
Sudah beberapa hari ini setiap hari Juna harus pulang malam tiba di rumah antara pukul 22.00 atau 23.00 malam. Juna merasa kalau waktunya dengan Rayna jadi makin sedikit,paling ia bertemu dengan Rayna antara malam dan pagi hari itupun dengan durasi waktu yang sedikit.
Siang itu di kantor Juna membanting berkas laporan yang di bawa oleh sekretarisnya.Juna marah besar ketika pekerjaan yang harusnya rampung minggu-minggu ini jadi terhambat karna ada beberapa oknum yang menyalah gunakan wewenang dan bekerja tidak sesuai prosedur.
"atur jadwal meeting sore ini panggil mereka yang telah berani menyalahi aturan perusahaan"
"baik Pak"
Juna memijit pangkal hidungnya masalah di kantor benar-benar membuat dirinya kesal.
Di saat bersamaan ponsel Juna berdering di lihatnya no Rayna masuk.
"hallo asalamualikum... "
"waalaikum salam.."
"abang hari ini abang lembur lagi??"
"iya abang lagi banyak kerjaan emang ada apa?
" sekarang jadwal periksa kandungan tapi kalo abang sibuk gapapa aku berangkat sendiri aja sekalian aku mau belanja susu hamil sama keperluan lain"
"minta anter sama bi ipah aja jangan pergi sendiri"
"bi ipah suaminya sakit jadi harus pulang cepet ga apa-apa aku bisa pergi sendiri makanya aku nelpon abang mau minta izin keluar'
" ya udah tapi hati-hati ya kalo ada apa-apa hubungi abang"
"ya.. ya udah cuma mau bilang itu aja asalamualaikum"
"waalaikum salam"
Waktu sudah menujukan pukul 19.30 ketika Juna sedang meeting tiba-tiba ada notip pesan dari Manda lalu Juna membuka dan betapa terkejut Juna melihat Manda mengirim sebuah vidio istrinya sedang duduk bersama Rio di salah satu caffe di sebuah mall.
Dalam vidio tampak wajah Rayna dan Rio yang sedang tertawa sesekali Rayna menepuk pundak Rio dan yang membuat Juna meradang ia melihat Rio mengusap bibir Rayna dengan tanganya.
"Meeting kita lanjutkan besok"
Juna pun bergegas keluar dari kantor ia pergi menuju rumahnya amarahnya begitu memuncak di kepalanya.
Rasa tidak percaya bahwa istrinya bertemu laki-laki lain di luar tanpa sepengetahuan ya.
'bang sadd bisa-bisanya ia menyentuh istri orang seenaknya Rayna juga kenapa dia mau di sentuh laki-laki itu" Juna mengendarai mobil dengan cepat banyak mobil yang ia salip. Sesampainya di depan rumah Juna tidak langsung keluar dari mobil ia mencoba menenangkan hatinya yang terbakar api cemburu.
"Rayna sedang hamil tidak mungkin aku akan marah-marah melampiaskan kekesalan kepadanya tapi hatiku benar-benar sakit melihat dia bersama laki-laki itu"
Dari dalam rumah Rayna melihat mobil Juna terpakir di luar ia pun segera membuka pintu di saat Rayna akan menghampiri Juna terlihat Juna keluar dari mobil.
Seperti biasa Rayna akan menyambut kedatangan suami dengan senyum termanis miliknya tapi apa yang terjadi sungguh di luar dugaanya Juna tidak membalas senyumnya begitupun ketika Rayna akan mencium tangan Juna ia malah berlalu masuk ke dalam.
Rayna terheran-heran dengan sikap Juna.
"ada apa dengan bang Juna apa ada masalah di kantor"
Rayna pun mengikuti Juna masuk ke kamarnya ia melihat Juna masuk ke dalam kamar mandi segera ia menyiapkan baju ganti buat Juna.Tidak lama kemudian Juna pun keluar dari kamar mandi sambil membanting pintu.
__ADS_1
"astagfirullah..." Rayna terlonjak kaget.
"abang mau makan sekarang aku siapain"
Juna tidak menjawab ia hanya melengos pergi keluar kamar.Rayna benar-benar bingung kenapa dengan suaminya itu kenapa sikapnya menjadi dingin seperti itu. ia pun duduk di pinggir kasur merenungi apa ada yang salah dengan dirinya sampai Juna marah.Rayna berprasangka kalo sikap suaminya itu karna sedang ada masalah kantor.
