GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
terjatuh


__ADS_3

Di kantor Rayna merasa kurang enak badan kepalanya terasa pusing perutnya mual.Tapi ia memaksakan dirinya untuk bekerja, Sopi yang melihat kondisi temanya seperti itu segera menghampiri Rayna.


"Rayy... kamu sakit? "


"ga tau Sop,, Tiba-tiba badan meriang perut mual kepala pusing"


"ya udah istirahat aja dulu jangan maksain kerja atau aku antar pulang aja ya biar istirahat di rumah aja"


Rayna tidak menjawab obrolan Sopi kepalanya seakan semakin berputar,,, ia hanya merebahkan kepalanya di kursi kerjanya.


"kamu tunggu sebentar aku minta izin dulu"


Setelah menunggu beberapa menit terlihat Sopi datang bersama Panji.


"Rayy ayo pulang aku udah minta izin kamu pulang"


"Bisa jalan ga kalau engga aku gendong sampai bawah" ujar Panji


"ahh maunya elu kali gendong Rayna lu mau ada yang ngelaporin sama pak Juna"


"ga apa-apa aku bisa jalan tolong bawain tas aku"


Di saat Rayna dan Sopi berjalan baru sampe arah tangga tiba-tiba tubuh Rayna ambruk pingsan dan jatuh berguling dari atas tangga.


"astagfirullah... Rayna" ujar Sopi berteriak


Sontak teriakn Sopi menggemparkan seisi kantor.


Mereka segera berkerumun melihat keadaan Rayna terlihat darah segar keluar dari dahi Rayna.


"Panji cepat siapin mobil kita bawa ke rumah sakit" teriak Sopi


Samar terdengar desas desis mereka menayakan keberadaan Juna.


"udah bosan kali jadi di tinggalin,," ucap Maya kepada rekan-rekan yang lain.


Sopi yang mendengar Maya mengatakan itu langsung membela Rayna.


"jangan asal ngomong ya aku bilangin sama pak Juna tau rasa lu"


"udah jangan ngeladenin yang ga penting kita cepat bawa Rayna ke rumah sakit"ucap Panji


Akhirnya Panji dan Sopi membawa Rayna ke rumah sakit, sambil menunggu dokter memeriksa Rayna terlihat Sopi membuka ponsel milik Rayna.


" lu ngapain buka-buka hape orang ga sopan tau"


"heh aku cuma mau ngehubungi pak Juna ini Rayna jatuh dari tangga emang lu punya no pak Juna"


"enggak"


"makanya udah diem..."


Sopi pun membuka ponsel Rayna yang sengaja di matikan.


"busyetttt banyak banget panggilan tidak terjawab dari " myhubby ❤",,, kayanya ini deh no pak Juna liat dulu ah profilnya takutnya salah"


Setelah Sopi mengecek ternyata benar foto profilnya Juna dan Rayna yang sedang berciuman di pantai.


"aishhh romantis banget si Rayna coba lu liat Panji foto pak Juna sama Rayna"


"heh lu ya,, cepet hubungi suaminya bukan malah lu kepo sama foto profilnya"

__ADS_1


"iya,, sabar sebentar napa gw lagi melihat pemandangan yang jarang gw temui nih ternyata pak Juna kalau sama bini romantis juga ya gw SC lah buat manas-manasin si ulet gatel"


Sopi pun mengambil gambar pose Rayna dan Juna yang sedang berciuman.Dia sengaja mau tunjukin foto itu kepada Maya.


Beberapa saat Sopi menghungi Juna tapi tidak ada jawaban hanya ada suara operator yang menjawab semua panggilan Sopi.


"gak di angkat nji gimana nih,, "


"coba lu cari lagi siapa tahu ada nama keluarganya yang bisa di hubungi"


"ini ada bapak,, kayanya bapak Rayna deh soalnya wajahnya agak-agak mirip"


"ya udah cepetan hubungi,, "


Tidak lama kemudian dokter pun keluar memberitahukan kondisi Rayna ternyata Rayna sedang hamil usia kandungan baru menginjak 8 minggu.Tapi untung bayinya tidak apa-apa Rayna hanya luka di bagian kepalanya ia harus menerima beberapa jaitan akibat robek tergores ujung keramik.


Sopi pun segera menghubungi no yang tertera di ponsel Rayna atas nama bapak. Setelah berhasil menghubungi bapak Rayna ia memberitahukan keberadaan Rayna yang ada di rumah sakit, tidak lama kemudian bapak dan Ibu Rayna datang.


"astagfirullah kenapa dengan Rayna" tanya Bapak dengan wajah khawatir


"tadi Rayna jatuh pingsan dan jatuh dari tangga waktu pagi dia datang kondisinya seperti sedang sakit tapi maksain kerja"


"Juna kemana"


"kurang tahu pak,,, sudah mau dua hari ini pak Juna tidak masuk kantor pak"


"Ohh ya sudah terimaksih ya atas pertolonganya"


"iya sama-sama Pak, kalo begitu kita permisi dulu mau kembali lagi ke kantor masih ada pekerjaan"


"iya.. iya.. terimakasih ya atas bantuanya"


Waktu sudah menujukan pukul 18.00 belum ada tanda-tanda Rayna bangun tiba-tiba dari dalam tas Rayna terdengar suara deringan ponsel Rayna.


Bapak Rayna pun melihat siapa yang menghubungi Rayna ternyata Juna.


