GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
honeymoon di kamar


__ADS_3

Hati Juna benar-benar bahagia bagaimana tidak bahagia Rayna sudah memaaafkanya dan mau kembali hidup bersamanya.


"sayang malam ini kita pulang ke rumah ya..?"


"kenapa ga ke rumah mama baju dan barang-barang aku masih disana"


"gampang besok kita ambil ke rumah sekarang kita pulang ke rumah ya aku kangen kamu apa kamu ga merasa kangen sama aku"


"gak.. " ucap Rayna ketus


"hee.. hee.. jangan ngambek-ngambek lagi ya abang bener-bener frustasi berjauhan sama kamu"


"kita take away makanan ya takutnya nanti lapar di rumah soalnya udah beberapa hari bi ipah ga ke rumah lagi sakit, kamu mau makan apa??"


"bi ipah sakit,,, besok sebelum ke rumah mama kita nengok dulu bi ipah ya"


"iya... sekarang mau makan apa?"


"terserah... "


"kebiasaan kalo wanita di tawarin jawabanya terserah nanti salah lagi"


"enggak bebas mau apa aja oke.."


"... kalo sate plus lontong gimana mau?"


"ya boleh... "


Akhirnya Juna mampir di kedai sate dia memesan 30 tusuk sate sapi dan ayam 20 tusuk sate kambing"


"aku ga suka sate kambing abang" bisik Rayna kepada Juna


"sengaja aku pesen buat aku biar tambah stamina"


Tampak Rayna mengerutkan dahinya.


"maksudnya... "


"ga apa-apa.. Ohh ya mau apa lagi mumpung kita msih di luar"


"udah itu aja.. tadi aku udah makan di caffe"


Setelah selesai Juna dan Rayna pun beranjak pulang ke rumah mereka rumah yang sudah satu bulan ini Rayna tinggalkan.


"sayang sebelum ke kamar kita makan dulu ya setelah itu baru kita istirahat"


Rayna dan Juna pun akhirnya menyantap sate yang mereka beli tadi Rayna ternganga melihat Juna yang semangat sekali memakan sate kambing.


"pelan-pelan abang aku ga akan minta sate kamu'


" biar cepet beres sayang aku udah pengen rebahan sama kamu cuma perut udah ga bisa nahan lapar dari tadi"


"emang tadi di caffe ga makan"

__ADS_1


"selama kamu pergi dari rumah nafsu makan aku berkurang sekarang setelah kamu pulang nafsu makan aku kembali baik" ucap Juna sambil terus makan.


Rayna tampak menggenggam tangan Juna.


"aku minta maaf.. "


"ini bukan salah kamu aku yang salah"


"kenapa sih sekarang jadi bilangnya aku kamu gak pake abang lagi?rengek Rayna pada suaminya.


"abang lupa sayang... keseringan di tinggal istri jadi gini pelupa"


Acara makan malam pun berakhir dengan Juna yang menghabiskan semua sate yang ia beli, Juna melihat Rayna keluar dari kamar mandi saat dia akan mendekat Rayna buru-buru mundur menghindari Juna.


"sayang... kamu kenapa menghindar kamu ga rindu sama abang?? rengek Juna melihat Rayna yang malah menjauhi dirinya.


" sholat dulu sayang,, "


Tanpa banyak kata Juna segera masuk ke kamar mandi, setelah selesai melaksanakan ibadah sholat isya Rayna dan Juna beranjak naik ke atas kasur.


Juna mendekap tubuh Rayna dengan erat.


"jangan kencang meluknya aku sesak"


Juna pun merenggangkan pelukanya sesekali ia mencium pucuk kepala dan kening Rayna.


"sayang abang kangen banget sama kamu,jangan tinggalin abang lagi ya abang ga bisa hidup tanpa kamu"


"iya,,, abang akan lebih berhati-hati lagi dengan manda sekarang abang sudah tidak ada urusan lagi denganya perusahaan abang sudah memutus kerjasama dengan perusahaanya jadi ga ada alasan untuk kita bisa bertemu lagi"


"hemm.. " ucap Rayna datar


"sumpah sayang abang sudah memutus semua kontak dengan dia abang hanya ingin fokus dengan keluarga kita"


"hemmm... "


"sayang kamu ga percaya sama abang dari tadi jawabanya cuma hemm.. hemm.. doang"


"susah percaya sama abang terlalu banyak berjanji tapi ga di tepati kita lihat saja kedepanya bagaimana aku ga mau terlena dengan semua janji abang hati orang suka berubah-ubah"


Juna beringsut duduk ia menatap mata Rayna dengan tajam.


