
Sudah satu minggu ini Rayna ikut bekerja dengan Elma Rayna sangat bahagia bisa kembali bekerja walau dengan kondisi sedang hamil, Elma menempatkan Rayna sebagai asisten pribadinya setidaknya Rayna ada dalam pengawasanya langsung Elma tidak ingin kecolongan seperti dulu di mana ketika Juna dan Rayna bermasalah dan Rayna pergi meninggalkan Juna
Sebagai sahabat dan adik ipar Elma ingin memberikan yang terbaik buat Rayna dan calon keponakannya.
"Rayna hari ini lu temenin gw meeting keluar sekalian kita makan siang, sambil jalan-jalan daripada di kantor mulu pusing"
"ashiaappp neng Elma,,, teteh mah ikut aja"
"idih geli gw dengernya udah lu siap-siap 15 menit lagi kita berangkat"
Tidak lama kemudian Elma dan Rayna berangkat ke salah satu caffe yang tidak jauh dari kantor Elma.
"mereka belum pada datang mending kita pesen makan dulu udah lapar gw" ucap Elma sambil matanya melirik ke kanan dan kekiri.
"lu nyari siapa sih dari tadi larak sana sini,,"
"ehh bukan siapa-siapa gw cuma mau mastiin aja klien kita belum pada datang"
15 menit kemudian mereka pun telah selesai makan dan tidak lama kemudian klien pun datang.
"selamat siang maaf menunggu lama macet"ujar seorang pria bertubuh tinggi besar dengan penampilan stylis dan berwajah tampan.
"oh ya ga apa-apa kita juga baru selesai makan, kalo mau makan dulu silahkan kita tunggu"
"soal makan gampang nanti aja, kita langsung ke intinya saja" ucapnya dengan senyum penuh pesona.
"saya baru melihat asisten Elma baru ya??
" iya,, perkenalkan saya Rayna saya asisten dari ibu Elma"
"ohh saya Rangga" mereka pun saling bersalaman tangan meperkenalkan diri.
Tampak Elma menyikut tangan Rayna.
"panggil Elma jangan pake ibu berasa tua gw" bisik Elma kepada Rayna. Rayna pun terkekeh dengan protesan adik iparnya itu.
"cantikkk... "
"hahh... tampak Elma mendongakan wajahnya ke arah Rangga"
"asisten barunya cantik" ujar Rangga dengan senyum di kulum.Tampak Rayna dan Elma saling memandang ketika Rangga mengatakan Rayna cantik.
1 jam kemudian meeting pun selesai.
"terimaksih besok kita bertemu lagi disini saja biar ga jauh dari kantor saya akan siapkan kontrak kerjasamanya sekali terimaksih atas waktunya"
"iya sama-sama.. besok Rayna ikut lagi kan"
"tentu saja dia asisten saya yang akan mengurus berkas kerjasama kita"
'oke kalau begitu saya permisi duluan masih ada pekerjaan lain"
"iya terimakasih pak.. " ucap Elma dengan penuh senyuman
"yess.... satu kontrak kerja berhasil kita dapet berkat lu ikut Ray dan calon keponakan gw"
"ko gw berasa jadi tumbal penglaris ya"
"ahh perasaan lu aja kali,rezeki Ray.. rezeki.. haaa.. haa"
__ADS_1
Tidak jauh dari tempat duduk Rayna dan Elma ada seorang pria yang memperhatikan interaski keduanya termasuk ketika bersama Rangga dengan memakai jaket topi dan kaca mata hitam setidaknya menyamarkan penampilanya, keinginan besar ingin bertemu Rayna hanya bisa ia lakukan dengan sembunyi-sembunyi dan memantau dari jauh tanpa Rayna tahu Elma sengaja memberitahukan keberadaanya bersama Rayna di salah satu caffe tapi dengan syarat Juna tidak mendekat hanya melihat dari jauh setelah sekian lama akhirnya Juna baru melihat Rayna kembali apalagi dengan penampilan baru Rayna yang berhijab menambah kesan cantik dan anggun.
