
"sayang... "
Juna berjalan mendekati ranjang Rayna semakin Juna mendekat semakin nyeri dada Rayna, air mata Rayna terus turun membasahi pipi pucatnya.
"bang Juna... "
Rayna benar-benar melihat laki-laki yang telah menyakitinya laki-laki yang telah meragukan cintanya.
Saat Juna berada persis di depan matanya tangis Rayna semakin pecah,ia menutupi wajahnya dengan selimut yang di pakainya.
"sayang.. " ucap Juna
"pergi... pergi... " teriak Rayna
"sayang, maafkan aku maafkan aku"
Juna tahu pasti tidak semudah itu mendapatkan maaf dari Rayna, jika Rayna ingin ia mencium telapak kakinya maka ia akan melakukanya demi mandapat maaf dari Rayna.
"aku bilang pergi aku tidak mau bertemu kamu lagi"
Tangis Rayna begitu menyayat hati Juna.
"Rayna.. sayang maafin aku"
Juna benar-benar rapuh di hadapan Rayna kesalahanya keegoisanya menyebabkan ia harus kehilangan buah hatinya lagi andai waktu bisa di putar kembali ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama.
"kamu ingin aku memaafkanmu maka kembalikan anaku kembalikan.. "
Rayna terus menangis menyalahkan Juna.
"kamu memang laki-laki egois tidak punya hati sampai hati kamu mengatakan dia anak hasil perselingkuhan ku,, sejak kapan aku selingkuh kapan...??? teriak Rayna
Juna tertunduk sambil menangis,,di saat tanganya akan memegang tangan Rayna,, segera Rayna menepis tangan Juna.
"jangan sentuh aku bukankah kamu bilang aku wanita hina wanita kotor, pergi dari sini aku ga mau liat kamu"
"Rayna sayang maafin aku,, aku rela melakukan apapun tapi maafkan semua kesalahanku"
"berkali-kali kamu melakukan kesalahan sama berkali juga aku memaafkanmu tapi apa balasanmu diamku membuat kamu lupa diri..aku juga manusia punya rasa punya hati, dimana kamu disaat aku butuh kamu dimana kamu ketika aku butuh kasih sayang seorang suami dimana??
hiks.... hikss... hikss...
"Rayna,,, sayang... "
"pergi... kamu bukan suami aku lagi... kamu sudah menjatuhkan talak disaat aku mengandung anakmu.. di mana perasaanmu, pergilah bang Juna pergi jangan sakiti aku lagi jangan.... "
Juna menatap Rayna dengan derai air mata sebegitu terlukanya Rayna akibat ulahnya akibat dirinya yang tidak bisa menjadi laki-laki tegas laki-laki plin-plan yang tidak punya pendirian.
Di perusahaan mungkin dia adalah seorang direktur yang tidak di ragukan lagi kemampuanya laki-laki pintar dan berwawasan tinggi,,,laki-laki yang penuh dengan pesona dan daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya laki-laki keren yang banyak di gilai wanita.
Tapi di hadapan Rayna ia hanya laki-laki rapuh yang mengiba memohon maaf di kaki istrinya.
__ADS_1
Mendengar ribut-ribut suster pun masuk untuk mengecek keadaan Rayna.
"maaf pak sebaiknya bapak jangan dulu mengganggu ibu Rayna,,, kondisinya belum stabil"
"tapi Sus saya masih harus bicara dengan istri saya"
"iya Pak.. tapi nanti setelah kondisinya baik untuk sekarang bapak bisa menunggunya di luar"
Dengan terpaksa Juna keluar meninggalkan Rayna sediri di kamar.
Ia menyusut air matanya hatinya benar-benar terluka Rayna menolak dirinya,, ya ini semua memang salahnya.
Keesokan paginya orangtua Rayna dan mama Rita datang mengunjungi Rayna, terlihat Rayna sudah pindah ruangan ke ruang perawatan.
Di luar ruangan Juna tampak setia menunggu istrinya.
"Juna.. kenapa kamu duduk di sini kenapa tidak menunggunya di dalam?? Tanya orangtua Rayna
" Rayna tidak ingin ketemu saya bu"ujar Juna dengan wajah sendu
"biar nanti bapak yang bicara,, ayo sekarang kita masuk ke dalam"
Mereka pun secara bersama masuk ke dalam ruang rawat Rayna.
"Ibu.. bapak!!" tampak wajah terkejut Rayna ketika melihat kedatangan ayah dan ibunya.
"Rayna.. "
"bagaimana keadaanmu,, kenapa kamu jadi seperti ini nak" ibu Rayna tidak bisa menahan tangisnya melihat Rayna terbaring seperti ini.
"Rayna baik-baik saja,,ibu bapak jangan khawatir"
Tidak jauh dari ibu bapak Rayna melihat mama Rita berdiri menatap ke arahnya air matanya terlihat menetes di pipi mertuanya itu.
