Guardian Ghost

Guardian Ghost
Si kecil Rian


__ADS_3

Dika mengajak Rain ke sebuah warteg dekat situ,


"Nah disini nih yang makanannya enak, bersih insyaallah halallll !!"ucap Dika. Rain mengangguk angguk, Rain bukanlah gadis pemilih, ia tidak banyak pilih pilih makanan atau dimanapun ia makan, di kolong jembatan sekalipun, jadi.


"Loe mau pesen apa?" tanya Dika.


"Emhhhh," Rain melongokkan kepala pada kaca etalase melihat betapa banyaknya menu yang ada disini, dan kesemuanya tampak lezat.


"Gue saranin, semur telor ma tahunya enak loh !!" bisik Dika yang mencomot bakwan udang di dalam wadah yang tertutup.


"Oke gue ikut saran pelanggan setia, " jawab Rain.


"Kang, yang lain marah ga kita tinggal?" tanya Rain.


"Mungkin, tapi it's oke lah mereka ngerti karena gue bilang loe lagi ada masalah urgent !" jawab Dika yang sibuk memilih teman nasinya.


"Oke deh, nanti gue traktir kalian deh kang,"jawab Rain.


"Kuyyy gaskeun !!" jawab Dika. Nino menperhatikan interaksi keduanya yang tampak akrab seperti abang dan adik.


.


.


"Alhamdulillah kenyang gue, " ucap Dika.


"Sama, kang ga usah bayar biar gue aja. Sebagai tanda terimakasih gue karena loe perhatian dan peduli sama gue !" Rain menaik turunkan alisnya sambil membayar makannya dan Dika.


Gue memang peduli sama loe Rain, tapi karena gue sayang sama loe dan ga butuh buat loe ganti, batin Dika.


"Bener nih, wahhh gue mah seneng seneng aja dibayarin. Jadi duit gue awet !!" seru Dika.


"Oh iya kang, tunangan loe ga marah apa, loe sering tinggalin dan lebih sering bareng gue ?" tanya Rain, keduanya keluar dari warteg.


"Hah??! engga engga, dia ngerti ko dia baik orangnya !" jawab Dika tergugup.


"oke deh, kapan kapan gue pengen ketemu deh kang, penasaran gue cewek mana yang mau sama temennya hantu !!" seru Rain terkekeh, tiba tiba Dika terbatuk mendengar permintaan Rain, padahal gadis ini tak meminta seribu candi dalam satu malam seperti yang diminta roro jonggrang pada bandung bondowoso.


"Uhuukk !!"


"Kenapa loe kang? batuk gitu ada yang ngomongin nih !!" jawab Rain refleks menepuk nepuk punggung bidang Dika.


"Engga ga apa apa gue, mitos !!" seru Dika sambil mencubit pipi Rain, sudah lama ia ingin melakukannya tapi terhalang hubungan Rain dan Nino.


Nino berdehem membuat keduanya berhenti bercanda. "apa anak itu yang kamu cari honey ?" tunjuk Nino pada seorang anak yang tengah menjajakan koran pada setiap pengendara yang berhenti di lampu merah. Rain berseru, "oh iya, itu dia !!!" Rain menaruh kembali helmnya dan segera berlari menuju anak yang dimaksud.


"Rain, hati hati !!" pekik Nino dan Dika bersamaan, keduanya berpandangan dan tertawa.

__ADS_1


"Hai dek, "


"Ehhh, mau beli koran ka?" tanya nya.


"Berapa ?" tanya Rain.


"5000 aja kak," jawab Rian.


"Nih..." Rain menyodorkan selembar uang berwarna biru.


"Aduh belum ada kembalian kak, ada uang pas engga?" tanya anak berumur 9 tahun ini.


"Ambil aja kembaliannya buat adek, oh ya kenalin nama kaka Raina!" Rain mengulurkan tangannya berniat berkenalan, Rian menyambar tangan Rain.


"Rian !" jawabnya.


"Hahaha lucu ya Rain, Rian !!" jawab Rain.


"Beneran kak Rain, ini buat Rian?"


"Iya, ambil aja. Oh ya Rian udah sarapan belum?" tanya Rain dan Rian menggelengkan kepalanya. Rian sedikit waspada, mungkin ia takut jika Rain berniat jahat.


