GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
cemburu tak beralasan


__ADS_3

Setelah makan siang Juna berencana pulang terlebih dahulu ke rumah ia tidak ingin Rayna salah paham kepadanya.


"bro tolong lu beresin semua ntar gw minta laporannya di kantor gw balik dulu ke rumah nanti gw balik lagi ke kantor"


"dihhh takut bini dia sekarang"ledek Adi


" bukan takut lebih tepatnya menghargai perasaan istri, ya udah gw cabut dulu Manda sorry aku duluan"


"iya.. jawab Manda dengan muka datar


30 menit kemudian Juna sampai di depan rumah mereka ia segera masuk ke dalam rumah.


" bi Rayna sudah pulang?"


"sudah,, tadi langsung masuk kamar"


Juna pun segera masuk ke kamar ia melihat Rayna sedang tidur.


Juna pun lalu keluar dari kamar.


"Rayna udah lama tidurnya bi?


" udah mas sejak dari pulang kantor mas Juna neng Rayna langsung masuk sampe sekarang belum keluar lagi"


"ehmm.."


Juna kembali masuk ke kamarnya ia melihat Rayna masih tertidur dengan posisi menyamping menghadap tembok hingga beberapa saat Juna menunggu Rayna tidak bangun-bangun Juna lalu menghampiri Rayna ia mencium kepala Rayna.


"sayang abang pergi kerja lagi ya"


karna tidak ada reaksi apa-apa Juna pun beranjak pergi membuka pintu setelah itu ia menutup kembali.


Sebenarnya Rayna tidak tidur ia hanya berpura-pura tidur Rayna merasa kesal kepada Juna.Rayna pun menarik napas panjang sambil membuka matanya lalu dia pun duduk berselonjor kaki di atas kasur tanganya ia tumpu ke belakang untuk menahan berat tubuhnya tatapanya seperti orang sedang melamun.


Rayna tidak tahu jika di ujung pintu Juna sedang berdiri melihat dirinya.


"udah dramanya"


Sontak Rayna terkaget ia melihat Juna ada di ujung pintunya.


"astagfirullah...abang ngapain masih di situ ngagetin aja"


"sengaja mau tau sampe mana drama tidur kamu"


"siapa yang ngdrama aku memang tidur cape ngantuk"


"kalo orang tidur napasnya ga akan kaya yang lagi di kejar hantu cepet banget ga ada tenang-tenangnya kenapa marah lagi"


"siapa yang marah? aku biasa aja" jawab Rayna dengan muka jutek


Juna pun menghampiri Rayna ia duduk di ujung kasur.


"kalo ga marah kenapa mukanya jutek gitu"


"perasaan abang kali aku mah biasa aja".


" yakin... "


"tau ahh.. lier" Rayna pun beranjak turun dari kasur tapi sebelum kakinya menginjak lantai Tangan Juna dengan cepat menarik tubuh Rayna sampai ia terduduk di pangkuan Juna.


"mau kemana abang belum selesai bicara"


"mau ke kamar mandi mau kemana lagi,,, ujarnya ketus"

__ADS_1


"Juna pun menundukan kepalanya persis di hadapan perut Rayna.


" sayangnya papa anak papa yang baik tolong bilang sama mama jangan marah-marah terus dong sama papa"


"gimana ga marah liat suami jalan bareng sama mantan, tau gitu aku males tadi pergi ke kantor bang Juna sampe bela-belain bawa makan siang segala eh ga taunya yang di tuju lagi otewe mau makan berdua di resto"


"Udah... "


"apanya yang udah"


"marahnya,, kalo belum abang dengerin semua kekesalan kamu sama abang biar abang paham dan ngerti maunya kamu kaya gimana"


"tau ahh pusing ngomong sama abang awas aku mau ke kamar mandi"


'tunggu dulu sayang"


"aku udah ga kuat mau ke air.


Juna lalu melepaskan Rayna, ia menarik napas panjang harus extra sabar menghadapi ibu hamil moodnya suka berubah-ubah kadang baik kadang galak belum di jelasin apa-apa udah main senggol bacok aja.


5 menit kemudian Rayna keluar dari kamar mandi bukanya menghampiri Juna yang sedang menunggunya di sisi ranjang ia malah berjalan ke arah pintu mau keluar dengan secepat kilat Juna mendorong pintu dan menguncinya.


"abang belum selesai ngomong kamu mau pergi kemana"


"hareudang(gerah)di dalam mau ngangin di luar"


"tunggu sebentar abang mau ngomong duduk sini"


Juna lalu menuntun Rayna untuk duduk di sofa kamarnya.


"kamu cemburu?"


"apaan sih... "


Rayna tidak menjawab pertanyaan Juna rasanya terlalu memalukan kalo mengatakan Dirinya cemburu melihat Juna pergi keluar bersama Manda.


"kamu diam abang anggap kamu cemburu,, denger ya sayang perusahaan abang ada kerjasama dengan perusahaan Manda kebetulan dia yang pegang projek ini abang ga bisa menolak secara abang adalah pimpinan perusahaan yang di beri amanat untuk membuat perusahaan lebih maju lagi tadi kamu liat abang keluar kantor bersama Manda kalo kamu ngeliat abang kenapa ga nyamperin kita udah ga ada apa-apa lagi sayang abang ga mau terjadi kesalahan pahaman lagi sumpah Demi apapun hubungan abang dan Manda hanya sebatas kerjaan tidak lebih.Besok-besok kalo kamu liat abang di luar dengan siapa saja bukan hanya dengan Manda kamu ga usah ngindar atau sembunyi lebih baik samperin langsung biar kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi, abang sudah bilang ratusan kali sama kamu jangan pernah punya pikiran macam-macam jangan sakiti hati kamu sendiri dengan segala prasangka yang tidak-tidak.