Sampai mata Juna tidak berhenti memandang istrinya itu. Juna bersyukur Rayna tampak sehat dan ceria ia juga tahu kalau Rayna ikut bekerja dengan Elma dan dia juga yang menyarankan agar Rayna menjadi asisten Elma supaya gampang memantau setiap kegiatannya dia tidak ingin terjadi seperti dulu lagi Rayna pergi dari hidupnya apalagi setelah Juna mendengar dari Elma jika Rayna punya niat ingin menggugat cerai dirinya sampai kapanpun ia tidak ingin kehilangan Rayna untuk ketiga kalinya.
"Biarlah aku yang mengalah aku tidak akan memaksa kamu untuk bertemu dengan aku, aku tahu betapa sakitnya perasaanmu karna semua perbuatan aku dengan melihatmu dari jauh itu sudah bisa membuat aku bahagia" batin Juna
Tidak terasa waktu sudah berganti malam Rayna dan Elma sama-sama ada di kamar Rayna.Kali ini Elma yang sengaja numpang tidur di kamar Rayna.
"El.. gw lapar tapi pengen makan pecel lele yang ada di kaki lima mau kan temenin gw"
"jam berapa ini,,, busyetty jam 11 malam Ray masa kita cewek-cewek ngayap keluar malam-malam kita deliv aja gimana? "
"sebenernya gw mau makan di luar tapi emang udah malam ga baik buat ibu hamil ya udah deliv aja ga apa-apa"
Sambil menunggu pesanan pecel lele Rayna dan Elma sama-sama menonton drakor di ruang TV, tidak lama kemudian terdengar salam dari luar.
"assalamualikum.... "
"Elma itu pesenan udah datang aku kedepan dulu"
"itu kakak.. "
"hah.. " tampak wajah Rayna menatap Elma dengan tidak percaya.
"maksud kamu bang Juna kesini?"
"iya maaf,, tadi saat gw mau chat kurir keburu kak Juna nelphone dia nanyain lu udah tidur belum ya udah sekalian aja gw bilang lu pengen pecel lele, sorry jangan marah ya" ujar Elma dengan menangkup kedua tanganya.
"ya udah nanggung juga udah kesini, tau dia yang datang tadi ga usah pesen" gerutu Rayna sambil berlalu ke dapur membawa piring dan air minum.
Tanpa banyak bicara Rayna menyiapkan ayam dan ikan lele sambal dan lalapan ke piring.
Suasana di ruang TV benar-benar sunyi walau ada mereka bertiga.
Elma yang melihat Rayna tetap diam tanpa ada ingin menjawab pertanyaan Juna akhirnya mengalah menjawab semua pertanyaan kakaknya.
" kita tadi udah mau tidur cuma ini utun pengen makan pecel lele tadinya kita mau keluar tapi takut udah malam"
"jangan pernah keluar kalau udah malam kalo mau apa-apa hubungi kakak aja nanti kakak belikan"
"iya ucap Elma"
Tampaknya Juna melirik ke arah Rayna dia melihat sikap Rayna yang amat sangat dingin tidak menyapanya apalagi menyambut tanganya ada sedikit perasaan sakit di hatinya.
"Ray... gimana kabarnya apakah bayi kita sehat?"
"sehat.. " ucap Rayna singkat.
"aku duluan udah kenyang ngantuk nanti kamu yang beresin ya el" Rayna pun berlalu pergi ke kamarnya.
Juna tampak menundukan kepalanya.
"sabar... aku yakin Rayna hanya butuh waktu mungkin ini baginya pertama bertemu kakak lagi tapi bagi kak Juna ini bukan untuk pertama kalinya
udah sekarang kakak tidur udah malam mau pulang atau menginap di sini cuma saran aku jangan terlalu memaksa atau nanti Rayna yang akan pergi memaksa dari kakak" Elma berusaha menepuk pundak kakaknya ia tahu apa saja yang di lakukan Juna selama ini.
