
Sabtu sore Rio mendapat telephone dari orang suruhanya bahwa mereka menemukan jejak Rayna.
"siapakan tiket pesawat malam ini aku tidak mau membuang-buang waktu jangan sampai si brengsek itu menemukan Rayna terlebih dahulu"
Rio tampak tidak sabar ingin segera pergi bertemu Rayna.Tekadnya sudah bulat ia akan merebut Rayna dari Juna,,
Minggu pagi Rayna sudah tampak bersiap pukul 10.00 pagi teman-temanya akan datang menjemputnya mereka akan nonton bersama.Tidak lama kemudian teman-teman Rayna datang menjemput.
"setelah nonton aku pengen main di Timezone dulu ya gapapa kan bumil kita bawa jalan-jalan hari ini ucap Jeni"
"gapapa aku sih seneng-seneng aja di ajak main anak perawan Hi... Hi.. Hi... "
"kalo cape bilang ya jangan maksain"
"cie..nasrul perhatian nihh sama Rayna.. "
"jelas perhatian lah karna diakan ibu hamil yang harus extra di jaga".
Mereka pun akhirnya tiba di mall X.. setelah memarkirkan mobil mereka berjalan masuk arul tampak berjalan di belakang Rayna sedangkan Anggi dan Jeni berjalan di samping Rayna.
"Hari ini kita nonton film apa ya..?"
"aku pengen nonton horor yang lagi viral sekarang"
"yang bener aja nonton film horor lalu Rayna gimana,, masa ibu hamil nonton film begituan kasian jabang bayinya" ujar Nasrul
"udah gapapa kalian nonton aja aku emang ga niat nonton aku nunggu sana aja" Rayna menunjuk salah satu sudut tempat ngopi.
"beneran Rayy gak apa-apa kita tinggal"
"ya ga apa-apa aku ga akan kemana-kemana tenang aja"
"ya udah kita mau beli tiketnya dulu janji ya jangan kemana-mana"
'iya"
Akhirnya Jeni Anggi dan Nasrul pergi membeli tiket film,, Rayna berlalu pergi ke salah satu stand coffe.
Setelah satu jam menunggu akhirnya mereka muncul juga.
"maaf ya menunggu" Jeni merasa bersalah bukanya ia mengajak nonton Rayna tapi malah dia yang senang-senang sendiri.
"gapapa Jeni tenang aja,, yu kita mau kemana lagi pegel aku duduk dari tadi"
"kita ga usah ke timezone ya kasian Rayna mending kita beliin Rayna baju hamil gimana itung-itung permintaan maaf udah buat bumil menunggu" ajar Nasrul.
"aku setuju yukk"
"ga usah aku masih ada baju yang muat,,hamil ku kan belum terlalu besar"
"udah ngikut aja"
Di saat mereka berjalan tiba-tiba dari kejauhan Rayna melihat Juna di salah satu sudut cafe,Juna terlihat sedang bersama beberapa orang entah siapa mungkin temanya atau partner kantornya.
Tanpa aba-aba Rayna langsung membalikan badanya keringat mengucur di dahinya tanganya bergetar jantungnya bedetak kencang kakinya seakan seperti agar-agat lemas tak berdaya.
"Kamu kenapa Rayna kamu sakit ko mukamu sampe pucat"
__ADS_1
Tidak lama kemudian Rayna pun jatuh pingsan.
"Rayna.. Rayna.. "
Teman-temanya berusaha membangunkan Rayna tapi tidak kunjung sadar.
"mba mending di bawa aja ke klinik terdekat kasian lagi hamil ujar salah satu pengunjung mall. "
Nasrul pun dengan sigap menggendong Rayna menuju parkiran mobil...
Dari kejauhan Juna melihat kerumunan orang-orang ia tidak terlalu memperhatikan tapi samar-samar terdengar ada wanita hamil pingsan.
Rayna segera di bawa ke klinik terdekat dia langsung mendapatakan penanganan dokter,,
Tidak berselang lama setelah Rayna sadar ia diperbolehkan pulang, ia hanya perlu istirahat kondisinya yang edang hamil membuatnya mudah lelah.Meraka pun mengantarkan Rayna ke kosanya.
"Rayna maafin aku ya aku ga bermaksud bikin kamu cape" Jeni merasa bersalah telah mengajak Rayna jalan-jalan ke mall harusnya ia tahu kalo ibu hamil harus banyak istirahat. "aku gapapa Jen kamu jangan khawatir,,, oh ya besok sepertinya aku izin ga masuk kerja ya badanku masih kurang enak tolong bilang sama mba Retno"
"iya kalo gitu kita pamit pulang dulu,, istirahat ya kalo butuh apa-apa hubungi kita jangan maksain pergi sendiri" ucap Nasrul.
"iya cerewet,,, hii.. hii.. udah sana pulang aku mau istirahat"
Akhirnya mereka pun pulang tinggalah Rayna sendiri di kosanya, Rayna masih tidak percaya bisa bertemu Juna.
