GERHANA CINTA

GERHANA CINTA
jebakan sang mantan


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa sebelum Juna berangkat ke kantor Rayna akan menyiapakan segala keperluan untuk suaminya. Dari subuh dia sudah sibuk di dapur membuatkan sarapan dan bekal untuk Juna.


"abang ini bekal bawa jangan sengaja di tinggal lagi, atau aku ga akan pernah membuatkan bekal lagi untuk abang" ancam Rayna kepada Juna ia masih trauma dengan kejadian tempo hari saat bekal yang di siapakanya tidak Juna bawa.


"iya sayang abang bawa,, lagian hari ini abang bakalan sibuk banget di kantor kemarin kan seharian ga ngantor malah sibuk ngamar terus sama kamu he.. hee"


"siapa juga yang nyuruh ngamar terus aku mau keluar aja ga boleh"


"masa sihh,,tapi kamu seneng kan seharian kemarin aku nemenin kamu meluk kamu manjain kamu jarang-jarang loh sayang abang punya waktu senggang nemenin kami seharian"


"iya terimaksih suamiku sayang"


" ehmmm... andai kalimat sakti itu keluar setiap hari bikin hati abang melayang sayang"haa.. haaa..


"udah jangan ngegombal mulu... "


Akhirnya Juna berangkat pergi ke kantor Rayna pun kembali ke dalam rumah.


Pukul 11.00 tampak Manda memasuki ruangan Juna ia duduk tepat hadapan Juna hanya meja kerja yang memisahkan mereka.


"gimana udah sehat?? aku senang kamu bisa kembali ngantor lagi!! "ucap Manda dengan antusias


"Bisakah kamu mengetuk pintu dulu sebelum masuk ruangan aku? "


"heiii kenapa kamu marah aku kan sudah terbiasa seperti ini dari dulu bedanya dulu kamu manager sekarang kamu seorang direktur, lagian kita kan ada kerjasama dalam pekerjaan"


"please Manda jangan samakan dulu dengan sekarang aku sudah menikah kamu harus hargai itu dan satu lagi hubungan kita sudah berakhir bersikaplah seperti rekan kerja jangan seperti kemarin datang kerumah hanya alasan ingin menengok untung Rayna mengerti dan tidak memeperpnjang masalah ini, aku ingin kamu bisa membatasi diri kamu jangan terlalu dalam masuk ke dalam rumah tangga ku"


"kenapa apa aku sudah merusak rumah tanggamu,, aku hanya bersikap seperti seorang sahabat saja tidak lebih kamu jangan terlalu berlebihan" ucap Manda dengan sinis kepad Juna.


"lalu apa maksud kamu mengirim vidio Rayna dan Rio di mall pada waktu itu?"


"emang kenapa aku cuma mau kasih tau kamu posisi Rayna ada dimana jangan suaminya lagi sibuk kerja ia malah sibuk ketemuan dengan laki-laki lain"


"cukup Manda,,, aku tau niat kamu itu apa,please aku mohon Manda jangan pernah ikut campur ke dalam rumah tanggaku kita sudah berbeda aku sudah menikah dan sebentar lagi akan mempunyai seorang anak aku yakin kamu akan mendapatakan laki-laki yang lebih dari aku"


"tidak Juna sampai kapanpun aku ga rela melihat dia bahagia bersama kamu"


akhirnya Manda pergi dari ruangan Juna.


Tampak Juna menyandarkan tubuhnya ke belakang kursi.Ia menghela napas yang dalam pembicaraanya dengan Manda sungguh menguras emosinya.


"aku tahu kamu tidak akan semudah itu melepaskan aku Manda... " batin Juna.


Sudah satu minggu ini Juna di sibukan dengan segala agenda pekerjaanya waktu dengan Rayna semakin sedikit terkadang ia harus pulang larut malam dan Rayna sudah ada dalam keadaan tidur dan pagi harinya ia hanya berjumpa sebentar saja.


Pagi itu Rayna di kejutkan dengan berita rencana Juna yang akan keluar kota untuk satu minggu kedepan.


"sayang untuk satu minggu ini abang tinggal ga apa-apa?abang ada kerjaan di Surabaya"


"kenapa lama banget... "


"iya emang udah jadwalnya satu minggu tapi abang usahain pulang secepatnya"


Tampak wajah Rayna yang murung ia tidak bisa menahan atau melarang Juna untuk pergi karna itu adalah tugas pekerjaanya.Ia berpura-pura sibuk menyiapakan sarapan di dapur.Hatinya sekaan ga mau di tinggal Juna apalagi dalam keadaan hamil seperti ini Juna lalu beranjak menghampiri Rayna dan memeluk istrinya dari belakang.


