GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
merajuk


__ADS_3

Rayna tampak menundukan kepalanya di atas meja dengan menopang pada kedua tanganya yang di lipat ia ternyata sangat kelelahan tidak ada sebutir pun nasi yang masuk ke dalam perutnya hari ini, Rayna benar-benar seperti orang berpuasa hanya fokus pada pekerjaanya.Tidak lama kemudian Rayna beranjak ke pantry untuk membuat kopi panas buat Juna.


Hampir 10 menit Juna tidak melihat Rayna kembali ke ruanganya Juna sudah menyelesaikan semua pekerjaan Rayna ia pun merapikan kembali berkas-berkas yang berserakan di meja setelah itu ia menyusul Rayna ke pantry.


Juna terkaget melihat air yang sudah mengering dan kepulan asal di atas panci sedangkan Rayna sendiri tertidur sambil berdiri ia menyandarkan tubuhnya di dinding tembok.


"sayang... " teriak Juna ia segera mematikan kompor.


Sontak teriakan Juna mengagetkan Rayna dia pun terbangun dan melihat kepulan asap di atas panci.


"astagfirullah, maaf bang aku lupa"


Juna segera menarik Rayna keluar pantry.


"kamu kenapa sampai tertidur di sana kalo terjadi kebakaran bagaimana" bentak Juna.


Ia tidak habis pikir dengan Rayna bisa-bisa nya tidur disaat sedang memasak air untuk segelas kopi.


"ayo pulang pekerjaan kamu sudah selesai, kamu tidak apa-apa" tanya Juna ia mengecek kondisi tubuh Rayna.


"Aku tidak apa-apa"..Rayna menepis tangan Juna lalu pergi mengambil tas dan berlalu lebih dulu keluar ruangan.Rayna merasa seperti orang bodoh di hadapan Juna bisa-bisa nya ia tertidur ketika sedang membuat secangkir kopi.


Juna pun segera menyusul Rayna.


Di dalam mobil Rayna tampak tidak bersuara begitupun Juna sesekali Juna melirik ke arah Rayna.


Rayna menatap lurus ke depan hatinya benar-benar sedang tidak baik seharian ini Juna sudah berapa kali membentaknya karna keteledoranya, Rayna merasa malu kepada suaminya sendiri.


"sayang kita makan dulu ya" ajak Juna ia merasa khawatir dari pagi Rayna tidak makan sama sekali.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Rayna ia hanya diam membisu.


Juna merasa sudah habis kesabarannya menghadapi sikap Rayna hari ini.


Juna pun menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"mau kamu apa sih? dari tadi aku tanya ga di jawab sama sekali aku pesenin makanan ga di makan pekerjaan kamu aku sudah beresin semua aku harus gimana lagi, aku juga cape seharian kerja menghadapi semua masalah di kantor ditambah sikap kamu seperti ini bisa ga kamu ngerti aku sedikit saja"

__ADS_1


Teriakan Juna membuat hati Rayna bertambah sakit ia tidak mengeluarkan sepatah katapun.Air matanya merembes melaui celah celah matanya dengan cepat ia menghapus air matanya andai bisa ingin rasanya ia berteriak mengeluarkan kekesalan hatinya.


Melihat amarah Juna yang seperti itu Rayna hanya bisa diam tertunduk sambil sesesekali mengusap air matanya. Juna meremas stir kemudinya lalu ia melajukan kembali mobilnya.


Setelah sampai di depan kosanya Rayna turun terlebih dahulu. Juna tidak langsung keluar dari mobilnya ia terlebih dahulu mendinginkan hatinya yang sedang panas Juna memijit kepalanya yang seakan ingin pecah.


15 menit Juna berada di dalam mobil kemudian ia beranjak keluar.Setelah masuk ke dalam kosanya Juna melihat Rayna sedang memasak di dapur ia pun berlalu masuk ke dalam kamarnya dan mandi.Tidak lama kemudian Juna terlihat sudah segar dengan rambut yang basah dan baju santainya celana pendek dan kaos oblong biasa berbeda dengan Rayna yang masih memakai baju kerja berkutat di depan kompor, setelah beres dan menyajikan makan malam di meja makan kecilnya Rayna beranjak masuk ke dalam kamarnya sedangkan Juna menyeduh kopi instan dan membawanya ke ruang tamu.


