GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
gelisah


__ADS_3

Rayna melihat jam sudah menunjukan pukul 01.15 malam,ia tampak gelisah menunggu suaminya yang belum juga pulang HP nya tidak bisa di hubungi,


"kemana bang Juna jam segini belum juga pulang"


Rayna tampak hilir mudik di dalam kamarnya karna waktu yang terus merangkak malam akhirnya Rayna memutuskan untuk tidur.


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 05.00 pagi Rayna tidak melihat ada Juna di dalam kamarnya apa suaminya itu tidak pulang?


Setelah melaksanakan sholat subuh Rayna beranjak ke luar ia melihat bi ipah sedang siap-siap memasak untuk sarapan pagi,sekelebat ia melihat di halaman depan rumah mobil Juna yang terpakir.


"bang Juna pulang, tapi dimana dia"


Akhirnya Rayna memutuskan mencari Juna ke semua ruangan tapi tidak nampak batang hidungnya trakhir ia membuka pintu kamar yang dia tempati dulu sewaktu pisah kamar dengan Juna, Rayna terhenyak melihat Juna ada tidur di kamar itu.


"kenapa bang Juna tidur di sana, apa dia salah masuk kamar atau kenapa??.


Rayna mencoba menepis pikiran-pikiran negatif tentang suaminya.Kondisi Rayna mulai membaik ia sengaja membantu bi ipah untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.Pukul 06.30 terlihat Juna keluar kamar ia menatap sekilas ke arah Rayna setelah itu bisa berlalu masuk kembali ke dalam kamar mereka, Rayna pun mengikuti suaminya masuk.


"Abang malam pulang jam berapa?"


"Entahlah aku tidak terlalu memperhatikan waktu" ucap Juna sambil berlalu ke kamar mandi. Rayna merasa aneh dengan sikap suaminya sebelum berangkat ia merasa suaminya baik-baik saja tapi kenapa setelah pulang ia merasa ada yang beda. Tanpa banyak bicara Rayna menyiapkan segala kebutuhan Juna mulai dari baju jas sepatu serta dasi. Juna terlihat keluar dari kamar mandi dengan wajah dingin tanpa ada sapaan atau senyuman seperti biasanya kepada Rayna.


Disaat Rayna akan memasangkan dasi tiba-tiba Juna menepis tangan Rayna.


"aku bisa sendiri"


Rayna tampak terkejut dengan sikap Juna, kenapa jadi tiba-tiba dingin kepadanya.


"Abang kenapa? apa aku ada salah"


Juna tidak menjawab ia hanya menatap sekilas ke arah Rayna.


"abang kalo aku ada salah bicara, bentak Rayna"


"ini masih pagi jangan teriak," ucap Juna kasar.


Rayna menatap Juna dengan penuh emosi lalu ia pun beranjak keluar kamar hatinya benar-benar kesal dengan tingkah Juna.


Di meja makan pun sama Juna tampak dingin enggan bercerita atau menyapanya Rayna tampak semakin kesal dengan sikap Juna. Akhirnya Rayna berdiri ia tidak menghabiskan sarapan ya.


"mau kemana kamu habiskan sarapanya'' tegur Juna

__ADS_1


" tidak selera"


Rayna pun kembali ke kamarnya, ia duduk di meja riasnya menatap dirinya sendiri sesekali ia usap air matanya.


"ada apa dengan bang Juna kenapa ia sekasar ini marah-marah tidak jelas terhadapnya,apa dia menyesal telah memutuskan Manda"batin Rayna.


Terdengar suara pintu kamar yang terbuka Rayna cepat-cepat menyusut air matanya dan beranjak pergi ke kamar mandi saat ini ia tidak ingin melihat Juna.


"Rayna abang pergi dulu"


Tidak ada jawaban dari Rayna, ia benar-benar kesal terhadap Juna.


Di kantor Juna tidak bisa berkonsentrasi dengan benar semua metting yang ia ikuti tidak satupun yang bisa masuk ke kepalanya pikiranya selalu teringat kepada Manda.


Semalam setelah Juna mengungkapkan tentang pernikahanya dengan Rayna betapa Manda sangat kaget dan shok ia terlihat tidak percaya menangis sejadi-jadinya harapanya membangun rumah tangga bersama lelaki yang di pacarinya selama 6 tahun hancur sudah tidak bersisa, betapa Juna sangat terpukul melihat Manda seperti itu,sesekali Juna melihat Manda seperti menangis terkadang ia tertawa,, iya tertawa atas kebodohanya percaya dengan semua janji-janji manis Juna. Entah sampai jam berapa Juna menemani Manda ia melihat Manda benar-benar hancur ia tidak bisa pergi begitu saja meninggalkan wanita yang selama ini telah menjadi bagian dari hidupnya.Setelah Juna mengantar Manda pulang ke apartemenya Juna segera bergegas pulang ke rumah, ia sengaja tidak masuk ke kamarnya ia memilih tidur di samping kamarnya. Saat ini hatinya sedang kacau, entah kenapa tanpa ia sadari ia tidak ingin melihat Rayna atau bertegur sapa dengannya. Pikiranya penuh dengan Manda, ada rasa penyesalan di hatinya kenapa ia sampai mengabaikan Rayna. Setelah sadar akan kekhilafanya ia segera menghubungi ponsel Rayna.


