
"Kenapa kalian sembunyikan semua ini dari aku kenapa?? teriaka Juna"
"Hentikan Juna ini rumah sakit kamu jangan bikin gaduh disini, tenangkan dirimu ujar papa Reza"
"Bagaimana aku bisa tenang papa ini menyangkut masalah nyawa orang lain,, Rayna rela memberikan organ penting hidupnya demi mama lalu bagaimana dengan dirinya sendiri apa mama tidak memikirkan hal itu"
"abang hentikan jangan abang menyalahkan mama,, aku sendiri yang meminta mama mau menerimanya aku menyayangi mama Rita seperti aku menyayangi ibuku sendiri" ucap Rayna".
Mama Rita memeluk Rayna sambil menangis
"maafkan mama Rayna karna mama kamu jadi seperti ini"
"mama aku mohon jangan pernah mama menyalahkan diri sendiri aku tahu betapa berat perjuangan mama melawat penyakit mama,,,dulu mama sangat baik terhadapku menyayangi aku seperti anak mama sendiri apa aku salah kalo aku ingin membalas semua kebaikan mama"
"sudahlah kalian jangan saling menyalahkan ini semua sudah terjadi papa juga sangat berterima kasih padamu Rayna sudah menyelamatkan hidup mama, semua yang papa miliki tidak akan bisa menebus semua kebaikan kamu"
Juna menatap keluarganya hanya dia yang tidak tahu rahasia ini kenapa Rayna menyimpan rapat-rapat masalh ini.
Juna berjalan mendekati Rayna ia peluk erat Rayna tangisnya seolah pecah bagaimana mungkin ada seorang wanita berhati malaikat seperti dia di dunia ini yang mau mengorbankan hidupnya demi orang lain.
"terimaksih Rayna.. terimaksih atas semua pengorbanan kamu pada keluarga kami,, mama bisa sehat kembali karna kamu aku sayang kamu Rayna.
Rayna tersenyum ia pun membelai punggung Juna.
Dua hari sudah Rayna berada di rumah sakit,hari ini dia di perbolehkan pulang Juna sendiri tidak jadi bertemu dengan Amanda, sesuai rencanany ia memilih hari lain untuk bertemu dengan Manda selama dua hari ini ia sibuk mengurusi Rayna hingga tidak ada waktu dia memikirkan hal lainya.Setelah membereskan administrasi Juna segera membereskan barang-barang Rayna.
"sayang siapa yang sudah membayar tagihan rumah sakit kamu tadi saat abang akan membayar katanya sudah ada yang melunasi"
"aku tidak tahu,,tapi biarlah semoga kebaikanya di balas Allah SWT. amin'
Diam-diam Rayna melirik ke arah Juna sambil senyum-senyum.
" ada apa lirik-lirik abang,, pake senyum-senyum segala ujar Juna"
" abang hari ini abang ganteng banget puji Rayna"
Juna tersenyum mendengar pujian istrinya itu,
sambil meneteng sandal Rayna, Juna mendekati istrinya Juna membisikan sesuatu di telinga Rayna.
"makanya cepet sembuh abang udah ga kuat pengen makan kamu"
"abang... teriak Rayna"
Juna tertawa lebar sampai terlihat gigi putihnya yang tersusun rapi.
setelah semua siap Juna membawa kursi roda.
"untuk apa kursi roda"
"ya buat kamu sayang"
"aku masih bisa jalan abang,,, aku sudah baikan"
__ADS_1
"Sayang,, kondisi kamu masih belum stabil please jangan buat abang khawatir lagi kali ini turuti semua permintaan abang oke,, abang yang akan jadi dokter kamu di rumah periksa keadaan kamu setiap saat"
Rayna tertawa mendengar gombalan suaminya.Di saat Rayna dan Juna bersiap keluar tiba-tiba datang Rio.
"selamat pagi,,"
"pak Rio.." ucap Rayna
"maaf mengganggu aku hanya ingin melihat kondisi Rayna,, gimana keadaan kamu sekarang apa sudah baikan? "
"alhmdlh pak,,, sebelumnya saya ucapkan Terima kasih kemarin bapak udah nolong saya"
"jangan sungkan kamu anak buah saya apapun yang terjadi dengan karyawan saya itu sudah jadi tanggung jawab saya, saya sudah bicara dengan Yoga untuk memberikan izin sakit kepada kamu, selama kamu belum sehat kamu bisa istirahat di rumah"
"Terima kasih pak"
Juna melihat tatapan Rio bukan tatapan seorang atasan kepada bawahan tapi tatapan rasa sayang seorang lelaki pada perempuan.
