
Demi melupakan Juna,sudah satu minggu ini Rayna memutuskan untuk lembur sampai malam,,,dengan bekerja setidaknya Rayna tidak akan terus menerus memikirkan Juna.Rayna melirik jam sudah menunjukan pukul 21.15 kantor terasa sepi di ruangan itu hanya tinggal dirinya sendiri,,Rayna segera membereskan berkas laporan yang sudah ia selesaikan setelah itu ia mematikan layar komputernya.
Tidak lama kemudian Raynapun turun dari lantai atas tempatnya bekerja sampai di depan lobby kantor ada security yang menyapanya.
"lembur mba.. "
"iya Pak..." ujar Rayna sambil tersenyum
"maaf saya duluan pak"
"iya silahkan mba hati-hati di jalan"
"terimaksih Pak"
Rayna pun pulang berjalan menyusuri trotoar jalan walaupun sudah malam suasana kota tetap ramai masih banyak orang-orang yang lalu lalang.
Di sepanjang jalan Rayna kembali teringat kepada Juna ia sungguh merindukan Juna.Hatinya benar-benar sakit setiap mengingat Juna.
Sebelum ia pulang ke kosan terlebih dahulu Ia membeli makan malam nasi goreng kaki lima menjadi pilihanya.
"bang nasi goreng satu pedes ya"
tiba-tiba Rayna teringat dulu Juna tidak pernah mengizinkan dirinya makan pedas, sekarang walaupun ia menghabiskan satu kilo cabe tidak akan ada orang yang akan melarangnya.
"ahhh kenapa aku selalu teringat dia,, sadar Rayna sadar Juna tidak pernah dan tidak akan pernah mencintaimu pernikahan kemarin bukanlah pernikahan yang di inginkanya tidakah kamu lihat betapa ia sangat tersiksa hidup bersamamu" hati Rayna selalu saja bergemuruh setiap kali mengingat juna.
"neng.. neng.. "Suara abang nasi goreng seolah menyadarkanku.
Aku terperanjat apakah aku melamun dari tadi.
"ehh iya,, berapa bang??
" 20ribu neng,,, awas jangan ngelamun malam-malam nanti ada setan lewat"
Aku hanya tersenyum mendengar gurauan c abang nasgor.
Setelah itu Rayna pun pulang ke kosannya memakai jasa ojeg online.Cuaca begitu dingin ia lupa tidak membawa jaketnya sesekali ia mendekap tubuhnya sendiri. Setelah sampai di pintu gerbang kosannya ia pun segera masuk.Langkahnya begitu gontai badan dan hatinya sama-sama merasa lelah.
Tidak jauh dari gerbang kosan Rayna terpakir sebuah mobil expander sport matic berwarna hitam metalik sedari tadi mobil itu terus mengikuti Rayna, pemiliknya seakan ingin sekali mengajaknya masuk ke dalam mobilnya agar ia tidak kedinginan tidak kecapean berjalan sepanjang jalan mengajaknya makan di tempat yang nyaman.
"Sayang,,, aku rindu kamu rindu canda tawamu marahmu aku benar-benar sangat merindukanmu"
Cengkraman tangan Juna pada kemudi menandakan begitu dalam perasaanya pada Rayna.
Wanita yang baru di nikahinya beberapa bulan yang lalu tapi bisa menjungkir balikan perasaanya.
Ia mengira iantidak akan bisa mencintai Rayna tapi waktu berkata lain, seiring waktu Juna sudah biasa dengan kehadiran Rayna.
Juna sengaja mengganti mobilnya dengan yang baru dia tidak ingin Rayna mengetahui kalo diam-diam Juna selalu mengikutinya.
__ADS_1
Pagi hari Juna sudah terlihat rapi sebelum ke kantor Juna ingin menemui Rayna terlebih dahulu semalam ia tidak bisa tidur memikirkan keadaan Rayna.
Juna memutuskan untuk kembali membawa Rayna ke rumahnya apapun resikonya mau itu penolakan atau apapun itu selagi dia tidak menceraikan Rayna dia tetap istri sahnya.Setelah hampir 45 menit Juna mengendarai mobilnya akhirnya ia sampai di depan gerbang kosan Rayna dari jauh Juna melihat Rayna di jemput Arya sahabatnya dengan motor gedenya.
Juna melihat keakraban di antara mereka tidak ada rasa canggung mereka terlihat sangat dekat sebagai sahabat.Tidak ada rasa cemburu di hati Juna,ia tahu Rayna tidak pernah punya rasa cinta pada sahabatnya itu.Juna merubah niatnya ia berpikir untuk membiarkan Rayna dengan kesendirianya mungkin Rayna sedang butuh waktu,,Juna merasa tidak akan mudah memaksa Rayna kembali ke rumahnya.Melihat sikap Ryna yang seperti membenci dirinya.Tidak lama kemudian Juna pun beranjak pergi meninggalkan kosan Rayna.
