GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
Drama kotak bekal...


__ADS_3

Siang itu Rayna terlihat sibuk menyiapkan makan siang untuk suaminya ia sudah memasak makanan kesukaan suaminya Juna,udang saus tiram tumis brokoli pake bakso dan dadar telur ia juga sudah mengupas buah apel dan pepaya tidak ketinggalan air infus water di dalam tumbler semuanya sudah ia masukan ke dalam bag kecil.Hati ini Rayna berencana pergi ke kantor Juna untuk mengantar makan siang ia ingin memberi kejutan kepada suaminya.


"Hati-hati neng di jalanya.. "ucap bi Ipah kepada Rayna ia merasa risih melihat Rayna yang sudah hamil besar tapi masih beraktifitas kesana kemari.


" iya bi.. kalau gitu aku pergi dulu asalamualikum.. "


"waalaikum salam.. "


Akhirnya Rayna pergi menggunakan taxi online yang sudah ia pesan, 40 menit kemudian akhirnya ia sudah sampai di depan kantor Juna lalu ia turun dan masuk ke dalam kantor ia sengaja tidak memberitahukan suaminya kalau hari ini dia akan datang mengantar makanan.


"permisi bu mau bertemu siapa.. " salah seorang satpam menghampiri.


"ehmm.. saya mau bertemu pak Juna pak"


"pak Juna..?? apa ibu sudah ada janji..?"


"belum pak.. saya mau mengantar makanan ini"


Rayna tidak menyebut dirinya sebagai istrinya Juna.


"sebentar ya bu,, saya tanya dulu ke bagian resepsionis"


Rayna menunggu dan tidak lama kemudian satpam pun kembali menghampiri Rayna.


"maaf Bu pak Juna tidak bisa diganggu beliau sedang ada meeting dengan klien,, kalau mau ibu bisa menunggu disini"


"ohh,, apa saya bisa langsung ke ruangan beliau"


"maaf tidak bisa,, bu"


"ohh ya sudah saya tunggu disini"


Selama kurang lebih 1jam setengah Rayna menunggu di lobby kantor karena merasa kebelet pipis ia pergi ke toilet dan meninggalkan kotak makan di meja.


Selama Rayna di toilet Juna melintas keluar kantor sekelebat ia melihat kotak bekal di meja tapi ia tidak terlalu memperhatikanya.


"permisi pak maaf tadi ada seorang wanita yang menunggu bapak beliau sudah menunggu satu jam setengah disini"


"siapa.. "


"kurang tahu pak, mungkin beliau sedang ke toilet"


"saya masih ada meeting di luar tolong bilang lain kali saja datangnya"


Juna pun berlalu pergi keluar kantor, tidak berapa lama kemudian Rayna keluar.


"pak masih lama ya meetingnya"


"maaf Bu pak Juna sudah keluar beliau ada meeting jadi ga bisa menunggu ibu"


Deg... hati Rayna serasa lemas apa dia tidak tahu kalau yang menungunya itu istrinya sendiri.


"apa pak Juna tidak bilang apa-apa lagi"


"tidak bu,, beliau hanya berpesan lain kali aja datangnya beliau sedang sibuk"

__ADS_1


"boleh minta kertas dan pinjam pulpenya pak"


Rayna pun akhirnya menulis di secarik kertas dan menyelipaknya di atas kotak makan.


"tolong berikan kotak makan ini pak sama pak Juna kalau begitu saya permisi dulu terimaksih atas bantuanya"


Rayna pun dengan lunglai pergi meninggalkan kantor Juna, sesampainya di rumah Rayna langsung masuk kamar dan tidak keluar lagi hormon kehamilanya membuat Rayna sedikit lebih sensitif dan mudah tersinggung".


****


Setelah melakukan meeting di luar Juna kembali ke kantor saat ia beranjak masuk ke kantor tiba-tiba satpam kantor menghampirinya.


"maaf Pak ada titipan dari ibu yang tadi beliau sudah pergi tapi menitipkan kotak bekal ini"


Juna lalu meraih tas bekal itu trus berlalu pergi ke ruanganya.Sesampai di ruangan ia menyimpan kotak bekal itu di atas meja dan Juna pun kembali sibuk dengan pekerjaanya.


Sampai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 18.00 Juna pun bersiap untuk pulang ke rumah ia tidak menyadari kotak bekal yang tergeletak di atas mejanya.


Akhirnya Juna pun pulang ke rumahnya sesampainya di rumah Juna melihat Rayna sedang membaca Ayat suci Al-Quran.. ia pun segera masuk ke kamar mandi dan melaksanakan ibadah sholat magrib.


Setelah selesai ia tidak melihat Rayna ada di kamarnya Juna pun keluar kamarnya dia melihat Rayna sedang menyiapkan makan malam mereka.


"abang taruh dimana kotak bekal?"


"kotak bekal apa?"


Rayna yakin Juna tidak memakan makanan yang ia bawa tadi siang.


