
Sore itu terlihat Juna sudah tampak segar dengan rambut basahnya sebelum Rayna bangun ia terlebih dahulu bangun dan membersihkan diri ia melihat Rayna masih bergelung di dalam selimut.
"sayang udah sore bangun kamu belum sholat ashar"
Rayna sedikit membuka matanya hidungnya mencium bau parfum khas laki-laki.
"abang mau kemana udah rapi wangi lagi? "
"emang kamu ga mau makan,, kita cari makan keluar cepet mandi udah sore"
iya,, iya.. "
Rayna pun berlalu ke kamar mandi, tidak menghabiskan waktu lama setelah selesai dari kamar mandi dan melaksanakan shalat ashar ia segera berpakaian dan berdandan sore ini Juna akan mengajaknya makan di luar.
Ini kali pertama setelah sekian lama berpisah Rayna dan Juna makan bersama di luar.
"kita mau makan di mana bang?"
"kita ke mall yang dekat aja di sana ada foodcourt kita bisa memilih berbagai macam makanan atau kamu punya ide kemana? "
"terserah abang aja"
Akhirnya Rayna dan Juna pun memasuki area parkir setelah memarkirkan mobilnya Juna dan Rayna berjalan sambil bergandengan tangan.
"Abang lebih baik kita belanja kebutuhan rumah tangga dulu selama di sini ga mungkin kan tiap mau makan harus keluar"
"ya terserah kamu aja"
Setelah selesai berbelanja kebutuhan pokok mereka pun beranjak menuju foodcourt tidak menunggu lama Rayna dan Juna sama-sama memesan seafood.
Tidak terasa sudah 3 jam Rayna dan Juna menghabiskan waktu di mall.
"ayo kita pulang atau ada yang masih kami ingin beli tanah Juna? "
"sudah cukup bang,, "
Ketika Rayna dan Juna berjalan beriringan dari arah depan tanpa mereka sadari Maya melihat keberadaan mereka.
__ADS_1
"Itukan Rayna sama pak Juna ngapain mereka berdua?"
Tanpa banyak tanya Maya menghampiri Juna.
"pak.. " sapanya
"ya.. eh kamu Maya"
"bapak sama Rayna kesini cuma bedua? "
Belum sempat Juna menjawab Rayna terlebih dahulu memotong pembicaraan Maya..
"iya,, tadi ga sengaja ketemu di sini jadi bareng lagian pak Juna kan baru pindahan dari Jakarta jadi masih kurang paham dengan daerah ini"
Juna melirik ke arah Rayna, matanya mengatakan kenapa harus berbohong akhirnya Juna lun hanya terdiam.
"Ohh begitu,, bapak kalo mau jalan-jalan tinggal hubungi aku aja nanti aku tunjukin tempat-tempat yang mau bapak kunjungi"
"terimaksih,, tapi sepertinya selama ada maps kita ga akan nyasar kalo mau ke mana-mana"
Juna memang terkenal dingin dan sombong.
"iya Pak.. ohh ya sekarang bapak mau kemana?"
"saya mau pulang lah mau kemana lagi'
glekkk Maya tampak menelan ludahnya..
" sombong banget nih laki-laki"
"ehh.. Maya kami permisi duluan ya"
Rayna dan Juna pun pergi meninggalkan Maya sendiri disana.
"sayang kamu ngapain bohong sama Si Maya bilang aja kalo kamu itu istri abang biar dia ga terlalu genit-genit sama abang muak abang liatnya juga"
"abang ga tau kalo peraturan di kantor melarang karyawanya mempunyai hubungan jangankan nikah pacaran aja ga boleh,, bisa kena sanksi emang itu aturan lama cuma masih di pake di kantor ini abang kan kepala canang masa iya ga tau"cibir Rayna
__ADS_1
"udah lah ga perlu di bahas males ngebahas si Maya"
Terlihat Rayna terkikik melihat wajah ngenes Juna.
Setelah mereka sampai di kosan Juna pun membawa barang-barang belajaan mereka ke dalam kosanya.
Sepanjang perjalan tadi Juna diam membisu entah kenapa ia merasa sakit hati ketika Rayna tidak memberitahukan Maya tentang status dirinya walaupun alasanya memang karna pekerjaan tapi ia merasa tidak peduli bila harus resign saat itu juga toh dia masih punya pekerjaan utama di Jakarta. Pekerjaanya di kota ini hanya karna misi membawa Rayna kembali pulang ke rumah mereka.
Rayna melihat Juna berlalu masuk ke dalam kamarnya ia pun segera membereskan semua bahan makanan ke dalam kulkas setelah beres ia segera menyusul Juna ke dalam kamar. Rayna melihat Juna membenamkan wajahnya di atas bantal.
"abang... "
"abang kenapa..?"ia pun mencolek-colek pinggang suaminya.Karna merasa tidak tahan di goda Rayna akhirnya Juna bangun.
" sayang jujur abang ga suka ya kamu seperti itu apa susahnya kamu bilang kalo abang itu suami kamu, abang ngerasa kamu kaya yang malu punya suami abang"
"astagfirullah abang,, buka begitu aku cuma ga mau banyak masalah di kantor aku ingin selama detik-detik terakhir di kantor memberi kesan baik bukan yg jelek toh kita cuma dua bulan lagi kan disini"
"iya,, tapi tetep abang ga suka kamu kaya gitu abang tuh pengenya kamu tunjukin sama dunian kalo abang itu suami kamu suami yang paling kamu sayangi kamu cintai suami yang akan membawa kebahagian buat hidup kamu"
"lebayy ah.. udah sana bersih-bersih dulu sholat ishya terus tidur udah malam besok kerja"
"masih siang sayang coba liat baru jam sembilan malam"
"ya terus kalo masih siang mau ngapain lagi? "tanya Rsyna
"abang mau lagi ya sayang,, tadikan siang pertama sekarang malam pertama.
Rayna menatap wajah suaminya.
" abang ga capek kita baru aja pulang dari mall sekarang minta jatah malam?"
"untuk urusan yang satu itu abang ga ada bahasa capek yang ada mau dan mau terus kamu itu udah kaya candu buat abang"
"terserah abang aja.. "
Akhirnya malam itu Rayna dan Juna kembali merangkul hasrat yang tidak ada habisnya berkali-kali Juna meminta Rayna untuk kembali menyatukan tubuh mereka. Rasa lelah sudah tidak bisa tertahan oleh Rayna tapi sebaliknya Juna tidak pernah merasa lelah buktinya untuk yang kesekian kali ia meminta Rayna untuk terus melayaninya.
__ADS_1
#terimaksih yang sudah suka rela ngasih likenya.. 🤗🤗