
Tidak terasa kandungan Rayna sudah menginjak di usia 8 bulan di lihat dari sudut mana pun tubuh Rayna terlihat seperti biasa saja hanya perut saja yang terlihat membesar. Setiap hari Juna bekerja di rumah sudah satu bulan yang lalu Juna memutuskan untuk bekerja di rumah ia ingin fokus dengan istrinya takutnya di saat ia sedang keluar kota Rayna melahirkan maka dari itu ia memutuskan untuk sementara cuti dari pekerjaan.
pagi itu Rayna dan Juna terlihat jalan-jalan di sekitaran komplek perumahan mereka seperti biasa rutinitas itu ia lakukan setiap hari, Rayna sangat suka dengan udara pagi yang segar.Di saat sedang menikmati sarapan bubur mang Ojo yang ada di belokan komplek tiba-tiba Rayna merasakan perutnya seperti melilit, ia hanya merasakan beberapa detik saja tapi tidak berselang lama ia pun kembali merasakan perutnya yang sakit.
Rayna pun sejenak berhenti memakan bubur pesananya keringatnya terlihat deras di dahinya.
"sayang.. kamu kenapa?? tanya Juna melihat mimik wajah Rayna yang terlihat sedikit meringis menahan sakit.
"perut aku sakit"
"hah...ya udah kita pulang kita ke rumah sakit sekarang"
Juna pun membawa Rayna pulang ke rumah setelah bersiap Juna dan Rayna pergi ke rumah sakit tidak lupa bi ipah pun ikut serta karna dia lebih berpengalaman.
Sementara orangtua Juna dan Elma sedang di luar kota.Sesampainya di rumah sakit Rayna segera mendapatkan pemeriksaan dari dokter kandungan.
"ibu Rayna sudah mulai pembukaan 2 pak, untuk sementara ibu bisa jalan-jalan dulu atau mau makan minum silahkan saya tingga dulu"
Sementara raut wajah Juna sudah tidak menentu ia merasa kasihan melihat Rayna yang sebentar-sebentar memegang tanganya dengan keras karna menahan sakit di perutnya.
"andai abang bisa gantiin rasa sakit kamu sayang"
"insha Allah aku kuat bang do'ain aja supaya nanti persalinanya lancar aku mau makan dulu lapar tadi sarapan bubur ga sempet habis"
Juna pun segera menyiapkan makanan untuk Rayna di saat sedang enak makan tiba-tiba Rayna kembali merasakan sakit yang luar biasa di perutnya.
Berulang kali Juna mencoba memeluk Rayna mengusap punggung dan pinggangnya.
"ehmmmm... sa.... kit... "
Juna pun kembali mengusap pinggang istrinya.
"sabar sayang tahan sedikit lagi kita akan bertemu dengan buah cinta kita"
Berkali-kali Rayna merasakan kontraksi di perutnya semakin terasa sakit yang Rayna rasakan, ia coba untuk berjalan tiduran tapi semuanya seperti sia-sia.
Dengan berurai air mata Rayna menahan segala sakit yang menderanya.Juna dengan setia menemani istrinya ia juga sudah mengabari kedua orangtuanya juga mertuanya jika saat ini Rayna akan melahirkan.
__ADS_1
"abang aku ga kuat sakit banget" ucap Rayna sambil merintih badanya bergetar hebat merasakan sakit yang luar biasa.
"bi tolong panggil dokter apa sudah waktunya kasian Rayna sudah kesakitan"
Bi ipah segera memanggil dokter yang menangani Rayna.
dokter pun datang dan segera memeriksa Rayna.
"masih pembukaan 5 pak kita menunggu sampai pembukaan 10 baru kita kan melakukan tindakan persalinan,bapak tolong bisa mengusap pinggang ibu"
"itu sudah saya lakukan dok dari tadi tapi istri saya terus-terusan kesakitan cepet tolong istri saya dok bagaimana pun caranya... " belum selesai Juna bicara Rayna segera memegang tangan Juna.