"apa tadi satpam kantor tidak memberikan kotak bekal abang"


Tiba-tiba Juna mebelalakan matanya menatap Rayna


" sayang..... "


Rayna hanya diam ia makan dalam diam hatinya benar-benar kesal ia yakin kalau kotak makan yang ia bawa tidak Juna sentuh sama sekali.


"sayang maaf abang kira itu bukan dari kamu.. abang ga tau"


Rayna masih diam di sudut matanya sudah menggenang air mata yang sebentar lagi jatuh membasahi pipinya.


Juna yang melihat istrinya menjadi diam amat sangat bersalah andaikan tadi ia membuka kotak makan itu mungkin Rayna takan merajuk seperti ini belakangan ini Rayna benar-benar sangat sensitif.


"sayang aku benar-benar minta maaf kamu jangan marah dong, aku benar-benar gak tau"


Karna merasa di abaikan Rayna akhirnya Juna bersuara agak keras kepada Rayna.


"kamu kenapa sih aku kan ga tau kalau kamu datang ke kantor bawa bekal jadi jangan salahin aku dong, kaya anak kecil banget sih dikit-dikit marah aku kan sudah minta maaf trus aku harus apa lagi,, iya aku yang salah ga membuka kotak bekal yang kamu bawa kalau kamu kasih tau dulu mungkin ga akan begini kejadianya"


Rayna menatap Juna dengan mata berkaca-kaca.


Rayna pun berlalu pergi ke kamarnya, Juna yang melihat sikap Rayna menjadi serba salah ia pun segera menyusul Rayna ke dalam kamarnya.


Juna melihat Rayna duduk di pinggir kasur mebelakangi dirinya tubuhnya bergetar ia tahu Rayna sedang menangis.


"sayang maafin abang,, maaf.. "

__ADS_1


Juna berjongkok di hadapan Rayna sambil memegang kedua tangan Rayna.


"maaf abang ga bermaksud membentak kamu sayang"


Rayna masih terlihat sesegukan menahan tangisanya


Juna pun segera duduk di samping Rayna dan ia mendekap tubuh Rayna.


"maafin abang sayang maaf... "


"abang bisa ga sih ga bentak-bentak aku,aku gak suka abang ga bisa banget hargai jerih payah aku udah cape-cape masakin makanan kesukaan abang udah rela panas-panas nganterin ken kantor ga taunya jangankan di makan di sentuh aja enggak,,, apa kerja keras akubga ada artinya sama sekali di mata abang,, atau aku emang ga ada artinya buat abang"


Rayn semakin keras menangis nya.


"bukan begitu sayang,, abang ga tau kamu ke knagor besok-besok kalau kamu ke kantor kasih kabar dulu jangan dadakan kaya tadi kan jadinya miscom"


"ga akan aku mau nganter lagi makanan ke kantor kapok aku"


"jangan gitu dong sayang..."


Rayna msih saja menangis di dalam pelukan Juna.


Hingga akhirnya tangis Rayna pun reda ia melepas pelukan Juna.


"aku ngantuk mau tidur" ucap Rayna


"ya sudah abang beresin dulu bekas makan tadi,,"


Juna pun meraih selimut dan menutup tubuh Rayna sampai dada tidak lupa ia pun membelai kepala Rayna dan mengecup kening dan bibir Rayna.


Waktu sudah menujukan pukul 00.30 malam Rayna terbangun karna ingin buang air kecil saat ia membuka mata ia tidak melihat Juna ada di sampingnya.


"kemana bang Juna... "


Setelah selesai melepas hajat di kamar mandi ia pun keluar dari kamar untuk mencari keberadaan suaminya itu.


Rayna melihat Juna sedang memangku laptopnya ia pun pura-pura beranjak ke dapur untuk minum air putih dingin, ketika ia sedang berdiri di depan kulkas tiba-tiba Juna memeluknya dari belakang.


"kenapa bangun.. hemm.. nyari abang yah"


"enggak aku hanya haus" ucap Ratna datar


"ehmm gitu ya... kalau haus kenapa harus keluar bukanya di kamar ada sedia dispenser"


Rayna termenung ia lupa jika di dalam kamarnya tersedia dispenser supaya kalau dia haus tidak perlu bolak balik keluar kamar.


Rayna pun segera melepaskan pelukan Juna ia berjalan kembali ke kamarnya sebelum sampai ke dalam kamar Juna menarik Rayna sambil memeluknya lalu ia menangkup wajah Rayna.


"maaf jika abang sering menyakiti dan menyinggung perasaan kamu... maukan maafin abang"


Rayna menganggukan kepalanya. Juna menatap wajah mata Rayna yang masih terlihat sembab.


"abang sayang kamu... maafin abang ya"


Juna pun mencium kening dan bibir Rayna,,, akhirnya malam itu Juna dan Rayna menghabiskan malam berasama dengan penuh gairah.

__ADS_1


Bagaimanapun sikapnya kepada Rayna di hatinya ia tetap sangat mencintai Rayna.


__ADS_2