
Seperti janjina kepada Rayna, Juna pulang lebih awal dari biasanya ia bergegas menjemput Rayna di rumah untuk memeriksa kandungan serta kondisi Rayna ke rumah sakit.
"gimana udah siap sayang?"
"ya aku udah siap,sekarang lumayan gak terlalu pusing kaya tadi pagi"
Juna dan Rayna lalu pergi ke rumah sakit terdekat, setelah mendaftarkan diri dan menunggu untuk beberapa saat tiba waktunya Rayna yang masuk ke ruangan pemeriksaan untuk memeriksa kandunganya.
Tidak terasa 25 menit berlalu terlihat Rayna dan Juna keluar dari ruangan pemeriksaan.
"sayang tunggu dulu disini ya abang ambil obat sama vitamin kamu dulu"
"iya.. "
Juna pun lalu meninggalkan Rayna di kursi ruang tunggu pasien.Ketika sedang asik menunggu sambil bermain ponsel tiba-tiba ada suara seorang wanita menyapa dirinya.
"Rayna... "
Rayna pun lalu mengangkat wajahnya menatap siapa yang menyapanya dirinya.
"Manda.. "
Rayna melihat Manda datang bersama seorang wanita yang di perkirakan umurnya tidak jauh beda dari ibunya atau mama Rita, mungkinkah itu ibunya Manda.
"Rayna kamu sedang apa disini?"
Rayna menatap heran ke arah Manda kenapa sikapnya lebih manis tidak seperti biasanya.
"aku baru selesai periksa kandungan"
Degg... ada raut terkejut dari wajahnya Manda.
"ohh kamu sedang hamil sudah berapa minggu?"
"sudah masuk 11 minggu" jawab Rayna
"siapa ini Manda" tanya wanita yang ada di sebelah Manda
"ohh ya Rayna kenalkan ini mama aku, ma ini Rayna istri Juna"
Seketika Rayna melihat wajah ibu Manda yang tiba-tiba menjadi dingin berbeda dari sebelumnya yang memasang wajah ramah tapi setelah Manda memberitahukan siapa dirinya mama Manda menjadi bersikap jutek.
"ohh jadi ini istrinya Juna, apa ga salah Juna memilih istri" ucapnya sinis
"ma udah jangan kaya gitu"
Jelas Rayna terkejut tiba-tiba mama Manda menghina dirinya. Rayna hanya bisa tersenyum sambil menundukan kepala rasanya tidak mungkin dia membalas perkataan orangtua ini kesanya tidak sopan.
"Rayna aku minta maaf ya atas sikap aku selama ini sama kamu aku sudah banyak menyakiti kamu aku sadar sebesar apapun aku mengejar Juna kalau dia bukan jodoh aku percuma, semoga kita bisa menjadi teman"'ujar Manda sambil memegang tangan Manda.
" iya sama-sama Manda akupun minta maaf atas sikap aku yang kurang berkenan di hati kamu"ucap Rayna sambil tersenyum tulus.
Dari kejauhan Juna melihat Manda dan ibunya sedang bersama Rayna cepat-cepat ia menghampiri mereka.
"tante Mira...apa kabar? sapa Juna"
"Juna..." tampak wajah mama Manda berubah kembali menjadi hangat ketika berhadapan dengan Juna.
"kabar tante baik ini tante mau chek up kesehatan seperti biasa kamu gimana kabarnya? udah lama ga main ke rumah tante biasanya tiap hari ga pernah absen datang menemui Manda"
"alhmdh Juna baik tante" jawab Juna tampak tidak mau membahas masa lalu di hadapan Rayna.
"oh ya kenalin tante ini Rayna istri Juna"
"iya.. tante tau tadi Manda udah kenalin,gimana kabar mama kamu sekarang udah lama dia ga ikut kumpul-kumpul arisan padahal biarpun kita gagal jadi besan kita kan harus tetep jaga persahabatan kita"
Juna hanya bisa tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"kalau begitu kami permisi dulu tante,Manda" pamit Juna
"iya,,jangan lupa main ke rumah ya Juna tante tunggu"
"ya,, insha Allah tante"
Juna dan Rayna pun berlalu pergi meninggalkan Manda dan ibunya.
"kamu kok bisa-bisanya baik sama istrinya Juna jelas-jelas dia udah merebut Juna dari kamu"
"udahlah ma, aku ga mau bahas mereka disini ayo cepet dokter Harun pasti sudah menunggu"
Manda pun berlaku sambil menggandeng lengan mamanya sesekali ia melirik ke belakang ke arah punggung Juna dan Rayna, ada rasa sakit di hatinya ketika ia tahu Rayna sedang mengandung anak dari Juna.
"tadi manda sama mamanya bilang apa aja? "
"ga bilang apa-apa biasalah kalau orangtua menemui rival dari anaknya pasti begitu sikapnya dingin"
"maksudnya..?
" ya begitu lah aku males membahasnya pokoknya sikapnya dingin klau sama aku tapi blas abang datang dia berubah hangat ngerti ga sih mksud aku"
"ya sudah jangan di ambil hati"
"emang dia temen mama Rita ya? "
"iya mereka dulu satu kampus ketika masih muda sampai sekarang pun sebenarnya masih berteman baik suka ngumpul arisan bareng tapi semenjak mama sakit mama jarang ngumpul lagi"
"jadi dulu sebenarnya mama itu udah tau kalau abang dan Manda itu berpacaran"
"tau.. dulu sempet ada pertemuan keluarga membicarakan rencana pernikahan aku dan Manda tapi kan kita memang ga jodoh jadi gak berlajut"
"apa itu semua sebelum mama sakit"
"iya.. "
'kenapa sayang? "
"enggak.."
