GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
kerinduan


__ADS_3

Sudah tiga minggu Rayna bekerja disini, perlahan ia bisa memahami cara kerja di sana mungkin dunia perbankan adalah dunia baru bagi Rayna tapi ia tidak menemukan kesulitan yang berati basicnya yang seorang mantan karyawan bagian keuangan memudahkan dia untuk cepat bisa memahami bagian dari pekerjaanya.


Setelah jam istirahat tiba Rayna di ajak teman satu kantornya untuk makan bersama.


"Rayna ayo sudah waktunya jam makan siang"


"iya tunggu sebentar"


Di sana Rayna menemukan teman baru Panji dan Sopi mereka adalah karyawan lama di bank itu.


Rayna memilih tempat makan yang tidak terlalu jauh dari area kantornya statusnya yang masih karyawan kontrak baru membuatnya harus lebih disiplin waktu.


"Denger-denger posisi pak Sandi akan digantikan dengan yang baru"


"wahhh kata siapa?? seru Sopi


" banyak anak-anak yang bilang gosipnya udah beberpa hari kebelakang"


"gapapa deh lagian dia kelewat galak sama anak buah ga da manis-manisnya ketus mulu bawaanya mudah-mudahan yang sekarang itu lebih manusiawi"


"perasaan pak Sandi baik deh" timpal Rayna


"kamu belum tahu kamu kan anak baru beuh kalo udah marah kaya orang kesetanan"


Lanjut mereka memesan makanan dan tidak lama kemudian pesanan pun datang, sambil makan Rayna tampak membuka ponselnya sudah hampir dua minggu ini Juna tidak menghubunginya entah dia sibuk karna pekerjaan atau sibuk hal lainya, Rayna merasa kalo ucapan Juna itu tidak sungguh-sungguh.


Hatinya berkata mungkin udah saatnya dia moveon melupakan laki-laki itu terlalu berharap tapi pada kenyataanya selalu menyakitkan.


Rayna pun memblokir no kontak Juna ia sudah tidak ingin terlalu mengharapkan Juna selalu seperti ini setiap kali berjanji.


Jika memang Juna mencintainya masih menginginkanya setidaknya memberi kabar padanya jangan selalu menggantung perasaanya.


"kenapa Ray.. " tanya Panji


"hah.. ehhh ga ada apa-apa, udah siang nih balik yu aku masih banyak kerjaan yang belum selesai udah beberapa hari ini aku lembur terus"


Akhirnya mereka bergegas kembali ke kantor.


Di kantor pikiran Rayna tidak fokus dia selalu teringat Juna,kenapa laki-laki ini tidak menghubunginya selama dua minggu ini,kemana dia apa selama ini yang di katakan cuma omong kosong aja.Kembali ia menatap layar ponselnya no Juna yang ia blokir kembali di bukanya.


"apa sih yang aku pikirin bangun Rayna bangun di Jakarta Juna tidak akan kesepian di sana kan ada Manda jangan terlalu berharap sama sesuatu yang ga pasti dulu aja ketika bersama kamu sering sakit hati apalagi sekarang"


Rayna kembali memblokir no kontak Juna lalu ia menghapus jejak pesan-pesanya supaya dia bisa lebih mudah melupakan Juna.


Hari ini Rayna memutuskan pulang sore pikiranya sedang kacau tidak baik bekerja dalam keadaan pikiran kacau setitik kesalahan akan jadi masalah kedepanya.


Sesampainya di rumah Rayna merebahkan dirinya diatas kasur tidak lama kemudian ponselnya berdering di lihatnya no baru masuk.


Rayna membiarkan ponselnya berdering pikiranya paling no iseng dia pun bergegas pergi ke kamar mandi karna waktu sudah menunjukan mendekati azdan magrib.


Pukul 21.00 Rayna kembali ke kamarnya setelah makan malam bersama keluarganya dan bercengkrama, entah kenapa saat ini hatinya begitu melow biasanya ia tidak pernah memperhatikan Juna sampai sedetail itu mau laki-laki itu menghubunginya atau tidak dia tidak pernah peduli.


Rayna meraih ponsel yang lempar di atas kasur ia melihat puluhan panggilan tidak terjawab dengan no yang sama no baru.


Jujur saat ini Rayna begitu merindukan Juna padahal sekedar untuk bisa mendengarkan suaranya saja saat ini ia akan merasa bahagia, tapi kenapa Juna seolah melupakanya gengsi kalo dia yang harus duluan menghubungi Juna.


Tidak lama kemudian ponsel Rayna pun kembali berdering dengan no yang sama tanpa pikir panjang Rayna menerimanya.

__ADS_1


"asalamualaikum"


"hallo sayang.... "


Ternyata bang Juna... kenapa dia mengganti no kontaknya batin Rayna


"hallo sayang.. kamu disana? kenapa no ponselku di blokir abang jadi susah menghubungi kamu abang sengaja beli kartu baru biar bisa menghubungi kamu"


Rayna tersadar kalo ia yang sudah memblokir no Juna.


Hening tidak ada jawaban dari Rayna perasaanya antara kesal dan rindu bercampur menjadi satu ia senang ternyata Juna menghubunginya tapi ia juga kesal kemana aja dia selama ini.


"sayang maaf abang baru bisa menghubungi kamu abang benar-benar sibuk tiap hari pulang larut malam banyak kerjaan yang harus abang selesaikan, please jangan marah ya.. "


Juna mengalihkan telephone biasa ke vidio call.