"mama... "
"sayang,,, maafkan mama maafkan Juna"
mama Rita memeluk Rayna ia menangis tersedu
"maafkan atas segala kesalahan mama, kelalaian mama maafkan mama sayang"
"mama tidak salah semua ini salah Rayna,,, Rayna yang salah ma"
Juna melihat kesedihan antara mamanya mertuanya juga Rayna.. ia tahu semua ini adalah karna perbuatanya.
Rayna sekilas menatap ke arah Juna,,ya wajah pria yang ia cintai sekaligus ia benci.
"Rayna dengar ibu nak,,Sebaik-baiknya wanita itu yang tidak pergi meninggalkan suami mau apapun itu masalahnya bicarakan baik-baik jangan seperti ini,, hormati suamimu ingat ridho suami itu yang paling utama, sekarang janganlah bersikap kasar pada suamimu hormati dia bagaimanapun nak Juna suamimu.
"ibu bang Juna sudah menalak aku"
__ADS_1
"apa.. " teriak mama Rita
"iya ma,, makanya aku menyuruh dia pergi secara agama kita sudah bukan suami istri lagi'
" tapi ucapanku karna terdorong rasa amarah, bukankah itu tidak termasuk cerai secara sah"sangkal Juna
"tapi tetep kamu sudah menceraikan aku bang" teriak Rayna
"sabar sayang.. sabar" tangan mama Rita tidak berhenti mengelus punggung Rayna.
"bagaimana ini pak.. "tanya ibu Rayna
'bapak tanya Nak Juna apa kamu sudah mencintai anak bapak lagi?"
"aku sangat mencintai Rayna pak.. aku khilaf aku lepas kontrol tolong maafkan aku Rayna" Juna tampak memohon kepada Rayna
"lalu kamu sendiri bagaimana Rayna?"
Lama Rayna tidak menjawab..
"bang Juna sudah menceraikan aku pak apa hak aku mengekang dia"
Sejenak Rayna menghela napas panjang
"sekarang kamu sudah bebas bang terserah apa yang akan kamu lakukan aku sudah tidak peduli lagi kamu mau menikah dengan amanda silahkan aku sudah bukan siapa-siapa lagi, sudah berkali-kali aku bilang aku tidak ingin memaksa cinta seseorang jika itu menyakiti mungkin jalan perceraian akan lebih baik"
Bapak Rayna menatap Rayna dan Juna.
"bapak tahu kalian saling mencintai dan menyayangi tapi entahlah apa yang membuat kalian bisa jadi seperti ini,, nak Juna kamu sudah mengucap kata talak satu kepada Rayna berati secara agama kamu sudah menceraikan Rayna kalian bisa kembali lagi bersama asal hati kalian benar-benar ingin bersatu alangkah baiknya kalo nak juna kembali melakukan Ijab qobul,
Tidak pak.. aku tidak ingin kembali hidup bersama bang Juna,, aku hanya ingin pulang bersama ibu dan bapak aku sudah lelah pak bu aku hanya ingin pulang"
'iya... mungkin untuk saat ini kalian intropeksi dulu dengan kesalahan masing-masing nak Juna jangan khawatir Rayna akan selalu dalam pengawasan bapak jika nak Juna ingin kembali pada Rayna perbaiki dulu kesalahan yang telah lalu tapi jika nak Juna ingin bercerai dengan Rayna maka kembalikan Rayna kepada bapak secara baik-baik sebagaimana dulu naknJuna meminta Rayna kepada bapak secara baik-baik"
Juna merasa dilema ia tidak ingin berpisah dengan Rayna tapi di sisi lain Rayna tidak ingin hidup bersamanya.
"baiklah pak,, aku titip Rayna jika hati Rayna sudah terbuka untuk memaafkan aku akan kembali membawanya"
mungkin inilah cara satu-satunya Juna agar mendapatkan maaf Rayna dengan tidak mengekangnya untuk hidup bersamanya.
"Rayna,, mama harap kalian akan tetap bersatu maafkan atas segala kesalahan anak mama,, maafkan mama sayang".
Setelah beberapa Hari di rawat akhirnya Rayna di perbolehkan pulang Rayna ikut orangtuanya ke kampung halamanya begitu juga Juna pulang ke Jakarta bersama mamanya.Perpisahan ini terlalu menyakitkan bagi Juna, ia berjanji tidak akan melepaskan Rayna.
Rayna dan kedua orang tuanya memutuskan pulang dengan menggunakan modal transportasi darat,, sedangkan Juna dan mama menggunakan pesawat komersil.
Dalam perjalanan pulang mama Tita tidak henti menasehati Juna.
"Juna,,jadikan ini semua pelajaran yang sangat berharga buat kamu sudah dua kali kamu harus kehilangan anakmu itu semua karna kamu sendiri,, jika kamu ingin memperbaiki rumah tanggamu tinggalkan wanita itu jangan kasih celah sedikitpun untuk masuk ke dalam rumah tanggamu ingat itu nak"
"iya ma.... "
__ADS_1