GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
kedatangan sang Arjuna


__ADS_3

minggu pagi seperti biasa Rayna dan Rayyan pergi ke pusat lapang alun-alun mereka berolah raga sambil menikmati jajanan pinggir jalan.


"teh ade pengen beli kaos buat maen"


"ya tinggal beli aja atuh ngapain bilang ke teteh'


" beliin ya,, ade ga bawa uang"


"alah alesan kamu mah ngomong we pengen di traktir sama teteh,, ya sok atuh milih mau yang mana? "


"ade pengen yang warna putih sama item yang di gantung"


"ya udah,, mang punten bungkusin kaos yang warna putih sama item"


"teh sama trening atuh buat ade olahraga yang ade udah pada ngatung(ngegantung).


" ya sok aja atuh sekalian mau sama sendal sepatu slempak kaos kaki sok de mumpung teteh disini"geram Rayna


"ihh teteh mh,, trening aja satu boleh ya"


"ya udah,, mang sekalian trening satu jadi berapa semuanya"


"215 ribu neng"


"ini 250 ribu kembalinya buat emang aja makasih ya mang"


"terimaksih neng"


"ihh si teteh lebar(sayang) atuh kembaliaanya 35 ribu buat nambah-nambah bekel ade"


"hayu udah pulang sekali-kaki berbagi rezeki de"


Setelah puas berolah raga jajan dan belanja baju Rayna dan adiknya pulang ke rumah tidak lupa beli jajanan cilor kue cubit sama batagor kesukaanya untuk di bawa ke rumah.


Sesampainya di depan rumah ia melihat mobil Juna terparkir di halaman rumahnya.


"de,, bang Juna"


"atuh ya biarin we"


"teteh lewat belakang aja kamu bilang teteh belum pulang gitu ga tau pulangnya kapan biar suruh pulang aja males ketemunya juga"


"ihh teteh mh kasian atuh jauh-jauh dari Jakarta malah di suruh pulang, ade mh bilangin we teteh jalan belakang gitu"


"ari kamu ya terserah ah.. teteh mh mau jalan belakang aja"


Rayna pun masuk lewat pintu depan sebaliknya Rayna masuk lewat pintu belakang


"assalamualikum.. "sapa Rayyan


" waalaikum salam.. teteh mana ya??" tanya bapak


"teteh lewat jalan belakang pa,, ehh a Juna sehat?kapan datang?"Rayyan mencium tangan Juna


"alhdmlh sehat,, tadi setengah jam yang lalu, gimana kuliahnya lancar? tanya Juna


" alhmdlh lancar a,, "


"yaudah sana panggil teteh kamu suruh kesini aja a Juna gitu"

__ADS_1


"iya Pak"


Rayyan pun berlalu ke arah belakang menuju kamar kakaknya,,


"Teh disuruh bapak ke depan ada a Juna"


"iya,, teteh mandi dulu"


"Katanya ga mau ketemu tapi malah mandi dulu keliatan pengen geulis(cantik)ya di depan a juna" teriak Rayyan


"dasar rese punya adik satu itu"


20 menit kemudian terlihat Rayna keluar dari kamarnya ia baru saja beres mandi rambutnya sengaja tidak ia keringkan biar terlihat lebih natural. Rayna memakai kaos pendek warna kuning dan celana kulot panjang warna greyy, penampilanya seperti seorang gadis.


Ketika Rayna masuk ke dalam ruang tamu tampak Juna terkaget melihat ke arah Rayna,,


Rayna bagai kembang desa dengan baju yang sederhana rambut basah sehabis keramas dan makeup tipis membuatnya lebih terlihat cantik.


"asalamualaikum bang"


"waalaikum salam.. '


Melihat sikap Juna yang grogi akhirnya bapa meninggalkan Rayna dan Juna berdua di ruang tamu.


" bapak ke belakang dulu ini oleh-olehnya bapak bawa ke dapur ya"


"ohh iya Pak.. silahkan"


Bapak tampak kerepotan membawa beberapa paper bag yang berisi oleh-oleh dari Juna.


"Rayna gimana kabarnya? tanya juna gugup


" alhmdlh baik"Jawa Rayna dengan sikap jutek


"sudah berapa kali abang minta maaf sama aku,, aku kan bilang aku udah maafin abang kenapa harus terus meminta maaf"


"ohh ya terimaksih Rayna"


Lama mereka terdiam.. karna rasa gugup dan serba salah Juna terlihat jadi salah tingkah dan itu membuat Rayna ingin tertawa.


"pake acara salting segala kaya yang baru kenal" batin Rayna.. '


"ehm Rayna.. gimana kalo kita jalan keluar? ajak Juna"


"mau kemana? "


"kemana aja nonton belanja atau jalan-jalan ke taman hiburan" Juna terlihat sangat antusias mengajak Rayna pergi.