"Oh maaf ka Rain kebanyakan nanya ya, oh iya ka Rain lagi ada sedikit masalah. Apa Rian bisa bantu kak Rain?" tanya Rain.


Rian tampak mengangguk ragu. "Tenang aja atuh, ka Rain bukan orang jahat ko !" ucapnya. Raina celingukan mencari tempat untuk bertanya soal cincin pada Rian.


"Rian mau sarapan dimana?? disana ??!" tunjuk Rain pada sebuah gerai makan cepat saji yang kebetulan ada di dekat situ, biasanya anak anak akan menyukai tempat seperti ini.


"Kalo gitu ayooo !!!" seru Raina, ia memang menyukai anak kecil, maka jelas ia akan mudah mendekati anak anak.


Kedua lelaki beda dunia itu tersenyum kagum pada Rain. Di tengah lari kecilnya, Rian tiba tiba menghentikkan langkahnya. Ia teringat akan koran koran yang tengah dipegangnya, mungkin nanti agen koran akan memarahinya jika koran koran itu tidak laku, sedangkan orang orang hanya akan membeli koran yang terbaru dan masih hangat.


"Kak, Rian ga jadi lah. Nanti koran koran ini ga laku, dan Rian dimarahin," ucap Rian kecil.


Rain tersenyum, "Berapa semua harga koran yang kamu pegang?" tanya Rain.


Rian tampak menghitung, "biar ka Rain beli semuanya !!" jawab Rain lagi, sontak saja Rian terkejut.


"Kaka serius?"


"Sure, ka Rain serius !!"


"Dah nanti aja ngitungnya, sekarang kita makan dulu !!" ajak Rain.


Kini mereka semua disini menatap anak kecil yang tengah lahap menyantap ayam tepung crispynya bersama nasi hangat.


"Enak?" tanya Rain.

__ADS_1


"Enak kak !!" serunya sesekali menyedot teh manis dalam botol. Rain tampak terharu, tidak semua manusia di dunia ini beruntung seperti dirinya dalam hal materi, ia memang sudah tak memiliki kedua orangtua, tapi kedua orangtuanya mewariskan beberapa hal untuknya selain investasi dalam bentuk harta yang paling penting adalah hati yang mulia. Kedua orangtuanya selalu mengajarkan Rain untuk senantiasa membantu sesama.


"Lapar ya dek?" tanya Dika, "pelan pelan aja makannya !" pinta Dika.


"Kaka berdua tak makan?" tanya Rian, melihat Rain dan Dika hanya memesan minuman saja.


"Engga, udah makan barusan !" jawab Dika.


"Oh, oh iya ka Rain tadi mau nanya apa?" tanya Rian.


"Ahh, iya sampe lupa Rian..ka Rain mau tanya sama Rian baru baru ini ada kecelakaan ya di atas jembatan sana !!" Rian mengerti maksud Rain pasti jembatan layang itu. Rian tampak mengingat ingat.


"Iya kak, laki laki seumuran kaka ini !!" tunjuk Rian pada Dika.


"Rian nyaksiin??" tanya Dika. Anak itu mengangguk pasti.


"Malem malem abis ujan, koran Rian belum abis kak, masih nyisa banyak jadinya Rian masih keluyuran jam segitu," jawab anak itu.


"Ohhh, terus ??" tanya Rain bertanya bak reporter berita.


"Korbannya jatoh kak ke bawah, ngeri deh, berd*arah dar*ah kendaraan yang tabrakan pun angus kak terbakar !!" seru anak itu.


"Emang tabrakan antara apa sama apa?" tanya Dika.


"Motor sama mobil box kak "


"Kaka mau tanya sama Rian, tapi Rian jawab jujur !" pinta Rain pada inti masalahnya.


"Iya kak, insyaallah!!"


"Apa ada sesuatu milik korban yang Rian temukan?" tanya Rain.


deg....


Rian sedikit tersentak kaget, darimana Rain mengetahui jika Rian mengambil cincin yang jatuh bersama korban saat kecelakaan itu.


"Engga kak !!" jawab Rian gugup.


"Please Rian kaka minta jujur, kaka ga akan marah ko, janji !!" Rain mengacungkan kelingkingnya.


"Ka Rain bakal janji buat tutup mulut !!" Rain menutup mulutnya sepertu gerakan mengunci. Dika dan Nino tertawa kecil.


Rian tampak berpikir, ia takut...


"Iya kak," cicitnya


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2