GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
Duka


__ADS_3

Terlihat jam sudah menunjukan pukul empat sore,ia lihat ke sekeliling kamarnya tapi ia tidak melihat Juna Rayna pun bergegas membersihkan diri ke kamar mandi. Setelah selesai dari kamar mandi ia pun segera bersiap-siap melakukan sholat ashar beberapa menit kemudian Juna masuk ke dalam kamar ia melihat Rayna sedang sholat, hatinya begitu tenang melihat istrinya telah kembali ke rumahnya ia pun duduk di sofa yang ada di kamarnya sambil memperhatikan Rayna.


"Abang udah sholat ashar?"


"Udah tadi,,sayang sini duduk sebelah abang"


Rayna pun menghampiri suaminya.


"Sayang abang mau bicara, sekarang kamu lagi hamil abang mau kamu resign aja abang ga mau kamu kecapean,lebih baik kamu fokus aja sama kehamilan kamu"


"Aku ga bisa ngasih keputusan sekarang bang, ada banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan nanti kita lihat kedepanya abang paham kan"


"Ya sudah,, tapi abang minta secepatnya kamu ngambil keputusan"


"iya bang... "Rayna merebahkan kepalanya ke sandaran sofa ia sesekali memijit kepalanya.


" Kamu kenapa sayang"saat ia menyentuh tubuh Rayna ia merasakan tubuh istrinya panas.


"Sayang kamu sakit,,, kalo gitu kita siap-siap ke dokter"


"Aku hanya meriang,, kepalaku tiba-tiba pusing sekali bangggg"


Tiba -tiba Rayna tergeletak pingsan di atas pangkuan Juna.


Juna terlihat panik tidak kepalang ia berusaha membangunkan Rayna, sesekali ia memanggil bi Ipah.


"Ada apa mas Juna?"


"Bi Rayna pingsan,, tolong bibi ambilin kunci mobil di atas meja kerja, aku gendong Rayna keluar bibi tolong bukain pintu mobil sekalian"


"Iya mas, ayo cepet kasian neng Rayna"


Akhirnya Juna membawa Rayna ke rumah sakit terdekat, ia langsung di tangani dokter yang sedang berjaga di IGD.Juna pun menelephone keluarganya mengabari kondisi Rayna.

__ADS_1


Di ruang tunggu Juna terlihat sangat mencemaskan istrinya ia berdoa semoga Rayna juga calon anaknya yang masih dalam kandungan akan baik-baik saja.


Dokter pun keluar, Juna segera menghampiri dan menanyakan kondisi Rayna.


"Di karna kan istri bapak sedang hamil kita harus melalukan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter yuli ia dokter bagian kandungan, untuk sementara istri bapak harus di rawat beberapa hari kondisinya sangat lemah".


" Iya dok,, terimaksih"


Juna merasa ini adalah salahnya andai tadi ia tidak meminta Rayna untuk melakukanya hingga berkali-kali mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Tidak lama kemudian keluarga Juna datang mama Rita papa Reza juga Elma.


"Juna bagaimana kondisi Rayna?"mama Rita ia sangat mengkhawatirkan kondisi menantu kesayanganya.


" Dia belum sadar ma, kata dokter ia harus menjalani


pemeriksaan lanjutan karna sedang hamil tapi awal diagnosis dokter katanya Rayna kelelahan"


"Kelelahan? emang dia habis ngapain sampe kelelahan"


"Lain kali lihat kondisi dulu jangan maen hantam aja, Rayna kan baru pulang dari Bandung mungkin ia cape di tambah kan selama ini ia terlalu banyak pikiran"


"Emang apa yang dilakukan ka Juna sama Rayna? wajah polos Rayna benar-benar membuat Juna merasa malu setengah mati"


"Nanti juga kamu akan ngerti,, timpal mama Rita"


"Bang.... " akhirnya Rayna terbangun.


"Iya sayang,,,abang disini"


"aku haus".. Juna pun mengambilkan minum untuk Rayna.


" Aku dimana?"

__ADS_1


"Kamu di rumah sakit tadi habis sholat kamu pingsan" jawab juna.


" Juna mama putuskan mau tidak mau Rayna akan tinggal sama mama,biar mama yang mengurus Rayna sampe dia sehat ga ada bantahan"


"Baiklah,, "Juna pun akhirnya menyetujui permintaan mamanya.


Tidak lama kemudian dokter Yuli datang bersama seorang perawat,ia memeriksa kondisi keadaan Rayna dahinya terlihat mengkerut.Juna yang melihat mimik wajah dokter muda itu segera bertanya.


"Bagaimana kondisi istri dan anak saya dok?"


"Saya belum bisa memastikan lebih jelas lagi kondisinya,lebih baik kita cek USG, sus tolong di bantu ibu Rayna".


Rayna merasa ada yang tidak beres melihat sikap dokter Yuli seperti itu, dia hanya berdoa semoga bayinya sehat-sehat aja.Akhirnya Rayna di bawa ke ruangan dokter Yuli tidak berselang lama sesaat setelah melakukan pemeriksaan.


"Ibu Rayna, pak Juna maaf sepertinya bayi dalam kandungan ibu Rayna harus segera di keluarkan janin dalam kandungan ibu Rayna tidak berkembang ini terjadi karna faktor ibu yang banyak pikiran stres atau kelelahan banyak faktor yang bisa membuat bayi dalam kandungan Ibu tidak bisa bertahan hidup,, maka dari itu saya saranakn secepatnya kita harus melakukan kuret".


Bagai di hantam palu godam Rayna terpaku mendengar penjelasan dokter Yuli betapa tidak anak yang dia harapkan harus pergi meninggalkanya.


Seketika itu tangis Rayna pun pecah Juna pun ikut terpukul mendengar kabar tentang anaknya, ia menyalahkan dirinya sendiri andai saat itu bisa menahan amarahnya mungkin semua ini tidak kan terjadi.Juna memeluk istrinya rasa kehilangan yang begitu besar darah dagingnya anak yang di harapkan nya kini telah sirna.


"Yang sabar pak bu, mungkin ini belum rezekinya bapak dan ibu, semoga di kemudian hari Allah akan menggantinya kembali".


Akhirnya Rayna kembali ke ruang perawatan melihat Rayna yang menangis tersedu-sedu membuat mama Rita segera menghampiri anak dan menantunya.


" Bagaimana Jun..?"


"Rayna keguguran ma, jawabJuna lemas"


"Astaghfirullah,, yang sabar ya nak ikhlaskan insha Allah semoga Allah akan menggantinya kembali."


Tidak di pungkiri mama Rita punn ikut merasakan kesedihan, impianya bisa menimang cucu pupus sudah.Elma terlihat memeluk Rayna ia pun sungguh terkejut mendengar berita ini, yang bisa ia lakukan saat ini adalah memberikan suport buat kedua kakaknya.


Sebaiknya kita beritahu kedua orang tua Rayna,, mereka harus tahu tentang kabar ini, biar nanti papa suruh mang Jamin yang menjemput ke ayah sama ibu kamu Rayna.

__ADS_1


"Terima kasih pah" ucap Rayna."


__ADS_2