
Setibanya di kantor Rayna merebahkan tubuhnya, rasanya ia tidak punya tenaga untuk bekerja badanya serasa panas pusing mual entahlah apa yang terjadi dengan tubuhnya, yang jelas dia hanya ingin merebahkan tubuhnya.
"Ray,, lu gapapa?"
saat Arya mulai meraba kening Rayna tanganya terasa panas.
"lu sakit Rayy,,, badan lu panas gw anter pulang ya"
"gw ga apa-apa ar,, gw cuma butuh istirahat sebentar"
"gw bawain dulu obat deh,,,tapi lu kan belum makan ahh nurut napa tadi gw suruh makan ya makan ngeyel sih jadi sakit kan lu"
Akhirnya Arya turun lagi ke lantai bawah membelikan Rayna makanan dan obat.
"Rayy,, di makan dulu terus makan obat liat muka lu pucet banget"
Akhirnya Rayna makan sedikit bubur yang di belikan Arya setelah itu ia minum obat.
"makasih jun... "
"ya udah lu rebahan dulu deh di sofa depan ga usah mikirin kerjaan ntar gw yang kerjain"
"Akhirnya Rayna berjalan menuju sofa belum sempat ia sampai sofa ia malah terjatuh pingsan"
"Rayna.. teriak Arya"
Suasana di ruangan Rayna terlihat ramai Arya segera menggedong Rayna ke sofa.
"Rayy,, bangun"
Arya menepuk-nepuk pipi Rayna,, ia segera membawa kayu putih di oleskanya di ujung hidungnya di usapkan di telapak tangan dan alas kakinya.
Tiba-tiba Rio datang menghampiri, kabar Rayna pingsan sampai ke telinganya.
"Arya,, Rayna kenapa"
"Gatau pak,,, tadi sebelum pingsan suhu tubuhnya panas udah saya kasih obat tadinya mau rebahan di sofa eh malah pingsan duluan"
"Siapkan mobil,,, kita bawa ke rumah sakit"
Rio pun mengangkat tubuh Rayna turun ke lantai bawah dia merasa sangat khawatir dengan Rayna di lihatnya wajah Rayna yang pucat pasi. Ada apa denganya. Rio sendiri yang menyetir mobil sampai ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Rayna langsung di tangani dokter di UGD.
Setengah jam Rio menanti Rayna di periksa ketika dokter keluar dari bilik Rayna segera Rio menghampiri dokter itu.
"Bagaimana keadaanya dok..?"
__ADS_1
"keadaanya belum sadar,,, kami akan melakukan observasi terlebih dahulu ohh ya pak maaf sebelumnya apa istri bapak pernah melakukan oprasi sebelumnya?"
"saya bukan suaminya saya atasanya di kantor jadi saya kurang tahu apa dia pernah melakukan oprasi atau tidak memangnya ada apa dok? "
"oh begitu maaf Pak saya kira istrinya,,, jadi gini pak ini baru diagnosis awal kalo perkiraan saya tidak salah bahwa nona siapa?"
"Rayna dok"
"ya nona Rayna pernah melakukan oprasi pengangkataan ginjal, di lihat dari bekas sayatan oprasi di perutnya tapi kita akan melakukan rongsent terlebih dahulu supaya lebih jelasnya.Saya sudah memberikan suntikan nutisi sepertinya nona Rayna juga kurang asupan makanan lambungnya sepertinya bermasalah.
"Berikan pengobatan yang terbaik dok saya tidak ingin dia kenapa-napa jangan soalkan masalah biaya saya yang tanggung semua, ucap Rio penuh keyakinan"
Serasa dia yang menjadi suami Rayna begitu khawatirnya dirinya terhadap Rayna.
"kita akan melakukan yang terbaik dan semaksimal mungkin pa,, kalo begitu saya permisi dulu"
Di kantor Arya terus menghubungi Juna, sudah berapa kali ia menlp Juna tapi tidak di angkat HP Juna non aktif.
Akhirnya Arya mengirimkan pesan mengabarkan Rayna jatuh pingsan dan di bawa ke rumah sakit.
Di lain tempat Juna sedang menemani Manda berbelanja di salah satu mall mewah.Ia lupa HP nya kehabisan batrai.Manda terlihat sangat senang.
Sambil merangkul lengan Juna ia terus tersenyum.
