Guardian Ghost

Guardian Ghost
Jawab dengan jujur


__ADS_3

"Malam itu....."


Adry menceritakan dimana malam ia mengalami kecelakaan, rasanya tak ada yang salah, hanya saja saat memasuki jembatan ia sudah merasa seperti ada yang tak beres, tak ada angin ataupun hujan. Ataupun manusia manapun di situ, sebuah truk pembawa barang melaju begitu cepat dari lain arah, bagai kehilangan kontak rem, mobil melaju begitu cepat seperti menarik gas dengan kecepatan full, tabrakan tak terelakkan.


Motor Adry ringsek, naasnya tangki bahan bakar sobek dan bocor, Adry yang sudah terkapar sekarat terjepit badan mobil dan motor dipenuhi d@r@h, tak bisa lari kemanapun. Kondisi badannya yang terhantam hebat hancur di bagian kaki dan setengah tubuh bagian kanannya, sekilas disaat matanya sudah kabur ia melihat sosok berbulu berdiri menyeringai menyaksikan Adry meregang nyawa, motor Adry yang rusak salah satu kabel di bagian dekat accu nya koslet memantikkan api pada bahan bakar yang sudah meluber bocor. Si supir mobil yang baru saja sadarkan diri luka di bagian kakinya melompat ke arah luar mobil dan menggulingkan diri.


Adry yang tak bisa menyelamatkan diri, terkena ledakan itu hingga ia terlempar jatuh ke bawah jembatan. Rain menyaksikan semua itu, padahal malam itu Adry hendak mengukuhkan cintanya kepada Gea, menuju jenjang yang serius.


Gea bukan lagi, kekasih yang sudah dipacarinya 3 tahun meninggalkannya. Ia menangis meraung raung di pelukan Adry. Nino memeluk Rain erat, memberikan pelukan sayang untuk gadis ini.


Romi terlihat berkaca kaca. "Kita akan bantu loe bro !!" Dika menepuk pundak arwah pemuda malang itu.


Nino mengangguk meyakinkan Rain, "kita bantu mereka ?"


"Tunggu, loe cewek yang ada di pemakaman waktu lalu kan??" tanya Gea menyadari Raina. Gadis itu tersenyum.


"Iya ini gue, gue Raina !!"


"Loe, bisa liat Adry?" tanya Gea. Raina mengangguk, "bukan cuma Adry, ibu loe cantik !!" jawab Rain, sontak Gea kembali menangis.


"Loe bisa liat ibu gue?" tanya nya memegang tangan Rain antusias. Tapi Rain kemudian mengingat jika wanita yang duduk di atas padung mengusap dan mengelus kepala Gea saat itu terlihat gusar menatap putrinya, kira kira apa yang dicemaskan wanita itu.


"Iya, " jawab Rain.


"Dan dia ?? siapa loe??" Gea menunjuk Nino.


"Dia guardian ghost gue," Rain tersenyum menatap Nino. Romi mengangguk angguk paham, sedangkan Dika hanya bisa diam, ia hanya akan menunggu saat yang tepat untuk maju.


"Ge, gue mau tanya deh ?" tanya Rain.


"Apa ?"


"Guys sebaiknya kita pulang dulu deh, ini Rian kasian !!" ucap Dika.


Mereka baru mengingat kalau si kecil Rian masih disitu. "Astaga !! gue lupa !!" Rain menepuk jidatnya.


"Maaf, Rian. Kaka lupa, yuu kita pulang, pasti ibumu nunggu kamu di rumah."

__ADS_1


Mereka memutuskan untuk pulang dan menyelesaikan urusannya besok..Sedangkan di tempat lain, si sosok berbulu itu kembali mendatangi tuannya di kegelapan malam meminta bayaran atas jasanya yang lalu, manusia satu ini menyanggupi menjadi budak atas keserakahan dan keegoisannya, menyekutukan Allah swt, hanya demi keinginannya tercapai.


Senampan sesaji, di dalam kamar kosong berselimut kegelapan dan dinginnya malam habis dilahap dan diacak acak sang makhluk, sosok itu puas akhir akhir ini, satu manusia menjadi tumbal keserakahan manusia bod*oh lainnya.


"Ge, dimana rumah loe?? mau kita anter??" tanya Raina. Mengingat ini sudah pukul 1 dini hari, Gea dengan cepat menggelengkan kepalanya, membuat Raina dan yang lainnya kebingungan.


"Loh kenapa?? nanti ayah kamu nyariin ?" ucap Raina. Ia pun sudah tak bisa menahan kantuknya.


"Gue dah bilang sama bapak, kalo malam ini gue nginep di rumah temen, temen gue juga dah di calling kok !" jawab Gea, air mukanya menunjukkan sepertinya ada yang mengganggu pikiran gadis ini.