"Terima kasih atas perhatianya,maaf kita sudah mau pulang apa masih ada yang harus di bahas, ucap Juna ketus"
Rio melirik ke arah Juna.
"oh ya sudah tidak ada lagi yang perlu saya bahas, saya cuma ingin memastikan Rayna baik-baik saja, lekas sembuh Rayna"
Rayna menelan ludahnya ia melihat tatapan Juna yang seakan ingin menelanya hidup-hidup.
"Kalo begitu saya permisi dulu,, sampai ketemu lagi Rayna"
Sebelum pergi,Rio sempat menepuk pundak Rayna.
"abang.... "
"iya,, iya ayo kita pulang"
Rayna tersenyum melihat suaminya betapa gemasnya mimik wajahnya seperti ingin marah tapi ia tahan.
"abang aku ingin makan sup iga"
"sekarang,, tanya Juna"
"enggak bang taun depan,, ya iyalah sekarang"
'oke abang belikan tapi kamu tunggu di mobil ya,, kita bungkus aja nanti kalo kamu udah sehat boleh makan di tempat"
Setelah sampai Juna segera keluar dari mobil,cukup lama Juna pergi, hanya untuk sekedar membeli dua porsi sup iga.Akhirnya Rayna memutuskan untuk menelphone Juna.
"Abang cepetan ko lama sih,, rengek Rayna"
"iya sebentar lagi"
Tiba-tiba tidak sengaja Rayna mendengar ada suara wanita di sebrang sana.
"siapa sayang,,, " suara itu seperti suara manda.
__ADS_1
Apa Juna bertemu Manda di dalam,, kalo bukan lalu suara siapa yang memanggil Juna sayang.
Hati Rayna benar-benar tidak karuan Ian takut Juna tidak menepati janjinya.
Tidak lama kemudian Juna akhirnya kembali
"maaf sayang lama,, soalnya ngantri di dalam"
"Siapa yang manggil abang sayang,, apa abang ketemu Manda di dalam"
"enggak sayang abang ga ketemu siapa-siapa itu tadi ada perempuan manggil suaminya"
Juna terlihat sangat gugup keringat membasahi wajahnya.
"abang ga bohong"
"Ngapain abang bohong,, serius abang ka ketemu siapa-siapa di dalam'
" oke.. "Rayna merasa Juna sedang menyembunyikan sesuatu darinya"
Sebelum mobil Juna beranjak keluar area parkir sekilas Rayna melihat Amanda sedang berjalan bersama teman-temanya ke arah parkir mobil.
"aku ga bisa kamu bohongi bang" batin Rayna
Sepanjang jalan Rayna diam membisu.
"Sayang,,, ada apa kenapa diem terus dari tadi tanya Juna"
Rayna tidak mood untuk menjawab pertanyaan Juna ia malah memilih tidur daripada harus menjawab pertanyaan Juna.
Juna menghela napas panjang ada apa lagi dengan istrinya.Apa dia tahu aku tadi bertemu dengan Manda tapi Rayna kan tidak ikut dan tidak melihatnya bagaimana dia bisa tahu.
Pov Juna,,,
"sayang kamu disini"
tiba-tiba terdengar suara Manda memanggil,saat aku melirik ke belakang ternyata benar ia sedang bersama teman-temanya.
"Manda sedang apa kamu disini,,??
" aku lagi hangout sama teman-teman oh ya kenalin ini teman-teman aku"
Manda mengenalkan teman-temanya padaku, sudah beberapa hari ini aku berusaha menghindarinya dengan berbagai alasan.
"manda cowokmu ganteng juga ya"
aku hanya tersenyum tanpa mau membalas ocehan mereka tiba-tiba hp aku berdering Rayna memanggil di saat kita sedang bicara via telephone tiba-tiba Manda merangkul aku dari samping.
"sayang siapa??tanyanya
antar aku pulang ya aku liat kamu free soalnya kamu ga memakai baju kantor".Aku berusaha menolak aku sampai berbohong bilang kalo hari ini emang aku ada kerjaan di luar jadi tidak memakai baju formal.
memang hari ini aku sengaja memakai kaos putih di padu kemeja denim warna merah kotak-kotak dengan bagian kancing yang yang tidak di kancingkan celana jeans hitam sepatu snakers tidak lupa topi hitam dan kaca mata hitam.
__ADS_1
Dan ia pun percaya,,ini bukan saat yang tepat aku bicara dengan Manda aku akan mencari waktu yang pas aku ingin Manda bisa menerima semua kenyataan ini dengan lapang dada.