Sudah setengah jam Juna menunggu Rayna keluar dari kamar perutnya sudah tidak tahan ingin segera di isi.


di luar kamarnya juna memanggil istrinya.


"sayang ayo cepet keluar abang sudah lapar"


karna tidak ada jawaban dari Rayna Juna pun masuk ke dalam kamarnya Juna melihat Rayna tertidur di lantai masih memakai mukena beralaskan sajadah.


Juna pun mendekati tubuh Rayna hatinya terasa trenyuh melihat sisa air mata Rayna yang jatuh membasahi pipi Putih Rayna. Hatinya tiba-tiba pilu melihat istrinya seperti ini.


"maafkan abang sayang maafkan atas ketidak sabaran abang menghadapi sikap kamu maafkan abang yang sudah menyakiti hati kamu"


Juna pun memeluk Rayna ke dalam dekapanya menciumi seluruh wajah Rayna setelah itu Juna mengangkat tubuh Rayna ke atas kasur.


"abang,, aku sesak" Rayna berusaha melepaskan pelukan Juna tapi Juna seakan enggan melepaskan Rayna ia semakin mendekap Rayna dan menciumi seluruh wajahnya.


"sayang,, maafi abang"


Mendengar penuturan maaf dari Juna tiba-tiba Rayna pun teringat akan sikap Juna seharian ini yang terus memarahinya.Rayna pun mendorong tubuh Juna.


Dari tadi siang Rayna sudah menahan perasaanya menahan segala amarahnya tapi saat ini ia tidak bisa lagi membendung semua perasaanya.


Rayna menangis dan ia menutupi wajahnya dengan selimut yang dia pakai.


Juna lalu merangkul membalikan tubuh Rayna yang membelakanginya.


"kamu selalu seperti ini menahan semua perasaan kamu sendiri"


Juna mendekap tubuh Rayna lalu ia menangkup wajah Rayna.

__ADS_1


Juna melihat ada bias kesedihan di wajah istrinya itu dan air mata yang terus jatuh membasahi pipinya, Juna lalu menyusut air mata Rayna dengan jari-jari tanganya.


"kamu marah sama Abang karna masalah di kantor?"


Rayna menggelengkan kepalanya.


"kalo kamu tidak marah kenapa sikap kamu seharian ini buat abang menjadi serba salah, maafin abang sayang abang ga bermaksud menyakiti kamu"


Rayna pun menyusut air matanya.


"aku hanya malu sama abang kenapa aku begitu bodoh untuk melakukan pekerjaan itu saja aku tidak bisa sedangkan abang hanya memakan waktu satu jam abang bisa menyelesaikan semua pekerjaan aku sedangkan aku harus menghabiskan waktu seharian untuk bisa menyelesaikanya aku benar-benar wanita bodoh"


Juna tersenyum mendengar penuturan Rayna.


"aku memang cinta dan sayang sama wanita bodoh ini kamu memang tipe aku banget bodoh tapi gemesin"


Juna tidak sadar candaanya barusan semakin membuat Rayna insecure...Ia pun menundukan kepalanya.


"maka dari itu aku semakin tidak ingin orang lain tahu kalo akun istri abang, aku tidak ingin abang malu punya istri bodoh macam aku seharusnya yang menjadi istri abang itu dia harus cantik dan pintar abang ga akan malu punya istri seperti itu.


Juna terkaget mendengar Rayna berkata seperti itu.


"abang bercanda sayang,, kamu wanita hebat"


"Sudahlah bang... kamu belum makan ayo aku temani aku cuci muka dulu"


Belum sempat Rayna turun dari ranjang Juna sudah menarik tangan Rayna.


Juna menindih tubuh Rayna,,, bibirnya sibuk menciumi setiap inci wajah Rayna.


"Dengarkan hanya kamu wanita terhebat yang abang punya selain mama dan Elma, kamu yang nantinya akan melahirkan anak-anak abang, abang tidak peduli meskipun di luaran sana banyak yang lebih cantik lebih pintar atau lebih segala-galanya dari kamu hati abang tetap milik kamu"


Cup.. Juna pun mengakhiri pembicaraanya dengan Rayna dengan mencium bibir Rayna.


"ayo kita makan abang sudah lapar" ujarnya sambil tersenyum jahil kepada Rayna.


"ishh kesempatan banget dari tadi cium-cium mulu"

__ADS_1


Akhirnya Rayna dan Juna pun makan bersama.


__ADS_2