Di ruang TV Juna sedang fokus dengan laptopnya dengan cepat Rayna segera membuatkan kopi.
"abang kopi" Juna sama sekali tidak menghiraukan Rayna ia diam membisu kekesalan ya melihat Rayna dan Rio di mall membuat dirinya tega mendiamkan istrinya.
"aku ingin tahu apa dia sadar akan kesalahanya" batin Juna
Tidak lama kemudian Juna memesan makanan lewat aplikasi online dia sengaja tidak memakan masakan Rayna tidak lama kemudian Kurir makanan pun datang.
"permisi pesanan atas nama bapak Juna"
"ya.. terimaksih"
Rayna melihat Juna sedang makan yang dia pesan dari aplikasi online ada rasa sakit di hatinya ketika ia bersusah payah memasak makanan untuk suaminya tapi Juna sama sekali tidak menyentuhnya Rayna lalu beranjak pergi ke kamarnya ada air mata di sudut matanya.
"ada apa dengan bang Juna kenapa sikapnya berubah seperti ini, apa aku ada salah kepadanya"
Sebenarnya Juna merasa tidak tega mendiamkan Rayna seperti itu tapi ia harus memberikan pelajaran kepada Rayna atas kesalahanya.
Tidak terasa 3 hari sudah Juna mendiamkan Rayna apa yang Rayna lakukan tidak sedikitpun Juna tanggapi ia sengaja pulang malam ketika Rayna sudah tidur dan di saat pagi hari ketika Rayna menyapanya ia sama sekali tidak menanggapinya.Ia pun dengan sengaja meninggalkan bekal yang sudah di siapkan Rayna.
"neng bekal mas Juna ketinggalan"
"bukan ketinggalan bi tapi sengaja tidak di bawa" ucapnya lirih ada rasa sesak di dada Rayna ketika melihat sikap Juna yang seperti itu ia sudah terbiasa dengan sikap Juna yang hangat dan penuh dengan perhatian ia pun sekarang segan meminta Juna membelikan makanan yang dia inginkan.
"neng tunggu di rumah aja biar bibi yang beli"
"ga apa-apa biar aku aja yang beli sekalian pengen beli yang lain kalo bibi mau ikut hayu biar aku ada temen"
"ya udah bibi ikut aja"
Setibanya di tempat rujak Rayna harus mengantri sambil berdiri karna banyaknys orang yang ikut mengantri.
"bi biar aku antri disini bibi tolong beliin aku kue cubit sama kue ape trus gado-gado sama es doger biar ga lama ya"
"ya udah bibi kesana dulu ya neng jangan ke mana-mana ya"
'iya.. "
Tidak lama setelah bi ipah beranjak menuju tempat kue cubit tiba-tiba ponselnya berdering.
"asalamualaikim bi"
"waalikum salam mas juna"
"bi lagi dimana ko seperti rame banyak suara"
"bibi lagi di deket pasar sama neng Rayna bibi mau beli kue cubit sama kue ape gado-gado sama es doger neng Rayna lagi ngantri beli rujak bebek"
Juna terhenyak mendengar Rayna mengantri membeli rujak bebek hatinya benar-benar merasa bersalah kepada Rayna biasanya istrinya itu akan menitip makanan yang dia mau tapi karna udah beberapa hari ini Juna tidak menegurnya membuat dia tidak berani memesan makanan padanya sampai ia harus membelinya sendiri.
__ADS_1
"bibi naik apa kesana?"
"neng Rayna bawa motor bibi di bonceng soalnya bibi ga bisa bawa motor"
Juna semakin panik di buatnya dalam keadaan hamil Rayna ke pasar membawa motor sendiri apalagi sampai berboncengan.
"bibi tunggu disitu aku sebentar lagi nyusul kesana"
Juna pun segera menyusul Rayna dan bi ipah ke pasar.
Untungnya jalanan tidak macet sehingga Juna cepat sampai ke pasar.Juna pun kembali menelphone bi ipah.
"hallo bi di sebelah mana?"
"bibi lagi di toilet pasar neng Rayna kebelet pengen buang air kecil mas"
"sebelah mana toiletnya?"