Tidak terasa waktu sudah hampir gelap setelah Juna mengantarkan Amanda ke apartemenya ia bergerak menuju rumahnya, ia yakin Rayna pasti sudah pulang tadi jam 5 maka dari itu ia memutuskan langsung pulang ke rumah. Saat tiba di depan rumah ia melihat lampu rumah masih keadaan gelap.
"Kemana Rayna masa jam segini belum pulang??apa dia ke rumah mama lagi"
Juna pun masuk ke dalam rumahnya setelah itu ia mencarger hpnya yang tadi mati setelah itu ia bergegas mandi.Tidak lama kemudian ia menghidup kan HP nya niat mau menghubungi keberadaan Rayna alangkah terkejut ia melihat pesan dari Arya.Tubuhnya lemas seketika mendengar kabar istrinya Rayna di larikan ke rumah sakit.
"Apa yang sudah aku lakukan kesalahan apalagi yang aku perbuat di saat istrinya terbaring sakit ia malah menghabiskan waktu menemani Manda berbelanja"
Juna berteriak sekeras-kerasnya air matanya jatuh mengucur menbasahi pipinya, secepat kilat ia pergi meninggalkan rumahnya. Di jalan ia menghubungi no tlp Arya.
"hallo bang dari mana aja aku hub dari tadi ga di angkat-angkat"
"Rayna dirumah sakit mana,, bagaimana kondisinya? "
"Rayna dirumah sakit EMC maaf aku tidak ikut bang tadi Rayna pergi bersama pak Rio"
"Rio atasan kamu,, tanya juna? "
"iya Pak,, dia yang membawa Rayna ke rumah sakit"
"oke,, makasih Arya"
__ADS_1
"Sama-sama bang"
Dengan kecepatan penuh Juna mengendarai mobilnya ia tidak peduli beberapa kali ia menyalip mobil di depanya yang ia pikirkan hanya Rayna.
Sesampainya di rumah sakit ia langsung menayakan keberadaan Rayna pada petugas jaga.
"Atas nama Rayna yang tadi siang masuk di mana ruangnya? "
"sebentar pak di cari dulu,,, nona Rayna camellia larasati kamar melati no 123 di lantai 4."
"terimaksih"
Juna pun berlari ke arah pintu lift, ia sudah tidak sabar ingin segera mengetahui kondisi istrinya Rayna.
Saat sudah di depan pintu kamar Rayna Juna melihat Rio dari kaca pintu kamar, ia melihat Rio duduk di samping Ranjang Rayna, Juna pun langsung masuk ke dalam. Rio menoleh ke arah Juna.
"maaf saya tidak mendengar anda datang,,, " ucap Rio
Juna melihat Rayna terbaring lemas selang oksigen infus menancap di tubuhnya, perlahan ia mendekati Rayna air matanya jatuh membasahi pipi Juna.
"Sayang.. "
"Apa dia belum sadar dari tadi? "
"belum"
"Maaf sebelumnya bukan saya lancang sebaiknya anda lebih menjaga istri anda dia mengalami tekanan batin yang hebat,, sehingga membuat asam lambung naik vertigo dan yang paling patal sisa ginjalnya yang tidak bisa bekerja semaksimal mungkin karna pengaruh pikiran dan stres"
"apa maksudnya sisa ginjal"
"apa anda tidak tahu kalo Rayna pernah melakukan oprasi donor ginjal"
deg,,,, Juna benar-benat terkejut mendengar berita ini
"donor ginjal,,, Rayna tidak pernah membicarakan masalah donor ginjal"
"Tadi dokter yang mengatakan kalo Rayna pernah melakukan donor ginjal, saya harap anda sebagai suami bisa lebih menjaganya, saya sering melihat Rayna banyak melamun di kantor terkadang ketika saya panggil ke ruangan mata dia selalu basah dan sembab, saya bukan mau ikut campur masalah rumah tangga orang lain,, tapi saya hanya khawatir dengan kesehatan karyawan saya"ucap Rio
'terimakasih atas perhatian dan bantuanya"timpal juna
"oke kalau begitu saya pulang dulu,, tolong kabari saya bila terjadi apa-apa"
Rio pun akhirnya pergi,,,
"kenapa dia harus seperhatian itu kepada Rayna jelas-jelas ada aku suaminya minta di kabari segala,,donor ginjal vertigo asam lambung tekanan batin semua penyakit itu sekan terus terngiang di telinga Juna.
__ADS_1