"jangan sedih gitu dong abang janji setelah selesai abang cepet pulang"


"iya.... "


"iya apa...?"


"ga sedih.." ucap Rayna lirih hatinya bener-bener ga mau di tinggal Juna tapi ia harus apa masa iya harus ikut pergi ke Surabaya kan ga lucu.


Juna lalu membalikan tubuh Rayna, ia menangkup wajah Rayna dengan lembut ia cium bibir Rayna.


"abang ada bibi" ia terkejut ketika Juna menciumnya di hadapan Bi ipah.


"ga apa-apa neng bibi juga pernah muda cuma sayangnya mang asep ga pernah cium-cium bibi" ujar bi ipah sambil tersenyum dan melengos pergi ke belakang.


"nahh kamu harusnya beruntung selalu di cium sama abang banyak loh wanita yang mau jangankan di cium jalan sama abang aja kaya dapet durian runtuh haa... haaa"


"mulai dehh narsisnya mentang-mentang cakep"


"bukan gitu sayang harusnya kamu merasa bangga punya suami ganteng banyak di gilai wanita di luar sana tapi hati dan tubuh abang cuma milik kamu seorang sayang"

__ADS_1


"udah ah masih pagi udah ngegombal nanti siang aku siapin semua kebutuhan abang buat ke Surabaya sekarang sarapan dulu"


Akhirnya Rayna dan Juna duduk di meja makan menikmati sarapan pagi.


Walaupun ucapan Juna hanya candaan semata tapi bagi Rayna apa yang di ucapkan Juna bukan sebuah candaan tapi fakta ia harus lebih banyak bersabar menghadapinya Rayna yakin suaminya Juna akan selalu setia, sekelas Manda saja wanita cantik yang berkelas harus kalah saing dengan dirinya yang di pilih Juna sebagai istrinya apalagi yang lain.


"pagi-pagi udah ngelamun,, mikirin apa?abang pergi cuma seminggu sayang tiap hari nanti abang tlp kamu jangan khawatir"


"aku cuma khawatir apa yang abang bilang tadi bikin aku was-was abang janjikan akan setia ga akan menduakan aku lagi"


"heii.. apa yang kamu katakan?abang hanya bercanda jangan di ambil hati sudah ratusan sampe ribuan kali abang selalu bilang sama kamu cuma kamu istri abang satu-satunya apalagi sekarang ada buah hati kita"


Rayna tersenyum.. "aku percaya abang" ucapnya sambil mengelus tangan suaminya begitupun Juna ia mengelus kepala Rayna.


4 hari sudah Juna berada di Surabaya setiap hari pagi siang malam Juna tidak telat untuk menghubungi Rayna, mengabarkan keadaanya menanyakan kabar Rayna dan calon anaknya.Setiap malam Juna harus selalu menemani Rayna sampe ia tertidur.


Juna mengerti jika di masa kehamilanya Rayna begitu membutuhkan dirinya di sisiNya tapi tuntutan pekerjaanya di Surabaya tidak bisa di tinggalkan.


Malam itu Rayna tampak gelisah sudah pukul 22.00 Juna tidak juga menghungunginya paling tidak jam 19.30 Juna sudah menghunginya tapi malam ini hati Rayna benar-benar tidak tenang.


"bi kenapa yah hati aku ko ga tenang begini" ujar Rayna sambil mondar-mandir di ruang TV.


Sejak kepergian Juna bi ipah di tugaskan untuk menemani Rayna sampai kepulangan Juna.Tadinya Rayna berencana untuk menginap di rumah orang tua Juna tapi tidak jadi karna mama dan papa Juna sedang berada di Bandung hanya Elma yang berada di rumah tapi percuma saja karna Elma juga kerja dan sering pulang malam.


"neng Rayna duduk dulu bibi bawa minum jangan banyak pikiran yang enggak-enggak ingat kandungan neng"


"iya bi,,, " akhirnya Rayna duduk di sofa depan TV ketika ia fokus melihat acara TV tiba-tina ponselnya bergetar ia melihat ada notif pesan vidio dari Juna.


Dengan perasaan bahagia ia segera membuka isi vidio dari Juna perasaan rindu akan suaminya membuatnya begitu antusias menerima pesan vidio dari Juna.Tapi tidak lama setelah Rayna membuka vidio dari Juna tiba-tiba perut Rayna merasakan sakit luar biasa kepalanya terasa berat seperti berputar tubuhnya seperti tidak ada tenaga sama sekali dan dalam hitungan detik tubuh Rayna ambruk di sofa.


