
Berada di kota yang berbeda dengan Juna membuat hati Rayna terkadang merasakan rindu yang menggebu andai Juna tahu bagaimana perasaanya saat ini di balik luka yang menganga tersimpan kasih sayang dan cinta yang begitu besar kepada suaminya apalagi sekarang ada buah cinta mereka di dalam rahimnya.
"Sedang apa papamu di sana, apa papamu merindukan kita, ataukah papamu sudah melupakan kita".
Sambil mengusap perutnya yang masih rata ia curahkan perasaanya, seakan bayi yang ada dalam kandunganya bisa merasakan kegalauan hatinya.
Rayna terduduk di bangku panjang menghadap kolam ikan suasana villa yang dingin karna berada di pegunungan membuat hati Rayna menjadi tenang. Sebulan sudah ia habiskan waktu di sana menata hati dan perasaan.Mama Rita selalu setia menemaninya terkadang beliau pulang seminggu sekali untuk menjenguk papa Reza, aku sangat bersyukur mempunyai mertua yang amat sangat peduli kepadaku.
Selama satu bulan ini Rayna izin tidak masuk kerja awalnya Rayna memutuskan untuk resign tapi karna kebijakan dari perusahaan Rayna di perbolehkan izin selama kesehatanya belum stabil.
Sengaja ia memutus kontak dengan dunia luar,karna ia tidak ingin ada yang mengganggu dirinya.Selama satu bulan juga ia tidak pernah mengaktifkan handphonenya sesekali bila ada keperluan ia menggunakan telephone rumah.
Mama Rita baru saja pulang dari pusat perbelanjaan di temani Juna,ia membeli perlengkapan ibu hamil mulai dari susu biskuit dan buah-buahan.Biasanya di saat weekend seperti ini Juna akan menghabiskan waktu bersama Rayna walau itu hanya sekedar memasak dan menonton di rumah atau sekedar jalan-jalan ke mall.Juna sangat merindukan moment itu.
"Mama belanja keperluan ibu hamil untuk siapa? tanya Juna"
"Ini untuk anak temen mama dia lagi hamil, sekalian mau menjenguk gimana kabarnya"
Juna termenung ia mengingat istrinya, selama ini ia sering sekali melakukan hubungan suami istri tapi Rayna tidak terlihat ada tanda-tanda hamil.
Mama Rita tersenyum melihat ke arah Juna.
"Kamu mau ga temenin mama menjenguk anak temen mama?soalnya rumahnya jauh, ini mama repot bawa banyak barang seperti ini"
"Ya udah Juna temenin"
Mereka pun akhirnya berangkat,saat sampai gerbang tol Pasteur Bandung Juna mulai bertanya.
"Aku kira cuma sekitaran Jakarta ga taunya sampe keluar kota begini"
"Kamu nyesel nganter mama"
"Bukan gitu ma, ya heran aja nengok anak temen sampe bela-belain ke Bandung segala tapi bentar ma ko arahnya sama seperti ke arah villa kita ya"
__ADS_1
"Iya,, rumahnya emang berdekatan dengan villa kita makanya mama ajak kamu supaya kamu bisa rehat lah disana, mama tahu sejak kepergian Rayna kamu banyak pikiran kurang istirahat mencari kesana kemari".
Setibanya di villa mereka langsung membereskan barang bawaan dan memasukanya ke dalam villa.
Juna terlihat langsung memasuki kamar yang biasa ia tempati.Rayna dan Juna tidak bisa langsung bertemu. Rayna memilih tinggal di paviliun belakang villa karna tempatnya yang tidak terlalu besar dan depanya langsung menghadap kolam ikan sedangkan Juna ada di villa utama.Hingga waktu malam tiba Juna menghampiri mamanya yang ada di dapur.
