
Pagi itu adalah pagi pertama bagi Rayna dan Juna pergi ke tempat kerja yang sama.Ini merupakan pengalaman pertama bagi Rayna sekantor dengan suaminya.
"abang nanti aku turun di depan pintu gerbang aja biar orang-orang gak terlalu curiga"
"bilang aja ga sengaja ketemu di jalan.. toh kalo mereka tau juga kenapa kita suami istri"
Juna merasa tidak suka jika Rayna selalu menutupi statusnya.
"ishh abang ini kan udah aku jelasin apa alasan aku kenapa??"
iya.. iya nanti jam makan siang jangan ke mana-mana langsung masuk aja ke ruangan kita makan di ruangan abang aja"
"siap pak suami,, ya udah aku turun sekarang Assalamu'alaikum"
Rayna meraih tangan Juna belum juga ia sempat membuka pintu mobil tiba-tiba Juna menarik tubuh Rayna ia pun mencium kening dan bibir Rayna.
"jangan lupakan kebiasaan kita dulu morning kiss"
Rayna tersenyum secepat kilat ia mencium pipi Juna lalu beranjak turun dari mobil Juna.
Juna tersenyum senang ia melihat kembali kilatan cinta di mata Rayna.
*******
Dua minggu sudah perjalanan rumah tangga Juna dan Rayna tanpa ada masalah halangan dan rintangan Rayna merasa bahagia begitu di spesial kan oleh Juna.
Sikap dingin dan galak Juna yang dia tunjukan di khalayak umum berbanding terbalik jika mereka sedang berdua di rumah.Juna menuruti semua keinginan Rayna untuk tidak mempublish hubungan rumah tangga mereka di kantor Rayna hanya ingin bekerja dengan nyaman menikmati masa-masa akhir dia bekerja.
Siang itu sebelum jam makan siang Juna memerintahkan semua staff karyawanya untuk berkumpul di ruang metting sebagai kepala cabang Juna bertanggung jawab lebih dengan kinerja karyawan di bawah termasuk Rayna.
Juna menemukan ada beberapa kesalahan yang di lakukan bawahanya, sebagai seorang direktur di perusahaanya yang besar bukan hal sulit menemukan kesalahan di tempat kerjanya yang sekarang.
Setelah semua staff berkumpul di ruang metting ia pun segera masuk. Dengan wajah dingin dan galak ia menanyakan perihal kesalahan fatal yang di lakukan anak buahnya.
"Bisa di jelaskan kenapa sampai ada kesalahan seperti ini,, apa kalian tidak mengecek ulang pekerjaan kalian atau bagaimana bentaknya"
Rayna sampai terlonjak kaget melihat Juna marah seperti itu,, ini mengingatkan kembali kepada sikap Juna yang dulu.
"Kalian jangan main-main kita bekerja mengelola uang nasabah nama baik bank ini yang jadi taruhanya, tolong jelaskan kenapa sampai ada kesalahan fatal seperti ini"
Terlihat wajah Juna yang sangat marah tidak ada seorangpun karyawan yang berani bicara termasuk Rayna. Akhirnya ada salah seorang karyawan maju ia adalah karyawan senior yang sudah tahu seluk beluk dunia perbankan ia menjelaskan bahwa kesalahan bermula dilakukan oleh bagian divisi back office sehingga jadi meruntai ke mana-mana.
Rayna terkaget karena namanya di sebut sontak saja semua karyawan melirik ke arahnya.
Mau tidak mau Juna memperlakukan Rayna sama seperti karyawan lainya, ia tidak ingin ada bahasa pilih kasih semua karyawan yang ada di bawahnya harus bekerja dengan benar dan sesuai dengan aturan perusahaan.
__ADS_1
Dengan wajah yang sama dingin dan galak Juna menayakan beberapa hal kepada Rayna,, setelah Rayna mengecek pekerjaanya ternyata benar ada kesalahan dari pihaknya.
"maaf Pak saya yang salah semua berawal dari keteledoran saya" ucap Rayna
Juna merasa serba salah dalam posisi ini kesalahan yang di lakukan istrinya sungguh fatal ini menyangkut uang nasabah.
"bisa kamu profesional dalam bekerja bagaimana bisa kamu melakukan kesalahan seperti ini tolong jangan semaunya dalam bekerja kamu tahu imbas dari kesalahan kamu ini" ucap Juna
Juna merasa kalo dirinya berbicara dengan porsi orang normal tapi jangan ditanya bagaimana Rayna menanggapi perkataan Juna, ia merasa kerdil bodoh di hadapan suaminya sendiri. Sungguh sangat memalukan dipermalukan di hadapan semua orang.
Hatinya begitu dongkol ia marah kepada diri sendiri yang tidak becus dalam bekerja.
"maaf pak saya akan perbaiki semuanya,, untuk semua rekan-rekan saya minta maaf"
Tidak lama kemudian metting pun di bubarkan
"uhh dasar karyawan baru tapi laga kaya udah jadi senior,, gara-gara lu Rayna kita kena imbas di marahin pak Juna lu bisa ga sih kerja yang bener jangan oon di piara"ujar Maya
Entah kenapa sejak pertemuanya dengan Rayna dan Juna di mall beberapa minggu yang lalu membuatnya Maya membenci Rayna.
Rayna malas menanggapi ocehan seniornya itu ia tahu Maya benci dirinya karna melihat kedekatanya dengan Juna, bagaimana ga dekat toh Juna suaminya.
Rayna keluar dengan langkah lunglai sorot matanya penuh dengan kekecewaan pada dirinya sendiri. Ia tidak bisa menyalahkan Juna karna Juna bekerja sesuai dengan posisinya tapi ada sedikit rasa sakit di hati Rayna ketika ia di marahi suaminya sendiri di hadapan teman-teman yang lain.