"kenapa tidak diangkat juga padahal dia sedang online" pikir Juna


Berkali-kali Juna menghubungi tapi Rayna tidak Rayna mengangkatnya malah sengaja Rayna mematikan ponselnya.


"Untuk apa dia menghubungi aku jika ingin marah-marah nanti saja saat dia pulang kerja" gerutu Rayna.


Sore hari seperti biasa selepas mandi dan melaksanakan sholat ashar Rayna akan bersantai di ruang TV,, hari ini Rayna sedikit berdandan dengan memakai dres pendek yang lenganya terbuka.Kalo sekedar di rumah tidak ada salahnya kalo ia memakai baju yang minim.Sebenarnya tidak ada niatan ia ingin terlihat cantik di depan suaminya ia hanya mencoba hal baru apa dia pantas memakainya saat di rumah.


Tidak lama kemudian Juna terlihat sudah pulang Rayna tidak menyadarinya karena terlalu asik menonton.Saat Juna masuk ke dalam rumah deg... hatinya berdebar sangat cepat ia melihat istrinya terlihat sangat cantik memakai dres minim tanpa lengan dengan wajah yang sedikit di beri polesan.Juna pun segera menghampiri Rayna ia ingin segera meminta maaf atas sikapnya tadi pagi.


"Assalamu'alaikum.. sayang abang pulang sapa Juna sambil tersenyum"


"waalaikumsalam,, "Rayna melirik ternyata juna pulang sore.


Juna duduk di sebelah Rayna sembari melepas dasi dan menggulung lengan bajunya.Sekelebat Rayna menghirup aroma tubuh suaminya antara bau keringat dan parfum maskulin milik suaminya hatinya berdesir seandainya ia sedang tidak marahan sama juna ingin rasanya ia memeluk suaminya itu. Tapi rasa itu ia tahan terlalu gengsi untuk bersikap seperti itu di saat ia sedang tidak bertegur sapa dengan Juna.


"aku akan menyiapakan air hangat" saat Rayna beranjak berdiri Juna secar repleks langsung menarik tangan Rayna hingga ia terjatuh dalam pangkuan Juna.


"Abang minta maaf atas sikap abang tadi pagi"


"hemm" jawab Rayna singkat


"kenapa jawabanya singkat banget'


" trus aku harus gimana"

__ADS_1


" ya udah gapapa yang penting kamu udah maafin abang,,, ucap Juna sambil mengelus-ngekus paha Rayna.


"sayang sore ini kamu cantik banget mau kemana?"


"ga ke mana-mana emang mau kemana" Rayna menjawabnya dengan ketus.


"Iya abang tau abang salah sama kamu,, makanya abang sengaja pulang lebih awal ingin minta maaf sama kamu,, trus tadi kenapa tlp abang kamu rijek padahal abang mau ajak kamu dinner malam ini sebagai bentuk permintaan maaf abang eh ga taunya kamu udah siap"Juna Sengaja berbohong kepada Rayna ia hanya ingin menyenangkan hati istrinya padahal tadi ia tidak ada rencana malam ini dinner di luar.


"ya udah kalo mau makan di luar abang mandi dulu aku mau siap-siap dulu aku ga mau keluar pake baju minim seperti ini" walaupun terlihat ketus tapi Rayna tampak menyembunyikan senyumnya.


"kalo mau senyum ga usah di tahan senyum aja goda Juna"


"tau ahh.."


"sayang kamu hari ini cantik banget seksi lagi abang suka liatnya tapi ingat kalo di luar jangan berdandan kaya gini cukup di rumah aja cukup abang aja yang bisa menikmati keindahan ini"rayu Juna


"gombal ahh,, udah aahh aku mau nyiapin air anget dulu buat mandi abang"


",, kiss abang dulu"


"ga mau bau"


"idih ga sopan banget bilang abang bau,,kiss dulu bentar aja"


Akhirnya Rayna luluh juga bukan Juna kalo ia tidak jago merayu Rayna..


"cup.. udah"


"bentar banget sih gini nih kalo ngekiss suami yang bener akhirnya Juna meraih tengkuk Rayna ia ******* habis bibir Rayna sedikit agak lama Rayna dan Juna sama-sama menikmati ciuman mereka apalagi Rayna sudah sejak darai tadi ingin memeluk Juna dan sekarang ada kesempatan Juna yang meminta😄


"udah,, mandi dulu nanti keburu sore aku ga mau pulang malam besok aku harus kerja" ucap Rayna


"emang kamu udah sehat?abang ga izinin kamu kerja kalo masih belum fit"


"aku udah sehat aku bosan di rumah ga ada kegiatan boleh ya, aku udah konfirmasi sama Aryan besok aku masuk,, kasian dia pasti kerja rodi selama aku ga ada"


"konfirmasi ga bilang-bilang" .


"siapa suruh tadi pagi marah-marah ga jelas ya udah ngapain juga harus izin sama abang,abang udah ga peduli lagi sama aku"


"ngomong kaya gitu lagi abang cium kamu,,, pokoknya nanti abang ceritain sama kamu sekarang abang mau mandi dulu" Akhirnya Juna beranjak ke kamarnya ia menghindari Rayna membahas tentang Manda.

__ADS_1


__ADS_2