Tampak Rayna menundukan kepala mendengarkan nasehat Juna.Lalu Juna pun menangkup wajah Rayna ia cium kening Rayna setelah itu Juna memeluk erat tubuh istrinya itu.


"cukup sudah penderitaan kamu dulu sekarang abang hanya ingin membuat kamu dan calon anak kita bahagia ga ada yang lain"


Rayna tersenyum mendengar penjelasan Juna ia merasa malu telah berprasangka jelek terhadap suaminya sendiri.


"aku minta maaf telah menuduh abang yang enggak-enggak"


"ya,,, ya udah abang harus kembali ke kantor lagi nanti pulang mau di bawain apa?"


"apa aja tapi kalau bisa aku mau martabak telor batagor pudding seblak ceker yang pedes cilung jambu kupas yang pake boncabe jus mangga sama mie tek-tek satu ya'


Juna menelan ludahnya sendiri apa ga salah istrinya memesan makanan segitu banyaknya.


"yakin sayang mau pesen semua itu?"


"memangnya kenapa kebanyakan aku pesenya"


"ehmm.. enggak ya nanti abang belikan kamu list aja pesenan kamu lewat WA nanti abang carikan ya udah abang pergi dulu ya"


Juna pun mencium kepala Rayna setelah itu dia pergi kembali ke kantor.


******


Setelah menerima chat dari Rayna yaitu list pesanan makanan yang di inginkan Rayna ia segera menyuruh salah seorang anak buahnya untuk membelikanya, Juna mengeluarkan beberapa uang lembaran warna merah kepada anak buahnya.

__ADS_1


"saya ingin sebelum jam 4 semua pesanan ini harus ada di meja saya"


'baik Pak"


Setelah memberi perintah Juna pun kembali bekerja..


Tidak terasa waktu sudah menujukan pukul 17.00 Juna melihat tumpukan makanan yang ada di hadapannya.


"apa ibu hamil makannya sebanyak ini, rasanya aku kenyang sendiri melihatnya tapi jika itu membuat anak kami sehat aku tidak masalah" Juna pun tersenyum setiap kali ia mengingat Rayna yang sedang hamil.Semenjak hamil kecantikan Rayna bertambah berkali-kali lipat entah karna aura seorang ibu hamil atau ia baru menyadari kecantikan alami yang di miliki Rayna yang selalu tersembunyi dari kesederhanaanya.


sesampainya Juna di rumah..


"asalamualaikum... sayang abang pulang sapa Juna dari arah ruang tamu.


" aku di belakang bang"


Saat Juna menyusul Rayna ke halaman belakang ia melihat Rayna dengan tatapan tidak percaya.


"cantik banget,,,istrinya siapa sihh ini? "


"apa sih abang gombal banget"


"serius sayang abang ngeliat kamu semenjak hamil lebih makin cantik abang jadi klepek-klepek kalo pulang kerja di sambut seperti ini tiap hari"


Rayna mencubit pinggang suaminya.. "


"sakit sayang.. "


"biarin habisnya ngegombal ga pake eling mana ada wanita gemuk kaya gini di bilang seksi sok aya-aya wae"


apa yang Juna katakan memang pada kenyataanya ia tidak sedang ngegombal tapi fakta adanya.


Hati Juna berdetak kencang ketika ia melihat Rayna memakai dres pendek di atas lutut warna merah maroon di tambah rambut Rayna yang masih basah tanpa ia keringkan dulu di tambah bibir Rayna yang ia poles dengan warna pink penampilan Rayna benar-benat membuatnya langsung turn on.


Juna pun mendekap tubuh Rayna dari belakang harum parfum Rayna sungguh membuat Juna melayang.


"sayang... "


Juna terus menciumi Rayna wajah leher dan segala yang nampak dan mudah di jangkaunya.


"abang aku geli.. "


"sayang... sekali aja yuk sekarang"


"abang ga liat sebentar lagi mau adzan magrib"


"tapi abang udah ga nahan kamu menggoda banget sayang"


Rayna terkikik amelihat wajah suaminya yang sudah....Ternyata rencananya berhasil kelemahan Juna hanya melihat dia memakai dres pendek di atas lutut rambut basah yang sengaja tidak ia keringkan dan bau parfum yang biasa di pakai sudah sukses membuat Juna berfantasi.


.Rayna pun terus menggoda Juna.


"abang besok-besok kalo udah pulang kerja jangan dulu mandi ya harus peluk aku dulu kaya gini aku suka bau tubuh abang terasa hemmmm banget bau keringat dan parfum yang menyatu tuh bikin aku pengen gigit abang"


Rayna pun terus memeluk tubuh Juna dengan erat.Sungguh apa yang di lakukan Rayna membuat Juna makin tidak tahan.


"sayang aku mandi dulu ya sebentar lagi sholat magrib"


"bentar lagi abang aku ingin meluk dulu kaya gini"


Padahal Rayna tau Juna sedang tersiksa dengan hasrat yang sudah di ujung ubun-ubunnya.


🌾tolong dukungannya kakak biar aku ada semangat buat up lagi.. terimaksih🙏

__ADS_1


__ADS_2