"di ujung timur parkiran mas"
Juna segera menyusul Rayna saat ia sedang berlari dari kejauhan ia melihat Rayna sedang duduk berselonjor kaki di pinggir teras toko dengan wajah yang merah dan penuh dengan keringat sesekali Rayna menyusut keringat dengan lengan bajunya.
"sayang... "
Juna tampak terengah-engah menghampiri Rayna dan bi ipah di lihatnya beberapa kantong kresek yang berisi jajanan di pegang Rayna.
Rayna tampak kaget melihat Juna ada di depanya tapi ia tidak berani menegur suaminya itu ia takut Juna tidak membalas sapaanya, Rayna hanya tertunduk sambil mengelap keringatnya dengan lengan baju.
Bi ipah yang tahu kalo majikanya ini sedang ada masalah rumah tangga segera memecah kesunyian di antara mereka berdua.
"mas Juna bawa neng Rayna pulang biar bi ipah titipin dulu motor di parkiran nanti suruh mang asep aja yang bawa kesini"
"ehh gapapa aku sama bibi aja bawa motor bang Juna lagi kerja"
"kamu sama bi ipah masuk ke mobil masalah motor nanti ada karyawan kantor yang ambil mana kunci motornya" Rayna pun memberikan kunci motor kepada Juna.Di perjalanan Rayna maupun Juna sama-sama diam membisu entah karna malu atau karna ada bi ipah di kursi belakang.
Sesampainya di rumah Rayna setelah menyimpan makananya di meja makan ia segera masuk ke dalam kamar ia langsung masuk ke kamar mandi tubuhnya benar-benar lengket dengan keringat.
Juna pun ikut masuk ke kamar ia merebahkan dirinya di atas kasur 10 menit kemudian Rayna keluar dari kamar mandi ia melihat Juna sedang tidur di atas kasur. Ia pun segera menuju lemari pakaian mencari pakaian yang akan di pakainya.belum sempat Rayna mengambil baju dari lemari tiba-tiba dari belakang ada tangan yang memeluknya. Rayna terdiam ia tidak ingin berbicara sepatah kata pun Rayna berpikir akan sia-sia jika ia berbicara.
"kenapa ga menitip makanan seperti biasa kenapa harus pergi sendiri sampai membawa motor bukankah itu bahaya"
Rayna sama sekali tidak ingin menjawab semua pertanyaan Juna.
"bukanka dia sendiri yang tidak menyapa aku selama 3 hari ini tanpa aku tahu kesalahan aku apa"
Di sudut mata Rayna sudah menggenang air mata yang akan jatuh tapi ia coba tahan. Dengan secepat kilat Rayna mengambil baju dan melepaskan pelukan Juna ia kembali masuk ke dalam kamar mandi setelah ia memakai baju Rayna terduduk di atas kloset air matanya mengalir membasahi pipinya hatinya benar-benar sakit selama tiga hari ini Juna tidak pernah menyapanya mengabaikanya bahkan untuk sekedar menitip makanan pun Rayna menjadi segan.
Tidak berselang lama Rayna keluar ia melihat Juna sedang duduk di sofa kamarnya di saat Rayna akan keluar kamar dan melewati dirinya tiba-tiba Juna menarik tanganya.Rayna pun terduduk di pangkuan Juna dengan erat Juna memeluk tubuh Rayna.
Rayna hanya terdiam... entah apa yang harus di lakukanya ia benar-benar merasa jauh dari Juna sikap Juna selama 3 hari ini membuat dirinya tidak punya tempat untuk berkeluh kesah dengan segala drama kehamilanya.Rayna merasa mungkin Juna sudah bosan menghadapi sikap lebay dirinya.
"sayang.... " Juna menangkup wajah Rayna ia melihat wajah sembab dan mata merah Rayna.
"maafkan aku abang jika selama ini aku banyak merepotkan abang aku tidak tahu apa yang membuat abang menjadi dingin selama beberapa hari ini apa karna abang bosan lelah atau benci kepadaku aku tidak tahu tapi aku benar-benar minta maaf,abang jangan khawatir aku akan berusaha mandiri aku tidak akan lagi merepotkan abang aku bisa menahan semuanya sendiri dulu pun aku hamil sendiri kenapa sekarang aku ga bisa melakukan semuanya sendiri sekali lagi maafkan aku... "ucap Rayna lirih sambil berurai air mata..
__ADS_1