GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
merajuk karna rindu


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Rayna dan Juna pergi ke kantor bersama setelah mereka masuk ke ruangan masing-masing tiba-tiba ponsel Juna berdering.


"hallo... "


Juna mendapat kabar kalau perusahaan tempatnya bekerja di Jakarta sedang ada masalah mau tidak mau Juna harus segera kembali ke Jakarta.


Juna segera memanggil Rayna untuk ke ruangnya.


Tidak lama kemudian Rayna turun ke lantai bawah menemui suaminya.


"ada apa bang..?" tanya Rayna ketika sampai di depan pintu ruangan Juna


"sini sebentar sayang ada yang ingin abang bicarakan.


Rayna pun berjalan menghampiri Juna ia duduk di sofa ruangan Juna.


Juna pun beranjak menghampiri Rayna yang duduk di sofa ruanganya. Juna menggenggam tangan Rayna


" sayang barusan ada kabar dari Jakarta abang harus segera pulang ke Jakarta perusahaan ada masalah dan abang yang bertanggung jawab disana harus segera menangani masalah ini"


"emang ada masalah apa? "


"abang belum tau persisi tadi asisten abang cuma memberitahukan garis besarnya aja"


"ga apa-apa kan abang tinggal kesana kamu disini tinggal dua minggu lagi abang udah ngajuin surat pengunduran kamu, nanti setelah kamu beres kerjaan disini abang jemput"


Terlihat Rayna termenung ia menatap meja yang ada di depan matanya.


"Ohh ya sudah kalau begitu" ujar Rayna lirih


"jangan sedih gitu dong abang jadi ga tenang ninggalin kamu sendiri disini, abang janji kalau pekerjaan abang selesai nanti abang jemput kita pulang ke Jakarta sama-sama"


Rayna tersenyum tipis pada Juna.


"kapan abang berangkat?"


"malam ini karna besok pagi abang harus segera menggelar rapat bersama para pimpinan di kantor"


"Ohh,, ya sudah nanti Siang aku izin pulang mau siapin barang-barang abang"


"ga usah barang abang cuma sedikit, kalau pun kamu mau pulang siang nanti bareng aja abang mau minta dulu bekal sebelum pulang"


"memangnya uang abang sudah habis?"


"Bukan bekal itu sayang,, tapi bekal ini Juna menunjuk ke arah bawah perutnya"


"ehmm.. giliran begituan aja ga lupa"


"mana mungkin lupa malah bakalan kangen dua minggu sayang kita ga akan bertemu"

__ADS_1


"ya udah aku beresin dulu kerjaan aku nanti siang kita pulang"


"kamu memang istri pengertian"


Sekilas jUna mencium pipi Rayna.


*******


Tiba pukul 18.15 menit terlihat Rayna sedang melaksanakan sholat berjamaah dengan Juna. Setelah melakukan salam Rayna mencium tangan Juna.Di saat Rayna akan beranjak berdiri Juna menahan tubuh Rayna.Ia memeluk erat tubuh istrinya itu.Juna melihat ada genangan air mata di sudut mata Rayna.


"abang akan secepatnya jemput kamu kesini, jaga diri kamu baik-baik kalau ada apa-apa cepat hubungi abang ya"


Terlihat Rayna hanya menganggukan kepalanya saja ia tidak bisa berkata-kata rasa sedih di hatinya begitu membuncah.


Tidak lama kemudian Juna pun pulang ke Jakarta dengan membawa mobilnya, ia tidak membawa semua pakainya karna merasa nanti ia akan kembali untuk menjemput Rayna.


*******


Keesokan harinya Rayna merasa tidak semangat bekerja biasanya ia akan selalu melihat suaminya Juna tapi untuk dua minggu kedepan ia tidak akan melihat Juna.


Seharian ini Juna tidak menghubunginya pesan-pesan yang Rayna kirimkan pun semua belum terbaca oleh Juna.


Entah kenapa malam ini perasaan Rayna semakin tidak menentu hatinya begitu merindukan Juna Ia memeluk bantal yang selalu di pakai Juna ketika tidur bau Juna seakan menjadi pengobat rindu bagi Rayna, ia tidak bisa menahan air mata karna mengingat Juna nyang jauh disana.Beberapa kali Rayna mencoba menghubungi Juna tapi ponsel Juna tidak bisa di hubungi.


Tepat pukul 22.45 ponsel Rayna berdering beberapa kali karna posisi Rayna yang sudah tertidur sampai ia tidak mengetahui jika Juna menghubunginya.


Di lain tempat Juna merasa bersalah seharian ini dirinya amat sibuk membereskan masalah yang terjadi di kantornya sampai ia lupa kalau istrinya dari tadi menghubunginya, perasaan bersalah menyeruak di hatinya.


setelah selesai melaksanakan sholat ponsel Rayna pun berdering ia melihat Juna hatinya begitu bahagia melihat suaminya yang menghubunginya.


