
Pagi hari tiba Juna dan Rayna tampak sudah bersiap pergi ke kantor, hari ini mereka memulai kembali aktivitas seperti biasa. Rayna dan Juna sama-sama berangkat ke kantor menggunakan mobil Juna.
Sepanjang perjalanan Rayna maupun Juna tidak saling bersapa sesekali Juna melirik ke arah Rayna, tapi yang ia lihat hanya wajah dingin Rayna.
Sesampainya di kantor sebelum Rayna turun Juna menarik tangan Rayna.Juna menatap mata Rayna.
Mereka saling bertatapan mata.
"apa..?tanya Rayna
" sayang kamu masih marah sama abang?"
Rayna tersenyum... "ini bukan masalah marah atau tidak, ini hanya perasaan belum bisa melupakan"
Ketika wajah Juna mendekat dan akan mencium bibir Rayna buru-buru Rayna mundur kebelakang, tanganya menutup bibir Juna.
"aku tidak bawa lipstik lagi"
Rayna hanya menyalami punggung tangan Juna seperti biasa. Setelah itu ia keluar dari mobil dan pergi berlalu.
Juna merasa Rayna sedang menolaknya, ia menghirup napas dengan dalam.
"wanita kalau sudah marah menakutkan" batinya.
Tidak lama kemudian Juna bergegas keluar dari mobilnya, ia pun masuk ke dalam kantor.
Sejak kejadian di pesta perkawinan Nissa, sikap Maya menjadi lebih sedikit seperti menghindar tapi Juna tidak mempermasalahkanya yang penting ia bekerja dengan benar.
Di ruangan Juna sedang menghitung hari,tidak terasa tinggal 2 minggu lagi Juna bekerja disini, ia pun sudah menyiapkan surat pengunduran diri untuk Rayna yang tinggal ditandatangani oleh Rayna.
Jam sudah menunjukan pukul 11.40 itu artinya sebentar lagi akan masuk jam makan siang Rayna sudah mengechat Sopi ia mengabarkan akan makan bersama.
"aku tunggu di bawah ya" ujar Sopi lewat sebuah pesan singkat
"oke.. sebentar lagi aku turun" balasan dari Rayna
Tidak lama kemudian Rayna pun turun bersamaan dengan pintu ruangan Juna terbuka.Rayna melihat Juna keluar dari ruanganya.
"mau kemana bang Juna"
Dari belakang Rayna melihat Juna masuk ke dalam mobilnya setelah itu dia pergi entah kemana.
__ADS_1
Rayna merasa kesal jam makan siang Juna pergi keluar tanpa memberitahukan ya.
Akhirnya Rayna dan Sopi pergi ke kafetaria depan kantornya.
"Ray, aku masih ga nyangka kalo kamu itu istrinya pak Juna tapi ini serius kan bukan prank soalnya seharian ini aku liat wajah si Maya beuhh kaya yang badmood gitu manyun terus dari tadi kayanya dia patah hati deh"
"ya, aku nikah sama bang Juna mau hampir satu tahun"
"hebat kamu Rayy,, bisa dapetin pak Juna ketemu dimana sih penasaran? "
Sebelum Rayna menjawab ia melihat Panji duduk di meja depan bersama teman-teman cowok lainya.
"Tumben tuh bocah ga makan bareng sama kita"
"Dia itu sebenarnya suka sama kamu Rayy,, tapi berhubung kemarin pak Juna bilang kamu adalah istrinya makanya dia kaya patah hati gitu.. wahhh hebat banget ya sepasang suami istri ini bikin banyak orang di kantor ini patah hati"
"siapa yang patah hati'
Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara bariton besar milik Juna.
" eh pak Juna.. "
"abang udah pesen makan belum?"
"abang udah pesan makan diluar nanti gampang makan di ruangan ohh ya Sopi siapa yang patah hati"
Sebenarnya Juna sudah mendengar pembicaraan Rayna dan Sopi cuma ia hanya ingin memastikan apa benar Panji salah satu bawahanya menyukai Rayna.