Rayna menghadapkan arah kameranya ke langit-langit kamarnya jujur saat ini Rayna tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar.


"sayang abang ingin melihat wajah kamu please hadapin kameranya ke arah wajah kamu"


Rayna menghapus air matanya setelah itu ia menghadapkan kamera ponselnya ke arah wajahnya.


Akhirnya Rayna bisa melihat dengan jelas wajah Juna wajah dan senyum itu yang selalu membuatnya rindu.


"sayang kenapa..hemzz? tanya Juna lembut


" aku tidak apa-apa aku barusan liat drama Korea ceritanya sedih jadi ikut nangis"


Rayna sengaja menutupi kemarahanya,tapi bukan Juna kalo ia percaya begitu saja Juna tahu Rayna marah karna ia baru bisa menghubunginya sekarang.


Belum selesai Juna bicara tiba-tiba Rayna menyela


"aku ga apa-apa beneran, abang jangan salah paham aku cuma nonton drama korea.


Juna menelisik raut wajah Rayna dia lebih banyak menunduk daripada melihat dirinya.


" sayang apa perlu sekarang abang kesana menemui kamu, abang ga bisa liat kamu sedih seperti ini sekarang abang siap-siap kesana ya"


"ehh jangan-jangan udah malam, aku beneran ga apa-apa"


"beneran ga apa-apa?kali gitu senyum dulu dong, goda Juna"


"apaan sih kaya anak abege aja.. "


"he.. he.. gimana kerjaan kamu lancar?


" alhmdlh lancar.. "


"syukurlah kalo begitu"


Dari arah belakang Juna, Rayna melihat seorang pria menghampiri Juna.


"pak semuanya sudah beres kita bisa berangkat sekrang"


"baiklah.. Sayang nanti abang hubungin kamu lagi ya abang harus pergi sekarang"


"iya,, jawab Rayna singkat"

__ADS_1


"kiss dulu dong"


"apaan sih bukan muhrim"


"abang suami kamu sayang ingat itu,,, yaudah abang aja yang kasih kamu kiss sini deketin muka kamu ke kamera"


Juna pun mencium ponselnya seolah ia sedang mencium Rayna.


"met tidur jangan lupa mimpiin abang, abang sayang kamu forever"


Rayna tersenyum walau sekedar vidio call setidaknya bisa mengurangi rasa rindu di hatinya ia pun cepat-cepat membuka blokiran no kontak Juna😁


*labil banget si Rayna mh🤣🤣*


Keesokan harinya Rayna tampak semangat menjalani hari-harinya apa yang ia khawatirkan tidak beralasan.


Ternyata Juna tidak melupakanya.


Dia pun semakin akrab dengan Panji dan Sopi dua sahabatnya ini benar-benar bisa jadi moodboster bagi Rayna.


Sebelum bekerja Sopi menghampiri meja kerja Rayna.


"Ray.. ini ada titipan makanan dari Panji"


"tumben kemana tuh anak"


"ada di bawah udah siap-siap penampilanya beuhh necis banget hari ini rambutnya pake pomade sejak kapan dia menjadi aliran penyuka pomade felling aku dia suka sama kamu Rayy"


"ngaco ahh.. "


"beneran Rayy liat ini bekal cinta dari abang Panji aku aja yang udah tahunan bareng kaga pernah dikasih beginian laa kamu karyawan baru udah dapet perhatian si kutu kupret"


"bilangin makasih,, udah sana udah mau jam kerja ni"


Rayna mengusir keberadaan Sopi ia menganggap apa yang dikatakan Sopi hanya hiburan semata..


Panji dan Sopi sama-sama seorang customer service pasti mereka pandai dalam berbicara dan bersikap.


Keesokan harinya pukul 07.30 seluruh karyawan bank cabang kota di kumpulkan di depan area teller Rayna berdiri di paling belakang Pak sandi selaku kepala cabang akan memperkenalkan pengganti dirinya.


"selamat pagi semua,sengaja saya mengumpulkan rekan-rekan semua disini saya ingin memperkenalkan seseorang beliau akan menggantikan posisi saya sebagai kepala cabang di kota ini, silahkan pak.


" selamat pagi semua perkenalkan nama saya Arjuna Erlangga putra disini saya akan menggantikan posisi pa sandi sebagai kepala cabang disininuntik itu mohon kerjasamnya sekian dan terimaksih atas waktunya.


Degg.. jantung Rayna seakan berhenti ketika mendengar suara dan nama yang sangat ia rindukan ada di kantor ini.


Pandangannya terhalang karna satu-satu karyawan disana bersalaman sambil memperkenalkan dirinya masing-masing


Juna pun mengedarkan pandanganya mencari seseorang yang ia rindukan ya wanita itu terlihat sedang berdiri di paling belakang.


Tiba saatnya bagian Rayna yang memperkenalkan dirinya sambil berjabat tangan dengan Juna ia menyebutkan nama dan posisinya.


"perkenalkan nama saya Rayna saya kerja di bagian back office"


Mereka seolah tidak saling mengenal ada senyum tipis di wajah Juna ketika Rayna memperkenalkan dirinya.


"jangankan namamu tubuh dan seluruh isi hatimu saja aku tahu karna itu semua miliku"batin Juna

__ADS_1


__ADS_2