
Dua hari sudah Rayna berada di rumah sakit ia di rawat di ruang khusus ICU pendarahan hebat yang terjadi ketika melahirkan anak laki-lakinya membuat ia koma tidak sadarkan diri.
Juna sebagai suami selalu setia mendampingi istrinya siang malam ia tidak berhenti menangis di samping ranjang Rayna keluarga Rayna dan Juna silih berganti menemani Juna di rumah sakit saat ini bayi Rayna di asuh oleh orangtua Rayna, mereka menginap di rumah Rayna.Siang itu Juna mendapat telephone dari perusahaan ia di minta hadir di kantor untuk melakukan meeting dadakan yang di adakan dewan direksi.
"bu aku titip Rayna sebentar,, aku harus ke kantor ada meeting yang harus aku hadiri aku janji setelah meeting selesai aku akan kembali ke rumah sakit"
tampak wajah lusuh Juna meminta tolong kepada ibunya.
"kamu jangan khawatir ibu akan menjaga Ryana selesaikan dulu pekerjaan kamu sebaiknya kamu pulang dulu mandi ganti pakaian"
"iya bu.. kalo begitu aku pulang dulu titip Rayna ya bu"
sebelum Juna pergi meninggalkan ruang rawat Rayna ia terlebih dahulu mencium kening dan bibir Rayna sambil berbisik di telinga Rayna.
"sayang abang pulang dulu sebentar nanti abang ke sini lagi ada mama yang menjaga kamu disini,, abang harap setelah abang kembali kamu sudah sadar anak kita butuh kamu sayang"
setelah mencium kening Rayna Juna berlalu pergi.
Tidak terasa waktu sudah menujukan pukul 5 sore Juna masih berada di kantor ia harus membereskan beberapa pekerjaan yang ia tinggal akan, saat ia sedang fokus menatap layar laptopnya tib-tiba ponselnya berdering Juna melihat panggilan dari ibunya.Langsung saja ia angkat sambungan telepon ibunya.
"asalamualikum ma... "
"Juna... juna.... kamu cepet pulang nak.. "
"ya ada apa ma..?"
"cepet kamu kerumah sakit cepet... "
Tanpa menunggu lama juna bergegas pergi sambil membawa jas yang tersampir di kursi kerjanya.
Sepanjang perjalanan Juna sudah menduga hal-hal yang tidak-tidak terjadi pada istrinya melihat ibunya menelphone dalam keadaan panik membuat hati Juna berdetak dengan keras pikiran-pikiran jelek mulai terlintas.
Setibanya di rumah sakit Juna segera berlari ke arah ruangan Rayna dari jauh ia melihat keluarga Rayna beserta ayah ibu dan Elma berkumpul di depan ruangan Rayna.
"ma... ada apa??"
"Rayna sayang... "
"ada apa dengan Rayna"
Dengan tidak sengaja ia membentak ibunya.Juna melihat ibunya menangis di pelukan Elma.ia juga melihat orang tua Rayna yang berpelukan sambil menangis.
"sebenarnya ada apa" bentak Juna
Ia meringsek ingin masuk ke dalam ruangan ketika tidak ada seorangpun yang memberitahukan keadaan Rayna kepadanya.
"maaf bapak bisa tunggu di luar" ucap salah satu suster yang melihat Juna masuk ke dalam ruangan ia melihat Rayna di kelilingi beberapa dokter yang sedang melakukan tindakan.
"istri saya kenapa dok.. "
__ADS_1
"maaf Pak anda bisa menunggu di luar"
"saya suaminya saya berhak tau kondisi istri saya" bentak Juna kepada Suster yang ikut menangani Rayna tidak lama kemudian ayah Juna masuk
Juna di bawa keluar oleh ayah Juna.
"kamu harus sabar kita tunggu hasil dokter, satu jam yang lalu Ryna mengalami kritis mama berusaha menghubungi kamu tapi ponsel tidak bisa di hubungi"
Juna ingat kalo ponselnya ia sengaja matikan karna sedang meeting bersama dewan direksi.
Ia pun duduk terkulai lemas sambil meremas kepalanya sendiri, ia merasakan menyesal andai ia tidak pergi andai ia tetap setia menenami Rayna mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Tidak berapa lama pintu ruangan terbuka Juna melihat dokter berdiri sambil mengamati wajah kami satu persatu.