"abang tahu tidak mudah buat kamu melupakan semuanya abang tau abang terlalu banyak membuat kesalahan sama kamu mulai detik ini abang ga akan banyak berjanji tapi abang akan membuktikan semuanya perkataan abang sama kamu"


"lakukanlah,,, jika abang memang mengingikan kami berusahalah membuat hidup kami bahagia bukan hanya dengan fasilitas atau kemewahan tapi berikan kami kasih sayang yang tulus dengan tidak menyakiti perasaan aku dan anak kita"


Juna memeluk Rayna dengan sangat tulus.


"aku akan berusaha melakukan yang terbaik buat kamu".


Semalaman Rayna tidak bisa tidur dengan tenang entah untuk yang keberapa kali Juna meminta jatah kepada Rayna hingga pukul 03.00 Juna melihat wajah Rayna yang sudah terlelap penuh dengan keringat ia pun mengusap keringat di dahi Rayna dan lalu menciumnya.Rasa sayang Juna kepada Rayna benar-benar mengalahkan rasa cintanya dulu kepada Manda.Juna belum pernah merasakan perasaan cinta yang begitu besar kepada seorang wanita kecuali kepada ibu dan adiknya dulu pun terhadap Manda hanya perasaan cinta yang biasa tidak sampai menggebu seperti perasaan cintanya kepada Rayna.


Tidak terasa waktu sudah menujukan pukul 05.30 Juna merasa ada air yang menetes di wajahnya ketika ia membuka mata dia melihat Rayna sedang tersenyum di hadapan ya dengan rambut basahnya.

__ADS_1


"cepet bangun udah mau pagi abang belum subuh.. "


Saat Rayna akan beranjak turun dari kasur Juna menarik tubuh Rayna.


"euhmmm wanginya, istri siapa nih pagi-pagi udah seger gini jadi pengen lagi... "


"abang udah siang cepet nanti telat subuhnya aku mau bikin sarapan dulu... "


"jangan bikin sarapan kita order aja... hari ini kamu cukup diam di kamar kita honeymoon di kamar aja"


"honeymoon di kamar jalan-jalan ke ke mana gitu"


"kamu mau kemana...??"


"aku mah ke pengalengan atau ke lembang atau ke puncak juga ga apa-apa sewa villa atau camping seru kayanya ga harus jauh-jauh ke luar nagreg ngabisin uang tenaga waktu yang deket-deket aja yang penting quality time berdua"


"ya udah nanti abang nyari waktu dulu sementara sekarang kita honeymoon dulu di kamar ya"


"udah ahh cepet mandi dulu keburu siang belum sholat subuh lagi"


Juna pun beranjak pergi ke kamar mandi dan Rayna beranjak ke dapur membuat sarapan.


"ngapain order sarapan keluar di kulkas juga banyak stok makanan dan sayuran"gerutu Rayna


Rayna pun akhirnya membuat sarapan nasi goreng telur dadar dan tumis sawi, setelah selesai ia menyiapkanya di meja makan.Terlihat Juna keluar dari kamar memakai sarung dan baju koko.


Rayna menatap Juna sampai ternganga betapa gantengnya Juna memakai baju koko dan sarung.


Juna yang melihat Rayna sampe tidak berkedip menatapnya langsung mencuri ciuman singkat di bibir istrinya.


"abang... " teriak Rayna kepada Juna


"apa...sampe ga ngedip mata liat abang kaya gitu"


Rayna tersenyum malu.


"apaan sihh.. "


Juna pun akhirnya menyantap sarapan pagi buatan istrinya nasi goreng satu mangkuk besar habis tidak bersisa bersama 4 telur ceplok dan tumis sawi.


"abang ga salah makan sampe segitunya.. "


"abang rindu masakan kamu,, please jangan tinggalin abang lagi ya sayang abang tersiksa ga ada kamu"


"mulai lebaynya.... "


Setelah selesai Juna menarik Rayna duduk di sofa depan TV pagi hari di temani secangkir kopi panas dan susu hamil.Tampak Juna rebahan di pangkuan Rayna sambil mencium perut Rayna.


"anak papa apa kabar udah lama ga cium-cium begini sehat-sehat di perut mama ya nak papa dan mama sayang kamu"


Juna terus mencium perut Rayna, Rayna pun mengusap kepala Juna dengan penuh rasa sayang.


Juna lalu beralih menarik tengkuk Rayna untuk mencium bibir Rayna pagi itu Rayna dan Juna kembali merengkuh indahnya sinar mentari pagi.

__ADS_1


__ADS_2