"Berati Juna ada di kota ini,, apa dia mencari aku atau dia sedang ada perjalanan bisnis?"
Pikiran Rayna benar-benar kalut hatinya mengatakan bahwa ia sangat merindukan suaminya Juna tapi di sisi lain ia juga takut bertemu Juna.
Kesalahanya meninggalkan Juna di saat statusnya yang masih menjadi istrinya tapi ia terpaksa melakukan itu demi bayi yang ada dalam kandunganya.
Ia tidak ingin kehilangan bayinya seperti dulu terlalu banyak beban penderitaan yang ia Terima selama hidup bersama Juna.
"siapa yang datang sore-sore begini"
Rayna pun beranjak membuka pintu, ketika pintu di buka ia terpaku menatap siapa yang ada di hadapan ya.
"pak Rio... "
"Hai Rayna... "
"Bapak tahu darimana aku disini?"
"apa aku tidak di izinkan masuk ke dalam"
Rayna masih terkaget dengan kehadiran Rio Rayna takut jika ia akan memberi tahu Juna dan keluarganya.
"eh.. emmm kita bisa bicara di luar pak ini kosan khusus wanita tidak enak bila bapak masuk kedalam"
"oke kali begitu cepat ganti baju kita akan pergi keluar"
"tapi pak... "
"tidak ada tapi-tapi.. aku tunggu kamu di depan gerbang itu"
Baru juga pulang dari klinik otak masih belum bisa sinkron badan masih agak meriang harus pergi lagi tapi kalo aku menolak amat sangat tidak menghargai pak Rio..
Setelah Rayna bersiap ia datang menghampiri Rio yang menunggunya di depan gerbang kosanya.
__ADS_1
"kita mau kemana pak?"
"kita nyari tempat buat ngobrol banyak yang ingin aku tanyakan ke kamu"
Akhirnya Rio membawa Rayna ke salah satu restoran mewah di kota itu Rio memilih ruangan privat.
"kamu mau pesan apa?"
"aku terserah bapak aja"
Rio pun memesan makanan kepada pelayan.
Lama hening Rio memperhatikan Rayna tidak ada sepatah pun kata keluar dari mulutnya.
"pak... "
"Apa alasan kamu meninggalkan Jakarta? apa karna itu..? sejurus mata Rio menatap ke arah perut buncit Rayna.
Rayna terdiam ia bingung harus berkata apa,, kenapa atasanya selalu ingin tahu masalahnya.
" jawab aku Rayna apa alasan kamu meninggalkan keluarga suami sahabat pekerjaan"
Rayna tampak menunduk bulir-bulir air matanya turun membasahi pipinya.
"aku hanya ingin melindungi bayiku,, aku tidak ingin kehilangan dia lagi"
"maksudmu..?? tanya Rio heran"
"Bapak tahu selama menikah aku tidak pernah bahagia selalu aja ada bayang-banyang mantan bang Juna di hidup kami berkali-aku pergi meninggalkan Bang Juna tapi dia selalu bisa membuat aku kembali trakhir aku kembali meninggalkanya sebelum aku pergi aku sudah memutuskan untuk menggugat cerai Bang Juna tapi tanpa aku sadari aku sedang mengandung anaknya,,tidak mungkin kami bercerai dengan kondisi aku sedang mengandung anaknya akhirnya aku putuskan untuk pergi meninggalkanya tanpa memberi tahu kan tentang kehamilanku aku tidak ingin bayinya merasakan kesedihan ibunya aku tidak ingin kejadian yang lalu terulang lagi.
"Apa kamu masih mencintai Juna?"
"Sampai kapan ku aku akan selalu mencintainya aku tidak bisa membencinya walaupun beribu luka yang ia toreh di hati aku"
"apa kamu tahu dia mencarimu? "
Rayna terdiam...
"aku sudah memutuskan untuk melupaknya bang Juna akan menikah dengan mantan kekasihnya aku hanya orang ketiga yang hadir dalam hidupnya aku sadar diri siapa aku,,aku hanya ingin hidup tenang bersama anaku hanya itu pak"ujar Rayna sambil berurai air mata
maaf pak seharusnya aku tidak bercerita ini"
Juna tidak menjawab pernyataan Rayna ia hanya menatap Rayna dengan sorot mata yang tidak bisa di artikan
oh ya kenapa bapak bisa tau tempat tinggal aku apa bapak sengaja ke kota ini ada urusan bisnis atau menemui kolega? tanya Rayna
"aku sengaja mencarimu" jawab Rio tegas
"kenapa pa? maaf aku resign tidak secara tertulis aku... belum selesai Rayna bicara tiba-tiba Rio menyela
" aku mencintaimu Rayna"
'hah... "Rayna benar-benar terkejut mendengar pengakuan Rio apa dirinya tidak salah dengar...
" bapak bercanda.. hii.. hii"
"tidak Rayna aku benar-benar mencintaimu,, apa wajahku menandakan aku sedang bercanda? lihat aku Rayna.
__ADS_1
Rayna mentap Rio tidak percaya.
"