GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
perkenalan


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Juna dan Rayna melakukan aktifitas pagi, seusai melaksanakan sholat subuh Rayna berkutat di dapur menyiapkan bekal dan sarapan buat suaminya dan Juna pun melakukan olahraga pagi dengan jogging di sekitaran kompleks perumahan mereka.Tidak lama kemudian terlihat Juna sudah memasuki rumah ia melihat istrinya sedang sibuk menyiapkan bekal untuknya.Memang sudah beberapa hari ini ia sibuk di kantor sehingga terkadang ia sengaja melupakan makan siang.


"Sayang hari ini kamu buatkan bekal apa, sembari memeluk tubuh Rayna dari belakang, tidak lupa ia menciumi Rayna.


" Abang udah ihhh aku geli.. hari ini aku masakin abang ikan sarden tumis brokoli sama bakwan jangung, ini aku juga udah siapin buah pir sama pepaya wajib di makan ya Rayna pun mencubit hidung suaminya sambil berlalu".


Juna pun tersenyum melihat sikap istrinya.


Setelah dua hari kemarin selama di rumah mamanya dia di asinin sekarang sikap Rayna sudah kembali seperti semula.


Pagi itu mereka menghabiskan waktu sambil saling bercanda.Saat dalam perjalanan menuju kantor Rayna menggemgam tangan suaminya.


"Bang aku sudah memutuskan untuk mempertahankan rumah tangga kita, aku tidak akan membiarkan orang lain masuk sekalipun itu mantan abang, abang sudah jadi miliku suamiku ga ada seorangpun yang berhak mengambil abang dari tanganku"


Juna melirik ke arah Rayna ia tersenyum mendengar penuturan istrinya itu.


"Abang senang mendengarnya,abang yakin kita bisa melewati semua ini asal kamu selalu ada di samping abang.


Setibanya di kantor Rayna bergegas masuk ke dalam ruangan, ia mulai duduk dan menyalakan komputernya, ia orang pertama yang ada di dalam ruangan kerjanya.


"udah jam berapa pada belum datang"


Tidak lama kemudian Arya pun datang tanganya penuh dengan jinjingan yang entah apa isinya,tapi kalo di lihat-lihat seperti bungkusan oleh-oleh.


"Rayy liat ini gw bawa oleh-oleh kemarin gw pulang ke Garut nah ini buat lu isinya lu buka sendiri deh ada banyak makanan disitu gw juga bawain buat pa Yoga secara dia atasan gw yang paling baik nah kalo yang ini buat gw bagi-bagiin sama anak-anak yang lain".


Rayna tersenyum melihat kerepotan Arya di balik sifatnya yang somplak di adalah sahabat baiknya.

__ADS_1


"Sini dong gw jembel dulu pipi lu, makasih banget cayangkuh udah repot-repot bawain oleh-oleh buat aku, Rayna pun menjembel keras pipi Arya, saking gemesnya sampe membekas warna merah.


"Sakit romlah lu ga kira-kira ngejembel pipi gw sampe panas kaya gini"


Rayna tertawa melihat sahabatnya meringis kesakitan.


"Habisnya gw gemes banget sama lu, kelakuan lu kaya bocah anak SMP makanya cukup lu dan Elma yang jadi bestie gw"


"Oke lu kan udah gw kasih oleh-oleh nah gantinya ntar makan siang lu traktir gw di rumah makan Sunda yang deket kantor laki lu, oke cantik rayu Arya"


"Huh gw kirain gratisan ternyata pamrih lu,,,, oke gw traktir lu sampe kenyang"


Setelah selesai percakapan antara sepasang sahabat, mereka pun bekerja seperti biasa tidak lama kemudian pa Yoga keluar dari ruangan,


"Rayna kamu di panggil pak Rio keruanganya"


"Baik Pak"


"Permisi pak, bapak memanggil saya"


"Oh ya ray silakan masuk,saya sudah bicara dengan pak Yoga,jadi begini saya ingin kamu jadi Sekretaris pribadi saya.Pa Yoga bilang kamu memang orang yang tepat untuk menduduki posisi itu saya butuh Sekretaris yang cerdas cepat dan kompeten, ini semua tergantung keputusan kamu mau menerimanya atau tidak, tapi saya berharap kamu mau menerimnya supaya pekerjaan saya bisa cepat terkoneksi dengan baik.