"Apa bapak masih maenan sabung ayam, yank?" tanya Adry. Gea mengangguk ragu, Gea memalingkan pandangannya.


"Apa bapak mu masih sering pergi ke dukun Ge??" tanya Nino tiba tiba, sontak semuanya tersentak kaget.


"Hah??! dukun??" pekik Rain, Dika dan Romi.


Namun beda dengan yang lainnya, sepertinya Nino tau sesuatu tentang ayah Gea. "Gini deh, karena ini dah malam, gue juga dah ngantuk. Besok ada jadwal kuliah, kita akhiri dulu aktivitas hari ini," ucap Rain.


" Oke gue setuju !" jawab Romi diangguki Rain.


"Gue mau ke kost an temen, " jawab Gea.


"Tapi kalo menurut gue, sebaiknya loe pulang dulu ke rumah gue. Ini udah malem banget loh, takut ganggu yang punya kost an ??!" tawaran Raina memang ada benarnya.


Gea nampak bimbang dan menimang nimang, akhirnya ia mengangguk setuju atas permintaan Adry juga.


"Oke kita anter dulu cewek cewek ini pulang, Rom !" ucap Dika, tak mungkin juga hanya mengandalkan arwah yamg tak nampak wujudnya.


"Loe masih oke kan, Rain? masih kuat buat nyetir?" tanya Dika. Rain mengangguk, "masih !"


"Oke, gue sama Romi ikutin dari belakang !" jawab Dika.


.


.


Rain memang mengantuk, tapi ia masih sanggup dan mampu untuk fokus, rasanya matanya tiba tiba terganggu dengan sekelebat sosok berbulu melintas di depan mobilnya. Rain sontak membanting stir mobil ke kanan, hampir saja mereka celaka.

__ADS_1


Ckittttt !!!!


Jangankan Dika dan Romi, Rain dan Gea saja terkejut, tangan Rain masih bergetar sosok itu begitu nyata menyeringai padanya, mirip seperti sosok yang menculik Ve, tapi berbeda.


"Astaga !!" Mata Rain membulat sempurna, jika rem mobil tak pakem mungkin mereka kini sudah berada di rumah sakit sebagai pasien,


"Dukk !!" Gea terantuk pinggiran mobil. Begitupun Romi dan Dika yang ikut mengerem mendadak. Mereka turun. Nino yang ikut melayang mengawasi bersama Adry, mulai menajamkan mata dan telinganya. Sosok itu begitu gesit.


"Loe ga apa apa kan Rain??loe ngantuk?? " tanya Dika yang melihat tiap inci tubuh Rain refleks karena khawatir, jangankan Nino dan yang lain. Rain saja yang melihat sikap Dika, merasa Dika terlalu berlebihan terhadapnya.


"Gue ga apa apa kang !" jawab Rain.


"Ekhemmm, ga usah segitunya kali, tuh mobil ga nabrak apa apa," ledek Romi, Dika salting.


"Sorry, refleks aja !!" jawab Dika segera.


" Gue tadi liat sosok itu datang lagi, sosok yang tadi ada di jembatan, sosok yang sama saat Adry kecelakaan !" ucap Rain.


"Kamu ga apa apa kan honey ?" seraya mengusap lembut kepala dan melihat setiap bagian tubub Raina, mata merah itu terlihat khawatir melihat perempuan yang di cintainya hampir saja celaka karena makhluk si@l@n itu.


"Gue ga apa apa guys, cabut aja yu udah malem !" jawab Rain, ia hanya mengucap do'a dalam hati agar selalu ada dalam lindungan Allah swt.


"Ge, apa loe bisa ngendarain motor atau mobil?" tanya Dika. Gea masih tampak segar, "gue bisa motor !" jawabnya.


"Rom, loe bawa motor gue, Gea bawa motor loe !" usul Dika. Memang Rain sedang lelah, biasanya memang fisik yang sedang lemah lah yang gampang di manfaatkan oleh sesuatu hal yang negatif.


Dan benar saja, Rain mulai terlelap di bangku penumpang sebelah Dika. Sesekali Dika melirik pada Rain yang memang terlihat lelah, memang jika wanita dan laki laki hanya berdua lalu yang ketiganya adalah se*tan, dan benar karena diantara Raina dan Dika ada Nino.


Mungkin ini saat yang tepat bicara pada Dika.


"Ka, ada yang mau gue tanyakan sama loe!" ucap Nino santai dari bangku belakang. Dika melirik pada spion, "elah No, bilang aja kali !!"


"Gue serius, sebagai seorang lelaki gue minta loe jujur !" ucap Nino, Dika mulai mengerutkan dahinya , seraya tangan dan pandangan fokus menyetir.


"Loe suka sama Rain?" tanya Nino.


Deg.....

__ADS_1


__ADS_2