GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
batas kesabaran


__ADS_3

Sekitar pukul 21.00 Rayna mulai tersadar, dia merasa kepalanya berputar-putar sejenak ia kembali memejamkan matanya merasa ada yang mengelus tanganya Rayna kembali membuka mata.


"Abang,,,, "


"Sayang,,,Alhamdulilah kamu sudah sadar ada yang sakit?"


"Aku dimana..?"


"tadi siang kamu pingsan sekarang kamu lagi di rumah sakit,,,"


"aku haus"


"bentar abang ambilin apa mau sekalian makan seharian ini kamu pingsan pasti belum makan apa-apa"


Rayna melihat Juna hilir mudik di depanya menayakan ini itu membuat dia tambah pusing.


"Bisakah abang diam aku tambah pusing liatnya"


Juna menatap ke arah Rayna akhirnya dia kembali duduk di sebelah ranjang Rayna.


"sayang abang minta maaf bukan maksud abang membuat kamu seperti ini"


"Sudahlah bang,,, aku sedang tidak ingin mendengar apapun"


Juna pun kembali terdiam tanganya terus menggenggam tangan Rayna.Hening untuk beberapa saat tiba-tiba Rayna merasakan lapar ia ingat sejak tadi siang ia belum makan apa-apa.


"aku lapar,,, "

__ADS_1


"hah,,, ohh iya kamu mau apa nanti abang belikan di kantin bawah"


"terserah yang penting bisa di makan"


"iya,,, abang keluar dulu kamu gapapa abang tinggal sendiri?"


"iya"


Saat juna keluar membeli makanan,Rayna melihat ada chat masuk ke HP Juna,kebetulan HP Juna tergeletak di atas meja nakas Rayna melihat sekilas ternyata dari Manda.


Rayna merasa penasaran dengan isi chatnya sambil menarik napas panjang Rayna membuka HP suaminya.


Rayna membuka semua pesan-pesan Amanda yang masuk ke HP suaminya tidak terlewat satupun,kata -kata mesra bagai sepasang kekasih, hatinya begitu perih ternyata Juna pun membalas pesan Amanda dengan kata-kata mesra sesekali ia mengusap air matanya.Tidak lama kemudian Juna sudah kembali ia melihat Rayna sedang membuka hpnya.


Rayna melirik ke arah Juna sesaat kemudian ia menyimpan kembali HP Juna ke tempatnya.


'Sayang.."ucap Juna lirih ia takut melihat tatapan Rayna


"i-iya,, sebentar abang siapin" tidak lama kemudian "abang bantu suapin ya kamu masih sakit"


"Tidak perlu aku bisa sendiri"


Akhirnya Rayna makan sendiri walau sulit karna tangan kanannya yang di infus di saat Rayna sedang makan Juna segera mengambil hape nya ia melihat apa yang Rayna baca. Deg.. hatinya berdetak cepat ia melihat pesan dari Manda, ia mengirimkan foto dirinya yang sedang berselfi dengan Juna dengan posisi wajah mereka yang saling beradu sambil tersenyum lebar, tidak lupa Manda mengirimkan pesan jadiin foto itu sebagai wallpaper. Chat itu sudah terbaca pasti Rayna yang sudah membacanya secara tadi ia melihat Rayna sedang memegang hapenya.


"sayang abang bantu suapin ya, kamu kesulitan makan sendiri'


Rayna tidak menjawab ia terus saja makan sambil menunduk menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh.

__ADS_1


" sayang,,,please jangan seperti ini kamu lagi sakit"


"pergi,, ucap Rayna"


"apa,,,"


"aku bilang pergi,,, aku ga mau abang disini" bentak Rayna


"sayang,, bagaimana aku bisa pergi kamu sakit kamu butuh aku"


"aku bilang pergi,,,pergi,,,ucap Rayna setengah berteriak. Juna melihat wajah Rayna,,, wajah yang penuh dengan kepedihan sesekali Rayna mengusap air matanya.


" sayang abang mohon kamu jangan seperti ini"


Rayna menatap tajam ke arah Juna napasnya seperti tersenggal menahan amarah air matanya terus menetes.


"aku lelah aku benar-benar lelah,,, aku ingin kita berpisah"ucap Rayna pelan


" sayang,,,,"


"cukup bang,aku sudah cukup bersabar selama ini aku sudah tidak tahan lagi, aku hanya ingin kita berpisah"


"sayang,, abang tau abang salah tapi abang ga mau kita berpisah"


"aku sudah tidak ingin mendengar apa-apa lagi kamu laki-laki egois yang mementingkan perasaan kamu sendiri, kamu tidak ingin melepaskan aku tapi kamu juga tidak ingin kehilangan dia,selama ini ku sudah berusaha sabar hidup di bawah bayang-bayang Manda jadi bahan perbandingan dengan Manda aku sabar, tapi aku juga manusia punya batas kesabaran, apalagi yang harus pertahankan jika kamu sendiri sulit mempertahankan rumah tangga kita. aku tidak akan menghalangi cinta kalian berdua aku sadar diri,aku hanya orang ketiga.abang jangan mempersulit hidup abang jangan abang paksakan hidup bersama orang yang ga abang cintai"


Juna terlihat meremas sprei ranjang Rayna, hatinya benar-benar hancur sebenci itukah Rayna kepadanya ini adalah permintaan Rayna untuk yang kesekian kali berpisah denganya.

__ADS_1


Saat ini pikiran Juna benar-benar kacau ia pun beranjak pergi dari kamar Rayna,, saat ini yang di butuhkan Rayna juga dirinya adalah menenangkan pikiran jangan sampai karna emosi rumah tangganya harus hancur begitu saja.Rayna menatap punggung Juna.


"Aku sangat mencintai dan menyayangimu bang Juna,, biarlah aku yang mengalah mengorbankan perasaanku sendiri,, aku tahu kamu masih mencintainya" batin Rayna.


__ADS_2