GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
ungkapan rasa hati


__ADS_3

Setelah selesai makan Rayna dan Juna beranjak menuju kamarnya,Juna terlihat sedang memangku laptopnya seperti biasa ia akan memantau pekerjaanya di Jakarta,lain halnya dengan Rayna ia hanya merebahkan tubuhnya matanya menatap langit-langit kamarnya pikiranya melayang entah kemana. Juna sesekali melirik ke arah Rayna terlihat lucu ketika Rayna melamun seperti itu. Diam-diam Juna mencuri satu ciuman dari bibir Rayna.


"abang ishhh iseng banget"


"Lagian kamu lagi mikirin apa sih malam-malam malah ngelamun"


"aku lagi kangen mama Rita papa Reza sama Elma Arya aku rindu mereka semua"


"sabar ya setelah masa kerja abang habis disini kita akan kembali ke Jakarta ucap Juna sambil membelai kepala Rayna.


"sebenarnya aku kesel banget sama Maya tadi dia maki-maki aku di depan karyawan lain aku ga mau balas males juga debat sama orang yang ga punya attitude kaya dia"


"memang dia bilang apa aja?"


'ya gitu bilang aku oon ga becus kerja banyak gaya,, padahal aku banyak gaya gimana perasaan sehari-hari aku biasa aja"


"dia itu iri sama kamu sayang"


"iya karna aku bisa deket sama abang, lagian gimana aku ga deket kan abang suami aku ahh dasar si Maya manusia kurang kerjaan aja atau jangan-jangan dia suka lagi sama abang?Rayna beringsut duduk bersila di depan suaminya yang sedang bekerja"


"ya mana abang tau,, ga penting juga dia mau suka atau engga"


"beneran abang ga suka sama Maya tapi kenapa suka deket-deket kalo di ruangan" tanya Rayna sambil memanyunkan bibirnya.


"deuhhh itu mulut seenaknya aja kalo ngomong,,deket abang sama dia cuma urusan kerja bukan hati jangan ngasal kamu sayang, Maya bukan tipe abang"


"aku percaya pastilah Maya bukan tipe abang secara kan cewek tipe abang sekelas Manda wanita cantik dan berkelas, aku aja yang beruntung karna bisa jadi istri abang itu juga karna di jodohin mama Rita mana ada abang mau sama cewek yang wajah dan otaknya pas-pasan"


Juna menyimpan laptopnya di atas meja lampu ia pun segera memeluk Rayna dari belakang.


"kamu kenapa hemm,, dari tadi ngoceh terus ngomongin hal-hal yang ga penting abang ga suka kalo kamu menyakiti perasaan kamu sendiri harus bagaimana lagi abang buktikan ke kamu kalo cuma kamu yang abang sayang"


ucap Juna sembari menciumi wajah Rayna dari samping.


"aku cuma insecure aja bang, kenapa dari pertama kita menikah sampe sekarang orang-orang selalu memandang rendah aku apa sebegitu tidak pantaskah aku jadi istri abang aku juga sadar diri siapa aku tapi kan kalo udah jodoh mau gimana lagi"ujar Rayna dengan wajah sendu


"kamu jangan dengerin apa kata orang yang harus kamu dengerin itu omongan suami,terserah mereka mau ngomong apa aja abang sih ga peduli selama kita tidak merugikan mereka"


"pengennya juga aku gitu bang tapi.. " belum selesai Rayna bicara Juna sudah menarik tubuh Rayna dan menindih nya.


"abang mau ngapain? "


"mau bikin pembuktian cinta kita dengan lahirnya Juna Rayna junior.. "


"abang ishhh bisa aja nyari-nyari kesempatan"


Akhirnya Selama dua jam mereka di kamar melakukan aktifitas hubungan suami istri.Tampak keringat membasahi keduanya.


"abang aku haus tolong ambilin air"


"ya,, abang ambil dulu"


Juna oun beranjak turun mengambil air mineral untuk Rayna.


Setelah minum Rayna pun merebahkan tubuhnya kembali di atas kasur rasa cape ngantuk bercampur jadi satu, Rayna akhirnya tertidur di pelukan Juna.


Sesekali Juna menciumi kepala Rayna.


"abang sangat menyayangi kamu sayang maafin kalo dulu abang pernah sempat menolak kehadiran kamu tapi sekarang abang sangat takut kehilangan kamu,,kamu bagai urat nadi bagi abang karna abang ga bisa hidup tanpa ada kamu" Juna pun kembali memeluk erat dan menciumi wajah Rayna.

__ADS_1


akhirnya Juna pun ikut terlelap di samping Rayna.


*********


Keesokan harinya Rayna dan Juna pergi ke kantor seperti biasa.


"sayang abang dapet undangan pernikahan salah satu staff kantor,abang lupa mau kasih tau"


"siapa bang,, ko aku gak tahu?"


"nisa,,kemarin abang dapet undanganya"


"kenapa aku ga di undang? "


"kan ini udah abang yang di undang sama aja" ujar Juna sambil tersenyum


"memangnya nisa tahu kalo abang suami aku?"


"bener juga ya, kenapa ga kepikiran sampe kesana tau gitu aku ga bilang" batin Juna


"ehm.. mungkin dia lupa atau belum sampai undanganya"


"bodo amat lah.. abang mau pergi kesana?"


"ya tergantung kamu,, kalo kamu mau anter abang ayo kita pergi kalo engga ya gak usah senyamanya kamu aja" jawab Juna diplomatis.