"assalamualaikum.. "


"waalaikum salam.. sayang maaf seharian kemarin abang ga sempet menghubungi kamu abang sibuk banget juga hape abang lowbat pesan-pesan kamu pun baru abang baca semalam, saat abang mau menelphone balik sepertinya kamu sudah tidur"


Rayna tidak bisa menjawab semua rentetan ucapan Juna ia begitu merindukan suara suaminya, air matanya jatuh membasahi pipinya.


"sayang,,, sayang,,, "


"ahh,, iya abang.. "


"kamu kenapa apa masih ngantuk" tanya Juna ia merasa heran Rayna hanya berdiam tanpa menjawab ucapan Juna.


"ti,, tidak abang" srokkk... Rayna tidak bisa menyembunyikan kesedihanya hanya sekedar mendengar suara Juna membuat perasaanya semakin merindukan Juna. Ia pun merasakan aneh ada apa dengan dirinya mengapa ia begitu berat berpisah dengan Juna juga mengapa perasaanya begitu sensitif sekali.


Juna pun mengalihkan telphonenya menjadi vidio call..


"sayang,,, mana wajah kamu abang kangen"


Juna hanya melihat langit-langit kamar kosanya ia tidak melihat wajah Rayna.

__ADS_1


Rayna sengaja mengalihkan vidio ke arah langit-langit kamarnya ia tidak ingin Juna tahun jika dirinya sedang berurai air mata.


"sayang,,,abang rindu tolong abang ingin melihat wajah cantik kamu"


"udah abang gini aja aku baru bangun ga nyaman di lihat abang" terpaksa Rayna berbohong kepada Juna.


Juna tahu jika istrinya sedang menangis dari suara seraknya ia bisa mendengar jika Rayna sedang bersedih.


"sayang,,, please abang cuman mau lihat wajah kamu seharian kemarin abang sibuk kerja sampe ga ada waktu pegang ponsel, abang rindu sama kamu"


Akhirnya Rayna menyerah ia membalikan kameranya kehadapanya, ia tertunduk ke bawah ia tidak ingin melihat wajah suaminya ia merasa malu dengan wajah sembabnya.


"sayang tolong lihat abang mau bicara"


Perlahan Rayna pun mengangkat wajahnya menatap suaminya, ia melihat suaminya yang sedang memandangnya dengan wajah sendu.


"apa... "


"abang tahu kamu sedih berpisah dengan abang tapi ini hanya sementara dua minggu itu tidak lama sayang sabar ya,,, nanti abang jemput"


Rayna sama sekali tidak menjawab semua perkataan suaminya hatinya sedang tidak baik-baik aja ada apa dengan perasaanya kenapa ia sangat sensitif sekali.Ia merasa Juna tidak merindukan dirinya hanya dirinya yang merindukan Juna, ia bilang dua minggu sebentar lah ini baru berpisah sehari saja rasanya berasa tidak bisa hidup tanpanya, walau terkesan lebay tapi inilah kenyataanya mungkin saat ini Rayna sedang mengalami syndrom cinta berat pada suaminya.


"sayang kamu dengar abang kan"


"iya.. "


"abang yakin semalaman kamu nangis ya,, wajah kamu sembab gitu jangan sering nangis dong sayang nanti jelek lo"


Rayna terkejut mendengar ucapan akhir Juna yang mengatakan dirinya jelek.


"memang dari dulu aku jelek, ga usah di sebutin juga aku tau ko, ya udah aku tutup dulu Assalamu'alaikum"


Rayna pun menutup telephone dari suaminya ia mematikan ponselnya.


"ada apa dengan hatiku mengapa hatiku begitu sakit padahal aku tahu bang Juna sedang bercanda"


Di lain tempat Juna merasa heran dengan sikap Rayna.


"ada apa dengan Rayna mengapa ia seperti tersinggung dengan candaanku apa bercandaku keterlaluan"


Berkali-kali Juna menghubungi ponsel Rayna tapi ponsel Rayna langsung tidak aktif.


"mungkin dia tersinggung aku mengatakanya jelek padahal aku hanya bercanda"


Juna meremas rambut baru juga bangun ia sudah di hadapakan drama istrinya yang sedang merajuk.


"wanita kalau sudah merajuk pasti bikin kepala laki-laki serasa ingin pecah"


Juna merasa saat ini bukan waktunya ia meladeni istrinya yang sedang merajuk karna ia sedang membereskan permasalahan di kantornya.

__ADS_1


Juna pun bersiap-siap untuk pergi ke kantornya ia ingin segera membereskan semua masalah di kantornya setelah itu ia akan membereskan masalah Rayna yang sedang marah padanya.


__ADS_2