
Rayna memilih bekerja di ruanganya ia merasa tidak nyaman bekerja satu ruangan dengan Juna ia tidak ingin menjadi bahan omongan orang-orang di kantor setelah mereka tahu status dirinya bersama Juna.
Jam dinding sudah menujukan pukul 16.45 menit Rayna segera membereskan berkas-berkas pekerjaanya.Tidak lama kemudian Rayna berjalan menuruni tangga ketika dia sudah ada di hadapan ruangan suaminya ia mendengar suara seorang wanita sedang menangis.
Ia melihat pintu tidak tertutup rapat samar-samar ia mendengar wanita itu sedang memohon sesuatu kepada Juna.Tidak lama kemudian ia mendengar suara barang jatuh dari dalam Rayna pun segera mendorong pintu ruangan Juna dari luar.Dan apa yang di lihatnya sungguh di luar dugaanya.
Ia melihat Manda sedang berada di atas tubuh suaminya yang tak kalah membuat Rayna shok ia melihat Manda sedang merangkul leher suaminya sambil mencium bibir Juna.
"apa-apaan kalian"
"Rayyy.... " terlihat Juna langsung mendorong tubuh Manda sampai Manda tersungkur jatuh ke lantai.
"awww... Juna sakit" rengek Manda
Rayna berjalan menghampiri Juna ia menarik beberapa lembar tisyu lalu ia menuangkan air mineral yang ada di atas meja setelah itu ia mengusapkanya pada bibir Juna matanya tidak lepas memandang Manda.
"memalukan,, seperti inikah yang namanya wanita berkelas yang katanya seorang wanita berpendidikan tinggi tidak tahu malunya merayu suami orang"
"tutup mulutmu,,kamu yang sudah merebut Juna dari aku kamu yang menjadi orang ketiga dalam hubungan kami" bentak Manda
"kamu tahu aku dan Juna sudah merencanakan pernikahan andai kamu tidak ada mungkin aku dan Juna sudah bahagia hidup bersama kamu memang wanita licik mengambil hati orangtua Juna untuk simpati pada wajah sok polosmu berpura-pura mendonorkan ginjal demi mama Juna padahal kamu senang bukan melihat mama Juna ada di ambang kematian dan kamu bisa menjerat Juna dengan dalih orangtua Juna berhutang nyawa sama kamu dasar perempuan tidak tahu malu licik, wajahmu aja yang polos tapi hatimu busuk lahir dari rahim seperti apa kamu sampai punya anak seperti kamu aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi Juna miliku tetap miliku"
Plakkkk...
Rayna menampar keras pipi Manda wajahnya terlihat memerah air matanya jatuh dari sudut matanya.
Juna terkaget melihat sikap Rayna seperti itu.
'sayang.. "ucap Juna
Rayna menepis tangan Juna yang akan memegang tanganya.Rayna berlalu pergi keluar. Untungnya suasana kantor sudah sepi jadi kejadian ini tidak membuat kegaduhan di dalam kantor.
Juna menatap ke arah Manda dengan tatapan tajam.
" kamu sudah benar-benat keterlaluan Manda ucapanmu sungguh sangat menyakiti perasaan istriku, kamu tahu perasaanku padamu sudah mati yang ada hanya rasa benci yang aku punya untuk kamu, jangan berani kamu tampilkan wajahmu di hadapanku lagi atau aku akan membuat kamu menyesal seumur hidup kamu"
Juna lalu pergi meninggalkan Manda sendiri di ruanganya dia segera pergi menyusul Rayna.
Sebelum Juna pergi ia menghampiri seorang security yang sedang bertugas.
"pak tolong usir wanita yang ada di dalam ruangan ku pastikan di benar-benar pergi dan tidak membuat keonaran"
"baik Pak"
Juna lalu pergi meninggalkan kantor dengan membawa mobil ia melihat aplikasi ponselnya yang sudah terhubung ke ponsel Rayna dia mengamati Rayna yang berjalan menuju kosanya.
__ADS_1
"alhmdlh kamu pulang sayang, aku khawatir kamu tidak mau pulang ke kosan"
Tidak lama kemudian Juna sampai di depan pintu terlihat lampu kosan sudah menyala menandakan kalo Rayna sudah sampai Kosan.
"assalamualaikum"
Juna tidak mendengar jawaban salam darinya ketika ia mencari Rayna di kamar ia menemukan istrinya sedang melaksanakan sholat,lama Juna berdiri di belakang Rayna ia mendengar sebuah doa yang Rayna panjatkan yang membuat hatinya begitu terdenyut sakit.
Ketika Rayna sudah selesai melaksanakan ibada sholat dan membuka mukena buru-buru Juna menabrak tubuh istrinya,ia peluk erat Rayna dari belakang seolah tidak ingin kehilangan wanita yang sangat di cintainya.
"sayang aku percaya kamu bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah kamu percaya abang kan tidak mungkin abang melakukan hal seperti tadi"
Rayna membalikan tubuhnya menghadap ke arah suaminya walau ia tersenyum tapi Juna bisa melihat tatapan kesedihan di mata Rayna wajah sembabnya tidak bisa ia sembunyikan.
"aku percaya abang,jika abang yang menggoda dia duluan mana mungkin posisi abang ada di bawah terjepit tubuh Manda"
Juna menangkup wajah Rayna ia mencium seluruh wajah Rayna, rasanya begitu besar rasa cintanya pada Rayna.
