
"mohon maaf kepada semua beliau sedang ada telephone penting belum bisa naik ke atas panggung kecil ini next kita lanjut aja dulu siapa tahu ada yang mau menyumbangkan lagu ikut memeriahkan acara malam minggu ini atau ada yang mau ungkapin perasaan lewat lagu kita tunggu disini silahkan boleh maju kedepan... "ucap MC.
Tanpa di duga Rayna berdiri menghampiri panggung kecil yang ada di sudut caffe tentu saja membuat Elma dan Arya bersorak riuh menyemangati sahabatnya itu.
" terimakasih sudah mau maju ke depan dengan siapa mba??"
"Rayna..."
"teman-temanya semangat sekali ya memberi dukungan oke tanpa banyak kata kita sambut saja Rayna... "
Sontak saja pria yang di gadang-gadang akan menyanyi di depan caffe itu melirik ke arah panggung di lihatnya wanita cantik dengan outfit dress putih panjang semata kaki di padu jaket jeans warna biru navy dan kerudung warna coklat mocca menambah kesan manis.
Dia sedang duduk tenang dengan kaki di silang sambil memegang microfon.
Treng.....
#TAK SEDALAM INI#
JANGAN KAU OBATI LUKA INI
BIARKAN MENGALIR DARAH TAK HENTI
KU TAHU KAU HANYA MEMBUAT LUKAKU
SEMAKIN PEDIH KINI KAU DATANG ESOK KAU PERGI
SEAKAN ENGKAU TAK PUNYA HATI
TERLALU AKU MENCINTAIMU
RUPANYA KESEMPATAN BAGIMU
MAAF KU UNTUKMU BERULANG KALI
TAPI TIADA ARTI KINI DENGANKU ESOK
DENGANYA AKU TAK SANGGUP LAGI
SAKITNYA PERIHNYA MELIHAT KAU BERCUMBU DENGANYA KAU TEGA MENYIKSA AKU YANG SELALU SETIA....
__ADS_1
ANDAI RASA DI HATI TAK SEDALAM INI DARI DAHULU ENGKAU TLAH KU TINGGALKAN CINTA YANG KU MILIKI TAK BISA KAU BANDINGKAN RUGILAH ENGKAU KARNA MEMILIH DIA.....
*********
Juna terpaku menatap Rayna yang sedang bernyanyi dengan penuh penghayatan, lagu itu seakan menyindir dirinya betapa dia begitu banyak menyakiti perasaan istrinya itu.Hatinya benar-benar merasa sakit saat ini yang ingin ia lakukan hanyalah berlari memeluk Rayna dengan erat mencium wajahnya mengatakan bahwa ia benar-benar menyesal dengan segala yang telah terjadi. Ia ingin mengatakan kalau cintanya begitu besar kepada Rayna.
Harapan tinggal harapan yang ada Juna hanya menatap Rayna dari jauh, tidak terasa sudut matanya sudah berkaca-kaca.
"bro... lu gapapa?? " tegur Adi sahabatnya.
"gw ga apa-apa..gw ke toilet dulu... " Juna beranjak pergi ke toilet.
10 menit Juna di dalam toilet di saat Juna keluar di lorong caffe Juna tidak sengaja bertemu dengan Rayna, mata mereka saling menatap satu sama lain.
"Ray...."sapa Juna tapi Rayna tidak memperdulikan Juna ia segera masuk ke dalam toilet.
15 menit Rayna berada dalam toilet ia sengaja berlama-lama di sana menghindari Juna yang mungkin masih berdiri di luar menunggunya.
Setelah di rasa cukup lama akhirnya Rayna keluar ia tidak melihat Juna ada di lorong matanya mencari dimana sosok suaminya itu.Akhirnya Rayna kembali masuk ke dalam caffe.
"el pulang yu gw ga enak badan nih.. "
"eh kenapa lu kita ke klinik aja periksa takutnya ada apa-apa sama ponakan gw"
"ya deh,,,Hati-hati lu di jalan jangan ngebut"
"siap... " ucap Elma sambil berlalu
Tiba di parkiran mobil tiba-tiba Juna sudah ada di belakang ia menarik tangan Rayna.