"neng Rayna... " teriak bi ipah


*******


Pagi itu di kota Surabaya di salah satu hotel terlihat Juna mulai sadar ia membuka matanya menatap ke sekeliling kamarnya. Karna kepalanya yang masih pusing ia kembali memejamkan matanya.


"jun... lu udah sadar??"


Juna kembali membuka matanya ia melihat Adi sahabatnya ada di sampingnya.


"gw kenapa di"


Tampak Juna menggelengkan kepalanya.


"gw ga ingat apa-apa di"


Cepet lu bangun jun kita pulang ke Jakarta.


"pulang,,?? bukankah kita masih ada meeting dengan pihak JUNOS GRUP "


"gw udah minta orang buat terbang ke sini kita akan pulang ke Jakarta"


"ada apa?? apa ada masalah??


Tampak Adi menarik kursi untuk duduk di hadapan Juna.


" jun sebagai sahabat lu dari dulu gw ingin tanya sama lu apa lu masih mencintai Manda? "


"lu gila mana mungkin gw mencintai wanita lain istri gw lagi hamil"


"kesampingkan dulu masalah Rayna, gw tanya hati lu jun apa lu masih mencintai Manda??"


"apa maksud lu tanya itu sama gw perasaan gw sudah mati untuk dia cinta gw hanya untuk Rayna gw cinta mati sama Rayna"


"kalo lu cinta mati sama Rayna kenapa semalam lu terjebak tidur dengan Manda"


JEDEEEERRRRRRR......


"maksud lu apa?? kapan gw tidur sama Manda" bentak Juna kepada Adi.


Adi melempar ponsel Juna kepda Juna.


"lu buka pesan vidio lu yang lu kirim kepada Rayna"


Dengan cepat Juna membuka vidio di ponselnya.

__ADS_1


"anj****ng brengsek kenapa gw ada di vidio ini"


"lu inget-inget jun semalam setelah selesai meeting lu langsung pergi ke kamar Manda mau ngapain lu kesana?"


"lu tuduh gw nyamperin dia ke kamarnya karna mau ngamar,, yang bener aja istri gw lagi hamil di mana mungkin gw lakuin hal hina seperti itu"


"tapi itu faktanya jun dan sialnya vidio itu udah sampai ke tangan Rayna dan sekarang dia masuk rumah sakit semalam tante Rita nelpon gw menanyakan keberadaan lu semalam mama lu nangis Rayna ga kunjung sadar"


"apa.... di gw mau pulang gw MAU PULANG.. AHHHHHHHHH"


"tenangin diri lu jun.. sekarang cepet lu mandi kita balik ke Jakarta kasian istri lu pasti dia terpukul liat vidio asusila lu sama Manda, barang-barang lu udah gw packing kita tinggal berangkat baju lu udah gw siapain"


"thanks di.. juna beranjak cepat pergi ke kamar mandi tidak sampai 10 menit Juna sudah terlihat keluar dari kamar mandi setelah rapi Juna dan Adi keluar dari kamar hotel. Sepanjang perjalanan tiada hentinya Juna menangis memikirkan keadaan Rayna.


Tiba-tiba ponsel Juna berdering.


"hallo ma.... " Tampak air mata Juna turun dengan deras.


"sekarang aku pulang ma,, tolong jaga Rayna buat aku nanti aku jelasin disana yang jelas aku ga seperti yang mama dan Rayna duga"


"bagaimana keadaan Rayna"tanya adi


"dia sudah sadar dan dia terus menerus berteriak histeris ini salah gw di salah gw kenapa semalam gw malah masuk ke kamar Manda"


"lu cerita sama gw kenapa lu bisa masuk kamar Manda"


"semalam gw minta berkas yang akan kita bahas di meeting hari ini Manda berkilah ga bisa nganterin karna dia sakit akhirnya gw yang dia suruh untuk datang ke kamarnya pada saat gw datang ga ada tanda-tanda mencurigakan semuanya normal-normal saja setelah itu dia menyuguhkan gw minuman pertama gw ngerasa ada yang aneh dengan rasa minuman itu tapi gw ga ambil pusing saat gw mau balik ke kamar gw tiba-tiba kepala gw pusing banget ada rasa ga biasa yang muncul dari dalam tubuh gw semalam gw merasa Rayna ada di sini gw mimpi berc***bu dan bercinta dengan dia semuanya serasa nyata gw ga tau ga ingat apa-apa lagi yang gw ingat gw sedang bercinta dengan Rayna tapi kenyataany gw malah tidur dengan Manda.