"jangan di pikirin itu cuma masa lalu masa depan abang sekarang cuma kamu dan calon anak kita"
Rayna melirik Juna sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian mobil Juna sudah sampai di halama rumah mereka.
Rayna dan Juna lalu masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Juna mendapatkan chat dari Manda.
"aku sudah meminta maaf kepada Rayna atas sikapku dulu kepadanya semoga saja kita bisa kembali berteman seperti dulu"
Juna tidak ingin membalas pesan yang di kirim Manda baginya Manda adalah masa lalunya.
Seminggu sudah Juna dan Rayna berada di Jakarta kondisi Rayna sekarang lebih terlihat sehat dan ceria.
Siang ini Rayna berencana pergi ke kantor Juna untuk mengantar makan siang untuk suaminya setelah semuanya sudah siap ia segera memesan taxi online.
"bi aku pergi sebentar ya mau antar makan siang buat bang Juna"
"iya,, hati-hati di jalanya neng"
Tidak lama kemudian taxi online pun datang Rayna dengan wajah ceria dan rasa bahagia Rayna pergi meninggalkan rumahnya.
30 menit kemudian Rayna telah sampai di depan kantor Juna belum sempat ia turun dari mobil ia melihat Juna keluar dari kantor tapi ia tidak sendiri Rayna melihat ada Manda di belakang Juna mereka masuk ke dalam mobil setelah itu mobil Juna pun bergerak meninggalkan kantor.
"pak tolong ikuti mobil itu"
Rayna lalu mengikuti mobil Juna dengan perasaan campur aduk menjadi satu.15 menit kemudian Juna membelokan mobilnya ke sebuah resto mereka pun turun dan masuk ke dalam resto.
__ADS_1
"ehm pak bisa tolong tunggu sebentar disini saya ga lama"
"iya bu... "
Rayna pun mengikuti Juna dari belakang ia melihat Juna dan Manda menghampiri satu meja yang mungkin sudah di reservasi terlebih dahulu.Tidak lama kemudian di saat Rayna akan menghampiri Juna ia melihat ada beberapa orang ikut duduk bersama.
"kalo mereka akan melakukan meeting kenapa ada Manda disana?"
perasaan Rayna yang campur aduk antara ingin tahu dan malu jika harus menghampiri Juna takutnya ia ketahuan telah membuntuti suaminya yang sedang bekerja.Rayna menepis semua prasangka buruk kepada suaminya.Ia pun akhirnya pergi meninggalkan resto dengan rasa tanda tanya besar di hatinya.Saat di depan parkiran ia bertemu dengan Adi teman Juna yang waktu dulu pernah Juna kenalakan.
"Rayna... "
"kak Adi.. "
"gimana kabarnya udah lama ga ketemu jadi pangling gini"
"hee.. iya kak adi sendiri?"
"ga aku ada meeting setelah makan siang oh ya Juna juga mau kesini tadi udah pergi duluan ga tau udah sampe atau belum kita tunggu di dalam aja sekalian makan siang"
"ehmm.. lain kali aja kak aku buru-buru ya udah kalo gitu aku permisi duluan ya"
"ohh ya.. Hati-hati di jalan"
"iya.. "
Tidak lama kemudian Rayna pun telah tiba di depan rumahnya, bi Ipah yang heran melihat wajah Rayna yang tidak secerah saat tadi berangkat.
"bi di buka lagi aja bekalnya takutnya basi sayang nanti aku makan"
"loh bukanya itu tadi bekal biay mas Juna neng"
"iya bang Junanya ga ada di kantor jadi aku pulang lagi"
oh ya udah.. "
Rayna masuk kedalam kamarnya ia merebahkan tubuhnya di atas kasur cuaca panas dan hati yang panas membuatnya lelah.
Di lain tempat tampak Juna sedang mempelajari berkas yang akan dia tandatangani,sebenarnya sudah beberapa hari kebelakang Juna mendapatkan kabar jika perusahaan yang dia pimpin akan melakukan kerja sama dengan perusahaan tempat Manda bekerja dan entah kebetulan atau bagaimana ternyata yang mengurus segala sesuatunya adalah Manda sehingga mau tidak mau ia harus kembali sering bertemu dengan Manda.
"bro gw kira lu belum datang tadi gw ketemu bini lu di depan" ucap Adi
Juna terhenyak kaget mendengar Adi mengatakan bertemu Rana disini.
"serius lu? "
"iya masa gw bokis, tadi ketemu di parkiran tau lu ada di dalem gw paksa masuk kesini tadi dia buru-buru"
Tanpa basa-basi Juna mengambil ponselnya ia segera menghubungi Rayna tapi sial ponsel Rayna tidak aktip tidak hilang akal ia segera menghubungi tlp rumah.
"hallo dengan siapa ini?"
"bi ini Juna, Rayna ada di rumah gak aku hubungi ko mati ponselnya"
"neng Rayna tadi pergi katanya mau mengantar bekal buat mas Juna"
Degg.. Rayna ke kantor.
"lu bener di liat Rayna di depan? " tanya Juna sekali lagi "iya,,,malah gw sempet ajak kesini ajak makan siang bersama sambil nunggu lu datang gw kira lu belum datang'
Juna merasa yakin pasti Rayna datang ke kantornya dan melihat dirinya dan Manda pergi kesini.
"ahh sial... '
" kenapa lu jun"
"ga apa-apa"
__ADS_1
Manda yang memperhatikan sikap gelisah Juna tidak ingin ikut bicara ia yakin Rayna pasti melihat Juna pergi bersamanya satu mobil.Biarlah Juna yang akan menjelaskan kesalahpahaman ini kepada istrinya ia tidak ingin ikut campur dalam masalah ini.