"assalamualikum... sayang" ujar Juna di sebrang sana


"waalaikum salam.. ini bapak nak Juna"


"bapak.. Rayna kemana pak? "


"bapak sama ibu lagi di rumah sakit Rayna tadi jatuh dari tangga"


"apa jatuh dari tangga" tampak suara Juna yang panik


"lalu bagaimna keadaan Rayna sekarang, boleh aku bicara sama Rayna pak"


"kamu tenang dulu Rayna sudah di rumah sakit cuma saat ini dia belum sadarkan diri tadi waktu jatuh dari tangga dia langsung pingsan"


"Juna sedang ada di luar kota pak bukan di Jakarta ada pekerjaan sekarang Juna ga bisa langsung pulang ke Tasik, bisa Juna minta tolong bapak sama Ibu jagain Rayna kalau sudah selesai Juna akan segera menyusul Ke Tasik"


"iya,, kamu tenang aja selesaikan pekerjaan di sana jangan buru-buru biar Rayna bapak dan ibu yang menjaga disini"


"terimakasih pak,, maaf Pak bisa aku melihat kondisi Rayna sekarang"


"iya tunggu sebentar"


Bapak pun mengalihkan panggilan telphone menjadi vidiocall.


Disana Juna melihat Rayna yang sedang tertidur muka pucat Rayna menghiasi layar ponsel Juna tangan Rayna terpasang infus.Juna merasa menyesal tidak ada di samping istrinya ketika kondisi Rayna sedang tidak baik.

__ADS_1


"baiklah pak kalau begitu aku tutup dulu jika pekerjaan aku sudah selesai aku akan segera menyusul Rayna.


" iya.. "


Juna pun menutup panggilan telephone bersama mertuanya.Ia tampak frustasi baru saja ia sampai di Surabaya sudah mendapatkan kabar jika Rayna masuk rumah sakit, sedangkan pekerjaanya sudah menunggunya ia harus bisa profesional.


Akhirnya ia hanya bisa menitipkan Rayna melalui mertuanya semoga Rayna bisa mengerti.


*****


Pukul 21.00 tampak Rayna membuka matanya ia melihat ke sekelilingnya ia tidak melihat siapa-siapa di ruangan itu hatinya tiba-tiba merasa sedih di saat seperti ini Juna tidak ada di sampingnya.


"aku hanya sendiri di sini ga ada yang menemani"


Air matapun turun membasahi pipi Rayna ia terisak merasa kalau hidupnya seakan terbuang, padahal bapak ibunya sedang keluat mencari makan.


Tidak lama kemudian bapak dan ibu masuk ke ruangan mereka melihat Rayna yang terisak.


"Teh sudah sadar,, alhmdlh"


"bapak sama ibu dari mana teteh kira ga ada yang menemani teteh" ucap Rayna sambil terisak


"ehh bapak beli makan dulu ibu lapar katanya, tadi teteh di bawa sama temenya kesini a Juna juga sudah melephone tadi bapak sudah kasih tau kalau kamu di rumah sakit"


"trus gimana jawabnya apa bang Juna mau kesini"ujar Rayna penuh harap.


" tidak,, a juna sedang di luar kota katanya baru sampai dia menitipkan Teteh sama bapak ibu, ga apa-apa teteh sama ibu bapak aja a Juna lagi banyak kerjaan jangan dulu di ganggu kalau sudah selesai dia janji secepatnya nyusul teteh kesini"


Tampak raut kecewa dari wajah Rayna.


"ohh ya sudah.."


"teteh jangan banyak pikiran sekarang teteh lagi hamil teteh harus jaga kesehatan"


"teteh hamil bu" Tiba-tiba wajah bahagia terpancar dari wajah Rayna.


"iya makanya teteh jangan banyak pikiran untung bayinya ga kenapa-napa"


Rayna mengusap perutnya yang masih rata ia merenungi sikapnya akhir-akhir ini yang seolah sensitif sekali apalagi menyangkut Juna karna sedikit saja ia tersinggung ia akan cepat kesal dan sakit hati. Ternyata ini faktor dari kehamilanya.


"apa bang Juna tahu bu"


"dia belum tau bapak sengaja ga bilang nanti aja kalau kalian sudah bertemu takutnya mengganggu dia sedang sibuk"


"ya.. biar Rayna yang memberitahukan ya langsung"


Rayna ingin memberikan kejutan kepada Juna.


Keesokan harinya Rayna pulang bersama kedua orangtuanya ia memutuskan untuk tinggal bersama orangtuanya.


Sudah dua hari Rayna berada di kediaman orangtuanya ia merasa jenuh berada di rumahnya.Ia melihat ibunya membawa tas besar yang berisi nasi dan lauk pauk untuk tetangga mereka yang sedang bekerja di sawah kebetulan ibu Rayna sedang panen.


'ibu mau ke sawah"


"iya,, ini mau nganter makanan buat yang kerja di sawah"


"teteh ikut ya bosan di rumah terus besok teteh kembali ke kosan teteh cuti sakit hanya tiga hari"


"ya udah,, ibu panggil dulu Rayan suruh nganterin ke sawah"


Akhirnya Rayna dan ibunya pergi ke sawah di antar adiknya Rayyan..

__ADS_1


Setibanya di sawah ibu langsung menghampiri para pekerja yang sedang bekerja di sawah milik keluarga Rayna. Tampak Rayna duduk disaung menunggu ibunya yang sedang memberi makan para tetangganya.


Di cuaca panas seperti ini angin berhembus sejuk menerpa wajah Rayna ia pun terbuai hingga matanya merasakan kantuk. Rayna menyandarkan badanya ke pinggir tiang saung tanganya ia lipat di dada kakinya sengaja ia julurkan ke bawah,Rayna tampak tertidur dengan posisi duduk bersandar betapa nikmat yang Rayna rasa ketika cuaca panas ada semilir angin Berhembus sampai ia tidak menyadari ada yang mendekatinya.


__ADS_2