
"Cari sampai dapat sampai ke ujung dunia pun cari dia aku tidak mau tahu atau kalian aku pecat semua"
Siang itu amarah Rio sudah tidak bisa di bendung lagi sudah hampir tiga bulan Rio mencari keberadaan Rayna tapi tidak membuahkan hasil.Rayna bagai hilang di telan bumi.
Rio ingat ketika Arya menceritakan penderitaan Rayna ketika menjadi istri Juna hatinya ikut sakit membayangkan bagaimana wanita sebaik Rayna bisa di sakiti suaminya sendiri.Rio bertekad setelah menemukan Rayna ia akan mengejar cinta Rayna dia akan merebut Rayna dari juna.
Begitu pula Juna ia sudah menyewa jasa pencarian orang Juna ingin segera menemukan Rayna ia tidak bisa membiarkan Rayna pergi meninggalkanya.
Berkali-kali Rayna meninggalkanya karna kebodohanya yang tidak bisa tegas dengan hatinya.
Bibirnya mengatakan akan meninggalkan Manda tapi kenyataanya Juna masih saja menemui Manda dulu hatinya masih labil bimbang tidak bisa memilih di antara dua cinta..dan sekarang Juna merasa menyesal Rayna benar-benar telah pergi entah kemana.
Juna merasa amat sangat menyesal telah menyakiti Rayna.Seharusnya dia berjuang mendapatkan Rayna kembali bukan membiarkanya pergi meninggalkanya lagi.
Kehadiran Manda tidak menjadikan semangat dalam hidupnya entahlah yang jelas Juna hanya menginginkan Rayna kembali ke pelukanya.
Sore itu Juna berkunjung ke rumah mamanya.
"bagaimana jun apa ada kabar keberadaan Rayna" tanya mama Rita dia sangat mengkhawatirkan menantu kesayangan ya. Ia tidak bisa menyalahkan Rayna yang pergi meninggalakan Juna karna semua ini berawal dari kelabilan Juna yang tidak tegas dengan perasaanya.
"belum ma aku masih mencari, entahlah dimana Rayna sekarang"keluh Juna
" yang sabar sayang mama yakin Rayna pasti bertemu"
Terlihat wajah Juna yang frustasi dia tidak bisa menemukan keberadaan Rayna.
Disaat kegalauann hatinya memikirkan Rayna handphone Juna berdering di lihatnya panggilan dari Manda.
Juna merasa hati nya perlahan mati untuk Manda kecantikan dan kesempurnaan Manda tidak bisa membuat Juna bahagia yang bisa membuat Juna bahagia saat ini adalah bertemu Rayna.
Juna segera merijek no Manda saat ini ia tidak ingin di ganggu siapa-siapa.
Setelah beberapa jam bertemu dengan mamanya melepas kegalauan bersama mamanya, Juna berpamitan pulang ke rumahnya.
Setibanya di rumah Juna merasa kesepian, dia teringat Rayna, ia suka sekali memasak menonton TV bersama terkadang ia suka sekali menggoda Juna tawanya senyumnya marahnya seakan membekas di rumah itu.
Juna pun masuk ke dalam kamarnya ia melihat ranjang besarnya ia sangat merindukan sentuhan Rayna belaian Rayna di saat penat dengan pekerjaan dia selalu bisa membuat juna terhibur dengan tingkah genitnya walau dia gadis sederhana tapi dia bagai malaikat di hatiku.
"sayang aku merindukanmu,,, aku benar-benar merindukanmu pulanglah"
Juna terisak menangisi kepergian Rayna.
********
Di sebuah kota kecil di ujung pulau Jawa tinggalah seorang wanita hamil,, diperkirakan kehamilanya berusia empat bulan ia tinggal seorang diri tanpa di temani suami ataupun sanak saudara.Dia mengontrak sebuah kosan kecil tapi lumayan cukup untuk dirinya sendiri.Di usia kandunganya yang menginjak dua bulan ia mencoba melamar di sebuah perusahaan garment dan beruntungnya ia di terima bekerja di bagian office bagian staff administrasi, ia merasa bersyukur di saat dirinya sedang hamil masih ada perusahaan yang mau menerimanya bekerja.
__ADS_1
Walau dengan gaji yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk menghidupi dirinya dan calon anaknya.
Suasana kerja yang penuh dengan rasa kekeluargaan membuat dia merasa nyaman dan kerasan.
"Rayna... mba bawa mangga muda kemarin habis metik di depan rumah mba ingat sama kamu"
"makasih banget mba Retno aku emang pengen rujak mangga muda dari kemarin"
"kenapa ga bilang sama mba,,, kalo sekiranya kamu mau apa-apa bilang sama mba nanti tak cariin jangan sampe ini si utun ngiler" ujar mba Retno sambil mengusap lembut perut Rayna.