Deg hati Rayna terkejut antara senang dan bingung, kalo diterima artinya dia akan naik jabatan tapi di sisi lain ia bingung ia sudah merasa nyaman bekerja di bagian keuangan bersama Arya, ia tidak tau bagaimana perangai bosnya itu awal berjumpa saja ia sudah pernah memakinya apalagi nanti kali sudah menjadi Sekretaris pribadinya kesalahan sekecil apapun pasti tidak bisa di tolerir, bagaimana ini.


"Bagaimana Rayna"


"Baik Pak saya Terima tawaran bapak"

__ADS_1


"oke Rayna kalo begitu selesaikan pekerjaanmu hari ini mulai besok kamu sudah bisa pindah kesini, saya akan menyuruh OB menyiapakn tempat buat kamu,"


"Baik Pak, kalo begitu saya permisi"


Rio tersenyum, akal-akalanya memindahkan Rayna ternyata berhasil, perlahan tapi pasti dia akan membuat gadis itu jatuh hati padanya.Tanpa ia sadari kalau Rayna adalah wanita yang sudah bersuami.


Tiba jam makan siang Rayna dan Arya pergi berboncengan ke rumah makan Sunda, setelah tiba mereka lihat area parkiran sudah penuh.


"Heh juned liat lu kita mau parkir aja susah apalagi nanti di dalem alamat ga kebagian tempat kita, lu sih nyari tempat makan ga kira-kira udah jauh panas penuh lagi masa iya kita mau pulang lagi, gerutu Rayna"


"udah deh lu ikut gw, di liat aja belum udah nyap-nyap aja,gw yakin pasti ada tempat yang kosong. Parkiran penuh karna banyak mobil sama motor udeh lu romlah jangan banyak cingcong kita masuk.


Mereka pun masuk ke dalam di lihatnya suasana yang begitu ramai tampak kursi dan lesehan yang sudah terisi penuh tanpa sengaja Arya melihat Juna ada di meja paling ujung dekat dengan kolam ikan.


"Nah gw udah nemu meja yang pas buat kita, Rayna pun ikut mengekori Arya setelah sampai tiba-tiba Rayna terkaget dia sudah berdiri persis di depan meja Juna.


" Permisi maaf bang bisa ikut gabung disini kebetulan ga ada meja kosong kita udah cari-cari tapi penuh semua sapa Arya sambil tersenyum, Rayna tertunduk merasa malu tiba-tiba dia sudah ada di hadapan Juna dan teman-temanya.Di antara kumpulan teman-teman Juna ia tidak menemukan Adi sahabat Juna yang mengetahui perihal pernikahan Juna dan Rayna.


Walaupun jabatan Juna sudah menjadi seorang manager tapi ia tidak terlihat berbangga hati selagi tidak ada kesibukan yang berarti ia akan seperti biasa makan siang berkumpul bersama teman-temannya.


"Oh ya silahkan kebetulan kami berlima masih ada tempat yang kosong kalian bisa duduk disini"


"Sayang,,,, kamu makan siang disini sapa Juna"


semua sahabat Juna melirik ke arah Juna,


"siapa yang lu sapa sayang jun... "

__ADS_1


"Lu semua jangan salah paham yang gw maksud sayang itu ini wanita yang baru saja datang bersama rekan kerjanya dia istri gw, Juna beranjak dari tempat duduknya menghampiri Rayna di rangkulnya bahu Rayna dia ikut duduk di sebelah istrinya itu.


Terlihat wajah merah Rayna yang menahan malu karna di perkenalkan di hadapan umum seperti itu, ada perasaan senang sekaligus khawatir dia takut Juna akan di ejek teman-temanya karna bukan Manda yang ia kenalkan sebagai istrinya.


__ADS_2