"abang..."ucapnya sambil merintih
" iya sayang.. "
Rayna dengan sekuat tenaga memegang lengan Juna, dengan sedikit meringis menahan sakit Juna mencoba menenangkan Rayna.
Hingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 19.00 malam.
Tidak berselang lama akhirnya Rayna sudah siap melahirkan pembukaan yang sudah sempurna membuat tim dokter bersiap untuk membantu Rayna melahirkan tidak ketinggalan Juna selalu berada di samping istrinya sambil menggenggam tangan Rayna.
Tampak wajah Juna penuh dengan kebahagiaan ia pun segera melihat keadaan putranya. Ia tidak menyadari keadaan Rayna.
"ibu Rayna.. ibu Rayna... " dokter menepuk-nepuk pipi Rayna tapi Rayna tidak juga membuka matanya.
"dokter ada apa dengan istri saya" wajah Juna begitu pucat ketika menyadari bahwa Rayna tidak sadarkan diri.
"sayang.. bangun.. sayang.. anak kita sudah lahir kamu pasti ingin melihatnya dia tampan sekali seperti abang ayo bangun sayang"
Juna terus berusaha membangunkan Rayna tapi Rayna tetap tidak membuka matanya.
"pak Juna mohon anda keluar dulu kami akan melakukan pemeriksaan kepada ibu Rayna"
Dengan berat hati Juna pun keluar dari ruang bersalin.
Ia bagai manusia linglung tidak tau apa yang harus di lakukan perlahan kesadaran ya kembali tidak lama kemudian Juna pun menangis tersedu.
__ADS_1
"mas Juna kenapa menangis" tanya bi ipah
"Rayna bi.. Rayna tidak sadarkan diri saya takut terjadi apa-apa terhadap Rayna"
Kita doakan saja semoga neng Rayna baik-baik saja.
Setengah jam kemudian dokter yang menangani Rayna keluar dari ruangan Juna pun segera menghampiri.
"bagaimana dengan istri saya dok.. " tampak raut wajah Juna yang amat sangat khawatir.
"ibu Rayna mengalami pendarahan pasca melahirkan saat ini ibu Rayna butuh tranfusi darah kami akan berusaha semaksimal mungkin mohon doa nya untuk keselamatan ibu Rayna,," dokter pun berlalu pergi meninggalkan Juna.
tampak tubuh Juna yang limbung ia terduduk di kursi tunggu pandangannya seakan rabun karna air mata yang menghalangi pandangan ya.
"mas Juna ga apa-apa.. "
Juna hanya bisa terdiam mendengar penjelasan dokter yang menangani Rayna.
"Rayna baik-baik aja kan bi... "
"kita doakan yang terbaik buat neng Rayna..
mas Juna dede bayi belum di adzani mas"
Juna sama sekali tidak bisa mendengar apa yang bi ipah bicarakan otaknya serasa kosong.
"mas Juna.. dede bayi belum di adzani berulang kali bi ipah bicara padanya telinga Juna seakan tuli tidak mendengar apa-apa yang ada di dalam kepalanya hanya Rayna.. Rayna dan Rayna... "
Juna hanya terpengkur sambil terisak memikirkan kondisi Rayna yang tidak sadarkan diri pasca melahirkan ia takut apa yang pernah ia mimpikan akan terjadi Rayna pergi meninggalkan dirinya dan anak yang baru saja terlahir ke dunia ini.
"BI ipah Rayna pasti selamat kan.. dia pasti baik-baik aja kan bi... "
"iya mas.. neng Rayna pasti baik-baik aja"
Juna hanya bisa berdoa semoga Rayna bisa kembali sadar dan pulih kembali.
******
__ADS_1
🍂setelah sekian purnama baru bisa menulis kembali maaf bila makin sini makin garing ceritanya.. 🤭sekian dan selamat malam✌