yang sudah menumpuk, seperti ajang balas dendam Arya memberikanya tugas yang yang begitu banyak kepada Rayna.
__ADS_1
"sayang abang ke office dulu ya mau nyari sesuatu buat kita ngemil-ngemil cantik kamu beresin ini ya tugas kamu yang kemarin udah abang beresin sebagian"
ucap Arya sambil menepuk pundak Rayna.
"abang keluar dulu ya..hee.. hee.. "
sebelum Arya sampai ke pintu masuk Rayna sudah melempar Arya dengan dulungan kertas.
"sialan lu" hardik Rayna
Rayna benar-benar merasakan kenyamanan kalo bersama Arya dia bisa bebas melakukan kegilaan apa saja dia anaknya humoris banyak canda ngangenin juga kalo ga bertemu lama.
Satu minggu sudah Rayna tidak pernah bertemu Juna no hapenya pun ia blokir dia benar-benar ingin melupakan Juna melupakan kesedihan dan rasa sakit yang selalu ia rasakan.
Waktu menunjukan pukul 10.00 pak Yoga keluar dari ruanganya ia datang menghampiri meja Rayna.
"Rayna Arya kalian siap-siap hari ini jam makan siang ada metting klien dari Jepang pak Rio meminta kalian ikut serta"
"baik Pak" jawab mereka serentak.
Hingga tiba waktu jam makan siang Rayna dan Arya sudah terlihat bersiap.
"Rayna Arya kalian ditunggu pa Rio di lobby bawah cepat' ucap pak Yoga
" siap pakk... "
Akhirnya mereka pun pergi bersama menemui klien di Destone cafe, setelah hampir 35 menit dalam perjalanan mereka sampai ke tempat tujuan.
"Sebelum balik ke kantor kita pesan makan dulu'ujar Rio
Terlihat mata Arya yang berbinar ia tersenyum jenaka
Rayna melirik ke arah Arya
" gak tau malu"ucap Rayna
"selama ada yang gratisan jangan pernah malu jangan menolak rezeki"
"apa yang kalian bicarakan kenapa harus bisik-bisik tegur Rio"
"ehh ga ada apa-apa pa" ucap Rayna
Rio memandang Rayna dengan intens yang di pandang seperti salah tingkah.
"apa kamu sudah sehat Rayna? "
"sudah pak.. makanya saya memutuskan untuk kembali bekerja"
"bagus kali seperti itu,,, bagaimana kabar suami kamu"
__ADS_1
Rayna tertegun ia pun tidak tahu keadaan Juna.
"Dia baik-baik saja pak"
"syukurlah,, kalo begitu"
Di saat sedang menunggu makanan tiba-tiba Rayna melihat Juna dan Manda baru masuk ke dalam cafe,sepertinya Juna tidak menyadari kehadiran Rayna di cafe yang sama. Rayna bersikap seolah-olah ia tidak melihatnya walau pun ada rasa cemburu membakar di dadanya.
"sabar Rayna seiring waktu kamu akan terbiasa melihatnya dengan wanita lain bersikaplah tenang" batin Rayna
"shut.. shut... " Arya memanggil Rayna dengan bahasa isyarat mata.
"Aku tahu makan aja jangan di liat ucap Rayna dengan pelan.
Arya pun mengangguk. Setelah selesai Rio Arya dan Rayna beranjak berdiri mereka melewati meja Juna dan Manda.Rayna tampak tertunduk dia seakan enggan melihat suaminya bersama wanita lain.
"Rayna.. " tegur Juna
Rayna pun mempercepat jalanya ia sama sekali tidak ingin bertegur sapa dengan Juna.
Disaat Juna mau beranjak menyusul Rayna tangan Manda menahanya.
"Sudahlah Juna dia tidak ingin bicara padamu, kalo dia masih menganggapmu sebagi suaminya ia tidak akan bersikap seperti itu"
Juna pun kembali duduk ia menatap Punggung Rayna dengan penuh rasa sakit di hatinya.
"lu ga apa-apa Ray..? tanya Arya
" gw ga apa-apa emang kenapa"
"pake nanya itu tadi lu ketemu suami lu kenapa ga lu sapa"
" gw pisah ranjang,,"
"whattt,,, beneran lu Rayy kenapa?? bukannya lu cinta mati sama laki lu kenapa lu pisah"
"ada banyak hal yang ga bisa gw ceritain sama lu tapi yang jelas gw dan bang Juna akan berpisah"
"romlah.. romlah nasib cinta lu ga sebaik nasib cinta gw sabar ya.. gapapa kalo nanti ga ada yang mau sama janda lu gw daftar no satu deh" hee.. hee
"najisss gw punya suami kaya elu playboy cap kampak hobby godain anak office yeyyy..."ucap Rayna berlalu sambil mencubit perut Arya.
" anjirrrr sakit romlah.. ga kira-kira lu nyubit mpe pedes kaya gini"ucap Arya sambil mengelu-elus perutnya.
"kamu kenapa Arya,, meringis kaya gitu sakit perut? tanya Rio, ia baru sampai di area parkir karna ke toilet terlebih dahulu.
" Rayna nyubit perut saya pakk sakit banget"
Rio hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pusing melihat tingkah abstark kedua anak buahnya.
__ADS_1
*Terima kasih buat yang sudah membaca karya saya🙏🙏 maaf kalau masih berantakan dalam penulisan kata atau gaya bahasanya saya masih harus banyak belajar... buat yang sudah ngelike komen juga memberi hadiah buat karya saya terimaksih banyak...❤❤❤