"ehmm.. itu pak anu ehm.. " sopi benar-benar gugup di hadapan Juna.
"itu Maya dia patah hati karna tahu kalo aku istri bang Juna" ucap Rayna
"ohh begitu ya,, ya baguslah setidaknya aku tidak risih dengan kegenitan dia selama ini ucap Juna dengan santainya"
"ohh jadi selama ini Maya suka genit-genit sama abang'Tanya Rayna dengan wajah cemberut
" ya,, dan abang ga suka wanita seperti itu"
"baguslah kalo abang ga suka wanita genit, setidaknya aku tidak khawatir kalau ada yang menggoda abang"
"ya tergantung juga kalo yang menggoda abang itu wanita seksi kaya waktu di hotel pangandaran pasti abang tergoda" ucapnya sambil tersenyum
__ADS_1
Rayna yang mengerti arah pembicaraan suaminya itu langsung menginjak kaki Juna, matanya melotot ke arah Juna. Sopi yang duduk di samping Rayna hanya tertunduk tidak mengerti maksud dari omongan Juna tersebut.
Hati Juna menghangat melihat sikap Rayna yang kembali seperti semula setidaknya ia sudah tidak marah lagi. Juna sudah tidak tahan jika harus meringkuk di sofa ruang tamu walau cuma semalam tapi itu sudah sangat menyiksanya.
Ketika jam makan siang akan segera berakhir Juna Rayna dan Sopi bergegas keluar mereka kembali ke kantor,ketika Rayna melewati ruangan Juna dengan cepat Juna menarik tangan Rayna dan membawa masuk ke dalam ruanganya. Setelah masuk Juna menghimpit tubuh Rayna ke dinding tangan kekarnya ia sandarkan ke tembok.
"suruh orang bawa pekerjaan kamu disini hari ini kamu temenin abang disini, semalam abang tersiksa tidur ga meluk kamu di tambah tadi pagi kamu jutek banget gak mau kasih abang morning kiss seperti biasa"
"abang apaan sih ini jam kantor malah ngomongin yang kaya gitu".
" kasih kiss dulu biar abang ga bete kerja hari ini, dari pagi kepala abang rasanya mau pecah ga yang atas ga yang bawah sama-sama frustasi di jutekin kamu"
Rayna sadar tidak seharusnya ia menghukum Juna seperti itu karna memang itu adalah masa lalu Juna setiap orang punya masalalu mau jelek atau baik.
Toh Juna melakukan hal itu sebelum mereka ada hubungan apa-apa. Rayna menatap Wajah Juna.
"abang sayang aku?"
"abang sangat menyayangi kamu sayang abang melebihi sayang abang pada diri sendiri"
"kalo begitu jangan pernah abang menyakiti aku lagi abang harus berjanji kalo ini yang terakhir kalinya abang menyakiti perasaan aku"
"tanpa kamu minta abang akan menjaga hati kamu untuk selamanya"
Perlahan wajah Juna semakin mendekat Rayna merasakan hembusan nafas Juna beraroma mint menyapu di pipinya dan dalam hitungan detik bibir Juna sudah mendarat sempurna di bibir milik Rayna.
Lama mereka berciuman hasrat Juna sudah ada di ubun-ubun kepalanya, Seketika Rayna mendorong tubuh suamniya itu.
"ini kantor bang"
Juna mendesah kesal andai bukan di kantor mungkin saat ini Rayna akan habis di makanya.
"Siang ini kamu selamat sayang tapi liat nanti malam aku gak akan memberikan ampun, sebelum mereka duduk untuk bekerja Juna kembali mengecup Bibir Rayna.
πbang Juna genksss... π
mlm-mlm ngigo apa pengen post abang juna.. π
jgn lupa dukungannya ya... π€π€
__ADS_1