"Mama kapan akan menengok anak temen mama itu, aku ga bisa lama-lama tinggal disini senin aku harus sudah kembali ke Jakarta"
"Sebentar lagi, mama lagi nyuruh mang Parman beli sate maranggi yang ada di ujung jalan sana, itu yang lagi ngidam titip pengen sate maranggi"
Juna merasa heran dengan sikap mamanya yang begitu perhatian kepada anak sahabatnya.
"Kenapa dia malah nyuruh mama, emang kemana suaminya?".
" Mereka berpisah suaminya mencintai wanita lain"
"Gak punya perasaan banget istri hamil mikirin wanita lain, geram Juna"
Mama Rita tersenyum melihat sikap Juna.
Juna pun tiba-tiba teringat pada Rayna ia pun sebetulnya sama disaat sudah memiliki istri tapi dia masih memikirkan wanita lain.
"Mang Parman udah sampe katanya kita langsung kesana aja"
"Kita ga pake mobil ma?"
"Deket,, ngapain pake mobil"
Tidak lama kemudian mereka pun sampai didepan pintu paviliun.
"Dia tinggal di villa kita ma?"
Mama Rita tidak menjawab pertanyaan Juna ia segera mengetuk pintu.
__ADS_1
"Asaalamualaikum... "
"Waalikum salam,,"
Terdengar dari dalam jawaban salam seorang wanita, Juna merasa familiar dengan suara itu ia merasa suara itu seperti suara orang yang selalu di rindukanya.
"Apa karna rasa rinduku yang begitu besar terhadap Rayna sehingga aku sampe berhalusinasi seperti ini, tidak mungkin itu Rayna ini wanita hamil yang berpisah dengan suaminya"
Tidak lama kemudian pintu itu pun terbuka, Juna terpaku melihat siapa wanita yang membuka pintu, wanita yang selama ini ia cari wanita yang selama ini ia rindukan dan paling membuat dia kaget ternyata wanita hamil yang berpisah dengan suaminya ternyata Rayna istrinya sendiri.
Rayna pun kaget melihat Juna ada di depan matanya, laki-laki yang selalu ia rindukan satu bulan ini sudah berdiri di hadapan ya.
Juna langsung memeluk Rayna, isak tangis pun pecah betapa ia sangat bahagia Karna telah bertemu dengan Rayna apalagi ia tahu kalo Rayna sedang mengandung anaknya.
Juna pun tidak berhenti menciumi wajah Rayna dan mencium perut rata istrinya itu.
"Aku minta maaf sayang,, aku mohon jangan tinggalkan aku lagi aku ga bisa hidup tanpa kamu"
Rayna tidak bisa berkata apa-apa selain menangis.
Antara senang sekaligus bingung ia harus bersikap bagaimana terhadap Juna.
"Ma... ucap Rayna lirih"
"Maafin mama sayang,,,sudah waktunya kamu bertemu dengan suamimu, kasihan bayi yang ada dalam kandunganmu dia pasti membutuhkan sosok ayah,di masa-masa ngidam seperti ini kamu akan membutuhkan sosok suami yang akan menguatkan kamu"
"Tapi ma,,,, "
"Maafkan aku Rayna... aku berjanji akan menjaga kamu juga calon anak kita aku tidak ingin berpisah lagi sama kamu, aku benar-benar ga bisa hidup tanpa kamu"
Rayna pun menarik napas panjang.
"Jujur bang aku pun berat meninggalkan kamu tapi rasa sakit ini masih belum sepenuhnya sembuh terkadang aku sangat membencimu tapi aku juga merindukan kamu.Aku tidak boleh egois karna sekarang aku tidak sendiri ada nyawa lain yang harus aku lindungi anak kita membutuhkan ayahnya. Baiklah aku akan ikut pulang bersamamu asal kamu bisa janji tidak akan membuka kembali luka di hatiku"
__ADS_1
"Aku berjanji Rayna,,,"
Mama Rita pun akhirnya lega bisa melihat anak dan menantunya bersatu kembali.