"bagaimana keadaan putri kami dok?"tanya mama rita
"sebelumnya kami meminta maaf semua cara sudah kami lakukan semaksimal mungkin tapi takdir Allah berkata lain ia lebih menyayangi ibu Rayna,, maaf Pak ibu Rayna sudah meninggal dunia"
seketika Juna langsung mencengkram kerah jas dokter
"kamu bicara apa dokter periksa yang benar liat lagi"
Seketika Juna meringsek masuk ke dalam ruangan ia melihat suster yang melepas alat-alat media di tubuh Rayna, lalu ia pun segera mencengkram tangan dingin Rayna.
"Rayna bangun.. ayo bangun kamu jangan buat aku seperti ini,,ini ga lucu Rayna ayo cepet bangun kenapa kamu tidur terus cepet bangun Rayna"
"Sayang ikhlaskan Rayna.." ucap mama Rita sambil membelai punggung anaknya ia pun tak kuasa menahan kesedihan melihat menantu kesayanganya terbujur kaku.
"Tidak ma... Rayna hanya tidur cepet bangun sayang jangan seperti ini abang mohon sama kamu bangun abang rela lakuin apapun asal kamu bangun kamu harus ingat ada anak kita ia baru saja lahir ke dunia ini apa kamu tega membiarkan dia besar tanpa kamu siapa yang akan menyusuinya siapa yang akan mengurusnya ayo sayang bangun aku mohon padamu"
Juna terus memeluk tubuh Rayna dengan erat ia berharap keajaiban akan datang pada keluarganya.
"Juna ikhlasan Rayna kamu jangan seperti ini kasihan Rayna" papa Reza seakan mengerti kan kesedihan anaknya.
"Rayna..bangun sayang... bangun... "
Ketika Juna terus menangisi kepergian Rayna tiba-tiba dokter melihat pergerakan dari tangan Rayna.
"permisi pak... suster tolong pasang kembali alatnya, hallo ibu Rayna apa anda mendengar saya.. "
Seketika itu juga Juna melepas Rayna sambil melihat keadaan Rayna, ia melihat tangan Rayna mulai bergerak.
"dok istri saya masih hidup cepat tolong dia dok"
"bapak sekeluarga tolong tunggu di luar saya akan memeriksa kembali alat vital istri bapak"
Akhirnya Juna sekeluarga pun keluar dari ruangan Juna terlihat sangat gugup menunggu dokter.
"ma.. Rayna masih hidup ma"
__ADS_1
"iya sayang,, doakan yang terbaik buat kesembuhan Rayna"
Tidak lama kemudian dokter pun keluar dengan wajah penuh senyuman
"alhamdulilah pak bu ini suatu mukzizat Tuhan ibu Rayna telah kembali sadar.. ia ingin bertemu dengan anda pak Juna"
"ma... Rayna ma.. "
"iya sayang masuklah ia ingin bertemu denganmu"
Juna pun segera masuk ke dalam ruang rawat Rayna ia melihat istrinya sudah membuka matanya bibir kering menghiasi wajahnya sayup-sayup ia memanggil Juna.
"a..bang... "
"sayang... kamu sudah sadar sayang alhmdlh ya Allah engkau telah mengembalikan istri hamba"
"abang dimana anak kita" walau dengan suara pelan Juna bisa mendengar ucapan Rayna.
"anak kita ada di rumah sayang dia sudah pulang terlebih dahulu ayo kamu harus cepet sembuh biar bisa cepet pulang ketemu anak kita"
Rayn apapun tersenyum ia membelai wajah suaminya.
"sayang jangan tinggalin abang,,abang ga bisa hidup tanpa kamu" Juna pun lalu memeluk Rayna dengan erat ia terus menciumi seluruh wajah Rayna.
"abang malu... "
Seakan tidak mendengar ucapan istrinya Juna terus saja mencium wajah Rayna yang pada akhirnya ia mencium bibir kering Rayna.
"bang... "
"biarkan seperti ini untuk sesaat abang ingin merasakan kalo ini bukan mimpi kamu... sayang coba kamu cubit pipi abang"
"kenapa harus cubit"
"tolong sayang cubit pipi abang"
Rayna pun akhirnya mencubit pipi Juna.
"aww.. sakit sayang.. ahh beneran sakit ya Allah bahagianya pipiku sakit sayang"
Rayna terheran-heran melihat tingkah suaminya kenal ia merasa bahagia walau kesakitan seperti itu.
"abang ga apa-apa kenapa seperti bahagia seperti itu"
"pokoknya abang bahagia sayang... kebahagian ini ga bisa di ganti oleh dunia dan seisinya kamu dan anak kita adalah harta abang yang paling berharga"
Rayna pun tersenyum sambil mencium pipi Juna.
"aku juga bahagia sayang.. "
__ADS_1