Tiba makan siang Arya tidak serta mengajak Rayna untuk makan bersama seperti biasa.
"Rayy,,, sorry nih gw ada perlu dulu lu gapapa kan makan sendiri"
"lu mau kemana"
"gw ada janji sama temen"
"Ohh ya udah,, Hati-hati di jalan" seru Rayna
"oke.. "
Siang itu Rayna memutuskan untuk makan siang di kantin dekat kantornya, terlihat ia duduk sendiri tatapanya kosong sesekali ia hanya mengaduk-ngaduk makananya.Tanpa dia sadari Rio sudah berdiri persis di depanya.
"Apa kamu tidak berselera makan? , kenapa makananya hanya di aduk-aduk"
Rayna terperangah melihat sosok pria tampan ada di hadapan ya.
"Pakk... makan disini juga"tegur Rayna ia merasa malu ketahuan melamun di saat jam makan siang
"tidak apa-apa pa"
"kemana Arya aku dari tadi tidak melihatnya biasanya kalian selalu bersama" ujar Rio
"dia ada janji sama temanya"
Melihat Rio yang tidak memesan makanan Rayna sedikit sungkan untuk bertanya.
"ehmm bapak tidak makan?"
Rio menatap Rayna sekilas sambil tersenyum.
"ayo kita pergi makan di luar,, disini terlalu banyak mata memandang ujar Rio sambil beranjak berdiri"
Rayna terlihat Ragu hari ini ia benar-benar tidak ingin ke mana-mana suasana hatinya sedang buruk setelah kejadian kemarin ia bertemu dengan Juna dan Manda.
"Baiklah pak saya ikut bapak saja"
Rio tersenyum senang melihat Rayna mau ikut makan siang bersamanya.
Di dalam mobil Rayna tampak canggung ia belum terbiasa pergi berdua apalagi hanya berdua dengan Rio atasanya,sesekali ia melirik ke arah samping melihat Rio ia teringat dengan suaminya Juna.
Juna dan Rio sama-sama punya postur tubuh yang sama tinggi juga wajah yang tampan.
__ADS_1
Setelah tiba di area cafe Rio mencari tempat
"kita makan disana.. tunjuk Rio"
Sementara mereka menunggu pesanan makanan datang Rio mencoba mengobrol dengan Rayna menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi.
"Rayna saya perhatikan akhir-akhir ini kamu sering mengambil jam lembur apa suamimu tidak marah"
Rayna terperangah kenapa bosnya menanyakan hal itu mana mungkin dia berkata jujur menceritakan masalah rumah tangganya.
"ehmm.. saya...saya.... karna kemarin saya terlalu banyak mengambil cuti jadi banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan pak" ujar Rayna terkesan gugup
"apakah kamu yakin karna itu?? "
Terlihat Rayna tidak bisa menjawab pertanyaan Rio.
ia tampak tertunduk"
"kalo kamu tidak keberatan aku bisa mendengarkan ceritamu"
"maaf Pak tapi apakah tidak berlebihan kalo saya menceritakan masalah pribadi saya pada oranglain,,, bapak jangan khawatir saya baik-baik saja"
"oke kalau begitu jika ada masalah atau kamu butuh bantuan kamu jangan sungkan untuk bicara pada ku"
"iya Pak terimakasih atas perhatiannya"
Tidak lama kemudian pesanan pun datang mereka makan dalam diam terkadang Rio melihat raut wajah Rayna sepertinya ia menyimpan begitu banyak beban, tapi ia sadar siapa dirinya tidak pantas kalo harus ikut campur urusan rumah tangga orang lain.
"kamu sudah selesai? "
"sudah pak.. "
Mereka pun beranjak pergi dari cafe kembali ke kantornya.
Setelah sampai di depan pintu gedung Rayna mohon diri,,mereka berpisah kembali ke ruangan masing-masing.Ketika sampai ruangan Rayna melihat banyak makanan di meja kerjanya.
"makanan siapa ini" belum lama Rayna termenung melihat makanan di mejanya tiba-tiba Arya datang dari arah pintu luar.
"Rayy,, itu buat lu temen gw ngasih makanan banyak banget gak mungkin gw abisin sendiri lu bawa pulang ya"
"temen lu yang mana yang ngasih makanan segini banyaknya kayanya ini bisa jadi stok makanan dalam satu minggu'
" udah deh lu ga usah banyak tanya pokoknya temen gw yang satu ini baik banget,, bawa pulang ya"
"iya... terimaksih ya"
"Sama-sama" Arya tersenyum senang bisa memberikan makanan itu kepada Rayna.
"Dia tidak tau itu dari siapa!! " batinya
__ADS_1