"maafin Rayna ya mba udah banyak ngerepotin mba Retno"
"jangan sungkan mba udah anggap kamu kaya adik mba sendiri,,"
Rayna merasa sangat beruntung di kota orang kota yang baru ia singgahi ia bertemu dengan orang-orang baik, mereka menerima kehadiran Rayna dengan sukacita. Mereka merasa kasihan melihat Rayna hidup sendiri tanpa keluarga tanpa suami yang mendampingi di saat kehamilan seperti ini peran suami dan keluarga menjadi sangat penting tapi Rayna harus melewatinya seorang diri. Tidak ada seorang pun yang berani bertanya kemana suaminya Rayna karna mereka sangat menghargai perasaan Rayna.
Jam makan siang pun tiba Rayna dan beberapa teman-temanya menuju kantin,mereka terlihat begitu akrab tidak ada kecanggungan di antara mereka.
"Rayy perhitungan empat bulanan kapan?" tanya mba Retno
"sebenarnya aku udah masuk empat bulan mba,,tapi aku belum menyiapkan apa-apa untuk syukuran empat bulan aku bingung mba aku harus nyiapain apa aja, lagian tempat kosan aku kecil ga bisa mengundang pengajian ibu-ibu sekitar kosan" Rayna merasa sangat sedih bukan ia tidak ingat tapi keadaan yang membuatnya tidak bisa membuat syukuran empat bulanan kehamilanya.
"oh ya udah gapapa,, lanjut makan aja jangan banyak pikiran ibu hamil ga boleh stress"timpal mba Retno
******
"Rayy,, nanti siang kamu ke rumah mba ya"
"Ada apa mba..?? "
"ga kita ngumpul aja di rumah masak-masak daripada kamu di kosan sendiri,, nanti nasrul jemput kamu kesana"
"iya mba... "
Setelah membalas chat dari mba Retno,,Rayna bersiap mandi lima belas menit kemudian ia sudah terlihat rapi ia terlihat manis dengan memakai dres pendek hijau muda lengan panjang.Tidak lama kemudian Nasrul sudah menunggunya di depan gerbang kosan Rayna.
Rayna pun beranjak keluar,di depan kosan Rayna tidak melihat Nasrul ia pun segera menelphone keberadaan Nasrul.
"Arul kamu dimana... "
"Aku disini tengok ke sebrang jalan... "
Rayna melihat seorang pemuda tampan sedang menyenderkan badanya di pintu mobil ia tersenyum melihat kehadiran Rayna.
"aku kira mau di jemput pake motor,, "
__ADS_1
"aku sengaja pinjem mobil punya kakaku buat jemput kamu ya udah ayo yang lain udah pada nunggu"
30 menit kemudian mereka sampai di kediaman mba Retno,, tampak banyak orang di rumah mba Retno.
"arul.. mba Retno ngundang siapa aja ko kaya rame banget"
"ga tau.. udah kita masuk aja"
Ketik Rayna masuk ia melihat banyak ibu-ibu pengajian sudah berkumpul.
"Rayna masuk... ujat mba Retno"
"ada acara apa mba.. katanya cuma mau ngumpul masak-masak? Rayna merasa bingung kenapa acaranya seperti mau pengajian.
" iya mba sengaja bikin acara syukuran empat bulanan buat kamu,,"
"apa mba syukuran empat bulan..?ucap Rayna terkejut
" ya kemarin mba,nasrul, anggi, jeni sepakat mau bikin acara ini buat kamu, pokoknya kamu jangan banyak mikirin apa-apa"
Rayna sangat terharu dengan semua kebaikan teman-temanya air matanya turun membasahi pipinya entah harus bagaimana ia membalas semua kebaikan teman-temanya.
"Makasih mba,arul,jeni,anggi.. aku ga tau harus membalas semua kebaikan kalian pake apa" ucap Rayna lirih.. ia begitu terharu di pengasinganya ia banyak di cintai orang-orang.
"udah-udah jangan melow begini kita iklas membantu kamu,, ujar anggi sambil memeluk Rayna.
Setelah acara pengajian selesai Rayna pun kembali pulang ke kosanya di antar nasrul.
" Makasih ya Arul..."
"iya udah sana istirahat besok aku jemput lagi kita mau nonton di mall X jangan lupa ya"
"iya... kalo gitu aku masuk dulu hati-hati di jalan"
Rayna tampak bahagia di balik penderitaanya Tuhan mengirim orang-orang baik di kehidupanya. Ia merasa optimis bisa melewati semua ini sendiri.
"sayang maafkan mama ya mama terpaksa melakukan ini menjauhkan kamu dari ayahmu mama ingin kamu tumbuh sehat menjadi anak kebanggan mama..mama hanya tidak ingin nasibmu seperti kakakmu pergin sebelum lahir ke dunia ini"
Rayna mengusap perutnya yang sudah terlihat menonjol walau belum besar.
Setiap malam ia selalu merindukan keluarganya sahabatnya tidak terkecuali Juna.
ia selalu saja teringat laki-laki yang sudah membuat lubang besar di hatinya.Rayna tidak bisa membenci Juna,,walaupun berkali-kali Juna menyakitinya dia selalu mencintainya.
Andai Juna tahu betapa besar cinta Rayna kepadanya...
__ADS_1