"iya gimana nanti aja,, oh ya bang nanti siang aku makan keluar sama sopi? "


"yakin cuma sopi doang biasanya suka satu paket sama si panji"


"he.. hee.. ya ga tau juga kalo pun ikut ga apa-apa kan dia kan cuma temen aja"


"sekali ini aja please.. " ucap Rayna sambil menangkup kan kedua tanganya di dada


"iya,, jangan jauh-jauh cukup di kafetaria depan aja"


"siap pak boss,, ya udah aku turun di depan aja"


Setelah sampai Rayna pun menyalami tangan Juna terlebih dahulu begitupun Juna seperti biasa ia akan melakukan morning kiss kepada Rayna.


"ehm andai Maya tahu gebetan ya udah cium-cium istrinya kaya gini pasti panas dia haa.. haa" ujar Rayna sambil berlalu turun dari mobil.


Melihat tingkah Rayna, Juna tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"ada-ada aja tingkahnya"


Juna pun berlalu masuk ke dalam kantor.


Tiba pukul 12.00 siang saatnya jam makan siang


"tumben ngajak makan siang bareng biasanya ada aja kerjaan bareng bos ganteng kita" memang udah beberapa minggu ini Rayna jarang makan keluar bersama Sopi dan Panji.


"mumpung lagi ga banyak kerjaan biasanya pak Juna akan selalu memberi aku banyak kerjaan sampai makan siang pun aku harus di ruanganya"


"bagus lah kalo gitu... "


Setibanya di kafetaria depan.


"eh iya Sopi kamu di undang sama bu nisa ga katanya mau nikah kenapa aku sendiri yang ga di undang ya aku tanya anak-anak yang lain pada di undang? "

__ADS_1


"aduhh Rayna sorry gw lupa undanganya ada di gw kemarin lupa mau ngasihin ke kamu,, kemarin kamu sibuk banget sih"


"ohh gitu,, ya kemarin sibuk banget tau lah kenapa? "


"iya,, sabar ya trus sekarang gimana udah beres? "


"udah semalam aku di bantuin bang Juna"


"hahh bang Juna..?


" eh maksud aku pak Juna,,, salah penyebutan aja ko riweh(repot) banget"


Disaat mereka sedang menikmati makan tiba-tiba Rayna mendengar salah satu karyawan di kantornya membicarakan tentang Juna.


"gila cantik banget calon istri pak Juna.."


"kata siapa dia calon istrinya siapa tahu dia sodara sepupunya stau adik pak Juna".


" ehh kamu ga liat gimana cewek tadi manja banget sama pak Juna trus tadi waktu pertama datang dia bilang calon istrinya aku ga salah denger ko, tapi aku liat pantas ko mereka serasi banget pak Juna sama dia tampan dan cantik kayanya wanita berkelas beda lah sama kita-kita".


"pantesan dong kalo gitu pak Juna dingin-dingin aja ketika Maya sering menggoda dia mah lempeng aja toh levelnya jauh di atas rata-rata Maya mah lewat haa. haa.. "


"Siapa namanya??".


" kalo ga salah Manda atau Amanda gitu".


Degg... hati Rayna berdetak sangat kencang


"Manda ada disini darimana dia tahu bang Juna kerja disini, apa selama ini mereka masih selalu berkomunikasi? "


Hati Rayna sudah penuh dengan rasa pasangka dan cemburu buta.Dia pun mencoba menghubungi Juna tapi tidak aktif.


"kalian tahu tadi ada cewek nama Manda datang menemui pak Juna" tanya Rayna kepada Sopi dan Panji


"iya.. kenapa? emang kamu ga tau? "


"mau tahu gimana kan di lantai atas kalian yang di bawah? "


"sabar neng kaya yang kebakaran jenggot gitu,, iya tadi ada cewek beuh cantik banget dia nayain pak Juna ga lama kemudian cewek itu masuk ke ruangan pak Juna ga lama ko di ruangan itu juga sehabis itu langsung keluar lagi ga tau kemana, emang kenapa Ray kamu cemburu ya"


Deggg... Rayna menatap tajam ke arah Sopi.


"maksudnya cemburu"


"ga,,siapa tahu kamu juga patah hati kaya yang lain tau pak Juna udah punya pendamping kita-kita mah lewat Rayy dia cantik banget"


"emang kalo aku suka pak Juna ga pantes ya? tanya Rayna sendu"


"ehh bukan gitu Rayy,, maksud aku kita ini apa atuh wajah pas-pasan kaya gini pengen dapetin pak Juna kan mimpi" Sopi tidak mengerti kenapa Rayna tampak murung seperti itu mendengar pak Juna sudah punya pasangan.


"yaelah.. kalian ini aa Panji juga ga kalah ganteng aa Panji mau ko sama neng Rayna tenang aja jangan galon gitu pak Juna memang ganteng wajar pendampingnya cantik nahh kalo kalian cukup lah dengan aa Panji"


"peakkk lu... aa Panji aa panji..aa panci lu mah" ucap Sopi.


Rayna hanya tersenyum getir melihat tingkah polah kedua sahabatnya.


"bisa-bisanya kamu bohong sama aku bang" bayinya Rayna.


🍂maksih buat para temen-temen tercintahhh atas dukungannya like komenya bisa buat aku semangat lagi ngelanjutin ceritanya,, 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2