GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
rujuk


__ADS_3

Sore itu Juna mengantar Rayna pulang ke rumahnya sebelumnya ia mampir dulu ke sebuah toko kue ia membeli beberapa macam cake dan camilan untuk orangtua Rayna.


"padahal abang ga perlu repot-repot antar aku pulang arah tempat tinggal kita kan berbeda"


"trus kamu maunya di antar siapa? si tengil Ganjar itu"


Sikap Juna lebih overprofektif kepada Rayna semenjak dia tidak sengaja membaca pesan Ganjar kepada Rayna.


"apaan sihh dia cuma temen biasa"


"mungkin kamu perasaanya kaya gitu belum tentu kan dia ke kamu gimana, bisa sih ga usah terlalu baik sama orang bisa bikin salah paham kalo sifat kamu baik kaya gitu"


"trus itu salah aku gitu?"


Tampak Rayna melipat tanganya di depan dadanya ia merasa bete selalu di salahkan Juna.


"serba salah aku tuh kalo di mata aban ga tau maunya kaya gimana"


Mendengar keluhan Rayna Juna segera menepikan mobilnya ke sisi jalan.


"abang ga mau kamu dekat-dekat cowok lain ngerti ga sih, kamu kan istri abang bisa hargai perasaan abang ga abang takut kamu dekat dengan laki-laki lain kamu jadi merasa nyaman secara hubungan kita sekarang belum benar-benar baik"


Mendengar Juna bicara seperti itu membuat Rayna menjadi bersalah.


"ya maaf, aku ga bermaksud seperti itu Ganjar kan temen aku udah lama kita ga ketemu tadi dia sengaja datang ke kantor masa aku tolak kan ga sopan"


Rayna tertunduk sambil meremas jari-jarinya.


"abang ga mau ngulang kesalahan yang sama abang ingin memperbaiki semuanya dari awal abang ingin kamu bahagia hidup bersama abang cuma itu yang abang mau, abang rela ikut kamu kerja disini karna apa? karna abang takut kamu pergi dari hidup abang maka dari itu abang selalu minta sama kamu beri abang kesempatan untuk menebus segala kesalahan abang di masa lalu"


Juna pun menarik tubuh Rayna ia memeluk wanita yang sangat dia cintai.


kalo abang ingin kembali hidup bersama aku nikahi aku kembali dulu abang sudah menjatuhkan talak satu sama aku jujur aku ragu untuk bisa kembali sama abang kalo tidak ada ikrar ijab qobul kembali.


"kita bisa kembali rujuk sayang tapi kalo itu permintaan kamu besok abang akan siapkan semuanya, besok kamu ambil cuti satu hari kita akan menikah kembali"


"tapi aku kan anak kontrak baru masa baru masuk udah ambil cuti"


"gampang biar itu jadi urusan abang, bener kamu mau rujuk kembali sama abang mau menerima kembali abang jadi suami kamu"


"iya"


"ahh makasih sayang abang bahagia banget, kalo begitu kita harus memberi tahu kan bapak sama ibu di rumah"


Akhirnya Juna dan Rayna sampai di rumah orang tua Rayna, dan Juna pun segera menyampaikan rencananya kepada orangua Rayna.


"bapak sama ibu mah ngedukung aja apa yang terbaik buat rumah tangga kalian berdua"


"acaranya mau di rumah atau gimana? tanya ibu

__ADS_1


" ijab qobul nya di kantor urusan agama aja bu biar simple ibu tidak repot"


"padahal tidak usah ijab qobul pun kalian bisa rujuk ahhh sudahlah memang anak itu keras kepala" ucap Ibu.


Selesai berbincang dengan orang tua Rayna akhirnya Juna pamit pulang. Di kosan mewah milik Juna ia tersenyum bahagia tidak perlu sampai menunggu sampai tiga bulan dalam hitungan minggu pun Rayna akhirnya kembali menjadi istrinya.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Juna sudah menyambangi kediaman Rayna, ia sudah berpakaian rapi begitupun Rayna ia memakai kebaya putih dengan sedikit hiasan di wajahnya.


Di kamar tampak Rayna di temani ibunya setelah selesai berdandan sendiri Rayna duduk di pinggir kasur sebelah ibunya.


"Rayna,,ingat setelah kalian berdua menikah kembali apapun masalah rumah tangga kalian jangan pernah sekalipun kamu keluar dari rumah suaminmu dan pergi meninggalkan suamimu itu dosa besar sayang,,ingat surgamu ada di ridho suami jadilah istri yang baik melayani semua keperluan suami jadikan rumahmu menjadi surga untuk keluargamu dan anak-anakmu kelak.Ibu yakin kamu pasti bisa belajar dari kesalahan yang dulu"


"iya bu,, maafkan Rayna sudah banyak menyusahkan ibu"


"kamu tidak menyusahkan ibu ataupun bapak ibu doakan semoga kamu selalu bahagia hidup bersama Juna sampai maut memisahkan"


Mereka pun akhirnya saling memeluk satu sama lain.


"teh A Juna udah di depan kata bapak ayo berangkat sekarang" ujar Rayyan.


"iya,, ayo bu"


Mereka pun pergi ke kantor Urusan agama terdekat.


