
Malam itu akhirnya Rayna dan Juna pergi ke restoran yang berada di pusat kota.
Juna terlihat tampak keren dengan outfit yang ia kenakan berbeda dengan Rayna ia hanya memakai kemeja panjang warna purple yang di gulung bagian lenganya dipadu dengan rok pendek rambut sebahunya ia ikat agak tinggi walau penampilanya sederhana tapi Rayna terlihat sangat manis.
Setelah sampai di area parkir Juna segera turun dari mobil ia berjalan beriringan dengan Rayna tanganya tidak lepas menggenggam tangan Rayna.
tiba-tiba tidak sengaja Juna bertemu dengan teman-teman Manda.
"bukankah itu Juna dengan siapa ia kesini?"
" Hai... Juna ya"
"ehh iya,,"
Teman-teman Manda melihat Rayna dari atas sampai bawah. Rayna tampak tidak nyaman di tatap seperti itu.
"makan disini juga,,, di dalam ada Manda ayo kita gabung disana"
Rayna tampak terkejut ia melihat ke arah suaminya.
"tidak terimakasih,,saya sudah reservasi tempat tadi sore maaf kami duluan"
Juna pun menarik Rayna cepat meninggalkan mereka.
"abang sengaja ngajak makan disini karna pengen ketemuan sama Manda"tanya Rayna ketus
"abang aja ga tau ada Manda disini kalo abang tau ada Manda disini abang pilih tempat lain"
"abang ga liat teman-teman Manda natap aku dari atas sampai bawah, ga usah natap kaya gitu juga aku tau aku tuh jelek"
"kamu tuh kalo ngomong kebiasaan suka ngerendahin diri sendiri" ucap Juna kesal.
Sebenarnya ia bukan kesal pada Rayna tapi ia kesal kenapa harus bertemu Manda disini.Ia harus membagi perasaanya antara menghargai perasaan Manda juga Rayna.Ia tidak bisa bersikap biasa-biasa didepan Manda setelah kejadian kemarin.
"ayo kamu pesan apa? tanya Juna sambil membuka daftar menu"
"aku ga selera"
"Rayna... "
"iya,, iya,,, "
Juna tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya"
__ADS_1
satu jam kemudian terlihat Rayna dan Juna sudah selesai makan.
"abang aku ke toilet dulu bentar ya"
saat Rayna berjalan ke arah toilet Manda dan teman-temanya memperhatikannya.Otak Manda seakan panas melihat Rayna wanita biasa yang bisa menggantikan dirinya di sisi Juna. Akhirnya Manda mengikuti Rayna ke dalam toilet wanita.
lima menit menunggu akhirnya Manda melihat Rayna keluar di saat Rayna sedang mencuci tanganya Manda menghampirinya.
"apa yang kamu lakukan sampe Juna menikahi kamu"
Rayna terkaget melihat amanda ada di belakangnya.
"apa kamu menyodorkan tubuhmu dan menggoda Juna?aku kira kamu wanita baik-baik ternyata kamu tidak lebih dari sampah penghancur hubungan oranglain"
Rayna terhenyak mendapat serangan ucapan Manda.
"aku tidak pernah sedikitpun menggoda bang Juna orangtua bang Juna sendiri yang datang melamar aku untuk menjadi istri bang Juna" timpal Rayna
"kamu tahu Juna terpaksa menikahi kamu dia tidak mencintai kamu ia hanya merasa harus membalas budi atas semua kebaikan kamu karna kamu sudah mendonorkan ginjal kamu untuk mama Juna, apa kamu pikir Juna akan mencintai wanita sepertimu kalo bukan karna terpaksa,kamu lihat dirimu berkaca, tidak ada yang menarik dari diri kamu,, Juna hanya mencintai aku selama 6 tahun aku berhubungan tidak pernah sekalipun Juna menduakan aku walai banyak wanita yang menggodaknya"
Rayna terdiam mendengar semua ucapan Manda,, darimana ia tahu perihal donor ginjal apa Juna yang mengatakan semuanya, apa Juna mengatakan pada Manda kalo dirinya terpaksa menikah denganku apa benar yang di katakan Manda kalo Juna tidak mencintainya karna merasa harus balas budi kalo bukan Juna sendiri yang mengatakan ya mana mungkin Manda tahu tentang semua ini.
Tiba-tiba tubuh Rayna limbung ia bersandar pada dinding, hati nya tidak percaya Juna mengatakan semuanya pada manda, betapa sakit hatinya mendengar semua kenyataan kalo Juna hanya ingin membalas budi atas segala pengorbananya. Juna tidak mencintainya.
"Rayna,, apa yang kamu lakukan" bentak Juna.
"Juna,,," Manda segera berlari ke arah Juna dan memeluk Juna.