"terimaksih sayang karna kamu sudah percaya sama abang,maaf bila abang tidak membela kamu di depanya abang hanya tidak ingin melawan perempuan"
"iya aku mengerti, sudah cepet mandi abang belum sholat aku mau siapin makan buat abang"
"kamu ga usah repot-repot masak malam ini kita makan keluar, mau ya??"
Rayna menganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah Juna. Sekali lagi sebelum Juna membuka pakaianya untuk mandi ia mencium bibir Rayna.
*******
Tidak lama kemudian terlihat Juna dan Rayna memasuki sebuah restoran yang ada di pinggiran kota walau tempatnya ada di pinggiran kota tapi tidak mengurangi kesan romantis tepat di belakang restoran ada sungai kecil dan sawah yang berhiaskan lampu hias yang menggantung indah sungguh suasanya sangat mendukung sesuai dengan keinginan Juna.
Setelah selesai memesan makanan yang mereka inginkan tiba-tiba Juna menarik tangan Rayna ia menggenggam erat tangan Rayna, matanya tidak lepas memandang wajah Rayna.
"setelah pulang ke Jakarta abang akan meminta mama menyiapkan resepsi pernikahan kita, seharusnya dari awal abang lakukan ini maaf sayang atas sikap abang dulu"
"apalah arti sebuah pesta jika pernikahan kita tidak bahagia, aku sudah merasa cukup dengan abang bisa menerima aku, aku benar-benar tidak mengharapkan apapun dari abang aku hanya minta abang selalu jujur setia dan bertanggungbjawab bisa menjadi imam yang baik untuk aku dan calon anak-anak kita"
"insha allah abang akan dengan sekuat tenaga menjaga keutuhan rumah tangga kita"
Rayna tersenyum ia mengusap tangan Juna yang menggenggam erat tanganya. Setelah itu makanan pun datang terlihat Rayna dan Juna makan dengan begitu lahap.
"enak bang makananya, kapan-kapan bawa lagi aku kesini ya"
"kamu itu lucu yank,, kita kan sedang makan disini sekarang puas-puasin aja karna sebentar lagi kita kan akan segera pulang ke Jakarta, mungkin agak susah kalo kita udah di sana"
"ohh ya bang sebelum pulang kesana aku ingin ketemu dulu sama bapa dan ibu"
__ADS_1
"iya nanti kita kesana"
Setelah hampir 2 jam Rayna dan Juna menghabiskan waktu di restoran itu.
"sayang pulang yu udah malam kamu udah kedinginan kaya gitu tapi masih betah disini"
"iya,, aku suka tempatnya begitu nyaman dan tenang"
"iya,, nanti sebelum kita ke Jakarta kita akan mampir dulu kesini sebagai salam perpisahan dengan kota sejuta kenangan ini"
Akhirnya Rayna dan Juna kembali pulang ke kosanya sepanjang perjalanan Juna tidak pernah melepaskan genggaman tangan Rayna, begitupun Rayna ia menyadarkan tubuhnya di lengan suaminya.
Tanpa terasa mobil sudah masuk ke area kosanya Juna melihat Rayna tertidur pulas dengan bersandar di lenganya.
"sayang sudah sampai,, turun yu" ajak Juna
"ahh sudah sampai bang, maaf aku ketiduran cape banget"
"jangan dulu tidur dong abang kan mau nagih janji kamu tadi siang" ujar Juna sambil tersenyum jail kepada Rayna.
"janji apa..? tanya Rayna sambil mengerutkan dahinya
" yasalam... janji mau kasih jatah malam ini"
"ishh abang,, udah ah aku masuk duluan jangan lupa kunci pintunya"
"siap sayang,, biar ga ada yang ganggu ya haa.. haa.. "
Juna pun ikut masuk kedalam kosanya ia mengunci pintu terlebih dahulu setelah masuk kamar ia melihat Rayna sedang membersihkan sisa makeup di wajahnya. Juna pun lalu mengganti pakaianya ia hanya memakai boxer ketika Rayna melirik ke arah Juna ia merasa malu melihat tubuh Juna yang hanya memakai boxer, walau bukan untuk yang pertama kali ia merasakan sentuhan Juna tapi entah mengapa ia selalu merasakan malu ketika melihat Juna bertelanjang seperti itu.
"kenapa sayang lirik-lirik, apa kamu baru menyadari kalau tubuhku begitu **** bila dipandang guraunya"
Juna lalu berjalan menghampiri Rayna ia mencium bahu putih milik Rayna.
Rayna menutup matanya ketika Juna menciumi bahu dan tengkuknya, dengan sekali angkat Juna sudah memindahkan Rayna ke atas kasur ia menatap wajah Rayna,
"dari tadi siang aku sudah menahan hasrat kepadamu sayang aku.. "
Juna tidak meneruskan ucapanya karna Rayna sudah lebih dulu menarik rambut Suaminya untuk lebih mendekati bibirnya.
Dan malam inipun berlalu dengan sepasang suami-istri yang sedang mengarungi bahtera cinta mereka.
Hampir dua jam Juna melepaskan rasa kepada istrinya tampak wajah lelah Rayna menghiasai pandanganya, ia berkali-kali mencium bibir dan kening Rayna.
"terimaksih sayang sudah mau bertahan sampai sejauh ini aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan aku akan mencintai dan menyayangimu sepenuh hatiku"
__ADS_1
Juna teringat akan doa istrinya yang membuat dirinya ikut merasa terluka.Dan ia berjanji pada dirinya sendiri selama napasnya masih berhembus ia akan selalu membahagiakan Rayna.