"aku akan berusaha bantu meyakinkan Rayna untuk memaafkan kakak tapi kakak juga harus berusaha sendiri"
"iya.. "
__ADS_1
Tinggalah Juna sendiri di ruang Tv pandangannya seperti menerawang menatap langit-langit plafon hatinya begitu sakit menyaksikan begitu dinginya sikap Rayna ia mencoba menutup matanya air matanya lolos keluar dari sudut matanya.Tanpa terasa 10 menit Juna menutup matanya sambil merasakan sayatan di hatinya setelah itu ia pun bangkit dan segera keluar dari rumahnya.Di balik dinding Rayna menyaksikan segala kegundahan Juna ia pun sama merasakan sakit yang teramat sangat menyaksikan kesedihan Juna seperti itu tapi hati kecilnya belum bisa sepenuhnya memaafkan kesalahan Juna.Pikiranya terlampau merekam aksi tidak terpuji Juna dan Manda sehingga ia begitu sulit untuk bisa segera memaafkan Juna.
********
"Ray.. nanti malam kita jalan yuk gw udah ajak Arya sekalian reunian ada caffe baru yang cozy tempatnya juga ada homeband biar sekalian bisa karaokean"
"boleh udah lama ga malam mingguan tapi jangan pulang malam kata orangtua jaman dulu pamali"
"iya... cerewet"
Hingga malam pun tiba pukul 19.00 Rayna dan Elma tampak cantik dengan pakaian casual.
"kalian pada mau kemana ini" tegur mama Rita di ruang TV.
"malam mingguan ma ajak si utun jalan-jalan malam"
"jangan pulang malam Rayna lagi hamil"
"iya ma paling nongkrong bentar sambil makan sekalian reunian sama temen lama mama mau di bawain apa?"
"kalo ada sate padang boleh lah"
"siap ma,, ya udah kita pergi dulu assalamualikum.. "
"waalaikum salam.. Hati-hati di jalan"teriak mama Rita.
Perjalanan dari rumah ke caffe tidak sampai 1 jam di dalam terlihat Arya yang sudah duduk manis sambil menikmati alunan musik akustik homeband yang di sediain pihak caffe biar menambah semarak acara di malam minggu.
"Ray.. teriak Arya kepada Rayna sahabat yang sudah lama tidak ia temui"
"lalaunan euy ulah ceuceuleuweungan era ku batur (pelan-pelan jangan teriak malu sama orang)"
"hahaha.. hahaha.. maneh angger te rubah galak unk (kamu tetep ga berubah galak) "
"lu kaga kira-kira liat orang pada liat ke arah sini malu tau" Elma tampak kesel pada Arya teriakanya membuat hampir semua pengunjung melirik ke arah meja mereka.
"udah-udah gimana kabar lu sehat kapan kawin jomblo mulu" haaa.. haa.. canda Rayna kepada sahabat gesreknha
"tunggu tanggal mainya gw kirim undanganya"
"alah jomblo aja ngaku mau kawin cewek mana yang mau sama elu juned"
"eh si Elma ngeremehin seharusnya sekarang ini gw ngapel ke rumah doi tapi berhubung gw ada janji temu sama lu pade ya gw izin ga ngapel malam minggu ini"
"lu percaya Ray, gw sih kaga" ucap Elma sambil mendelik ke arah Arya.
"percaya aja lah kasian kalo ga percaya ha.. ha.. haaa"
Terlihat Arya geleng-geleng kepala melihat sikap kedua sahabatnya walaupun ucapan dua cewek temanya ini sangat pedas tapi Arya seperti sudah biasa dan tidak peduli karna bagaimanapun jahatnya mulut mereka di saat dia ada masalah Rayna dan Elma selalu ada dalam garis terdepan.
"nge ba cot aja lu udah cepet pesen mau makan apa gw traktir malam ini demi ngerayain malam pertemuan kita"
"mentang-mentang gaji udah gede mau nraktir Ray"
"sekalian take away boleh" rayu Rayna
"hahh romlah kalo lu mau take away bayar masing-masing gw traktir sekenyangnya tapi disini kaga ada acara take away di pikir gw ga tau isi otak lu pada mau pada pesen take away ntar dobol dompet gw"
"tahu aja dia niat kita haa... haaa... "
__ADS_1
Ketika sedang asik berbincang tiba-tiba dari atas stand terdengar MC panggung menyapa seluruh pengunjung caffe.
"selamat malam semua selamat bermalam minggu malam ini kita punya satu bintang tamu spesial ya seseorang yang dulu pernah viral,malam ini beliau mau ikut menyumbang satu lagu buat seseorang tanpa tunggu lama lagi kita sambut...... "