"ada apa manda"
"Rayna menamparku"
Juna melihat ke arah Rayna wajahnya menandakan ia begitu marah melihat istrinya bermain tangan seperti itu.
Melihat tatapan marah Juna,, Rayna beranjak pergi meninggalkan mereka di toilet.Hatinya benar-benar sakit ucapan manda telah meluluh lantakan harapanya untuk bisa hidup bahagia bersama Juna.
Manda tau semua rahasia keluarganya tentang donor ginjal juga pernikahan yang terpaksa kalo bukan Juna yang bicara lantas siapa lagi,, hanya keluarganya yang tau,pihak luar tidak ada seorangpun yang tahu.
Rayna berlari sekuat tenaga tangisnya pecah hancur sudah harapanya.
"aku tidak menyangka abang tega lakukan ini apa salahku apa" Rayna tergugu meratapi nasibnya.
"apa aku salah bila mencintai suamiku sendiri aku tidak ingin apa-apa aku hanya ingin rumah tangga ku bahagia sesulit inikah Tuhan aku mempertahankanya"
__ADS_1
Rayna menyetop taksi yang melintas di hadapanya ia bingung akan pergi kemana ia tidak ingin pulang ke rumah.Akhirnya rayna memutuskan menghubungi Elma.
"Hallo,, elma aku ingin bertemu bisa kita ketemu di taman dekat rumah mama"
Akhirnya Rayna sampai di taman yang dekat dengan komplek perumahan mama Rita. Tidak lama kemudian Elma datang menghampiri.
"Rayna... kamu kenapa"
Rayna pun akhirnya bercerita tentang kejadian yang ia alami di restoran pembicaraanya dengan manda.Elma menatap Rayna dengan perasaan sedih.
"wanita itu benar-benar keterlaluan memang dari dulu aku ga suka sama dia"
"aku ga mau pulang tapi aku juga ga mau ke rumah mama aku malu,,,"ucap Rayna sambil tergugu menangis.
" baikalah malam ini kamu nginep di apartemenku, tapi aku ga bisa nemenin kamu malam ini takutnya mama curiga besok aku nyusul, sekarang aku antar kamu kesana"
Rayna pun mengangguk menerima tawaran Elma.
Hanya dia sahabat wanita yang dia miliki sialnya dia adik dari suaminya tapi bagaimanapun Elma selalu setia menemaninya ia selalu jadi orang pertama yang ada untuk dirinya.
Di dalam mobil pikiran Juna sangat kacau, masalah apalagi yang harus ia hadapi baru saja tadi sore ia meminta maaf pada Rayna dan sekarang terjadi lagi, pertengkaranya seperti tidak ada habis-habisnya ia merasa mulai lelah dengan keadaan ini,, malam ini sengaja Juna tidak mengejar Rayna karna ia yakin pasti Rayna akan pulang ke rumahnya mau kemana lagi dia tidak mempunyai teman disini.Saat mobil Juna sudah sampai di depan halamana rumahnya bergegas Juna masuk ke dalam rumahnya tampak sepi tidak ada siapa-siapa ia pun bergegas masuk ke dalam kamarnya ternyata Rayna tidak ada ia mulai mencari Rayna ke seluruh ruangan tapi tidak menemukan Rayna.
"ini sudah malam kemana Rayna pergi, apa ia pergi ke rumah mama seperti dulu, aku tidak mungkin mengatakan Rayna pergi lagi pada mama" akhirnya Juna memutuskan untuk menelpone Elma setidaknya ia bisa di ajak kerja sama.
'hallo Elma.. apa Rayna ada di rumah? tanya Juna tanpa basa basi
"ga ada dari tadi aku dirumah emang kemana Rayna'tanya Elma pura-pura
" kamu jangan bohong Elma,, kakak tahu pasti Rayna ada di rumah kan
"terserah mau percaya atau enggak kalo ga percaya datang aja langsung kesini liat sendiri mau aku tanyain mama eh aku lupa mama barusan pergi sama papa ke Bandung ada undangan kolega papa"
Juna berpikir kalo Rayna tidak di rumah lantas kemana dia,,, ia mulai beranjak keluar mengeluarkan kembali mobilnya ia tidak percaya pada adiknya bisa saja ia berbohong seperti dulu. sesampainya di rumah orangtuanya Juna segera masuk ia mencari ke seluruh kamar dan ruangan ia tidak menemukan Rayna.
"aku bilang juga apa Rayna ga disini,, emang ada apa lagi sihh kakak bikin masalah lagi'
" kamu sembunyiin Rayna dimana? "tanya Juna marah
" aku sembunyiin dimana,dari tadi aku di kamar ga kemana-mana,, pasti ribut lagikan aku kasian sama rayna punya suami kaya kakak bahagia enggak ngebatin iya"Elma pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
"anak itu bener-bener ngeselin banget"
sudah malam begini kamu kemana Rayna....
__ADS_1