ahhhhhh sial***n.... "


"semalam gw nyari lu ke mana-mana HP lu ga bisa di hubungi di kamar lu ga ada akhirnya gw inisiatif nyari lu di kamar Manda kebetulan pintunya tidak tertutup rapat akhirnya gw ngintip masuk kedalam dan saat gw masuk gw liat Manda ada diatas tubuh lu lalu gw dorong tubuh Manda dari atas tubuh lu gw sered lu keluar dari kamar Manda gw yakin lu di jebak dengan memasukan obat pera*****ang ke dalam minuman itu trus dia sengaja merekam aksi lu berdua dan sengaja mengirimkanya kepada Rayna, lu harus tenang kita atasi maslah ini satu-satu sekarang lu fokus dengan kesehatan Rayn adan calon anak lu nanti kita pikirkan lagi langkah selanjutnya untuk melawan Manda, dia gadis cerdas pasti dia ga akan mudah melepaskan lu begitu saja"


"thanks di,,, gw akan banyak minta bantuan lu buat kedepanya"


"lu jangan khawatir gw pasti bantu lu,, "


Sore itu Juna dan Adi sudah sampai di Jakarta tampak Juna sudah tidak sabar ingin bertemu Rayna dia segera menyusul Rayna ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit Juna dan Adi segera menanyakn kamar rawat atas nama Rayna.


Dengan cepat Juna berlari menuju lift lantai 3 ruang melati no 7 di depan pintu Juna melihat papa Reza dan mama Rita.


"asalamualaikum ma.... pa... "


Melihat Juna papa Reza yang biasanya akan memeluk anaknya ketika bertemu kali ini ia melayangkan sebuah tamparan keras kepada Juna.


"Laki-laki macam apa kamu Juna di saat istri hamil kamu malah tidur dengan wanita lain papa ga pernah mendidik kamu jadi laki-laki brengsek seperti itu"


"tenang pah,,, Juna baru sampai kita dengarkan dulu penjelasan Juna kenapa dia sampai melakukan hal itu"


"bela dia terus ma,, papa malu sama Rayna sama keluarganya di kampung anak laki-laki yang selalu kita banggakan di hadapan mereka ternyata tidak bermoral"


Tanpa memperdulikan ucapan papa Reza Juna merangsak ingin masuk menemui Rayna.


"Juna ingin ketemu Rayna ma Juna ingin lihat kondisinya seperti apa? "


"untuk sementara waktu kamu jangan temui dia dulu kasian Rayna benar-benar terluka semalaman dia tidak tidur dia terus menangis mama khawatir sama kandunganya kalo ibunya stres akan berdampak buruk pada perkembangn bayinya"


"dan semua ini gara-gara kamu Juna, cucu yang kita harapkan akankah pergi lagi begitu saja karna perbuatan bapaknya"


"pah jangan bicara seperti itu kita doakan saja semoga Rayna dan calon cucu kita baik-baik saja, dia sekarang sedang di temani Elma setidaknya Rayna agak tenang bersama Elma"


Tidak lama kemudian terlihat Elma keluar dari Kamar Rayna.Ia melihat Juna dan Adi.


"ngapain lu kesini Rayna sudah tidur jangan di ganggu kasian semalam ia terus-menerus teriak histeris"


Ucap Elma dengan muka sinis.


"Elma... jangan seperti itu nak dia kakak kamu suami sahabat kamu"


"suami macam apa ketika istri hamil dia malah berselingkuh dan dengan tidak tau malunya dia rekam aksi tidak senonohnya dan dia kirim kepada istri sahnya jujur ma aku nyesel ngedukung Rayna nikah dengan kak Juna tau Rayna akan di hidup menderita seperti ini mungkin dulu aku orang pertama yang akan menghalangi pernikahan mereka"


Juna tampak tidak percaya dengan semua kata-kata yang keluar dari mulut adiknya.


"ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan dek.. "

__ADS_1


"jangan salahkan Rayna jika dia akan memilih pergi dari hidup kakak buat selamanya dan aku mendukung itu,,, dia wanita baik sahabat istri dan menantu terbaik yang ada dalam keluarga kita tapi sayangnya suaminya menyia-nyiakan itu semua"


#stop berkomentar yg menyakitkan buat yg gak suka tinggal skip aja✌terimaksih buat yg sudah ngedukung karya aku.. 🤗


__ADS_2