Satu jam kemudian akhirnya Rayna dan Juna sudah sah bisa kembali bersatu sebagai suami istri Juna merasa sangat bahagia akhirnya dia bisa kembali hidup bersama Rayna, ia berjanji pada dirinya sendiri ia tak akan pernah mengulang kesalahan yang sama.


Siang itu mereka berkumpul dan memesan semua yang mereka inginkan keceriaan terlihat dari wajah keluarga Rayna.Setelah selesai Juna kembali membawa pulang keluarga Rayna ke rumahnya sekalian ia akan membawa barang-barang Rayna dari rumahnya.


"apa rencana A Juna setelah kalian berdua kembali menjadi suami istri" tanya bapak


"Juna mau membereskan kontrak kerja disini yang tinggal 2bulan lagi begitupun Rayna setelah Juna selesai di sini maka Rayna pun akan resign dan ikut Juna kembali ke Jakarta"


Rayna melirik ke arah Juna.


"masa kontrak kerja ku satu tahun apa tidak apa aku memutus kontrak sepihak"


"kamu tahu beres semua abang yang urus".


Rayna lupa siapa Juna di kantornya.


" ya sudah bapak sama ibu cuma mau bilang tolong jaga Rayna sayangi dia seperti kami menyanyanginya bapak sama ibu percaya a Juna laki-laki yang bertanggung jawab bisa menjadi imam yang baik buat Rayna dan anak-anak kalian kelak".


Akhirnya Juna dan Rayna pamit sekarang Rayna akan tinggal di kosan sementara milik Juna.


Sepanjang jalan Juna tidak lepas menggenggam tangan Rayna hatinya sangat berbunga-bunga bahagia tidak terkira.


"apaan sih senyum-senyum terus"


"kamu tahu abang bahagia banget berasa mimpi kamu kembali hidup bersama abang"

__ADS_1


"tapi janji ya jangan ulangi kesalahan yang sama atau aku ga akan pernah mau untuk kembali lagi"


"iya sayang,,, abang janji"


Tidak lama kemudian Mobil Juna sampai di depan kosan Juna ia memarkirkan mobil persis di depan pintu kosanya.


"wahh kosanya luas banget kayanya mahal kalo ngekos disini"


"lumayan dan privasi kita tidak akan terganggu sama orang lain yu masuk"


Rayna pun masuk ke dalam kosan suaminya, dalam kosan itu terdiri dari satu ruang tamu satu ruang TV satu kamar pribadi satu kamar mandi dan dapur juga ada halaman belakang sedikit buat menjemur pakaian bisa dibilang itu rumah minimalis yang di buat kosan peralatan dapur pun sudah lengkap tersedia di sana seperti kompor kulkas juga alat-alat masak lainya.


"ini sih pantesny di sebut rumah bukan kosan coba liat dapurnya masih kinclong begini ga pernah di pake ya bang?"


"abang ga ada waktu buat masak semuanya serba beli jadi nyuci laundry makan sering pesan di luar ya mau gimana lagi nasib jadi duda"


Ucap Juna sambil berlaku ke arah kamarnya.


"Rayna tersenyum melihat mimik wajah Juna menggemaskan ketika menyebut dirinya duda"


Ia pun menghampiri Juna yang sedang membereskan barang-barang Rayna.


Rayna memeluk Juna dari arah belakang ia melingkarkan tanganya di pinggang suaminya.


"makanya jangan macam-macam sama istri ga enak kan hidup jadi duda"


Juna lalu membalikan tubuhnya menghadap ke arah Rayna mereka pun saling pandang.


"maafkan abang sayang so hari ini mulai detik ini abang akan belajar menjadi suami yang lebih baik lagi untuk kamu juga anak-anak kita kelak"


Juna lalu mencium kening Rayna setelah itu ia pun mencium pipi mata hidung dan terakhir bibir Rayna.


Jujur Juna sangat merindukan dekapan belaian kasih sayang Rayna dan akhirnya sekarang harapanya terwujud.


Di saat jiwa ganas Juna mulai menggelora Rayna mendorong tubuh suaminya.


"sayang..." rengek Juna manja kepada Rayna


"sholat dzuhur dulu bang"


Rayna pun berlalu ke kamar mandi di ikuti Juna setelah mereka melaksanakan sholat dzuhur bersama tanpa banyak tanya Juna segera menggendong tubuh Rayna ke atas kasurnya.


"abang siang-siang begini?"


"kenapa,,,? mau siang Sore pagi malam sama aja abang udah ga bisa menahan rindu lagi"


Juna pun mencium bibir Rayna setelah itu Juna turun mencium leher Rayna tangannya ikut aktip membuka kancing baju Rayna sekejap mata baju itupun terlepas dari tubuh Rayna


Terlihat aset Rayna yang tertutup kain berenda sungguh sangat menggoda Juna untuk menjamahnya,Juna melepas ciumanya ia menatap wajah Rayna matanya nampak terpancar gairah yang sangat besar setelah sekian lama ia berpuasa menahan hasrat di tinggal Rayna maka saat ini saatnya balas dendam tidak membiarkan Rayna lolos sedetikpun.

__ADS_1


__ADS_2