"de kamu pulang duluan Rayna nanti bareng sama kakak"
"ehh.... "
"Ray lu butuh bicara berdua sama kak Juna selesaikan masalah lu, gw pulang duluan"
Akhirnya mau tidak mau Rayna ikut Juna ke mobilnya.
Juna melajukan mobilnya selama dalam perjalanan Rayna maupun Juna sama-sama diam.
__ADS_1
Terlihat wajah Rayna yang datar, sesekali Juna melirik ke arah Rayna.Tidak lama kemudian Juna menepikan mobilnya ke pinggir jalan.Tanpa berkata-kata Juna membuka seatbels dan langsung merengkuh tubuh Rayna.
Rayna tampak terkejut menerima pelukan Juna ia berusaha melepaskan pelukan Juna tapi karna tenaga Juna yang kuat akhirny Rayna membiarkan tubuhnya di peluk Juna tidak lama kemudian Rayna merasakan getaran tubuh Juna ia tahu Juna sedang menangis.
Lama Juna menangis dalam pelukan Rayna.
"maafkan aku Rayna... maafkan aku.. "
Hanya kata itu yang keluar dari mulut Juna bagaimana pun Juna adalah lelaki yang dia cintai semarah apapun dirinya hatinya tetap merasa tidak tega melihat Juna yang seperti ini mungkin sudah waktunya dia memberikan maaf kepada Juna toh semua yang terjadi bukan salah suaminya.Tapi hatinya belum bisa menerima permintaan maaf Juna seutuhnya.
Juna melepaskan pelukanya ia menyusut air matanya.
"maaf jika aku banyak menyakiti kamu maaf jika aku tidak bisa menjadi suami yang baik buat kamu, aku tahu sebesar apa kesalahan aku dan aku tahu aku tidak pantas untuk kamu maafkan... "
Juna berbicara tanpa melihat ke arah Rayna pandanganya lurus kedepan, tanganya memegang setir dengan kuat sekuat ia menahan perasaanya kepada Rayna.
"apa kamu begitu terluka hidup denganku?? apa aku tidak punya kesempatan lagi untuk bisa memperbaiki semuanya??aku tahu andai kamu tidak sedang mengandung anaku mungkin kamu akan pergi meninggalkan aku,," tampak Juna sedang menahan perasaanya.
"Rayna... haruskan aku pergi dari hidupmu agar kamu bahagia??aku tahu aku begitu egois mempertahankan kamu di sisi aku walau kenyataanya kamu tidak bahagia hidup bersama aku... "
"aku tahu kamu sangat membenci aku tapi asal kamu tahu aku begitu menyayangi kamu sepenuh jiwaku jika dengan kepergianku dari sisimu bisa membuat kamu bahagia maka aku akan pergi tapi izinkan aku untuk selalu melihat anaku di setiap napas hidupku... "
"Rayna.. aku.... " Belum sempat Juna melanjutkan kata-katanya Rayna segera menarik tubuh Juna ia cium bibir Juna yang basah.Lama Rayna mencium bibir Juna ia luapkan perasaanya dengan mencium suaminya.
Matanya ikut basah bagaimana tidak hatinya ikut sakit mendengar ungkapan perasaan Juna.
Tidak lama kemudian Rayna melepas ciumanya ia memegang pundak Juna sambil menunduk air matanya terus jatuh Juna dengan lembut menangkup wajah Rayna yang sudah penuh dengan air mata ia menyusut air mata Rayna dengan ibu jarinya bibirnya tersenyum sambil terisak Juna menciun kening Rayna.
"aku sayang kamu.... aku sayang kamu... " ucap Juna sambil kembali memeluk Rayna dengan erat.
Ia begitu bahagia akhirnya Rayna mau memaafkan dirinya.
"jangan lakukan itu lagi hatiku benar-benar sakit" ucap Rayna.Juna hanya menganggukan kepalanya ia tidak bisa berkata-kata.
Di ciumnya wajah Rayna kening pipi mata dan bibir tidak luput dari ciumanya.
"makasih sayang...aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa kamu"
"lalu kenapa mau pergi ninggalin aku dan anak kita nanti siapa yang mau menemani aku pas lahiran aku butuh kamu"
__ADS_1
"iya... aku akan selalu berada di samping kamu selamnya sampai anak kita lahir dan tumbuh besar kita akan selalu bersama"
Kembali Juna memeluk Rayna perasaanya benar-benar bahagia.