"kita ke sawah bapak, disana ada saung buat istirahat kita menikmati angin sawah"


"ya udah ayo"


Meraka pun izin kepada orangtua Rayna untuk pergi ke sawah. Saat di depan rumah Juna membuka pintu mobil untuk Rayna.


"mau kemana?"


"bukankah kita mau ke sawah"


"jalan kaki ga pake mobil"

__ADS_1


"Ohh iya.. hii" Juna tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sepanjang perjalanan banyak tetangga di kampung yang menyapa Rayna dan Juna tidak banyak yang tahu kalo Rayna sudah menikah karna dulu pernikahanya hanya di hadiri keluarga inti dan pejabat setingkat RT RW saja.


"neng Rayna bade kamana" (neng Rayna mau kemana)


"bade ka sawah bi,,*(mau ke sawah bi)


*tetangganya bertanya dalam bahasa Sunda tapi b saya langsung translate pakai bhsa. Indonesia aja biar cepet😁😁)


" kenapa jalan kaki kan jauh sawah mh"


"gapapa bi hitung-hitung olahraga"


Rayna berjalan sejauh hampir 1 km lumayan jalan yang menguras tenaga"


Juna tau ia sedang di kerjain Rayna tapi dia dengan lapang dada akan menerima semua perlakuan Rayna asalkan Juna dapat maaf dari Rayna.


"cape?? tanya Rayna


" engga,, mau jalan berapa kilo lagi abang temenin"ujar Juna


"tuhh sawah bapak udah kelihatan ada saungnya juga nanti kita bisa istirahat disana"


Letak sawah bapak Rayna persis ada di pinggir jalan desa suasana tenang nyaman dan asri membuat siapa saja yang datang akan merasa betah begitu juga dengan Juna ia merasakan kenyamanan dan ketenangan di kampung Rayna..


"abang duluan itu saungnya udah keliatan aku nanti nyusul" Rayna tampak kecapean terlihat dari napasnya yang terengah-engah.


"mau abang gendong" tanya Juna


"bukan muhrim"


"abang masih suami kamu sayang,,"


"itu dulu setelah abang jatuhkan talak satu kita bukan suami istri lagi"


"itu karna emosi dan dorongan amarah jadi ga sah kata talak nya abang udah tanya sama ustad, lagian kalo kita sama-sama mau kembali rujuk isha Allah kita bisa kembali bersama".


" tidak semudah itu.. 'Rayna pun berlalu menyusuri jalan setapak menuju saung yang ada di tengah sawah.


Setelah sampai Rayna langsung merebahkan dirinya di atas dipan kakinya menjulur ke bawah, matanya terpejam merasakan lelah yang amat sangat.


Juna melihat pemandangan indah di depanya seakan ia ingin ikut merebahkan tubuhnya di samping Rayna.


Ketika Rayna menyadari Juna ada di sampingnya buru-buru ia bangun tanganya menopang tubuhnya ke belakang pandanganya menatap lurus ke depan seolah ia sedang melihat masa depan.


Juna melirik ke arah Rayna wajah itu wajah yang selalu ia rindu betapa banyak luka yang ia torehkan di hati wanita ini ingin rasanya Juna mencium dan memeluk wanita yang ada di sampingnya sambil meminta maaf bersimpuh di kakinya.


Lama Juna menatap wajah Rayna tiba-tiba Rayna melirik ke arah Juna dan pandangan mereka pun saling bertemu mereka saling menatap satu sama lain.


Rayna tersadar dan menatap ke arah lain. Juna merasakan tatapan mata Rayna menggambarkan kesedihan dan kekecewaan yang teramat sangat yang tidak bisa ungkapkan kepadanya.


Juna pun bersimpuh terduduk di hadapan kaki Rayna. Ia memegang Tangan Rayna.


"sayang izinkan Abang untuk menebus semua kesalahan abang selama ini, abang berjanji tidak akan pernah menyakiti kamu lagi hidup abang hampa tanpa kamu di sisi abang"


Rayna menatap Wajah Juna wajah yang penuh dengan penyesalan.


"maaf bang aku belum bisa membuka hati aku lagi untuk abang terlalu dalam luka yang abang torehkan di hati aku,kalo abang memang benar-benar mencintai aku buktikan,,aku sudah tidak mau mendengar semua janji-janji abang, buktikan semua kesungguhan abang buktikan kalo abang memang memilih aku dalam hidup abang aku tidak mau hidup seperti dulu lagi terluka dan tersiksa"

__ADS_1


Juna tertunduk ia membayangkan jalan terjal yang akan ia tempuh untuk menggapai Rayna kembali.


Ternyata Rayna bukanlah wanita yang mudah jatuh cinta ia tidak silau oleh harta jabatan dan juga ketampanan Juna merasa menyesal telah menyia-nyiakan wanita berharga seperti Rayna.


__ADS_2