
Setelah meninggalkan Manda sendiri di dalam kafe Juna berlari mengejar Rayna, ia melihat Rayna sedang bersandar di pintu mobil milik Juna dengan melipat tanganya di depan dadanya.
Wajahnya tertunduk matanya terlihat sembab ada sisa air mata yang membasahi pipinya.
"Sayang.. " ujar Juna dengan sedikit tergopoh-gopoh menghampiri Rayna.
"Sudah selesai..? tanya Rayna
Juna menganganggukan kepalanya, sebelum ia membuka pintu mobil untuk Rayna terlebih dahulu Juna memeluk istrinya itu.
" jangan disini bang banyak yang lihat"
Juna lalu melepaskan pelukanya ia bergegas memutari mobilnya ia duduk di kursi kemudi, setelah selesai memasang seatbels Juna tidak lantas beranjak pergi ia melirik ke arah Rayna. Tanganya menggapai tangan Rayna, Rayna tidak menyadari jika Juna sedang menatapnya ia terlihat menutup matanya sambil bersandar, Matanya terlihat basah oleh air mata.
Juna mengusap air mata Rayna, seketika Rayna membuka matanya ia menatap ke arah Juna.
"ayo bang kita pulang sudah malam" ucapnya singkat
Juna lalu melajukan mobilnya perlahan keluar dari kafe tersebut, sepanjang perjalanan Rayna maupun Juna tidak membuka suara sama sekali perjalanan terasa hening. 30 menit kemudian mereka sampai di depan kosan Juna, Rayna beranjak terlebih dahulu keluar di susul oleh Juna di belakang.
"Aku buatkan dulu makan malam tadi abang ga sempet makan apa-apa di luar, sekarang abang istirahat dulu nanti kalo aku sudah selesai aku panggil" ucap Rayna lirih ia pun berlalu ke dapur membuat makan malam untuk Juna.
Juna pun beranjak ke kamar mengganti pakaianya dan membersihkan dirinya.
Tidak lama kemudian makanan pun siap di hidangkan Juna beranjak duduk di meja makn kecil mereka, di saat makan Rayna maupun Juna sama sekali tidak berbicara biasanya Rayna akan mengoceh dengan segala aktifitasnya membicarakan hal-hal yang tidak penting dengan segala kekonyolan ya.
__ADS_1
Setelah selesai Rayna membereskan semua sisa makanan dan piring-piring kotor,lama ia berdiri di depan kran wastapel sambil mecuci piring air matanya kembali jatuh membasahi pipinya sesekali ia menyusutnya dengan lengan bajunya..
Rayna benar-benar kecewa dengan kenyataan kalau Juna pernah tidur dengan wanita lain ia membayangkan Juna menjamah tubuh Manda sama persis ketika Juna menjamah tubuhnya.
Dari belakang Juna melihat semua sikap Rayna.
"aku tahu kamu terluka tapi kamu tutupi semua itu sendiri, maafkan aku Rayna kembali kamu harus kecewa dengan semua masa laluku"
Juna pun berjalan menghampiri Rayna ia memeluk Rayna dari belakang ia benamkan wajahnya di punggung Rayna, ia merasakan tubuh Rayna bergetar.
Rayna benar-benar menangis dengan tangan bersandar pada tembok dapur ia menundukan kepalanya, air matanya turun jatuh ke area wastapel.
Betapa sakit yang Rayna rasa sehingga ia tidak bisa menahan lagi untuk tidak menangis di hadapan Juna, seketika Juna membalikan tubuh Rayna dan ia benamkan wajah Rayna di dadanya.
Juna peluk Rayna dengan erat matanya ikut basah menyaksikan istrinya menangis seperti ini, ia pun merasakan betapa sakit perasaan Rayna saat ini.
Tangis Rayna semakin pecah ia sangat menyayangi Juna tapi di sisi lain ia amat kecewa dengan kenyataan kalo Juna pernah tidur bersama wanita lain.
Hingga beberapa menit kemudian Rayna melepaskan pelukan Juna matanya terlihat sembab.Ia mengusap wajahnya dengan kedua tanganya.
"masa lalu apa lagi yang tidak aku ketahui bang, tolong jujurlah padaku apapun itu jangan sampai aku harus mengetahui hal-hal buruk di masa lalu abang dari orang lain lagi ini terlalu menyakitkan"
"tidak ada sayang" ucap Juna
Rayna lalu melangkah pergi ke kamarnya ia masuk ke kamar mandi mengganti pakaianya setelah ia beranjak membawa bantal dan selimut dari kamarnya.
__ADS_1
Juna merasa heran melihat Rayna keuar kamar sambil membawa bantal dan selimut.
"sayang kamu mau kemana? "
"maaf untuk sementara aku tidak ingin tidur dengan abang aku akan tidur di sofa abang bisa tidur di kamar"
"tapi sayang... '
" beri aku waktu untuk bisa melupakan semuanya aku mohon abang mengerti"
"baiklah kalo itu kemauan kamu, biar abang yang tidur di sofa kamu pindah ke kamar cuaca disini dingin tidak baik untuk kamu"
Rayna pun beranjak pergi ke kamarnya.
Pukul 23.00 malam Juna tidak bisa memejamkan matanya ia sudah terbiasa tidur dengan memeluk Rayna, tapi saat ini ia bagai buah simalakama.
Masuk ke dalam kamar pasti akan membuat Rayna marah tapi jika ia tidur di sofa dengan cuaca dingin seperti ini tanpa memeluk Rayna terasa amat sangat menyiksanya.Beberpa kali ia membolak balikan tubuhnya.Tiba-tiba ia mendengar suara pintu kamar terbuka cepat-cepat ia menutup matanya.
Rayna beranjak dari kamar karna kehausan saat ia melirik ke arah sofa ia melihat Juna dengan tubuh besarnya harus meringkuk di atas sofa, ia pun menghampiri Juna.
Rayna berjongkok di depan muka Juna ia membelai wajah suaminya setelah itu ia mencium kening Juna.
"maafkan aku sayang, aku belum bisa menerima kenyataan kalo kamu pernah melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain, hatiku terasa sakit amat sakit walau itu masa lalumu tapi begitu menyesakan"
Setelah itu Rayna menutup tubuh Juna dengan selimut ia pun kembali beranjak ke dalam kamar.
__ADS_1
Setelah Rayna masuk ke kamarnya Juna membuka matanya.
"maafkan aku Rayna, aku benar-benar menyesal kekhilafanku di masalalu telah menyakiti perasaanmu"