Segera Rayna kembali ke meja kerjanya hari ini dia akan sangat sibuk membereskan semua kesalahanya semua berkas sudah menumpuk di mejanya ia menggulung kemeja panjangnya sampai siku hari ini ia akan benar-benar bekerja keras.
"sudah jam berapa sekarang cepat turun abang tunggu kita makan siang bareng"
"maaf aku sibuk,, "
Raynapun segera menutup panggilan Juna.
Juna tidak bisa langsung menemui Rayna di ruanganya karna akan mengundang perhatian karyawan lain dia pun memanggil salah satu OB nya untuk membelikan makanan untuk Rayna di kafetaria depan.Tidak menunggu waktu lama makanan pun sampai ke ruangan Juna.
"tolong kamu antar makanan itu ke Rayna dan kembalianya boleh kamu ambil buat makan siang kamu"
"terimaksih pak"
OB itupun beranjak menaiki tangga dan masuk ke dalam ruangan Rayna ia melihat banyak berkas diatas meja Rayna.
"maaf mba Rayy,, ini ada titipan makanan dari pak Juna"
"Ohh ya simpan aja mas terimaksih"
Rayna menjawab karyawan office boy itu tanpa melihat ke arah wajahnya hari ini ia benar-benar sibuk jangankan untuk makan siang untuk pergi ke toilet pun ia harus menahanya.
__ADS_1
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore biasanya Rayna akan segera turun menunggu Juna tapi sore ini ia memutuskan untuk lembur.
Di ruangan Juna sudah tidak bisa duduk dengan tenang ia menunggu semua karyawan di kantor pulang ia ingin segera menghampiri Rayna ia merasa sangat khawatir dengan keadaan Rayna.
Pukul 18.30 akhirnya setelah memastikan semua karyawan sudah pulang ia memutuskan untuk menemui Rayna di lantai atas karna Juna melihat Rayna tidak kunjung turun.
Ketika Juna sampai di depan pintu ruangan Rayna ia melihat tumpukan pekerjaan di meja Rayna segera ia masuk ke dalam.
"sayang sudah jam berapa ini semua karyawan sudah pulang kenapa kamu masih disini"
"abang bisa pulang duluan nanti aku bisa pulang sendiri pekerjaanku masih banyak" ucap Rayna tanpa menoleh ke arah Juna.
Juna melihat kiriman makananya masih utuh tidak di sentuh ia juga melihat minuman kopi starbucks yang ia pesan untuk Rayna juga seperti tidak di sentuh.
"kenapa makanan dan minuman kamu masih utuh sayang kamu tidak makan? "
"aku sibuk bang,, please jangan ganggu aku dulu untuk kali ini aku harus menyelesaikan malam ini juga"
"sayang sudah hentikan,,besok lagi diteruskan , kamu jangan memforsir tenaga kamu seperti ini nanti kamu sakit"
Melihat Rayna yang tidak mendengar perkataanya akhirnya Juna membentak dan menggebrak meja kerja Rayna.
"Rayna kamu dengar,, saya atasan kamu di sini saya melarang kamu meneruskan pekerjaan kamu cepat pulang sudah malam besok di teruskan lagi"
Rayna terdiam di ujung matanya sudah ada genangan air mata yang kalo ia berkedip aja sudah bisa di pastikan akan langsung jatuh membasahi pipinya.Dari siang Rayna sudah menahan perasaanya di marahi Juna di bully Maya hatinya benar-benar lelah untuk sekedar mendengar omelan Juna.
Dengan cepat Rayna memalingkan wajahnya ke arah lain secepat kilat ia menyusut air matanya.
Tapi sayang Juna sudah melihatnya ia merasa sangat bersalah kepada Rayna.
"aku akan membereskan pekerjaan ini malam ini juga, aku tidak mau menggantung pekerjaan ini sampai besok aku tidak ingin membuat ricuh suasana kantor karna kesalahan yang aku buat" Rayna pun kembali membereskan pekerjaanya.
Akhirnya Juna menarik tangan Rayna untuk berdiri ia menggeser tubuh Rayna untuk sedikit menjauh dari meja kerjanya dan ia sendiri yang duduk di kursi mengerjakan tugas Rayna.
Juna menggulung lengan kemejanya sampai siku ia juga membuka dasi yang di pakainya dengan membuka beberapa kancing atas kemejanya ia terlihat sangat seksi.Wajahnya menatap serius layar komputer Rayna tidak lama kemudian ia memilih beberapa berkas dan Juna pun memulai mengetik tanganya terlihat lincah dan cepat beberapa berkas bisa ia rampungkan dalam hitungan menit, tidak salah kalo ia bisa mencapai posisi direktur dengan cepat karna kepintaranya.
Rayna berdiri mematung melihat Juna mengerjakan pekerjaanya.
"daripada mematung seperti itu lebih baik kamu makan dulu dari tadi kamu tidak makan nanti sakit" ucap Juna tanpa menoleh ke arah Rayna.
Rayna merasa perutnya sudah kenyang dengan semua tumpukan pekerjaanya dan omelan semua orang ia tidak berselera makan sama sekali. Rayna pun menyandarkan tubuhnya ke meja kerja temanya yang ada di sebelahnya.
Ternyata tidak enak sekantor dengan suami, bohong kalo ada orang bilang enak sekantor dengan suami bisa di bela kalo ada kesalahan buktinya keprofesionalan dalam bekerja tetep no satu.. π
NB:maaf kalo kata-katanya kurang masuk pokoknya gitulah intinya Rayna bikin kesalahan yang imbasnya kena sama semua karyawan yg lainπ
__ADS_1
mohon dukungannya kkak2 sayang.. ππ